Awalnya saya berfikir, kalau Zainudi MZ paling tidak menggunakan "Pencemaran Nama Baik" kalau tidak menuntut balik.
Dengan digantinya nama "Tim Pembela ... Zainudin MZ" menjadi "Tim Mediasi ... Zainudin - Aida" memberikan makna lain bagi kita semua.
Tim Pembela mempunyai makna: "Membela Yang Benar". Dengan diganti namanya menjadi Tim Mediasi????
Anak kecil juga tahu...... siapa ya yang salah?????
Kalau ber-apologi, bahwa manusia adalah tempatnya salah. Maka jalan keluarnya, kalau masih jadi manusia biasa, jangan suka menasehati orang lain (Khotbah), karena Anda akan lupa menasehati diri Anda sendiri.
Kasihan donk umatnya, mengagumi orang yang salah. Ini berlaku untuk semua peng-khotbah dari semua aliran agama manapun.
Selanjutnya, semoga kita semua tidak terkecoh. Amin amin amin...
Waspadai pengaruh Barat,Timur Tengah, dan Asia Timur
Sudah saatnya kita menggali kembali EKSISTENSI BUDAYA BANGSA KITA SENDIRI
Kearifan Lokal Leluhur Nusantara, Bukan Leluhur Barat, Bukan Leluhur Timur Tengah dan Bukan Leluhur Asia Timur
Barat Menipu Berkedok HAM, Timur Tengah Menipu Berkedok Agama, Asia Timur Menipu Berkedok Dagang
Tampilkan postingan dengan label MataHati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MataHati. Tampilkan semua postingan
Rabu, 10 November 2010
Zainudin MZ dan Aida
Label:
Agama,
Ancaman Hukuman,
Diperkosa,
MataHati,
Oknum,
Pembodohan,
PPP,
Skandal,
Vonis,
Walisongo
Jumat, 11 Desember 2009
Pola Penegakan Hukum Berkepentingan Bisnis
Sebagai orang yang awam dalam hukum, saya berfikiran bahwa penjahat adalah orang yang melakukan kejahatan itu sendiri, sedangkan orang yang kena dampak dari perbuatan jahatnya adalah korban.
Diantara subjek dan objek tersebut, mungkin masih ada pelaku pendukung.
Menyikapi kejadian sehari-hari, kita gamblang melihatnya, bahwa yang lebih banyak ditangkap dan diadili adalah justru objek dan pendukung. Pertanyaannya ????
Kalau pelaku utama yang ditangkap, maka nggak ada kerjaan (objekan) penegak hukum tersebut, seperti persis kita dengar bersama rekaman Anggodo di MK.
Contoh yang paling gampang dilihat adalah, pada korban Narkoba yang lebih mendapat perhatian dari pihak penegak hukum.
Secara logika, semakin banyaknya korban pengguna narkoba ditangkap (yang seharusnya hanya sebagai saksi), semakin banyak pula informasi yang didapat oleh pihak penegak hukum untuk menangkap pengedar narkoba itu sendiri.
Lagi-lagi, kalau pengedarnya sudah habis, maka objekannya juga sudah habis.
Di negara maju, biasanya pengguna atau yang disebut korban selalu dilindungi, dan yang dikejar-kejar adalah pengedarnya.
Wakakakak
KPK aja sudah hampir amblas, karena KPK merebut objekan gede, khusus buat petinggi-petinggi.
Biar adil, kasus narkoba yang melibatkan petugas lapangan, tetap pada polanya, sehingga adilah bagi-bagi rejeki yang tinggi dapet gede, yang rendah dapet recehan.
Bisnis recehan kalau menangkap pecandu yang bukan orang kaya.
Huahuahua
Jadi adil adalah seperti itu????
Diantara subjek dan objek tersebut, mungkin masih ada pelaku pendukung.
Menyikapi kejadian sehari-hari, kita gamblang melihatnya, bahwa yang lebih banyak ditangkap dan diadili adalah justru objek dan pendukung. Pertanyaannya ????
Kalau pelaku utama yang ditangkap, maka nggak ada kerjaan (objekan) penegak hukum tersebut, seperti persis kita dengar bersama rekaman Anggodo di MK.
Contoh yang paling gampang dilihat adalah, pada korban Narkoba yang lebih mendapat perhatian dari pihak penegak hukum.
Secara logika, semakin banyaknya korban pengguna narkoba ditangkap (yang seharusnya hanya sebagai saksi), semakin banyak pula informasi yang didapat oleh pihak penegak hukum untuk menangkap pengedar narkoba itu sendiri.
Lagi-lagi, kalau pengedarnya sudah habis, maka objekannya juga sudah habis.
Di negara maju, biasanya pengguna atau yang disebut korban selalu dilindungi, dan yang dikejar-kejar adalah pengedarnya.
Wakakakak
KPK aja sudah hampir amblas, karena KPK merebut objekan gede, khusus buat petinggi-petinggi.
Biar adil, kasus narkoba yang melibatkan petugas lapangan, tetap pada polanya, sehingga adilah bagi-bagi rejeki yang tinggi dapet gede, yang rendah dapet recehan.
Bisnis recehan kalau menangkap pecandu yang bukan orang kaya.
Huahuahua
Jadi adil adalah seperti itu????
Senin, 07 Desember 2009
Dukung Ibu Prita dan Ibu Juliana
Ibu Prita yang sharing dengan teman-teman milis harus membayar 204 juta, karena dianggap pencemaran nama baik. Padahal yang apa yang diraskan oleh ibu Prita bukan karangan belaka.
Ibu Juliana yang anaknya "Jared" mengalami kebutaan karena kesalahan penanganan, justru ditawari 1.5 milyar (TV One pagi).
Baik ibu Prita mapun Ibu Juliana adalah dua orang ibu-ibu yang dizolimi oleh sistem keadilan di Indonesia.
Saya sepakat dengan himbauan bapak Imam Prasojo, yang mengatakan untuk tidak mendatangi rumah sakit yang seperti itu.
Ibu Juliana yang anaknya "Jared" mengalami kebutaan karena kesalahan penanganan, justru ditawari 1.5 milyar (TV One pagi).
Baik ibu Prita mapun Ibu Juliana adalah dua orang ibu-ibu yang dizolimi oleh sistem keadilan di Indonesia.
Saya sepakat dengan himbauan bapak Imam Prasojo, yang mengatakan untuk tidak mendatangi rumah sakit yang seperti itu.
Minggu, 06 Desember 2009
"Koin untuk Prita"
Gerakan sosial "Koin untuk Prita", mencerminkan adanya kepasrahan rakyat kecil Indonesia, terhadap adanya keadilan yang hanya berlaku bagi masyarakat yang kaya saja.
Uang "Koin untuk Prita" tersebut adalah simbol penindasan bagi rakyat kecil. Jadi jika nanti uang receh tersebut diterima oleh pihak penuntut, dan disalurkan kepada sebuah panti... maka terhinalah panti itu sendiri.
Bagi pengurus panti, atau bekerja sebagai pelaku sosial, tentunya memiliki empati yang tinggi terhadap penindasan. Layaknyalah, tidak ada satu pantipun yang mau menerima saluran dana dari hasil tuntutan kepada Prita.
Yang perlu diingat, jika ini terjadi, pihak penuntut hanya menggunakan panti sebagai alat untuk membersihkan pola pikir kekejiannya.
Uang "Koin untuk Prita" tersebut adalah simbol penindasan bagi rakyat kecil. Jadi jika nanti uang receh tersebut diterima oleh pihak penuntut, dan disalurkan kepada sebuah panti... maka terhinalah panti itu sendiri.
Bagi pengurus panti, atau bekerja sebagai pelaku sosial, tentunya memiliki empati yang tinggi terhadap penindasan. Layaknyalah, tidak ada satu pantipun yang mau menerima saluran dana dari hasil tuntutan kepada Prita.
