Kasus ariel yang heboh dihujat oleh kelompok Islam katanya sangat menjunjung tinggi moral keagamaannya membuat saya awalnya, melihat hal yang positif dari hujatan itu sendiri. Padahal buat beberapa keluarga harmonis yang sempat saya tanyakan, mereka sangat tidak terganggu adanya kasus video porno tersebut. Karena menurut mereka, dalam masyarakat global, segala sesuatu dapat dikomunikasikan kepada anak-anak mereka, mana yang baik mana yang buruk.
Jadi intinya, hanya orang tua yang tidak bisa mendidik anaknya secara komunikatif-lah yang merasa video tersebut mengganggu.
Di lain pihak kita melihat kasus yang menimpa diri Sumiati di "Tanah Suci", yang jelas-jelas menginjak-injak martabat orang Islam itu sendiri. Tapi kita tidak melihat ada kelompok Islam yang katanya sangat menjunjung tinggi moral keagamaannya, membela Sumiati dengan gigih, seperti menuntut Ariel secara gigih pula.
Saya jadi nggak simpati dan tidak percaya lagi....
Waspadai pengaruh Barat,Timur Tengah, dan Asia Timur
Sudah saatnya kita menggali kembali EKSISTENSI BUDAYA BANGSA KITA SENDIRI
Kearifan Lokal Leluhur Nusantara, Bukan Leluhur Barat, Bukan Leluhur Timur Tengah dan Bukan Leluhur Asia Timur
Barat Menipu Berkedok HAM, Timur Tengah Menipu Berkedok Agama, Asia Timur Menipu Berkedok Dagang
Minggu, 21 November 2010
Rabu, 10 November 2010
Zainudin MZ dan Aida
Awalnya saya berfikir, kalau Zainudi MZ paling tidak menggunakan "Pencemaran Nama Baik" kalau tidak menuntut balik.
Dengan digantinya nama "Tim Pembela ... Zainudin MZ" menjadi "Tim Mediasi ... Zainudin - Aida" memberikan makna lain bagi kita semua.
Tim Pembela mempunyai makna: "Membela Yang Benar". Dengan diganti namanya menjadi Tim Mediasi????
Anak kecil juga tahu...... siapa ya yang salah?????
Kalau ber-apologi, bahwa manusia adalah tempatnya salah. Maka jalan keluarnya, kalau masih jadi manusia biasa, jangan suka menasehati orang lain (Khotbah), karena Anda akan lupa menasehati diri Anda sendiri.
Kasihan donk umatnya, mengagumi orang yang salah. Ini berlaku untuk semua peng-khotbah dari semua aliran agama manapun.
Selanjutnya, semoga kita semua tidak terkecoh. Amin amin amin...
Dengan digantinya nama "Tim Pembela ... Zainudin MZ" menjadi "Tim Mediasi ... Zainudin - Aida" memberikan makna lain bagi kita semua.
Tim Pembela mempunyai makna: "Membela Yang Benar". Dengan diganti namanya menjadi Tim Mediasi????
Anak kecil juga tahu...... siapa ya yang salah?????
Kalau ber-apologi, bahwa manusia adalah tempatnya salah. Maka jalan keluarnya, kalau masih jadi manusia biasa, jangan suka menasehati orang lain (Khotbah), karena Anda akan lupa menasehati diri Anda sendiri.
Kasihan donk umatnya, mengagumi orang yang salah. Ini berlaku untuk semua peng-khotbah dari semua aliran agama manapun.
Selanjutnya, semoga kita semua tidak terkecoh. Amin amin amin...
Label:
Agama,
Ancaman Hukuman,
Diperkosa,
MataHati,
Oknum,
Pembodohan,
PPP,
Skandal,
Vonis,
Walisongo
Obama
Kedatangannya ke Jakarta yang hanya kurang dari 24 jam, membuat macet di mana-mana. Tetapi semua Stasiun TV menyiarkan cerita yang hanya sisi baiknya saja.
Baso Sate dibahas di TV One pada jam 9.24 pagi, untuk dikembangkan sebagai makanan yang dapat dikembangkan bagi pengusaha kecil.
