Tampilkan postingan dengan label Malaysia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Malaysia. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 September 2014

Malaysia Mendukung Merusak Bangsa Indonesia



Mungkin membaca judulnya, Anda semua akan bertanya-tanya?

Membuktikannya sangatlah gampang....

Banyak sekali penyelundup Narkoba dari Malaysia masuk ke Indonesia melalui Bandara, Pelabuhan, atau Perbatasan yang sama tetapi tidak pernah tertangkap satupun oleh Kepolisian Malaysia
Tetapi, anehnya 2 orang polisi kita yang menyelundupkan Narkotika ke Malaysia dengan mudahnya ditangkap.

Malaysia dapat berkelit, bahwa mereka hanya konsentrasi pada penyelundupan Narkoba yang masuk ke Malaysia saja, tidak sebaliknya.
Logika ini, dapat dimengerti jika yang diajak bicara adalah bocah kelas 3 SD

Jadi Pernyataannya adalah, kalau Malaysia tidak membantu para penyelundup Malyasia untuk merusak Bangsa Indonesia, maka mengapa mereka tidak menangkapnya???

Catatan:
Kami  tidak membenarkan ke dua orang polisi penyelundup Narkoba tersebut, tetapi dengan kejadian ini membuka mata kita bahwa mereka (Pihak Malaysia) ternyata dengan mudah dapat menangkap polisi penjahat yang pasti punya kemampuan melebihi penjahat itu sendiri.
Jadi, mereka sebenarnya dapat dengan mudah menangkap orang-orang Malaysia yang menyelundupkan Narkoba ke Indonesia, kalau saja mereka (Penyelundup Malaysia Tersebut) bukanlah agen negara mereka sendiri.

Senin, 05 Oktober 2009

Noordin M Top Ternyata Doyan Disodomi

Membaca judul di atas dari sebuah blog, saya jadi penasaran. Langsung saja saya googling sehubungan dengan informasi di atas, ups...., yang saya dapatkan adalah sbb:

Gaya Ibrahim yang khas....

Sumber:
Rabu, 22/07/2009 06:25 WIB
Bom JW Marriott dan Ritz-Carlton
E Mei Amelia R - detikNews
http://www.detiknews.com/read/2009/07/22/062537/1169094/10/ibrahim-tinggalkan-wasiat-agar-keluarga-bayar-utang

-- Batas Berita Baru

Dani Agak Gemulai Tapi Beli Air Mineral Galon Angkat Sendiri

Nama Dani Dwi Permana kini menjadi buah bibir. Pelaku bom bunuh diri di Hotel JW Marriott itu sosoknya dikenang lemah gemulai.

Meski demikian, saat membeli air mineral galon, Dani selalu mengangkatnya sendiri. Ia tidak mau si penjual air mineral membawakan barang yang dibelinya sampai ke rumah.

Demikian disampaikan penjaga toko di depan rumah kontrakan Ibrohim, Resti (17) di Jl Pondok Jaya I, Mampang, Jakarta, Rabu (12/8/2009). Dani dan tersangka teroris lainnya pernah datang ke kontrakan rumah di Mampang itu selama 3 minggu. Resti menuturkan, Dani sering membeli makanan kecil dan air mineral usai maghrib. "Dia nggak mau diantarin galonnya. Padahal kalau di sini semua pada diantarin. Katanya nggak usah dekat kok," kata Resti yang awalnya menduga Dani adalah Ibrohim. Namun saat ditunjukkan foto-foto para tersangka bom, Resti mengaku yang dimaksudnya adalah Dani.

Resti mengatakan, Dani sosok yang tampak lemah gemulai. Karena itu dirinya kaget saat melihat pemberitaan di televisi kalau Dani terlibat teroris. "Dia agak lemah gemulai gitu sih, makanya kita kaget," tutur Resti.

Tidak hanya Ibrohim, ada seorang pria lainnya yang berkulit hitam serta brewokan yang juga tinggal di rumah tersebut. "Di sini mereka sekitar 3 mingguan," ujarnya.

Pantauan detikcom, pukul 11.00 WIB, rumah yang berukuran 8x4 meter itu tidak diberi garis polisi. Cukup sulit mencari rumah itu karena penduduk setempat mengunci rapat mulut mereka sejak penggerebekan Densus 88.