Yang perlu diingat, jika ini terjadi, pihak penuntut hanya menggunakan panti sebagai alat untuk membersihkan pola pikir kekejiannya.
Sabtu, 22 Agustus 2009
Tari Pendet
Belum lama berselang "Secara Ilegal" Warga Malaysia mengorganisir kekacauan di Hotel Rich Carlton dan JW Mariot.
Kini mereka mencoba "Secara Legal" menggorganisir kepemilikan asal usul Tari Pendet.
Malaysia in Corporated, itu sebuah simbul akronim Mal Inc (dibaca Maling)
Saya hanya mengingatkan, dan saya tidak ingin berkomentar banyak.
Kini mereka mencoba "Secara Legal" menggorganisir kepemilikan asal usul Tari Pendet.
Malaysia in Corporated, itu sebuah simbul akronim Mal Inc (dibaca Maling)
Saya hanya mengingatkan, dan saya tidak ingin berkomentar banyak.
Kamis, 06 Agustus 2009
Mbah Surip - Sang Pembawa Pesan
Kesahajaannya mengingatkan kita, bahwa hidup ini tidak banyak persoalan.
Semua orang bertanya-tanya, mengapa mbah Surip, hanya dengan lagu-lagunya yang sederhana, dan gaya yang seadanya, dapat membawanya ke puncak ketenaran seorang seniman sejati.
Inilah pesan yang disampaikan oleh Almarhum mbah Surip, bahwa bangsa kita yang telah kehilangan indentitas, seolah diingatkan, bahwa inilah indentitas orang Indonesia asli.
Sederhana, tidak sirik kepada lingkungan sekitar, rendah hati, menolong sesama, tidak membohongi apalagi menghianati diri sendiri, merupakan pola pikir dasar orang Indonesia sesungguhnya, sebelum Orde Baru.
Dalam falsafah hidup orang Indonesia Kuno, hidup adalah pasrah. Sehingga kita, tidak kaget menghadapi segala persoalan. Pasrah dalam falsafah orang Indonesia, bukan berarti tidak berusaha, tetapi lebih pada mensyukuri hasil yang sudah dicapai.
Sehingga seperti mbah Surip, selalu konsisten dan memiliki komitmen kepada pilihan hidupnya. Hal ini terlihat, ketika mendadak kaya, mbah Surip pun tidak kaget dan tidak berubah.
Mudah-mudahan setelah pesan yang disampaikan oleh mbah Surip ini, kita semua akan berubah menjadi orang yang pasrah. Amin amin amin
Jika hal itu tercapai, maka bukan tidak mungkin, kita akan kembali menjadi bangsa yang besar. Amin amin amin....
Semua orang bertanya-tanya, mengapa mbah Surip, hanya dengan lagu-lagunya yang sederhana, dan gaya yang seadanya, dapat membawanya ke puncak ketenaran seorang seniman sejati.
Inilah pesan yang disampaikan oleh Almarhum mbah Surip, bahwa bangsa kita yang telah kehilangan indentitas, seolah diingatkan, bahwa inilah indentitas orang Indonesia asli.
Sederhana, tidak sirik kepada lingkungan sekitar, rendah hati, menolong sesama, tidak membohongi apalagi menghianati diri sendiri, merupakan pola pikir dasar orang Indonesia sesungguhnya, sebelum Orde Baru.
Dalam falsafah hidup orang Indonesia Kuno, hidup adalah pasrah. Sehingga kita, tidak kaget menghadapi segala persoalan. Pasrah dalam falsafah orang Indonesia, bukan berarti tidak berusaha, tetapi lebih pada mensyukuri hasil yang sudah dicapai.
Sehingga seperti mbah Surip, selalu konsisten dan memiliki komitmen kepada pilihan hidupnya. Hal ini terlihat, ketika mendadak kaya, mbah Surip pun tidak kaget dan tidak berubah.
Mudah-mudahan setelah pesan yang disampaikan oleh mbah Surip ini, kita semua akan berubah menjadi orang yang pasrah. Amin amin amin
Jika hal itu tercapai, maka bukan tidak mungkin, kita akan kembali menjadi bangsa yang besar. Amin amin amin....
Senin, 20 Juli 2009
Warga Baru Dunia
Kalau kita kenal dengan tanggung jawab negara terhadap Warga Negaranya, maka mungkin merupakan kesepakatan tidak tertulis bahwa teroris adalah warga baru dunia, yang tidak perlu dibela atau diakui oleh negara asal teroris itu sendiri.
Contohnya, Mulai dari DR Azhari dan Noordin M Top, yang warga negara Malaysia, perbuatannya tidak pernah dikaitkan dengan asal negaranya. Hingga Abu Bakar Ba'asyir yang mendapat perlindungan di Malaysia pada zaman Soeharto.
Saya menjadi yakin, bahwa ini semua tidak serta merta tidak ada hubungannya dengan Negara Malaysia. Malah saya menganggap bahwa mereka adalah Agen dari Intelijen Malaysia.
Mengapa tidak? Lihat saja, sehari sebelum MU main, BOM meledak, dan akhirnya MU hanya bermain di Malaysia. Tidak sampai situ saja, yang pasti bisnis pariwisata kita akan menurun drastis.
Saya mengkaitkan ini, sebagai adanya keterlibatan Intelijen Ekonomi Malaysia, hal ini dikarenakan, hingga hari ketiga, tidak ada pesan yang diberikan oleh pelaku. Atau paling tidak, terlihat sebagai reaksi dari rentetan tindakan lawan pelaku (pihak keamanan), terhadap kelompoknya selama 6 bulan terakhir.
Maka saya menyayangkan pernyataan Presiden SBY yang memberi pernyataan pers mengenai adanya keterkaitan peristiwa tersebut dengan Pemilu. Hal ini justru mengkaburkan pesan utama, yang sesungguhnya masih harus dicari, atau biasanya juga diberikan melalui saluran rahasia oleh pelaku itu sendiri.
Memang tidak semudah itu menganalisanya, tapi kalau kita cermati, apa yang dilakukan Malaysia ketika BOM demi BOM bermunculan di Indonesia. Anda dapat melihatnya sendiri secara jeli.
Akhir kata, saya menghimbau "Mari Kita Bersatu melawan Negara-negara Yang Ingin Menghancurkan NKRI"
-- Batas Berita
dr azhari teroris adalah intel sultan malasyia
Untuk menghancurkan negara tetangga , tak tangung-tangung sultan malingsia mengirimkan sebuah tim kecil ke wilayah Indonesia .tugas utama tim tersebut adalah membuat onar dan memperkeruh keadaan indonesia
dalam tugasnnya TIM yang dipimpin DR AZHARI merekrut orang indonesia sendiri dengan dalih Danul ISLAMIYAH
Azaz keislaman dimanfaatkan oleh AZHARI untuk meporakpondakan BALI , TANAH JAWA dll
Demi Kekuasaan sultan MALINGSIA ISLAM DIJAKDIKAN KEDOK untuk kepentingan BISNIS KERAJAAN , salah satunnya Prodak kartu komunikasi XL yang berpusat di KUNINGAN JAKARTA.
DR AZHARI sendiri adalah sepupu dari istri ke 3 Sultan Kerajaan MALINGSIA.
Seperti berita ini diturunkan yang dikutip dari Reuters .
Sumber : http://www.topix.com/forum/world/malaysia/TBRMMQL2IQMPA4D5U
-- Batas Berita Baru
Kenapa Noordin M Top Sulit Ditangkap?
Anwar Khumaini - detikNews
Jakarta - Keberadaan Noordin M Top yang telah bertahun-tahun menjadi buron tetap misteri. Mabes Polri yang mengaku terus melakukan pengejaran tak juga mampu menangkap pria asal Malaysia tersebut. Kenapa Noordin begitu sulit ditangkap?
"Karena ada jaringan yang masih mau melindungi dia, yang merasa dengan ikhlas melakukan hal ini," kata Direktur International Crisis Group, Sidney Jones dalam wawancara yang ditayangkan tvOne, Senin (20/7/2009) pagi.