Inilah cerminan Bangsa kita, yang selalu ingin menempatkan diri sebagai inferior. Sehingga lebih suka menjelekan saudaranya sendiri, ketimbang orang lain.
Coba kalau yang bicara pengembangan Baso Sate itu adalah Menteri Perdagangan, mungkin akan menjadi bahan cemoohan. Tetapi lagi-lagi, karena Obama yang mengatakan, Baso Sate tiba-tiba mempunyai potensi yang besar.
Hehehehe, mungkin ini soal waktu, tapi????
Kalimat berikutnya
Baso Sate dibahas di TV One pada jam 9.24 pagi, untuk dikembangkan sebagai makanan yang dapat dikembangkan bagi pengusaha kecil.
Inilah cerminan Bangsa kita, yang selalu ingin menempatkan diri sebagai inferior. Sehingga lebih suka menjelekan saudaranya sendiri, ketimbang orang lain.
Coba kalau yang bicara pengembangan Baso Sate itu adalah Menteri Perdagangan, mungkin akan menjadi bahan cemoohan. Tetapi lagi-lagi, karena Obama yang mengatakan, Baso Sate tiba-tiba mempunyai potensi yang besar.
Hehehehe, mungkin ini soal waktu, tapi????
Kalimat berikutnya
Rabu, 20 Oktober 2010
Demo SBY
Saya sepakat, kalau pemerintahan SBY dikatakan NEOLIB, karena memang masih terasa benar dari kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan sampai saat ini. Tetapi dalam alam demokrasi, dalam diskusi di depan publik seharusnya diberikan waktu yang seimbang, antara yang Pro dan Kontra.
Wawancara pagi tanggal 20 Oktober 2010 di TV One, koq sepertinya memihak pada pendemo. Hal ini terlihat, 90% kesempatan menyampaikan pendapat adalah orang-orang yang ingin mendemo (Fadjroel, Budi, dan Mahasiswa)
Sementara setiap kali, pak Sutan dari Demokrat ingin menjawab, selalu disela oleh iklan atau hal-hal lain. Seolah-olah Indie pressenter TV One mendapat order untuk menghalangi opini dari pak Sutan.
Saya tidak ingin mengkait-kaitkan siapa dibelakang TV One (yang dimiliki oleh Grup Bakri), tetapi dengan caranya Indie membagi waktu ketika mewanwancara kedua belah pihak tersebut, nyata benar keberpihakannya. Apakah ini merupakan inisiatif dari Indie sendiri, atau inisiatif dari manajemen?
Wawancara pagi tanggal 20 Oktober 2010 di TV One, koq sepertinya memihak pada pendemo. Hal ini terlihat, 90% kesempatan menyampaikan pendapat adalah orang-orang yang ingin mendemo (Fadjroel, Budi, dan Mahasiswa)
Sementara setiap kali, pak Sutan dari Demokrat ingin menjawab, selalu disela oleh iklan atau hal-hal lain. Seolah-olah Indie pressenter TV One mendapat order untuk menghalangi opini dari pak Sutan.
Saya tidak ingin mengkait-kaitkan siapa dibelakang TV One (yang dimiliki oleh Grup Bakri), tetapi dengan caranya Indie membagi waktu ketika mewanwancara kedua belah pihak tersebut, nyata benar keberpihakannya. Apakah ini merupakan inisiatif dari Indie sendiri, atau inisiatif dari manajemen?
Jumat, 23 Juli 2010
Pola Kriminalisasi
Sebagai orang awam hukum, saya melihat bahwa di negara kita tercinta ini, koq rada tidak logis ya....
Pasalnya, kebanyakan yang ditangkap bukan pelaku kejahatannya, tetapi korban kejahatannya.
Contoh Korban Narkoba
Saya ambil contoh, kalau kita jalan-jalan ke Stasiun Pusat Frankfurt Jerman, kita akan disuguhi tontontan orang-orang korban Narkoba, yang sedang memakai narkoba yang disediakan oleh Pemerintah Setempat. Sementara mereka dijaga Polisi, kalau-kalau ada ketahuan yang mengedarkannya.
Melihat hal tersebut di atas, jelas bahwa korban Narkoba tersebut sangat dilindungi, tetapi pengedarnya dihukum sangat berat.