Pemilik kontrakan, Gondo dan Wiwit pun mengurung diri dan enggan berkomentar. Sementara itu anak Ketua RT, Puri membenarkan adanya anggota Densus 88 beberapa kali menemui bapaknya, Susmadi. (gus/iy)

Sumber :
Rabu, 12/08/2009 12:21 WIB
updated
Andi Saputra - detikNews
http://www.detiknews.com/read/2009/08/12/122115/1181770/10/ibrohim-agak-gemulai-tapi-beli-aqua-galon-angkat-sendiri?991101605

-- Batas Berita Baru

Mun'im Idris: Noordin Biasa Disodomi
Tim dari Universitas Indonesia (UI) menemukan kelainan di jasad gembong teroris Noordin M Top. Kelainan itu adalah bentuk corong di dubur pria yang mempunyai sejumlah istri itu.

"Ada berbentuk corong di duburnya. Biasa disodomi, sudah sering melakukan itu," kata ahli forensik RSCM dr Mun'im Idris kepada detikcom, Rabu (30/9/2009).

Menurut Mun'im, bentuk corong itu merupakan tanda-tanda Noordin sering disodomi. "Ya itu kita periksa. Agak sensitif memang," ujar pria yang selalu bertopi ini.

Namun, apakah benar jasad tersebut adalah jenazah Noordin? Hingga kini, sejumlah kalangan meragukan jenazah pria berewokan yang membujur kaku di RS Polri adalah Noordin. Menurut mereka yang skeptis, ciri-ciri jasad itu tidak seperti yang melekat pada Noordin.

Sementara itu Wakadiv Humas Mabes Polri Brigjen Sulistyo Ishak saat dikonfirmasi soal temuan Mun'im mengaku belum mengetahui informasi tersebut. "Saya belum terima informasi itu. Kita tunggu saja," katanya. (gus/iy)

Sumber :
Rabu, 30/09/2009 16:13 WIB
Chazizah Gusnita - detikNews
http://www.detiknews.com/read/2009/09/30/161300/1212029/10/munim-idris-noordin-biasa-disodomi

-- Batas Berita Baru

Polisi Tak Tahu Kelainan Dubur Noordin
Polri mengaku tak tahu-menahu perihal kelainan yang terdapat pada jenazah gembong teroris Noordin M Top.

Sebelumnya, tim forensik Universitas Indonesia (UI) yang siang tadi mendatangi RS Polri, antara lain Adrianus Meliala dan Mun'im Idris. Mun'im mengatakan, terdapat kelainan pada dubur jenazah Noordin. Namun, ahli forensik itu enggan menjelaskan lebih detail mengenai kelainan tersebut.

"Saya tidak tahu soal itu. Itu kan bagian kedokteran, bukan bagian penyidik," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Nanan Sukarna, Rabu (30/9) di Mabes Polri.

Menurut Nanan, pemeriksaan pada kondisi fisik jenazah merupakan tugas dari tim kedokteran, bukan tugas dari penyidik Polri. "Polisi itu penyidik, memangnya ngutak-atik dubur. Ada yang jadi bagian penyidik ada yang bagian kedokteran. Harus dibedakan itu," terangnya.

Ia menegaskan, yang mengetahui secara persis kondisi fisik jenazah adalah tim kedokteran. "Ya yang tahu itu kan dari DVI, dokter, dan forensik," tegasnya.

Sumber :
Kompas Rabu, 30 September 2009 | 17:20 WIB
http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/09/30/17203339/polisi.tak.tahu.kelainan.dubur.noordin.

Sabtu, 22 Agustus 2009

Tari Pendet

Belum lama berselang "Secara Ilegal" Warga Malaysia mengorganisir kekacauan di Hotel Rich Carlton dan JW Mariot.

Kini mereka mencoba "Secara Legal" menggorganisir kepemilikan asal usul Tari Pendet.

Malaysia in Corporated, itu sebuah simbul akronim Mal Inc (dibaca Maling)

Saya hanya mengingatkan, dan saya tidak ingin berkomentar banyak.

Senin, 20 Juli 2009

Warga Baru Dunia

Kalau kita kenal dengan tanggung jawab negara terhadap Warga Negaranya, maka mungkin merupakan kesepakatan tidak tertulis bahwa teroris adalah warga baru dunia, yang tidak perlu dibela atau diakui oleh negara asal teroris itu sendiri.