Selain memiliki jaringan yang masih kuat, menurut wanita asal Australia ini, Noordin banyak belajar dari pengalaman. Jika selama ini KPK berhasil menyadap banyak pejabat negara, maka menurutnya, Noordin mengakalinya dengan melakukan cara-cara konvensional, seperti berhubungan dengan memalui kurir. "Noordin banyak belajar dari pengalaman ini," imbuhnya.
Berbeda dengan Sidney, tokoh Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Fauzan Al Anshari menuding CIA dan Amerika Serikat (AS) menjadi biang kerok kenapa Noordin belum juga tertangkap.
"Saya curiga ini skenario besar dari CIA dan AS agar Indonesia tidak aman," ujar Fauzan.
Fauzan mengatakan, kemenangan SBY dengan menggandeng PKS dianggap merongrong kepentingan asing di Indonesia. Sehingga, dengan membuat Indonesia tidak aman lantaran bom, di mata Internasional posisi Indonesia menjadi kian terpuruk.
Terkait dengan masalah ini, Sidney balas membantah pendapat Fauzan. "Sama sekali tak masuk akal," ujarnya singkat.
Saat ditanya apakah kemungkinan teroris masih akan terus merongrong Indonesia, wanita berambut pirang ini tidak membantahnya. Pasalnya, masih ada belasan teroris yang masih menghirup udara bebas.
"Saat ini masih ada 12-13 orang. Untuk membuat bahan peledak tidak sulit, dan masih ada orang yang punya pengalaman dan berniat untuk melakukannya," imbuhnya.
Namun demikian, Sidney juga memuji prestasi Polri yang selama ini telah menangkap banyak teroris. "Sudah 400-an yang tertangkap. Tidak sulit untuk menangkap 12 sisanya," pungkasnya.
(anw/anw)
Sumber : http://www.detiknews.com/read/2009/07/20/080040/1168098/10/kenapa-noordin-m-top-sulit-ditangkap
Contohnya, Mulai dari DR Azhari dan Noordin M Top, yang warga negara Malaysia, perbuatannya tidak pernah dikaitkan dengan asal negaranya. Hingga Abu Bakar Ba'asyir yang mendapat perlindungan di Malaysia pada zaman Soeharto.
Saya menjadi yakin, bahwa ini semua tidak serta merta tidak ada hubungannya dengan Negara Malaysia. Malah saya menganggap bahwa mereka adalah Agen dari Intelijen Malaysia.
Mengapa tidak? Lihat saja, sehari sebelum MU main, BOM meledak, dan akhirnya MU hanya bermain di Malaysia. Tidak sampai situ saja, yang pasti bisnis pariwisata kita akan menurun drastis.
Saya mengkaitkan ini, sebagai adanya keterlibatan Intelijen Ekonomi Malaysia, hal ini dikarenakan, hingga hari ketiga, tidak ada pesan yang diberikan oleh pelaku. Atau paling tidak, terlihat sebagai reaksi dari rentetan tindakan lawan pelaku (pihak keamanan), terhadap kelompoknya selama 6 bulan terakhir.
Maka saya menyayangkan pernyataan Presiden SBY yang memberi pernyataan pers mengenai adanya keterkaitan peristiwa tersebut dengan Pemilu. Hal ini justru mengkaburkan pesan utama, yang sesungguhnya masih harus dicari, atau biasanya juga diberikan melalui saluran rahasia oleh pelaku itu sendiri.
Memang tidak semudah itu menganalisanya, tapi kalau kita cermati, apa yang dilakukan Malaysia ketika BOM demi BOM bermunculan di Indonesia. Anda dapat melihatnya sendiri secara jeli.
Akhir kata, saya menghimbau "Mari Kita Bersatu melawan Negara-negara Yang Ingin Menghancurkan NKRI"
-- Batas Berita
dr azhari teroris adalah intel sultan malasyia
Untuk menghancurkan negara tetangga , tak tangung-tangung sultan malingsia mengirimkan sebuah tim kecil ke wilayah Indonesia .tugas utama tim tersebut adalah membuat onar dan memperkeruh keadaan indonesia
dalam tugasnnya TIM yang dipimpin DR AZHARI merekrut orang indonesia sendiri dengan dalih Danul ISLAMIYAH
Azaz keislaman dimanfaatkan oleh AZHARI untuk meporakpondakan BALI , TANAH JAWA dll
Demi Kekuasaan sultan MALINGSIA ISLAM DIJAKDIKAN KEDOK untuk kepentingan BISNIS KERAJAAN , salah satunnya Prodak kartu komunikasi XL yang berpusat di KUNINGAN JAKARTA.
DR AZHARI sendiri adalah sepupu dari istri ke 3 Sultan Kerajaan MALINGSIA.
Seperti berita ini diturunkan yang dikutip dari Reuters .
Sumber : http://www.topix.com/forum/world/malaysia/TBRMMQL2IQMPA4D5U
-- Batas Berita Baru
Kenapa Noordin M Top Sulit Ditangkap?
Anwar Khumaini - detikNews
Jakarta - Keberadaan Noordin M Top yang telah bertahun-tahun menjadi buron tetap misteri. Mabes Polri yang mengaku terus melakukan pengejaran tak juga mampu menangkap pria asal Malaysia tersebut. Kenapa Noordin begitu sulit ditangkap?
"Karena ada jaringan yang masih mau melindungi dia, yang merasa dengan ikhlas melakukan hal ini," kata Direktur International Crisis Group, Sidney Jones dalam wawancara yang ditayangkan tvOne, Senin (20/7/2009) pagi.
Selain memiliki jaringan yang masih kuat, menurut wanita asal Australia ini, Noordin banyak belajar dari pengalaman. Jika selama ini KPK berhasil menyadap banyak pejabat negara, maka menurutnya, Noordin mengakalinya dengan melakukan cara-cara konvensional, seperti berhubungan dengan memalui kurir. "Noordin banyak belajar dari pengalaman ini," imbuhnya.
Berbeda dengan Sidney, tokoh Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Fauzan Al Anshari menuding CIA dan Amerika Serikat (AS) menjadi biang kerok kenapa Noordin belum juga tertangkap.
"Saya curiga ini skenario besar dari CIA dan AS agar Indonesia tidak aman," ujar Fauzan.
Fauzan mengatakan, kemenangan SBY dengan menggandeng PKS dianggap merongrong kepentingan asing di Indonesia. Sehingga, dengan membuat Indonesia tidak aman lantaran bom, di mata Internasional posisi Indonesia menjadi kian terpuruk.
Terkait dengan masalah ini, Sidney balas membantah pendapat Fauzan. "Sama sekali tak masuk akal," ujarnya singkat.
Saat ditanya apakah kemungkinan teroris masih akan terus merongrong Indonesia, wanita berambut pirang ini tidak membantahnya. Pasalnya, masih ada belasan teroris yang masih menghirup udara bebas.
"Saat ini masih ada 12-13 orang. Untuk membuat bahan peledak tidak sulit, dan masih ada orang yang punya pengalaman dan berniat untuk melakukannya," imbuhnya.
Namun demikian, Sidney juga memuji prestasi Polri yang selama ini telah menangkap banyak teroris. "Sudah 400-an yang tertangkap. Tidak sulit untuk menangkap 12 sisanya," pungkasnya.
(anw/anw)
Sumber : http://www.detiknews.com/read/2009/07/20/080040/1168098/10/kenapa-noordin-m-top-sulit-ditangkap
Selasa, 14 Juli 2009
Waterway dan Monorail
Waterway dan Monorail
Sebuah kebijakan Pemerintah mengenai pembangunan, sudah selayaknya didukung oleh sebuah penelitian yang akurat, selain dari sisi manfaatnya, juga harus dilihat dari sisi visibilitas pengerjaan maupun visibilitas dari pembiayaan yang berkelanjutan.
