Jumat, 25 September 2009

Meraih Mimpi

Kemarin saya menonton "Meraih Mimpi", wah-wah, saya salut dan kagum dengan kwalitas film cartoon layar lebar pertama buatan anak negeri yang saya tonton ini.

Sebagai orang awam, menurut saya hampir perfect, tetapi ada satu hal yang mengganjal perasaan saya.
Ketika adegan yang sebetulnya menegangkan, saya tidak dapat merasakan ketegangan itu. Saya tanya juga ke beberapa penonton yang lain, jawabannya ternyata sama dengan saya.
Tetapi secara keseluruhan film tersebut, keren abis....

Jumat, 18 September 2009

Tokoh India Indonesia : Raam Punjabi

oleh adi supardi

Tokoh India Indonesia (Etnis India Indonesia) bernama Raam Punjabi yang mempunyai nama lengkap Raam Jethmal Punjabi kelahiran Surabaya, Jawa Timur, 6 Oktober 1943 adalah seorang produser film dan sinetron paling sukses di Indonesia dengan rumah produksinya Multivision Plus.

Multivision Plus menaungi 150 artis, 20 sutradara, dan 300 tenaga yang dikontrak secara eksklusif oleh production house itu dan setiap minggu, Multivision Plus membuat tayangan sinetron lebih kurang 22 jam.

Pada tahun 2004, terbit buku biografi Raam Punjabi berjudul Panggung Hidup Raam Punjabi. Buku setebal lebih dari 300 halaman dan disusun oleh Alberthiene Endah itu banyak mengetengahkan sisi kehidupan Raam Punjabi. Buku tersebut ini diterbitkan Grasindo (kelompok penerbit milik PT Gramedia).

Penyelamat industri perfilman Indonesia, Raam Punjabi memiliki istri bernama :
Shanta Ramchand Harjani (Raakhee Punjabi) dan anak bernama Ameet Punjabi (Alm), Karuishma Punjabi, Amrit Punjabi. Sedangkan Ayah bernama Jethmal Tolaram Punjabi dan Ibu bernama Dhanibhai Jethmal Punjabi

Source : etnisuku.wordpress.com

Rabu, 16 September 2009

Etnis India Indonesia : Perkembangan Populasinya

oleh adi supardi

Menurut Wikipedia, diperkirakan populasi Etnis India Indonesia (EII) sekitar 50.000 – 80.000 orang, yang separuhnya bermukim di kawasan Medan dan Pematang Siantar Sumatra Utara, di Jakarta sekitar 10.000 orang dan sisanya tersebar diberbagai wilayah seperti Palembang, Aceh, Bandung, Semarang, Surakarta, Jogjakarta, Surabaya, Malang, Bangil dan Bali.

Hitungan tersebut hanya untuk orang keturunan India yang benar-benar tulen dari India dan belum termasuk yang berdarah campuran.

Ditilik dari asal muasalnya, mereka terdapat tiga kelompok yaitu suku Tamil berasal dari India Selatan, suku Punjabi dan suku Sindhi. dari India Utara.

Untuk agama, mayoritas EII menganut agama Hindu dan Budha, sebagian lain beragama Sikh, Kristen dan Islam.

Source : etnisuku.wordpress.com

Selasa, 08 September 2009

Pemahaman dan Penguatan Wawasan Kebangsaan

oleh adi supardi

Suatu bangsa menjadi bangsa besar; produktif dan mandiri, adil dan beradab, solidaritas tinggi dan berwibawa, serta ketegaran yang berkelanjutan, bukan semata-mata dilihat dari besarnya jumlah penduduk; melainkan kualitas manusia (“masyarakat”) sebagai bangsa kuat dan beradab.

Demikian disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Ikatan Sosiologi Indonesia , Dr. Ir. Tri Pranadji, MSi, APU dalam “Forum Komunikasi dan Konsultasi Pembauran dalam Rangka Fasilitasi dan Penguatan Kelembagaan “ di Jakarta 8 September 2009

Dijelaskan, Penguatan pengintegrtasi multicultural bangsa terdapat Enam elemen sosio-kultural : Nilai-nilai sosio-kultural . Kepemimpinan progresif , Struktur masyarakat. Sistem pemerintahan, Kompetensi SDM dan Manajemen social.