Contohnya, Mulai dari DR Azhari dan Noordin M Top, yang warga negara Malaysia, perbuatannya tidak pernah dikaitkan dengan asal negaranya. Hingga Abu Bakar Ba'asyir yang mendapat perlindungan di Malaysia pada zaman Soeharto.

Saya menjadi yakin, bahwa ini semua tidak serta merta tidak ada hubungannya dengan Negara Malaysia. Malah saya menganggap bahwa mereka adalah Agen dari Intelijen Malaysia.

Mengapa tidak? Lihat saja, sehari sebelum MU main, BOM meledak, dan akhirnya MU hanya bermain di Malaysia. Tidak sampai situ saja, yang pasti bisnis pariwisata kita akan menurun drastis.

Saya mengkaitkan ini, sebagai adanya keterlibatan Intelijen Ekonomi Malaysia, hal ini dikarenakan, hingga hari ketiga, tidak ada pesan yang diberikan oleh pelaku. Atau paling tidak, terlihat sebagai reaksi dari rentetan tindakan lawan pelaku (pihak keamanan), terhadap kelompoknya selama 6 bulan terakhir.

Maka saya menyayangkan pernyataan Presiden SBY yang memberi pernyataan pers mengenai adanya keterkaitan peristiwa tersebut dengan Pemilu. Hal ini justru mengkaburkan pesan utama, yang sesungguhnya masih harus dicari, atau biasanya juga diberikan melalui saluran rahasia oleh pelaku itu sendiri.

Memang tidak semudah itu menganalisanya, tapi kalau kita cermati, apa yang dilakukan Malaysia ketika BOM demi BOM bermunculan di Indonesia. Anda dapat melihatnya sendiri secara jeli.

Akhir kata, saya menghimbau "Mari Kita Bersatu melawan Negara-negara Yang Ingin Menghancurkan NKRI"

-- Batas Berita
dr azhari teroris adalah intel sultan malasyia

Untuk menghancurkan negara tetangga , tak tangung-tangung sultan malingsia mengirimkan sebuah tim kecil ke wilayah Indonesia .tugas utama tim tersebut adalah membuat onar dan memperkeruh keadaan indonesia

dalam tugasnnya TIM yang dipimpin DR AZHARI merekrut orang indonesia sendiri dengan dalih Danul ISLAMIYAH

Azaz keislaman dimanfaatkan oleh AZHARI untuk meporakpondakan BALI , TANAH JAWA dll

Demi Kekuasaan sultan MALINGSIA ISLAM DIJAKDIKAN KEDOK untuk kepentingan BISNIS KERAJAAN , salah satunnya Prodak kartu komunikasi XL yang berpusat di KUNINGAN JAKARTA.

DR AZHARI sendiri adalah sepupu dari istri ke 3 Sultan Kerajaan MALINGSIA.

Seperti berita ini diturunkan yang dikutip dari Reuters .

Sumber : http://www.topix.com/forum/world/malaysia/TBRMMQL2IQMPA4D5U

-- Batas Berita Baru
Kenapa Noordin M Top Sulit Ditangkap?
Anwar Khumaini - detikNews

Jakarta - Keberadaan Noordin M Top yang telah bertahun-tahun menjadi buron tetap misteri. Mabes Polri yang mengaku terus melakukan pengejaran tak juga mampu menangkap pria asal Malaysia tersebut. Kenapa Noordin begitu sulit ditangkap?

"Karena ada jaringan yang masih mau melindungi dia, yang merasa dengan ikhlas melakukan hal ini," kata Direktur International Crisis Group, Sidney Jones dalam wawancara yang ditayangkan tvOne, Senin (20/7/2009) pagi.

Selain memiliki jaringan yang masih kuat, menurut wanita asal Australia ini, Noordin banyak belajar dari pengalaman. Jika selama ini KPK berhasil menyadap banyak pejabat negara, maka menurutnya, Noordin mengakalinya dengan melakukan cara-cara konvensional, seperti berhubungan dengan memalui kurir. "Noordin banyak belajar dari pengalaman ini," imbuhnya.

Berbeda dengan Sidney, tokoh Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Fauzan Al Anshari menuding CIA dan Amerika Serikat (AS) menjadi biang kerok kenapa Noordin belum juga tertangkap.