Dengan demikian tidak ada lagi, kebijakan yang berlaku hanya pada saat si pencetus ide masih menjabat saja.
Hal ini perlu juga adanya aturan yang mengikat pejabat lama dan baru, jika ada penyimpangan dari program jangka panjang. Sehingga, para pejabat tidak semena-mena ingin mewujudkan ambisinya, tanpa memperhitungkan sisi visibiltasnya.
Ambisi mewujudkan ide, tanpa mempertimbangkan secara konfrehensif kepentingan rakyat banyak, juga merupakan pemborosan, yang pada akhirnya dapat pula dilihat sebagai perbuatan korupsi.
Waterway Kini Tinggal Kenangan
Mega Putra Ratya - detikNews
Jakarta - Program transportasi air atau lebih dikenal dengan sebutan waterway yang dulu pernah dibanggakan oleh Pemprov DKI telah gagal dalam pengoperasiannya. Kini, wisata angkutan air yang diluncurkan 6 Juni 2007 oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu, Sutiyoso, hanya meninggalkan fasilitas penunjang yang terbengkalai.
Ketika diresmikan, Sutiyoso berharap waterway dapat memenuhi kebutuhan angkutan umum alternatif yang murah dan bebas dari kemacetan. Namun harapan hanyalah tinggal harapan, yang tersisa saat ini hanya bangunan bergaya adat betawi berukuran 1x2 meter bercat hijau penuh debu dan tampak kumuh.
Dadang (37) seorang pemulung mengatakan dermaga waterway yang sudah tidak di urus sejak lama membuat semua fasilitas rusak dan tak terawat. "Udah lama dibiarin begitu doang nggak diurus. Lama-lama rusak juga," kata Dadang kepada detikcom saat ditemui di Halte Karet, Jakarta, Senin (14/7/2009).
Pantauan detikcom, di sekitar dermaga karet terlihat besi tangga yang sudah hancur dan berkarat. Air yang dangkal penuh sampah terlihat bukan hal yang aneh pada sungai Ciliwung ini. Dua buah kapal yang biasa merapat sudah tak terlihat sejak beberapa waktu lalu.
"Kalau malem ada orang yang tidur di situ. Lihat saja banyak tiker, dus dan kasur," imbuhnya.
Pemandangan serupa juga terlihat di dermaga Halimun, Jl Sultan Agung, Jakarta Pusat. Corat-coret cat semprot yang dilakukan sekelompok orang iseng membuat dermaga tersebut terlihat makin tidak nyaman.
Uni (44) warga yang tinggal di sekitar dermaga karet bercerita saat waterway masih beroperasi, kapal-kapal sering kesulitan saat akan menyusuri sungai. Jika hujan deras, akan terjadi peningkatan air. Karena air terlalu tinggi kapal tidak bisa berjalan dengan baik.
"Kalau air terlalu rendah, kapal juga tidak dapat jalan karena dasar kapal akan mentok dengan dasar sungai," tuturnya.
Transportasi air sejauh 2 kilometer ini memilki tiga dermaga yaitu Halimun, Dukuh Atas, dan Karet. Kini transportasi air yang diharapkan bisa mengurai kemacetan di Jakarta hanya tinggal kenangan saja.
Sumber : http://www.detiknews.com/read/2009/07/14/205222/1165058/10/waterway-kini-tinggal-kenangan
Sebuah kebijakan Pemerintah mengenai pembangunan, sudah selayaknya didukung oleh sebuah penelitian yang akurat, selain dari sisi manfaatnya, juga harus dilihat dari sisi visibilitas pengerjaan maupun visibilitas dari pembiayaan yang berkelanjutan.
Dengan demikian tidak ada lagi, kebijakan yang berlaku hanya pada saat si pencetus ide masih menjabat saja.
Hal ini perlu juga adanya aturan yang mengikat pejabat lama dan baru, jika ada penyimpangan dari program jangka panjang. Sehingga, para pejabat tidak semena-mena ingin mewujudkan ambisinya, tanpa memperhitungkan sisi visibiltasnya.
Ambisi mewujudkan ide, tanpa mempertimbangkan secara konfrehensif kepentingan rakyat banyak, juga merupakan pemborosan, yang pada akhirnya dapat pula dilihat sebagai perbuatan korupsi.
Waterway Kini Tinggal Kenangan
Mega Putra Ratya - detikNews
Jakarta - Program transportasi air atau lebih dikenal dengan sebutan waterway yang dulu pernah dibanggakan oleh Pemprov DKI telah gagal dalam pengoperasiannya. Kini, wisata angkutan air yang diluncurkan 6 Juni 2007 oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu, Sutiyoso, hanya meninggalkan fasilitas penunjang yang terbengkalai.
Ketika diresmikan, Sutiyoso berharap waterway dapat memenuhi kebutuhan angkutan umum alternatif yang murah dan bebas dari kemacetan. Namun harapan hanyalah tinggal harapan, yang tersisa saat ini hanya bangunan bergaya adat betawi berukuran 1x2 meter bercat hijau penuh debu dan tampak kumuh.
Dadang (37) seorang pemulung mengatakan dermaga waterway yang sudah tidak di urus sejak lama membuat semua fasilitas rusak dan tak terawat. "Udah lama dibiarin begitu doang nggak diurus. Lama-lama rusak juga," kata Dadang kepada detikcom saat ditemui di Halte Karet, Jakarta, Senin (14/7/2009).
Pantauan detikcom, di sekitar dermaga karet terlihat besi tangga yang sudah hancur dan berkarat. Air yang dangkal penuh sampah terlihat bukan hal yang aneh pada sungai Ciliwung ini. Dua buah kapal yang biasa merapat sudah tak terlihat sejak beberapa waktu lalu.
"Kalau malem ada orang yang tidur di situ. Lihat saja banyak tiker, dus dan kasur," imbuhnya.
Pemandangan serupa juga terlihat di dermaga Halimun, Jl Sultan Agung, Jakarta Pusat. Corat-coret cat semprot yang dilakukan sekelompok orang iseng membuat dermaga tersebut terlihat makin tidak nyaman.
Uni (44) warga yang tinggal di sekitar dermaga karet bercerita saat waterway masih beroperasi, kapal-kapal sering kesulitan saat akan menyusuri sungai. Jika hujan deras, akan terjadi peningkatan air. Karena air terlalu tinggi kapal tidak bisa berjalan dengan baik.
"Kalau air terlalu rendah, kapal juga tidak dapat jalan karena dasar kapal akan mentok dengan dasar sungai," tuturnya.
Transportasi air sejauh 2 kilometer ini memilki tiga dermaga yaitu Halimun, Dukuh Atas, dan Karet. Kini transportasi air yang diharapkan bisa mengurai kemacetan di Jakarta hanya tinggal kenangan saja.
Sumber : http://www.detiknews.com/read/2009/07/14/205222/1165058/10/waterway-kini-tinggal-kenangan
Rabu, 08 Juli 2009
JK - Wiranto Menanggapi Quick Count
Ketika JK ditanyakan tentang quick count, semestinya beliau konsisten dengan jawabannya bahwa : "Lebih Cepat Lebih Bae"
Disitulah teruji konsistensi dari jargon yang diusungnya selama ini....
Karena metode quick count sendiri sebenarnya secara ilmiah dapat dipertanggungjawabkan.
Rabu, 08/07/2009 11:43 WIB
Tim JK: Tak Beradab Umumkan Quick Count Saat Pilpres Berlangsung
Moksa Hutasoit - detikPemilu
Jakarta - Kubu JK-Wiranto bereaksi keras terhadap penayangan quick count dan exit poll di sejumlah televisi. Penayangan itu dinilai tidak etis saat pemilihan di sejumlah daerah masih berlangsung. ( mok / iy )
Source : http://pemilu.detiknews.com/comment/2009/07/08/114306/1161218/700/tim-jk-tak-beradab-umumkan-quick-count-saat-pilpres-berlangsung
Disitulah teruji konsistensi dari jargon yang diusungnya selama ini....