Source : etnisuku.wordpress.com

Minggu, 30 Agustus 2009

Etnis India Indonesia : Masjid Al Anshor Pekojan, Kecamatan Tambora , Jakarta Barat, Indonesia

oleh adi supardi

Bangunan Masjid Al Anshor yang terletak di Rt.006/Rw.04 Kelurahan Pekojan, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Indonesia. Pada massa penjajahan Belanda, daerah itu bernama Kampoeng Toea Pekojan. Nama PE-KOJA-N adalah kampong tempat tinggal orang Kodja. Sebutan orang Kodja adalah orang India atau etnis India.

Bangunan Masjid Al Anshor yang disamping terdapat pemakaman kuno, bernilai sejarah berkaitan Etnis India Indonesia, karena bangunan Masjid Al Anshor diatas tanah wakaf dari Warga Negara India dengan bukti sertifikat nomor : M.166 tanggal 18-03-92 AIW/PPAIW : W3/011/c/4/1991 tanggal 8-5-1991. Diperkuat dengan pemasangan Papan Undang Undang Monumen oleh Pemerintah DKI Jakarta (Dinas Musium dan Sejarah) berbunyi : Perhatian : SK Gubernur No.cb.11/1/12/72 tanggal 10 Januari 1972 (Lembaran Daerah no.60/1972). Gedung ini dilindungi Undang Undang Monumen ST BL 1931 no.238. Segala tindakan berupa pembongkaran, perubahan, pemindahan diatas bangunan ini hanya dapat dilakukan seizin Gubernur Kepala Daerah. Setiap pelanggaran akan dituntut sesuai Undang Undang yang berlaku.

Selain itu, berkaitan sejarah Bangunan Masjid Al Anshor , terdapat bangunan musholla tertua bernama Langgar Tinggi di dirikan pada tahun 1249 H (1829 M) yang terletak di Rt.02/Rw.01 Kelurahan Pekojan, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Indonesia.

Peninggalan Etnis India atas Bangunan Masjid Al Anshor beserta makam kuno tersebut dapat dijadikan tempat obyek wisata religius (keagamaan).

Source : etnisuku.wordpress.com

Jumat, 28 Agustus 2009

Muslim Etnis India Indonesia, sejarah masuknya Islam ke Indonesia dari India ?

oleh adi supardi

Sejauh ini, perbincangan mengenai sejarah masuknya Islam ke Indonesia masih didominasi dua teori yang sudah klasik dan klise, serta disinyalir penulis buku ini mengandung penanaman ideologi otentisitas. Bias ideologi otentisitas itu kira-kira menyatakan, kalau Islam yang datang ke Nusantara bukan berasal dari tanah Arab atau Timur Tengah, maka nilai kesahihan dan ke-afdhal-annya akan dipertanyakan. Makanya, teori pertama tentang datangnya Islam di Nusantara menyatakan bahwa Islam dibawa ke Nusantara oleh para pedagang yang berasal dari Arab/Timur Tengah. Teori ini dikenal sebagai teori Arab, dan dipegang oleh Crawfurd, Niemann, de Holander. Bahkan Fazlur Rahman juga mengikuti mazhab ini (Rahman: 1968). Kedua adalah teori India. Teori ini menyatakan bahwa Islam yang datang ke Nusantara berasal dari India. Pelopor mazhab ini adalah Pijnapel yang kemudian diteliti lebih lanjut oleh Snouck, Fatimi, Vlekke, Gonda, dan Schrieke (Drewes: 1985; Azra: 1999).


Muslim Etnis India Indonesia memiliki sejarah peninggalan tempat ibadah seperti pembangunan Masjid Raya Kota Singkawang, Provinsi Kalimantan Barat, Musholla atau Langgar Tinngi yang didirikan pada tahun 11249 H (1829 M) dan Masjid kuno Al-Anshsor yang dibangun pada 1648 oleh para Muslim India. Menurut Sekretaris DPC NU Kota Singkawang, Bakri, Masjid Raya Kota Singakwang dibangun sekitar abad 12 oleh Muslim India.

Apakah peninggalan sejarah pembangunan masjid dan musholla atau Langgar tersebut dapat memperkuat bahwa Islam yang datang ke Nusantara berasal dari India ?

Kepada yang mengetahui sejarah pembangunan masjid itu dengan sejarah perkembangan Muslim Etnis India Indonesia, dipersilahkan membagi pengetahuan ini yang mungkin dapat bermanfaat bagi yang membutuhkannya. Teriam kasih

Sumber : etnisuku.wordpress.com
Proyek Bersih Parpol Hanya Slogan - AntiKorupsi.org