"Saya curiga ini skenario besar dari CIA dan AS agar Indonesia tidak aman," ujar Fauzan.

Fauzan mengatakan, kemenangan SBY dengan menggandeng PKS dianggap merongrong kepentingan asing di Indonesia. Sehingga, dengan membuat Indonesia tidak aman lantaran bom, di mata Internasional posisi Indonesia menjadi kian terpuruk.

Terkait dengan masalah ini, Sidney balas membantah pendapat Fauzan. "Sama sekali tak masuk akal," ujarnya singkat.

Saat ditanya apakah kemungkinan teroris masih akan terus merongrong Indonesia, wanita berambut pirang ini tidak membantahnya. Pasalnya, masih ada belasan teroris yang masih menghirup udara bebas.

"Saat ini masih ada 12-13 orang. Untuk membuat bahan peledak tidak sulit, dan masih ada orang yang punya pengalaman dan berniat untuk melakukannya," imbuhnya.

Namun demikian, Sidney juga memuji prestasi Polri yang selama ini telah menangkap banyak teroris. "Sudah 400-an yang tertangkap. Tidak sulit untuk menangkap 12 sisanya," pungkasnya.
(anw/anw)

Sumber : http://www.detiknews.com/read/2009/07/20/080040/1168098/10/kenapa-noordin-m-top-sulit-ditangkap

Jumat, 12 Juni 2009

SITI HAJAR

SITI HAJAR Korban persekongkolan pedagang budak & birokrat.

Bela SITI HAJAR. Stop Ekspor Budak !. Persekongkolan Calo dan Birokrat Malas. @ Tumbuhkan ekonomi Rakyat. Ciptakan Lapangan Kerja !.

Oleh : Amir Husin Daulay (FB)

Senin, 01 Juni 2009

Manohara dan Analisa Politik.

Melihat tutur kata dari pengacara kerajaan, yang dengan tenang dan meyakinkan (meskipun bohong).

Membuat saya menjadi tidak heran, jika kita membaca koran-koran pada zaman Soekarno (di Perpustakaan Nasional), mengapa Soekarno, secara implisit mengatakan bahwa Malaysia adalah bangsa yang mencla-mencle.

Saya juga jadi melihat lahirnya Soekarno Kecil (menyitir kata-kata Permadi), pada diri Prabowo, yang dengan lantang mengatakan bahwa "Kedaulatan Ambalat Harga Mati"

Meskipun saya tidak memilih satu diantara tiga capres, tetapi jika Anda menang,tolong buktikan kepada rakyat, bahwa Anda memang benar-benar mencintai bangsa ini.

Di sisi lain, mungkin juga kasus Manohara ini untuk mengerem kemarahan rakyat yang melihat banyak sekali kasus-kasus (Ilegal Fishing, Penganiyayaan/Pemerkosaan terhadap TKI, Masalah Perbatasan, dan masih banyak lagi)dengan Malaysia belakangan ini.

Malaysia Incorporated di singkat Malinc dibaca Maling

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Senin, 01/06/2009 19:08 WIB
Daisy Tolak Ajakan Bertemu Pihak Kelantan di Singapura
Ramdhan Muhaimin - detikNews

Kualalumpur - Manohara Odelia Pinot telah kembali ke Jakarta. Mantan model cantik itu mengaku kepulangannya ke rumah ibunya sempat diwarnai ketegangan karena dirinya hendak disekap.

Namun pihak Kesultanan Kelantan membantah semua cerita perempuan cantik berdarah Amerika Serikat-Indonesia itu. Berikut kronologi yang disampaikan kubu Kelantan, Mohd Soberi Shafii, dalam jumpa pers di Hotel Mandarin, Kuala Lumpur, Senin (1/6/2009).

Soberi mengaku memiliki hubungan yang sangat dekat dengan suami Manohara, Tengku Muhammad Fakhry maupun Sultan Kelantan. Soberi jugalah yang waktu itu membantu Fakhry membawa pulang Manohara dari Jeddah, Arab Saudi, seusai umroh.

"Tidak ada yang menghalangi Mano pulang ke Jakarta. TT (Tengku Temenggung Fakhry) pun tidak masalah Mano pulang," kata katanya.