Karena metode quick count sendiri sebenarnya secara ilmiah dapat dipertanggungjawabkan.
Rabu, 08/07/2009 11:43 WIB
Tim JK: Tak Beradab Umumkan Quick Count Saat Pilpres Berlangsung
Moksa Hutasoit - detikPemilu
Jakarta - Kubu JK-Wiranto bereaksi keras terhadap penayangan quick count dan exit poll di sejumlah televisi. Penayangan itu dinilai tidak etis saat pemilihan di sejumlah daerah masih berlangsung. ( mok / iy )
Source : http://pemilu.detiknews.com/comment/2009/07/08/114306/1161218/700/tim-jk-tak-beradab-umumkan-quick-count-saat-pilpres-berlangsung
Kamis, 18 Juni 2009
Lembaga Kepolisian Tempat Berkumpulnya Para Oknum
Membaca berita di Detik.com, miris rasa hatiku. Mendengar pengakuan "Istri Polisi Mengaku Dianiaya Suami Selama 6 Tahun".
Eh pas ngadu kelakuan suaminya ke Provos, dirinya tidak mendapat perlindungan apapun.
Malah disuruh lapor ke Polda Metro Jaya, di Polda disuruh ke atasan langsung. Akhirnya dari Polsek malah disuruh ke Mabes Polri.
Hahahahahahahaha sejuta kali, dia saja (istri dari keluarganya sendiri) dipersulit, apalagi kita-kita.
Jadi mohon pengertiannya, bagi masyarakat lainnya, kalau pelayanan kepolisian kita seperti sekarang ini.
Kamis, 18/06/2009 12:40 WIB
Istri Polisi Mengaku Dianiaya Suami Selama 6 Tahun
Ari Saputra - detikNews
Jakarta - Polisi seharusnya menjadi pelindung masyarakat. Namun yang dilakukan seorang anggota Samapta Polsekta Tanjung Duren ini sungguh tidak patut. Istri sang polisi pun mengadu ke LBH Apik.
Priska, perempuan 30 tahun ini adalah istri seorang polisi berpangkat Briptu. Selama menikah selama 6 tahun, Priska mengaku terus-terusan diperlakukan buruk oleh suaminya sendiri.
"Dia menendang, menjambak, menghina dan tidak pernah menafkahi," kata Priska saat menggelar jumpa pers di LBH Apik, Matraman, Jakarta Pusat, Kamis (18/6/2009).
Tidak hanya itu, Priska juga pernah ditelanjangi di depan tetangganya. Si suami pun mengancam akan menembak si tetangga jika berani melaporkan kejadian itu.
"Saya pernah ditelanjangi untuk mendapat kartu sim card yang saya simpan di mulut saya. Di kartu itu ada SMS bukti selingkuhan," kata Priska.
Tak tahan dengan perlakuan itu, Priska pun melaporkan suaminya ke Propos. Namun Priska mengaku tidak mendapat perlindungan apapun.
"Saya ke Provos tapi saya disuruh lapor ke Polda Metro Jaya, tapi di Polda saya disuruh ke atasan langsung. Akhirnya dari Polsek saya malah disuruh ke Mabes Polri. Saya bingung mau ke mana," kata Priska.
Priska mengatakan, saat ini dirinya masih menunggu suaminya diproses secara hukum. Hingga kini, suaminya masih bekerja seperti biasa. Dia berharap, LBH Apik dapat membantunya mendapat keadilan.
(Ari/ken)
http://www.detiknews.com/read/2009/06/18/124056/1150025/10/istri-polisi-mengaku-dianiaya-suami-selama-6-tahun
Eh pas ngadu kelakuan suaminya ke Provos, dirinya tidak mendapat perlindungan apapun.
Malah disuruh lapor ke Polda Metro Jaya, di Polda disuruh ke atasan langsung. Akhirnya dari Polsek malah disuruh ke Mabes Polri.
Hahahahahahahaha sejuta kali, dia saja (istri dari keluarganya sendiri) dipersulit, apalagi kita-kita.
Jadi mohon pengertiannya, bagi masyarakat lainnya, kalau pelayanan kepolisian kita seperti sekarang ini.
Kamis, 18/06/2009 12:40 WIB
Istri Polisi Mengaku Dianiaya Suami Selama 6 Tahun
Ari Saputra - detikNews
Jakarta - Polisi seharusnya menjadi pelindung masyarakat. Namun yang dilakukan seorang anggota Samapta Polsekta Tanjung Duren ini sungguh tidak patut. Istri sang polisi pun mengadu ke LBH Apik.
Priska, perempuan 30 tahun ini adalah istri seorang polisi berpangkat Briptu. Selama menikah selama 6 tahun, Priska mengaku terus-terusan diperlakukan buruk oleh suaminya sendiri.
"Dia menendang, menjambak, menghina dan tidak pernah menafkahi," kata Priska saat menggelar jumpa pers di LBH Apik, Matraman, Jakarta Pusat, Kamis (18/6/2009).
Tidak hanya itu, Priska juga pernah ditelanjangi di depan tetangganya. Si suami pun mengancam akan menembak si tetangga jika berani melaporkan kejadian itu.
"Saya pernah ditelanjangi untuk mendapat kartu sim card yang saya simpan di mulut saya. Di kartu itu ada SMS bukti selingkuhan," kata Priska.
Tak tahan dengan perlakuan itu, Priska pun melaporkan suaminya ke Propos. Namun Priska mengaku tidak mendapat perlindungan apapun.
"Saya ke Provos tapi saya disuruh lapor ke Polda Metro Jaya, tapi di Polda saya disuruh ke atasan langsung. Akhirnya dari Polsek saya malah disuruh ke Mabes Polri. Saya bingung mau ke mana," kata Priska.
Priska mengatakan, saat ini dirinya masih menunggu suaminya diproses secara hukum. Hingga kini, suaminya masih bekerja seperti biasa. Dia berharap, LBH Apik dapat membantunya mendapat keadilan.
(Ari/ken)
http://www.detiknews.com/read/2009/06/18/124056/1150025/10/istri-polisi-mengaku-dianiaya-suami-selama-6-tahun
Jumat, 12 Juni 2009
Globalisai
Globalisai Menyebabkan situasi yang menang memperoleh segalanya : siapa yang menang memperoleh banyak, tetapi yang kalah menanggung kerugian lebih banyak lagi .
Globalisasi juga cenderung memmisahkan nasib korporasi dari pada nasib pra karyawannya, Keuntungan yang lebih banyak tidak lagi berarti tentu jaminan kerja lebih baik dan dan gaji lebih besar (Klaus Schwab & Claude Smaja Dir. The World Economic forum
Oleh : Muhamad Zen (FB)
www.MataHati.com
Globalisasi juga cenderung memmisahkan nasib korporasi dari pada nasib pra karyawannya, Keuntungan yang lebih banyak tidak lagi berarti tentu jaminan kerja lebih baik dan dan gaji lebih besar (Klaus Schwab & Claude Smaja Dir. The World Economic forum
Oleh : Muhamad Zen (FB)
www.MataHati.com
Akibat Hutang
Akibat hutang 25 tahun lagi Kita (Indonesia) akan tenggelam dalam lautan hutang... sebagian besar sumber daya alam bukan milik kita lagi .. karena sudah di jadikan borah untuk hutang ..
kita hanya mampu membayar bunga hutang tidak pokok hutang.... Kita hanya punya nama tapi tidak punya apa-apa. dan yang paling menyedihkan generasi mendatang akan terus menyalahkan tindakan bodoh ini.
Oleh: Muhamad Zen (FB)
www.MataHati.com
kita hanya mampu membayar bunga hutang tidak pokok hutang.... Kita hanya punya nama tapi tidak punya apa-apa. dan yang paling menyedihkan generasi mendatang akan terus menyalahkan tindakan bodoh ini.
