Senin, 05 Oktober 2009

Noordin M Top Ternyata Doyan Disodomi

Membaca judul di atas dari sebuah blog, saya jadi penasaran. Langsung saja saya googling sehubungan dengan informasi di atas, ups...., yang saya dapatkan adalah sbb:

Gaya Ibrahim yang khas....

Sumber:
Rabu, 22/07/2009 06:25 WIB
Bom JW Marriott dan Ritz-Carlton
E Mei Amelia R - detikNews
http://www.detiknews.com/read/2009/07/22/062537/1169094/10/ibrahim-tinggalkan-wasiat-agar-keluarga-bayar-utang

-- Batas Berita Baru

Dani Agak Gemulai Tapi Beli Air Mineral Galon Angkat Sendiri

Nama Dani Dwi Permana kini menjadi buah bibir. Pelaku bom bunuh diri di Hotel JW Marriott itu sosoknya dikenang lemah gemulai.

Meski demikian, saat membeli air mineral galon, Dani selalu mengangkatnya sendiri. Ia tidak mau si penjual air mineral membawakan barang yang dibelinya sampai ke rumah.

Demikian disampaikan penjaga toko di depan rumah kontrakan Ibrohim, Resti (17) di Jl Pondok Jaya I, Mampang, Jakarta, Rabu (12/8/2009). Dani dan tersangka teroris lainnya pernah datang ke kontrakan rumah di Mampang itu selama 3 minggu. Resti menuturkan, Dani sering membeli makanan kecil dan air mineral usai maghrib. "Dia nggak mau diantarin galonnya. Padahal kalau di sini semua pada diantarin. Katanya nggak usah dekat kok," kata Resti yang awalnya menduga Dani adalah Ibrohim. Namun saat ditunjukkan foto-foto para tersangka bom, Resti mengaku yang dimaksudnya adalah Dani.

Resti mengatakan, Dani sosok yang tampak lemah gemulai. Karena itu dirinya kaget saat melihat pemberitaan di televisi kalau Dani terlibat teroris. "Dia agak lemah gemulai gitu sih, makanya kita kaget," tutur Resti.

Tidak hanya Ibrohim, ada seorang pria lainnya yang berkulit hitam serta brewokan yang juga tinggal di rumah tersebut. "Di sini mereka sekitar 3 mingguan," ujarnya.

Pantauan detikcom, pukul 11.00 WIB, rumah yang berukuran 8x4 meter itu tidak diberi garis polisi. Cukup sulit mencari rumah itu karena penduduk setempat mengunci rapat mulut mereka sejak penggerebekan Densus 88.

Pemilik kontrakan, Gondo dan Wiwit pun mengurung diri dan enggan berkomentar. Sementara itu anak Ketua RT, Puri membenarkan adanya anggota Densus 88 beberapa kali menemui bapaknya, Susmadi. (gus/iy)

Sumber :
Rabu, 12/08/2009 12:21 WIB
updated
Andi Saputra - detikNews
http://www.detiknews.com/read/2009/08/12/122115/1181770/10/ibrohim-agak-gemulai-tapi-beli-aqua-galon-angkat-sendiri?991101605

-- Batas Berita Baru

Mun'im Idris: Noordin Biasa Disodomi
Tim dari Universitas Indonesia (UI) menemukan kelainan di jasad gembong teroris Noordin M Top. Kelainan itu adalah bentuk corong di dubur pria yang mempunyai sejumlah istri itu.

"Ada berbentuk corong di duburnya. Biasa disodomi, sudah sering melakukan itu," kata ahli forensik RSCM dr Mun'im Idris kepada detikcom, Rabu (30/9/2009).

Menurut Mun'im, bentuk corong itu merupakan tanda-tanda Noordin sering disodomi. "Ya itu kita periksa. Agak sensitif memang," ujar pria yang selalu bertopi ini.

Namun, apakah benar jasad tersebut adalah jenazah Noordin? Hingga kini, sejumlah kalangan meragukan jenazah pria berewokan yang membujur kaku di RS Polri adalah Noordin. Menurut mereka yang skeptis, ciri-ciri jasad itu tidak seperti yang melekat pada Noordin.

Sementara itu Wakadiv Humas Mabes Polri Brigjen Sulistyo Ishak saat dikonfirmasi soal temuan Mun'im mengaku belum mengetahui informasi tersebut. "Saya belum terima informasi itu. Kita tunggu saja," katanya. (gus/iy)

Sumber :
Rabu, 30/09/2009 16:13 WIB
Chazizah Gusnita - detikNews
http://www.detiknews.com/read/2009/09/30/161300/1212029/10/munim-idris-noordin-biasa-disodomi

-- Batas Berita Baru

Polisi Tak Tahu Kelainan Dubur Noordin
Polri mengaku tak tahu-menahu perihal kelainan yang terdapat pada jenazah gembong teroris Noordin M Top.

Sebelumnya, tim forensik Universitas Indonesia (UI) yang siang tadi mendatangi RS Polri, antara lain Adrianus Meliala dan Mun'im Idris. Mun'im mengatakan, terdapat kelainan pada dubur jenazah Noordin. Namun, ahli forensik itu enggan menjelaskan lebih detail mengenai kelainan tersebut.

"Saya tidak tahu soal itu. Itu kan bagian kedokteran, bukan bagian penyidik," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Nanan Sukarna, Rabu (30/9) di Mabes Polri.

Menurut Nanan, pemeriksaan pada kondisi fisik jenazah merupakan tugas dari tim kedokteran, bukan tugas dari penyidik Polri. "Polisi itu penyidik, memangnya ngutak-atik dubur. Ada yang jadi bagian penyidik ada yang bagian kedokteran. Harus dibedakan itu," terangnya.

Ia menegaskan, yang mengetahui secara persis kondisi fisik jenazah adalah tim kedokteran. "Ya yang tahu itu kan dari DVI, dokter, dan forensik," tegasnya.

Sumber :
Kompas Rabu, 30 September 2009 | 17:20 WIB
http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/09/30/17203339/polisi.tak.tahu.kelainan.dubur.noordin.

1 komentar:

Distance Learning Indonesia mengatakan...

wah saya malah baru tau dari blog ini
salam kenal sobat
Diktat Kuliah Manajemen

Distance Learning Indonesia

Proyek Bersih Parpol Hanya Slogan - AntiKorupsi.org