Menurut Soberi, sebenarnya pihak Kelantan telah mengetahui bahwa ibunda Mano, Daisy Fajaria di Hotel Royal, Singapura, Minggu 31 Mei. Pihak Kelantan pun berencana mengajak Daisy untuk bertemu 8 mata antara Daisy, Mano, Fakhry, dan istri Sultan.

"Mereka menunggu Bu Daisy, rencananya untuk pertemuan delapan mata antara Bu Daisy, Mano, TT dan istri sultan. Kami minta supaya Bu Daisy dibawa ke lantai 3 dan akan diterima dengan baik. Tapi Bu Daisy refuse (menolak)," kata Soberi. (ken/iy)

Minggu, 31 Mei 2009

Manohara, Keterlibatan FBI dan Kedubes AS , serta Menghina Diri Sendiri

Bagi sebagian orang memang sepertinya, keterlibatan FBI dan Kedutaan AS merupakan hal yang hebat.

Bagi saya, ini merupakan penghinaan diri sendiri, dimana Duta kita di Malaysia yang duduk di KBRI, tidak dapat atau tidak mau berbuat apa-apa.

Padahal setiap bulan mereka memakan gaji dari uang rakyat.

Dai Bahtiar waktu wawancara di Istana, mengatakan dengan ringan bahwa itu urusan keluarga.

Logika berfikir sungkan dan pekewuh di negara orang itulah yang harus diubah. Ingat Anda adalah Duta Besar Indonesia bukan Duta Besar Malaysia.

Atau mungkin, kalau tidak salah Duta Besar Indonesia untuk Malaysia adalah jatah Kepolisian.

Banyaknya kasus yang merugikan bangsa Indonesia, bagaimana kalau Duta Besar Indonesia untuk Malaysia bukan lagi dari Kepolisian. Mengingat Duta Besar sebelumnya yang juga dari Kepolisian, tersangkut kasus korupsi.

Setelah dikonfimasi dan dicarikan bukti-bukti, saya sepakat kalau Duta Besar dan segenap Diplomat di Malaysia untuk diganti.

++++++++++++++++++++++++++++
Berita dari DetikNews

Minggu, 31/05/2009 17:25 WIB
FBI & Kedubes AS Terlibat Pembebasan Manohara
Iin Yumiyanti - detikNews

akarta - Kisah Manohara Odelia Pinot bak drama. Demikian pula cerita kaburnya model cantik itu dari Kerabat Kesultanan Kelantan saat berkunjung ke Singapura. Agen khusus FBI, Kedubes Amerika Serikat (AS) dan KBRI terlibat hingga Mano berasil bebas.

"Kita memang minta bantuan FBI dan Kedubes AS serta KBRI. Mereka banyak membantu hinga Mano berhasil pulang ke Indonesia," kata pengacara ibunda Manohara, Yuli Andre Darma, kepada detikcom, Minggu (31/5/2009).

Kedubes AS dilibatkan sebab Manohara mempunyai paspor sebagai warga negara adidaya itu. Ayah Manohara, George Mann, berkebangsaan AS. Andre Yuli menuturkan, keluarga dan tim pengacara berkoordinasi dengan Kedubes AS dan KBRI Singapura setelah mendapat informasi dari orang dalam Kesultanan Kelantan, Manohara akan ke Singapura. Manohara ke Singapura bersama kerabat Kesultanan Kelantan untuk menjenguk Sultan Kelantan yang dirawat di negeri Singa tersebut.

Tim pengacara dan Daisy Fajarina sebenarnya akan terbang ke Singapura, Kamis (28/5/2009). Namun rencana ini bocor ke Kelantan. Daisy dan pengacaranya pun lantas menunda. "Akhirnya agar tidak mencolok Ibu Daisy dan Dewi saja yang berangkat ke Singapura Jumat (29/5/2009). Tentu kita tetap koordinasi dengan Kedubes AS dan KBRI," cerita Yuli Andre.

Manohara berhasil bertemu Daisy di Hotel Royal Plaza Singapura. Mano berhasil kabur setelah memencet-mencet tombol emergency lift hotel saat dipaksa pihak Kesultanan Kelantan untuk dikunci di ruangan raja, di lantai 3 Hotel Royal. Polisi Singapura berdatangan menolong Mano akibat bunyi tombol tersebut. (iy/Rez)

++++++++++++++++++++++++++++
Minggu, 31/05/2009 16:53 WIB
Manohara Minta Dubes RI di Malaysia Diganti
Amanda Ferdina - detikNews

Jakarta - Kekesalan Manohara kepada Kedutaan Besar RI di Malaysia tidak main-main. Mano meminta agar Dubes Malaysia Jenderal Purn Da'i Bachtiar segera diganti.