Oleh: Muhamad Zen (FB)
www.MataHati.com
Kapitalisme Menang atas Komunisme
Thn 1980-an kapitalisme menang atas komunisme.. Thn 1990-an kapitalisme pun menang diam-diam dari demokrasi.
Demokrasi pun dapat di jual dengan harga penawaran tertinggi, setelah krisis keuangan dan pemanasan global kapitalisme mulai manjadi usang.. kedepan........?
Oleh Muhamad Zen (FB)
www.MataHati.com
Demokrasi pun dapat di jual dengan harga penawaran tertinggi, setelah krisis keuangan dan pemanasan global kapitalisme mulai manjadi usang.. kedepan........?
Oleh Muhamad Zen (FB)
www.MataHati.com
Sabtu, 30 Mei 2009
Oknum adalah sebutan baru bagi pahlawan, dalam komunitas Koruptor
Percaya atau tidak, sadar atau tidak, kita sudah diracuni oleh kata-kata oknum pada zaman pemerintahan Soeharto.
Dimana oknum diartikan, sebagai orang yang ketahuan salah/korupsi diantara para koruptor.
Artinya, yang salah/korupsi tapi tidak ketahuan, adalah orang-orang yang masih dilindungi oleh oknum tadi. Sehingga logikanya adalah, oknum merupakan pahlawan bagi komunitasnya, yang sesungguhnya sama-sama berbuat salah/korupsi.
Dalam konteks Bangsa dan Negara, seorang koruptor adalah penghianat bagi pembangunan bangsa, dan perlu diberlakukan sebagai penghianat.
Kapankah para petinggi/pejabat/wakil rakyat/dlsb dapat mengartikan bahwa Koruptor adalah penghianat, dan tentunya juga mengimplementasikannya....
Dimana oknum diartikan, sebagai orang yang ketahuan salah/korupsi diantara para koruptor.
Artinya, yang salah/korupsi tapi tidak ketahuan, adalah orang-orang yang masih dilindungi oleh oknum tadi. Sehingga logikanya adalah, oknum merupakan pahlawan bagi komunitasnya, yang sesungguhnya sama-sama berbuat salah/korupsi.
Dalam konteks Bangsa dan Negara, seorang koruptor adalah penghianat bagi pembangunan bangsa, dan perlu diberlakukan sebagai penghianat.
Kapankah para petinggi/pejabat/wakil rakyat/dlsb dapat mengartikan bahwa Koruptor adalah penghianat, dan tentunya juga mengimplementasikannya....
Label:
HAM,
MataHati,
Oknum,
Pejabat Pemerintah
Senin, 18 Mei 2009
Komunikasi Politik - Sebuah Apologi para politisi untuk tidak berkomitmen kepada para Konstituen-nya
Akhir-akhir ini, kita sering dengar apa yang disebut dengan Komunikasi Politik.
Dimana selalu ditekankan bahwa dalam politik semua dapat terjadi, dapat berubah, dan mempunyai segala kemungkinan. Kalau kita jeli, apakah ini bukan politik Machiavellian, dimana semuanya dibuat halal.
Kalau para Pemimpin partai-partai tersebut, memang mempunyai komitmen untuk mencerdaskan bangsanya, semestinya mereka tidak melakukan hal itu.
Belum menang saja, mereka sudah berselingkuh dari konstituen-nya.
Ditambah lagi banyak partai yang main di dua kaki, seperti pemain judi koprok saja. Seperti diberitakan oleh Fahmi Idris pada waktu wawancara di TV, bahwa adanya orang-orang PAN, PBR, dan PPP yang ikut dalam koalisi mereka.
Dimana selalu ditekankan bahwa dalam politik semua dapat terjadi, dapat berubah, dan mempunyai segala kemungkinan. Kalau kita jeli, apakah ini bukan politik Machiavellian, dimana semuanya dibuat halal.
Kalau para Pemimpin partai-partai tersebut, memang mempunyai komitmen untuk mencerdaskan bangsanya, semestinya mereka tidak melakukan hal itu.
Belum menang saja, mereka sudah berselingkuh dari konstituen-nya.
Ditambah lagi banyak partai yang main di dua kaki, seperti pemain judi koprok saja. Seperti diberitakan oleh Fahmi Idris pada waktu wawancara di TV, bahwa adanya orang-orang PAN, PBR, dan PPP yang ikut dalam koalisi mereka.
Selasa, 05 Mei 2009
Platform Politik atau Adu Kekuatan????
Setelah Pemilu Legislatif, terlihat jelas adanya 2 kubu yang berseteru, yakni Kubu Koalisi berdasarkan Platform dan Koalisi yang berhitung Matematis.
Berkaca dari dua kubu di atas, saya hanya dapat melihat bahwa, hari gini masih mau menipu rakyat.
Terlepas apakah platform yang dianut baik atau tidak, tetapi rakyat diajak berfikir secara ideologis dan semoga bukan dogmatis, dan inilah sebenarnya politik yang lebih sehat.
Sedangkan Koalisi Matematis yang hanya berfikir tentang kemenangan, dan tidak lagi menghiraukan pendukungnya, yang memilihnya berdasarkan platform yang mereka iklankan pada saat sebelum pemilu legislatif berlangsung.
Mari kita berfikir, untuk bersikap dalam menetapkan pilihan kita.
Koalisi matematis, saya pikir sudah pasti tidak akan menghiraukan aspirasi rakyat, hal ini terlihat dari cara mereka berkoalisi.
Sedangkan Koalisi Platform, harus pula kita kritisi dengan melihat siapa-siapa yang akan menjadi pucuk pimpinan.
Kalau cawapres dari salah satu partai dengan platform agama yang kuat, maka perlu kita pikirkan lagi untuk memilih atau tidak????
Berkaca dari dua kubu di atas, saya hanya dapat melihat bahwa, hari gini masih mau menipu rakyat.
Terlepas apakah platform yang dianut baik atau tidak, tetapi rakyat diajak berfikir secara ideologis dan semoga bukan dogmatis, dan inilah sebenarnya politik yang lebih sehat.
Sedangkan Koalisi Matematis yang hanya berfikir tentang kemenangan, dan tidak lagi menghiraukan pendukungnya, yang memilihnya berdasarkan platform yang mereka iklankan pada saat sebelum pemilu legislatif berlangsung.
Mari kita berfikir, untuk bersikap dalam menetapkan pilihan kita.
Koalisi matematis, saya pikir sudah pasti tidak akan menghiraukan aspirasi rakyat, hal ini terlihat dari cara mereka berkoalisi.
Sedangkan Koalisi Platform, harus pula kita kritisi dengan melihat siapa-siapa yang akan menjadi pucuk pimpinan.
Kalau cawapres dari salah satu partai dengan platform agama yang kuat, maka perlu kita pikirkan lagi untuk memilih atau tidak????
Minggu, 03 Mei 2009
Korupsi Yang Sudah Melembaga
Catatan:
Berkaca dari "Kasus Surat (ada nuansa balas dendam)" yang dikeluarkan oleh Kejaksaan untuk Antasari (terlepas Antasari salah atau tidak salah), ini adalah cerminan perang yang dilancarkan sebuah gank besar.
Mungkin hanya ada di Indonesia, ketika teman satu departemen yang terbukti menjadi pelaku Korupsi, maka teman-teman satu departemennya turut ikutan balas dendam terhadap orang yang mengungkap kasus korupsi temannya tersebut.
Secara sistematis, seharusnya teman-temannya (atasan dan bawahan) membuat hal tersebut menjadikan sebuah input yang positif, untuk membenahi departemennya.
Secara Psikologis;
Kalau persekawanan tersebut, justru membalas dendam kepada pengungkap kasus rekannya, maka mereka kemungkinan besar adalah pelaku-pelaku korupsi, yang mempunyai kesetiakawanan yang tinggi terhadap rekannya.
