Minggu, 18 Januari 2015

Hukum Mati... Kapan Para Koruptor Mendapatkan Haknya.

Tanggal 18 Januari 2015 dinihari, kita mendengar eksekusi mati gembong Narkoba. Sementara, ini adalah sebuah kejutan yang positif bagi pembangunan mental bangsa.

Zaman Pemerintahan SBY, kita diberikan pembelajaran mengenai eksekusi mati terhadap pelaku ancaman keamanan Negara, yakni beberapa pelaku teroris dieksekusi mati.

Kedua kejahatan di atas memiliki dampak kematian kepada korban-korban yang awam atau tidak bersalah. 

Untuk kemajuan bangsa ini, dan agar kemajuan dapat dilihat lebih konfrehensif, maka pertanyaannya? 

Kapan para Koruptor yang juga memiskinkan, dan akhirnya mematikan beribu kepala yang bekerja di bawah naungan Koruptor tersebut dapat mendapat hadiah eksekusi mati yang sama seperti kedua kejahatan di atas?

Semoga Bapak Presiden Jokowi konsisten terhadap janjinya....


Selasa, 06 Januari 2015

Hubungan Penangkapan Fariz RM dan Pembunuhan Munir

Singkat kata, di Negara yang menerapkan hukum positif yang benar, Fariz RM adalah korban, tidak pantas untuk ditangkap dan ditangkap lagi. Karena Vendor Narkoba akan kehilangan palanggan.

Hubugannya dengan Pembunuhan Munir? Munir punya cita-cita, selesai Doktoralnya, dia akan mengubah semua hukum peninggalan Belanda yang masih menempatkan hukum berpihak kepada Penguasa.

Jadi kalau Alm. Munir sekarang masih ada, jelas sekali, KPK tidak perlu kerja keras dengan berbagai jurus hukum yang baru.

Dengan meninggalnya Munir, maka banyak sekali sandiwara yang dapat disuguhkan ke Masyarakat, yang segan berfikir dua kali, atau berfikir kritis.

Sandiwara Fariz RM.... Polisi menangkap Fariz RM yang jelas-jelas korban, jadi bulan-bulanan. Anak TK saja mungkin tidak perlu berfikir, untuk menangkap Fariz RM. Yang menjadi pertanyaan adalah, kalau memang benar Polisi mengamati prilaku Fariz RM, koq Vendor nya lolos????? LOL

Jangan-jangan yang kasih tau Polisi malah Vendor nya... Atau, janganlah menjelekan polisi LOL

Kamis, 04 September 2014

Malaysia Mendukung Merusak Bangsa Indonesia



Mungkin membaca judulnya, Anda semua akan bertanya-tanya?

Membuktikannya sangatlah gampang....

Banyak sekali penyelundup Narkoba dari Malaysia masuk ke Indonesia melalui Bandara, Pelabuhan, atau Perbatasan yang sama tetapi tidak pernah tertangkap satupun oleh Kepolisian Malaysia
Tetapi, anehnya 2 orang polisi kita yang menyelundupkan Narkotika ke Malaysia dengan mudahnya ditangkap.

Malaysia dapat berkelit, bahwa mereka hanya konsentrasi pada penyelundupan Narkoba yang masuk ke Malaysia saja, tidak sebaliknya.
Logika ini, dapat dimengerti jika yang diajak bicara adalah bocah kelas 3 SD

Jadi Pernyataannya adalah, kalau Malaysia tidak membantu para penyelundup Malyasia untuk merusak Bangsa Indonesia, maka mengapa mereka tidak menangkapnya???

Catatan:
Kami  tidak membenarkan ke dua orang polisi penyelundup Narkoba tersebut, tetapi dengan kejadian ini membuka mata kita bahwa mereka (Pihak Malaysia) ternyata dengan mudah dapat menangkap polisi penjahat yang pasti punya kemampuan melebihi penjahat itu sendiri.
Jadi, mereka sebenarnya dapat dengan mudah menangkap orang-orang Malaysia yang menyelundupkan Narkoba ke Indonesia, kalau saja mereka (Penyelundup Malaysia Tersebut) bukanlah agen negara mereka sendiri.

Rabu, 09 Juli 2014

Pilpres 2014: Satu nya Presiden Skizofrenia



Yang benar aja, ada dua Presiden yang menang dalam sebuah Pemilihan Presiden.

Yang lucu lagi, ketua-ketua partai koalisinya juga memiliki waham kemenangan.

Pilpres 2014 membuktikan, kurang lebih dari 50% politisi kita mengidap Skizofrenia (sakit jiwa).

Gimana jika kita dipimpin oleh orang gila????

Selasa, 10 Juni 2014

Prabowo Subianto Sosok Yang Tegas

Kita semua sama-sama akui bahwa Bapak Prabowo adalah Sosok Yang Tegas...
Dalam "Dunia Politik Indonesia" kita mengenal "Politik Dagang Sapi"
Mana mungkin Ketua-ketua partai akan memberi makan siang yang gratis... pada Prabowo???
Melihat gerbong yang ikut dengan Prabowo Subianto, maka kita harus mencoba berfikir dua kali...

Kalau mereka menang:
  • Ketidak konsistenan dari awal, Hatta bicara menggebu-gebu "Penegakan Hukum Yang Tak Boleh Diskriminatif". Semantara anaknya Rasyid Rajasa dengan kekuasannya, bebas dari hukuman.
  • Bagaimana Anak Hatta Rajasa (Rasyid Rajasa), dan Anak Ahmad Dhani (Dul)???
  • Lapindo (Ketua Golkar) akan dibiarkan, dan penduduk akan ditekan oleh FPI
  • Gerindra - Pembinanya (Capresnya) kena Kasus HAM 1998 
  • PAN - Presidennya kena Kasus Kereta Rel Listrik
  • PKS - Presidennya kena Kasus Impor Sapi
  • PPP -  Presidennya kena Kasus Dana Haji
  • PBB - Presidennya kena Kasus Sistem Komunikasi
  • Korupsi dengan Berjubah Agama Semakin Marak (Sudah dibuktikan oleh PKS, PPP, PBB)
  • Kecenderungan menjadi Negara Islam (Gerakan Ekstrim FPI didukung oleh PKS, PPP, PBB)

Semakin curiga ketika Prabowo memakai "adagium tidak Ada pengikut yang jelek, yang ada pemimpin yang jelek"
Ingat jaman Orba, orang terlena dengan adagium tersebut.. "Soeharto-nya baik, tetapi sekelilingnya yang tidak baik"

Prabowo adalah mantu Sang Penguasa Diktaktor.
Pertanyaannya, apakah dia tidak belajar dari mantan mertuanya???

Proyek Bersih Parpol Hanya Slogan - AntiKorupsi.org