Beda sekali dengan di Indonesia, pengedarnya tidak diekspos habis-habisan dengan alasan kerahasiaan dalam pengejaran (atau justru untuk menutupi Bandar Besar yang KKN), tetapi justru korbannya yang diekspos habis-habisan.
Contoh Pembeli Awam yang membeli barang Curian
Contoh lain, ketika seorang yang awam dalam membeli barang, sebut saja membeli Sepeda Motor. Dia sendiri tidak tahu kalau barang itu barang curian, tetapi ketika ditangkap, si pembelilah yang dikriminalisasi sebagai "Penadah" yang seharusnya diproses sebagai saksi terlebih dahulu. Untuk kemudian sebagai bahan penangkapan Mafia Pencuri itu sendiri.
Contoh menyebarkan properti pribadi
Kalau ini masih hangat. Masa cuma Ariel dan cewe-cewenya yang diekspos habis-habisan. Tetapi penjahat yang mengakibatkan properti pribadi tersebut dapat menimbulkan dampak negatif malah adem ayem. Sebab kalau properti pribadi itu tidak disebar luaskan, mungkin Kakek Nenek kita juga nggak tau, dan tidak terpengaruh.
Kalau soal moral, kita sama-sama tau koq, masih banyak tokoh yang berbuat lebih dari Ariel. Dan jangan dibolak-balik, Artis itu bukan panutan, hanya orang yang bodoh mengatakan artis itu panutan. Yang selayaknya dan seharusnya jadi panutan, justru anggota DPR, para Tokoh Alim Ulama.
Pasalnya, kebanyakan yang ditangkap bukan pelaku kejahatannya, tetapi korban kejahatannya.
Contoh Korban Narkoba
Saya ambil contoh, kalau kita jalan-jalan ke Stasiun Pusat Frankfurt Jerman, kita akan disuguhi tontontan orang-orang korban Narkoba, yang sedang memakai narkoba yang disediakan oleh Pemerintah Setempat. Sementara mereka dijaga Polisi, kalau-kalau ada ketahuan yang mengedarkannya.
Melihat hal tersebut di atas, jelas bahwa korban Narkoba tersebut sangat dilindungi, tetapi pengedarnya dihukum sangat berat.
Beda sekali dengan di Indonesia, pengedarnya tidak diekspos habis-habisan dengan alasan kerahasiaan dalam pengejaran (atau justru untuk menutupi Bandar Besar yang KKN), tetapi justru korbannya yang diekspos habis-habisan.
Contoh Pembeli Awam yang membeli barang Curian
Contoh lain, ketika seorang yang awam dalam membeli barang, sebut saja membeli Sepeda Motor. Dia sendiri tidak tahu kalau barang itu barang curian, tetapi ketika ditangkap, si pembelilah yang dikriminalisasi sebagai "Penadah" yang seharusnya diproses sebagai saksi terlebih dahulu. Untuk kemudian sebagai bahan penangkapan Mafia Pencuri itu sendiri.
Contoh menyebarkan properti pribadi
Kalau ini masih hangat. Masa cuma Ariel dan cewe-cewenya yang diekspos habis-habisan. Tetapi penjahat yang mengakibatkan properti pribadi tersebut dapat menimbulkan dampak negatif malah adem ayem. Sebab kalau properti pribadi itu tidak disebar luaskan, mungkin Kakek Nenek kita juga nggak tau, dan tidak terpengaruh.
Kalau soal moral, kita sama-sama tau koq, masih banyak tokoh yang berbuat lebih dari Ariel. Dan jangan dibolak-balik, Artis itu bukan panutan, hanya orang yang bodoh mengatakan artis itu panutan. Yang selayaknya dan seharusnya jadi panutan, justru anggota DPR, para Tokoh Alim Ulama.
Senin, 26 April 2010
Susno Duadji sangat mencintai Pancasila dan UUD 45
Banyak orang yang mencoba memojokan Susno Duadji dari konteks tidak loyal terhadap lembaga dimana Susno dibesarkan.
Melihat sepak terjang Susno Duadji, sudah saatnya kita memilah-milah dengan cermat.