Kalau memang begini kondisinya di Indonesia, maka kasus korupsi bukan saja harus diselesaikan di ruang sidang....
Berkaca dari "Kasus Surat (ada nuansa balas dendam)" yang dikeluarkan oleh Kejaksaan untuk Antasari (terlepas Antasari salah atau tidak salah), ini adalah cerminan perang yang dilancarkan sebuah gank besar.
Mungkin hanya ada di Indonesia, ketika teman satu departemen yang terbukti menjadi pelaku Korupsi, maka teman-teman satu departemennya turut ikutan balas dendam terhadap orang yang mengungkap kasus korupsi temannya tersebut.
Secara sistematis, seharusnya teman-temannya (atasan dan bawahan) membuat hal tersebut menjadikan sebuah input yang positif, untuk membenahi departemennya.
Secara Psikologis;
Kalau persekawanan tersebut, justru membalas dendam kepada pengungkap kasus rekannya, maka mereka kemungkinan besar adalah pelaku-pelaku korupsi, yang mempunyai kesetiakawanan yang tinggi terhadap rekannya.
Kalau memang begini kondisinya di Indonesia, maka kasus korupsi bukan saja harus diselesaikan di ruang sidang....
Senin, 20 April 2009
Jangan Salahkan Hutang, Tetapi Pra dan Pasca Pengelolaan-nya
Kebiasaan orang yang tidak kapabel adalah, selalu menyalahkan pihak lain, sementara orang tersebut tidak mampu.
Dari pernyataan di bawah (koran tempo 15 April 2009), jelas bahwa mengapa mereka (Pemerintah / LSM - sama saja) meminta atau menerima hutang?
Tetapi, ketika hutang digelontorkan, dan habis tidak karuan, justru malah pemberi hutang yang disalahkan.
Kita boleh kritis terhadap negara-negara kapitalis yang menjebak kita, tetapi kita juga harus jernih melihat itu semua.
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Koran Tempo: Rabu, 15 April 2009
Ekonomi dan Bisnis
70 Persen Proyek ADB Merugikan
JAKARTA — Koalisi Masyarakat Sipil Indonesia bersama Non-Government Organization on Asian Development Bank (ADB) menyebutkan 70 persen proyek ADB merugikan masyarakat Indonesia.
"Audit internal ADB sendiri pada 2002 yang menyatakan utang itu tidak memberi manfaat," kata Titi Soentoro, Koordinator Advokasi Forum Jaringan LSM ADB. Menurut dia, audit ini masih relevan karena verifikasi oleh Koalisi menunjukkan tidak ada perubahan berarti. Bahkan krisis global memperburuk kehidupan masyarakat.
Sekretaris Jenderal Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) M. Riza Damanik mencontohkan industri tambak udang selama 2006-2013 yang didanai ADB senilai US$ 33 juta tidak memberi manfaat, namun justru menyebabkan kerusakan. Berbagai industri tambak udang telah merusak 1,9 juta hektare dari 4,7 hektare mangrove.
Muhammad Ikhwan dari Serikat Petani Indonesia memaparkan proyek ADB sejak 1995 hingga telah menyulitkan petani mengakses lahan miliknya karena program sertifikasi lahan adat dan pertanian mereka.
Juru bicara ADB, Ayun Sundari, memastikan auditor ADB tidak pernah mengeluarkan laporan bahwa 70 persen proyek ADB gagal di Indonesia. "Tidak ada sama sekali angka itu. Saya tidak tahu dari mana info itu mereka dapat," kata Ayun kepada Tempo kemarin.
Lalu dia menyebutkan sejumlah proyek ADB yang justru memberikan manfaat bagi masyarakat di beberapa daerah. "Mereka itu mestinya ke lapangan untuk melihat proyek-proyek ADB," kata dia. "Jangan jadi bias karena mereka kelompok antiutang."AQIDAH SWAMURTI | MARIA HASUGIAN
Sumber: http://www.korantem po.com/ korantempo/koran/ 2009/04/15/ Ekonomi_dan_ Bisnis/krn. 20090415.162524. id.html
Dari pernyataan di bawah (koran tempo 15 April 2009), jelas bahwa mengapa mereka (Pemerintah / LSM - sama saja) meminta atau menerima hutang?
Tetapi, ketika hutang digelontorkan, dan habis tidak karuan, justru malah pemberi hutang yang disalahkan.
Kita boleh kritis terhadap negara-negara kapitalis yang menjebak kita, tetapi kita juga harus jernih melihat itu semua.
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Koran Tempo: Rabu, 15 April 2009
Ekonomi dan Bisnis
70 Persen Proyek ADB Merugikan
JAKARTA — Koalisi Masyarakat Sipil Indonesia bersama Non-Government Organization on Asian Development Bank (ADB) menyebutkan 70 persen proyek ADB merugikan masyarakat Indonesia.
"Audit internal ADB sendiri pada 2002 yang menyatakan utang itu tidak memberi manfaat," kata Titi Soentoro, Koordinator Advokasi Forum Jaringan LSM ADB. Menurut dia, audit ini masih relevan karena verifikasi oleh Koalisi menunjukkan tidak ada perubahan berarti. Bahkan krisis global memperburuk kehidupan masyarakat.
Sekretaris Jenderal Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) M. Riza Damanik mencontohkan industri tambak udang selama 2006-2013 yang didanai ADB senilai US$ 33 juta tidak memberi manfaat, namun justru menyebabkan kerusakan. Berbagai industri tambak udang telah merusak 1,9 juta hektare dari 4,7 hektare mangrove.
Muhammad Ikhwan dari Serikat Petani Indonesia memaparkan proyek ADB sejak 1995 hingga telah menyulitkan petani mengakses lahan miliknya karena program sertifikasi lahan adat dan pertanian mereka.
Juru bicara ADB, Ayun Sundari, memastikan auditor ADB tidak pernah mengeluarkan laporan bahwa 70 persen proyek ADB gagal di Indonesia. "Tidak ada sama sekali angka itu. Saya tidak tahu dari mana info itu mereka dapat," kata Ayun kepada Tempo kemarin.
Lalu dia menyebutkan sejumlah proyek ADB yang justru memberikan manfaat bagi masyarakat di beberapa daerah. "Mereka itu mestinya ke lapangan untuk melihat proyek-proyek ADB," kata dia. "Jangan jadi bias karena mereka kelompok antiutang."AQIDAH SWAMURTI | MARIA HASUGIAN
Sumber: http://www.korantem po.com/ korantempo/koran/ 2009/04/15/ Ekonomi_dan_ Bisnis/krn. 20090415.162524. id.html
Kamis, 09 April 2009
Harapan Setelah Pemilu Legislatif 2009
Anggota legislatif priode 2004 - 2009, merupakan pembelajaran bagi rakyat Indonesia untuk melihat, bahwa ada beberapa Anggota Dewan Yang Terhormat, atau yang bertindak dengan cara berjamaah, memainkan kekuasaannya, bukan berdasarkan Amanat Rakyat yang memilihnya.
Melupakan Amanat Rakyat, sama halnya dengan menghianati bangsa-nya sendiri. Karena rakyat yang memberikan haknya kepada Anggota Dewan pilihannya, berharap agar bangsa ini lebih baik nasibnya dari hari ke hari.
Bukan justru, setelah mereka mendapatkan legitimasi kekuasaan dari Amanat Rakyat, memainkannya untuk memperburuk nasib bangsa ini, terlebih justru berlomba untuk korupsi.
Karena memang tidak sedikit, kalau tidak mau dibilang banyak sekali Calon Anggota Legislatif yang menghabiskan uang, bagi kepentingan kampanyenya. Tidak heran, setelah mereka menang, malah justru sibuk untuk mengembalikan uang yang dipakai kampanye tadi atau yang mereka sebut sebagai investasi.
Sedih sekali melihat pola pikir mereka, bahwa menjadi Anggota Dewan adalah sebuah pekerjaan dengan gaji besar, bukan panggilan nurani karena memikirkan bangsa-nya yang sedang terpuruk ini.