"Harus diganti Dubes RI di Malaysia," ucap Mano setelah melakukan konpers di Markas Merah Putih, Jalan Biak, Petojo, Jakarta Pusat, Minggu (31/05/09).

Kekesalan tersebut bukanlah tanpa sebab. Mano mengaku tidak mendapatkan bantuan apapun, bahkan terkesan baginya pihak kedubes telah membuat pemberitaan bohong tentang dirinya.

"Dia yang bilang kalau Mano seneng-seneng di KL (Kuala Lumpur), padahal tidak begitu," imbuhnya.

Mano juga menceritakan pernah satu waktu ia menelepon ke pihak kedubes namun tidak ditanggapi. "Saya bilang ini telepon emergency, tapi dibilang tidak bisa karena sedang libur."

Hal senada juga dikisahkan sang ibunda, Daisy, yang mengaku tidak mendapatkan bantuan apa-apa dari kedutaan Indonesia di sana. "Tidak ada bantuan dari kedubes Indonesia di Malaysia, saya hanya dapat bantuan dari Laskar Merah Putih," kata Daisy. (amd/iy)

Senin, 01 Oktober 2007

Anggota RELA Malaysia Perkosa TKI

JAKARTA -- Pelaku pemerkosaan terhadap seorang tenaga kerja wanita asal Lampung di Johor, Malaysia, adalah oknum anggota Ikatan Relawan Rakyat Malaysia (Rela), yang bertugas melakukan razia warga negara asing di negara tersebut.

"Pelaku mengenakan seragam Rela. Kami mendesak agar pelaku kriminal itu dihukum setimpal," kata Mardjono, Deputi Perlindungan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia, saat dihubungi Tempo kemarin

Harian Metro Malaysia beberapa waktu lalu mengabarkan seorang pekerja perempuan asal Indonesia telah diperkosa 12 orang Malaysia. Perempuan tersebut ditangkap pada 8 September lalu bersama suaminya oleh dua orang yang mengaku sebagai petugas keamanan Selangor. Karena tidak dapat menunjukkan dokumen keimigrasian, si istri ditahan sedangkan suaminya dilepas. Esoknya, ia dibawa ke Muar, Johor, dan diperkosa secara bergiliran. Wanita itu kemudian berhasil meloloskan diri dan melapor ke polisi pada 12 September lalu.

Menurut Direktur Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Indonesia Teguh Wardoyo, 10 dari 12 pelaku telah ditangkap. Ia tak dapat memastikan apakah di antara pelaku ada yang masih berstatus pelajar. Konsulat bekerja sama dengan kepolisian Malaysia memburu dua pelaku yang masih buron.

Staf Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Malaysia, kata dia, telah tiga kali menjenguk korban. "Kondisinya masih terguncang karena, saat diperkosa, ia tengah hamil dua setengah bulan," kata Teguh.

Setelah mendapat pemeriksaan medis yang memadai, wanita tersebut kini sudah berada dalam perlindungan KJRI di Johor Bahru. "Langkah hukum akan terus dilakukan agar tidak ada lagi perilaku biadab orang Malaysia terhadap TKI," ujar Teguh.

Rela berlaku semena-mena, kata Mardjono, karena pemerintah Malaysia tidak pernah tegas menindak mereka yang sering kali menyalahi wewenang. "Mereka seharusnya hanya boleh menyeleksi dokumen dengan didampingi petugas imigrasi, bukan melakukan kekerasan fisik," kata dia.

Pemerintah Malaysia hingga kini juga belum menindaklanjuti permintaan Indonesia agar Rela dihapuskan. Padahal permintaan resmi telah disampaikan sejak bulan lalu. "Tanggapan Malaysia memang positif, tapi tampaknya hingga kini belum ada perubahan," kata Mardjono.

Dengan terjadinya tindakan biadab tersebut, pemerintah akan terus menuntut Malaysia membubarkan Rela.