Sebab, pembeberan Susno Duadji terhadap adanya kegiatan korupsi di lingkungan Ia bekerja, berarti Susno ingin lembaga tersebut bersih. Dimanapun doktrinnya Pegawai atau Aparat Pemerintah Indonesia loyalitas tertinggi adalah Pancasila dan UUD 45 yang pasti bersih dari Korupsi. Jadi tindakan Susno Duadji membongkar mafia hukum di tubuh Polri (lembaganya sendiri) adalah tindakan yang sudah sangat tepat.
Tetapi mengapa ia disebut oleh politisi dari Partai Demokrat, seperti saya kutip dari Detik.com "Kenapa bapak baru membuka masalah makelar kasus ini sekarang?Harusnya kan bapak bisa membongkar ini dari dulu. Ya maaf bapak sudah kayak pendekar mabok saja," kata Ruhut di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (8/4/2010).
Source : http://www.detiknews.com/read/2010/04/08/153053/1334723/10/ruhut-sebut-susno-bak-pendekar-mabok
Kita mungkin lupa, kejadian tahun 1998, betapa kuatnya kroni-kroni ditubuh Lembaga Pemerintahan dan Pemerintahan itu sendiri, sehingga kekuatan apapun dari dalam tidak akan pernah bisa merubah kekuasaan rezim Soeharto yang korupsi.
Dan saya pikir kekuatan Susno ketika menjabat Kabareskrim yang diikat oleh "Sumpah Jabatan" yang begitu Bersifat Mengikat ke Dalam Lembaga ketimbang mengikat kepada loyalitas kepada Pancasila dan UUD 45, memposisikan dirinya harus manut kepada atasannya.
Memang saatnya sekaranglah, ketika Ia tidak lagi terikat oleh Sumpah Jabatan, Ia lebih bisa leluasa mengungkapkan kasus-demi-kasus.
Terlepas Susno sendiri bersih atau tidak, terlepas dari niatnya membongkar karena ia sakit hati atau apapun, tetapi niatnya membongkar Mafia Hukum / Makelar Kasus patut diajungi jempol.
Melihat sepak terjang Susno Duadji, sudah saatnya kita memilah-milah dengan cermat.
Sebab, pembeberan Susno Duadji terhadap adanya kegiatan korupsi di lingkungan Ia bekerja, berarti Susno ingin lembaga tersebut bersih. Dimanapun doktrinnya Pegawai atau Aparat Pemerintah Indonesia loyalitas tertinggi adalah Pancasila dan UUD 45 yang pasti bersih dari Korupsi. Jadi tindakan Susno Duadji membongkar mafia hukum di tubuh Polri (lembaganya sendiri) adalah tindakan yang sudah sangat tepat.
Tetapi mengapa ia disebut oleh politisi dari Partai Demokrat, seperti saya kutip dari Detik.com "Kenapa bapak baru membuka masalah makelar kasus ini sekarang?Harusnya kan bapak bisa membongkar ini dari dulu. Ya maaf bapak sudah kayak pendekar mabok saja," kata Ruhut di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (8/4/2010).
Source : http://www.detiknews.com/read/2010/04/08/153053/1334723/10/ruhut-sebut-susno-bak-pendekar-mabok
Kita mungkin lupa, kejadian tahun 1998, betapa kuatnya kroni-kroni ditubuh Lembaga Pemerintahan dan Pemerintahan itu sendiri, sehingga kekuatan apapun dari dalam tidak akan pernah bisa merubah kekuasaan rezim Soeharto yang korupsi.
Dan saya pikir kekuatan Susno ketika menjabat Kabareskrim yang diikat oleh "Sumpah Jabatan" yang begitu Bersifat Mengikat ke Dalam Lembaga ketimbang mengikat kepada loyalitas kepada Pancasila dan UUD 45, memposisikan dirinya harus manut kepada atasannya.
Memang saatnya sekaranglah, ketika Ia tidak lagi terikat oleh Sumpah Jabatan, Ia lebih bisa leluasa mengungkapkan kasus-demi-kasus.
Terlepas Susno sendiri bersih atau tidak, terlepas dari niatnya membongkar karena ia sakit hati atau apapun, tetapi niatnya membongkar Mafia Hukum / Makelar Kasus patut diajungi jempol.
Langganan:
Postingan (Atom)