"Mereka juga harus ditindak kalau melakukan kekerasan terhadap TKI."

Mardjono mengakui pekerja Indonesia itu masuk ke Malaysia secara ilegal karena mengikuti suami yang bekerja. Namun, pemerkosaan itu tetap tidak bisa dibenarkan. AMANDRA MUSTIKA MEGARANI | NININ P DAMAYANTI

Sumber : Koran Tempo Senin, 01 Oktober 2007

Kamis, 27 September 2007

TKI di Malaysia Diperkosa 12 Lelaki

Johor Bahru (ANTARA News) - Seorang tenaga kerja wanita (TKI) Indonesia mengaku telah diperkosa secara bergiliran oleh 12 lelaki Malaysia di dua lokasi terpisah di Muar, Johor Bahru, pada awal September 2007.

"Betul itu TKW Indonesia. Karena perkosaannya dilakukan di Johor Bahru, kami minta KJRI menangani kasus ini," kata Kepala Satgas Perlindungan dan Pelayanan KBRI Kuala Lumpur, Tatang B Razak, di Johor Bahru, Kamis.

Ceritanya, TKW itu pernah menjadi pembantu tapi kemudian melarikan diri sehingga ia menjadi pendatang ilegal. Bersama pacarnya, TKW berusia 22 tahun sedang berjalan-jalan sekitar jam 10 malam di daerah Petaling Jaya, Selangor, 8 September 2007.

"Secara tiba-tiba ada dua laki-laki yang mengaku sebagai aparat penegak hukum menanyakan identitas atau dokumen perjalanan. TKW itu tidak bisa menunjukkan karena memang ia melarikan diri majikan. Paspor ditahan majikan," kata Tatang. Bersama temannya, TKW itu dibawa pergi.

Teman laki-lakinya tak lama kemudian dibebaskan oleh dua laki-laki yang mengaku aparat penegak hukum sedangkan TKW Indonesia dibawa ke sebuah hotel di Jalan Bentayan, Muar, Johor. Kedua laki-laki itu kemudian memanggil tujuh kawan lainnya.

Berdasarkan laporan Harian Metro, Selasa, TKW itu kemudian diperkosa secara bergiliran oleh sembilan orang di hotel tersebut. Setelah diperkosa, TKW itu kemudian diserahkan ke tiga laki-laki lain, termasuk seorang pelajar kelas 4 SD.

Oleh ketiga laki-laki ini, TKW itu dibawa ke sebuah rumah di jalan Sungai Abong, Muar dan diperkosa lagi secara bergiliran. Setelah itu, TKW itu dibawa ke sebuah rumah kosong di Sungai Balang, Muar.

Korban berhasil melarikan diri dari rumah kosong pada 10 September 2007, jam 3 pagi dan diselamatkan oleh masyarakat setempat dengan membawanya ke halte bus dan menaiki sebuah bus kembali ke Selangor.

Pada 12 September 2007, korban melaporkan kepada polisi. Oleh polisi, korban dibawa ke lokasi kejadian untuk penyidikan dan dibawa ke rumah sakit Pakar Sultanah Fatimah untuk mendapatkan perawatan.

Polisi Malaysia telah menahan sembilan pelaku pemerkosaan, termasuk seorang pelajar, sedangkan tiga lainnya masih buron.(*)

Sumber : ANTARA 27/09/07 19:04

Minggu, 13 Oktober 2002

Bom Bali 2002

Bom Bali terjadi pada malam hari tanggal 12 Oktober 2002 di jalan Legian-kuta Pulau Bali. Kejadian itu mengorbankan 202 orang dan melukai 209, yang kebanyakan adalah wisatawan asing.

Banyak rakyat Indonesia telah dijatuhi hukuman mati karena peranan mereka dalam pengeboman tersebut, tetapi dalangnya yang notabene warga negara Malaysia hingga kini masih menghirup udara segar.

Bahkan mungkin sedang merencanakan pengeboman di lain tempa di Indonesia. Peristiwa ini paling tidak merugikan pariwisata di bali.

Wisatawan - wisatawan asing yang ingin pergi ke Pulau Bali, karena sudah membeli tiket, dapat dengan mudahnya menganti tujuan wisatanya ke Pulau Sipadan dan Ligitan Malaysia.
Proyek Bersih Parpol Hanya Slogan - AntiKorupsi.org