Untuk itu, saya menghimbau teman-teman agar terus mengkritisi para politisi politikus tersebut, dengan tulisan-tulisan yang independen. Agar orang-orang yang masih memiliki nurani dan dapat melihatnya dengan matahati mereka, untuk terus memperjuangkan kebesaran bangsa ini dikemudian hari. Amin
Salah satu cara untuk mengkritisi para politisi tersebut, maka dalam kondisi kekuatan penguasa yang harus berkoalisi ini. Kita harus mengawal trus para menteri di kabinet, dengan melihat asal partainya, bukan lagi pada siapa presidennya.
Karena dalam sistem pengelolaan kekuasaan berdasarkan koalisi, tidak menutup kemungkinan bahwa penggembosan justru datang dari salah satu partai didalamnya sendiri.
Kalau tidak kita mulai dari sekarang, maka kapan kita akan memulainya....
Melupakan Amanat Rakyat, sama halnya dengan menghianati bangsa-nya sendiri. Karena rakyat yang memberikan haknya kepada Anggota Dewan pilihannya, berharap agar bangsa ini lebih baik nasibnya dari hari ke hari.
Bukan justru, setelah mereka mendapatkan legitimasi kekuasaan dari Amanat Rakyat, memainkannya untuk memperburuk nasib bangsa ini, terlebih justru berlomba untuk korupsi.
Karena memang tidak sedikit, kalau tidak mau dibilang banyak sekali Calon Anggota Legislatif yang menghabiskan uang, bagi kepentingan kampanyenya. Tidak heran, setelah mereka menang, malah justru sibuk untuk mengembalikan uang yang dipakai kampanye tadi atau yang mereka sebut sebagai investasi.
Sedih sekali melihat pola pikir mereka, bahwa menjadi Anggota Dewan adalah sebuah pekerjaan dengan gaji besar, bukan panggilan nurani karena memikirkan bangsa-nya yang sedang terpuruk ini.
Untuk itu, saya menghimbau teman-teman agar terus mengkritisi para politisi politikus tersebut, dengan tulisan-tulisan yang independen. Agar orang-orang yang masih memiliki nurani dan dapat melihatnya dengan matahati mereka, untuk terus memperjuangkan kebesaran bangsa ini dikemudian hari. Amin
Salah satu cara untuk mengkritisi para politisi tersebut, maka dalam kondisi kekuatan penguasa yang harus berkoalisi ini. Kita harus mengawal trus para menteri di kabinet, dengan melihat asal partainya, bukan lagi pada siapa presidennya.
Karena dalam sistem pengelolaan kekuasaan berdasarkan koalisi, tidak menutup kemungkinan bahwa penggembosan justru datang dari salah satu partai didalamnya sendiri.
Kalau tidak kita mulai dari sekarang, maka kapan kita akan memulainya....
Senin, 23 Maret 2009
Penghayat Kepercataan Tuhan YME Dapatkan Pelayanan Hak Administrasi
Senin, 23 Maret 2009 17:28 WIB | Peristiwa | | Dibaca 84 kali
Jakarta (ANTARA News) - Seseorang dan kelompok penganut Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa mendapatkan hak-hak administrasi seperti pencamtuman dalam KTP, akte kelahiran, perkawinan dan kematian, kata Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan YME Depbudpar KP Sulistyo Tirtokusumo.
Sulistyo mengatakan hal itu di Jakarta, Senin, di sela sela Lokakarya Sosialisasi RPB Mendagri dan Menbudpar Tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas dan Kewajiban Kepala Daerah/Wk Kepda dalam pelestarian kebudayaan dan dalam pelayanan kepada penghayat kepercayaan terhadap Tuhan YME.
Ia menjelaskan, pemenuhan hak administrasi dan menjalankan keyakinannya oleh pemerintah kepada penghayat kepercayaan didasarkan atas amanat UU No 23/2006 tentang Administrasi Kependudukan dan PP No 37/2007 tentang Pelaksanaan UU No 23/2006.
Sementara itu, Dirjen Nilai Budaya Seni dan Film, Tjetjep Suparman mengatakan, dengan UU dan PP tersebut,penghayat kepercayaan terhadap Tuhan YME tidak boleh didiskriminasikan dan mereka berhak mendapatkan perlindungan dan pelayanan adminitrasi seperti pencantuman dalam KTP, akte perkawinan, kelahiran dan kematian, dan pendirian pesucen (tempat berdoa), dan lahan pemakaman.
Menurut data Depbudpar, saat ini terdapat 1.515 organisasi penghayat kepercayaan terhadap TYME, 245 diantaranya memiliki kepengurusan di tingkat nasional dan jumlah pemeluknya se-Indonesia sekitar 10 juta orang.
Sedangkan, masalah pengawasan penghayat kepercayaan ditangani oleh Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakor Pakem) yang beranggotakan delapan instansi pemerintah di pusat.
Terkait sosialisasi rancangan peratuan bersama (RPB) Mendagri dan Menbudpar, Suparman mengharapkan, adanya standar yang sama dari daerah se Indonesia dalam pelayanan kepada para penghayat kepercayaan Tuhan YME serta pemenuhan hak sipilnya sesuai perintah UUD 1945, UU No 39/1999 tentang Hak Asasi Manusia dan UU No 23/2006 tentang Kependudukan.
Dirjen mengharapkan, terkait RPB tersebut, pemda kab/kota se Indonesia berkomitmen mengalokasikan anggaran yang proporsional untuk pelesatarian kebudayaan dan pelayanan penghayat kepercyaan Tuhan YME.(*)Kejawen Online
Sumber : http://www.antara.co.id/view/?i=1237804113&c=NAS&s=
Jakarta (ANTARA News) - Seseorang dan kelompok penganut Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa mendapatkan hak-hak administrasi seperti pencamtuman dalam KTP, akte kelahiran, perkawinan dan kematian, kata Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan YME Depbudpar KP Sulistyo Tirtokusumo.
Sulistyo mengatakan hal itu di Jakarta, Senin, di sela sela Lokakarya Sosialisasi RPB Mendagri dan Menbudpar Tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas dan Kewajiban Kepala Daerah/Wk Kepda dalam pelestarian kebudayaan dan dalam pelayanan kepada penghayat kepercayaan terhadap Tuhan YME.
Ia menjelaskan, pemenuhan hak administrasi dan menjalankan keyakinannya oleh pemerintah kepada penghayat kepercayaan didasarkan atas amanat UU No 23/2006 tentang Administrasi Kependudukan dan PP No 37/2007 tentang Pelaksanaan UU No 23/2006.
Sementara itu, Dirjen Nilai Budaya Seni dan Film, Tjetjep Suparman mengatakan, dengan UU dan PP tersebut,penghayat kepercayaan terhadap Tuhan YME tidak boleh didiskriminasikan dan mereka berhak mendapatkan perlindungan dan pelayanan adminitrasi seperti pencantuman dalam KTP, akte perkawinan, kelahiran dan kematian, dan pendirian pesucen (tempat berdoa), dan lahan pemakaman.
Menurut data Depbudpar, saat ini terdapat 1.515 organisasi penghayat kepercayaan terhadap TYME, 245 diantaranya memiliki kepengurusan di tingkat nasional dan jumlah pemeluknya se-Indonesia sekitar 10 juta orang.
Sedangkan, masalah pengawasan penghayat kepercayaan ditangani oleh Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakor Pakem) yang beranggotakan delapan instansi pemerintah di pusat.
Terkait sosialisasi rancangan peratuan bersama (RPB) Mendagri dan Menbudpar, Suparman mengharapkan, adanya standar yang sama dari daerah se Indonesia dalam pelayanan kepada para penghayat kepercayaan Tuhan YME serta pemenuhan hak sipilnya sesuai perintah UUD 1945, UU No 39/1999 tentang Hak Asasi Manusia dan UU No 23/2006 tentang Kependudukan.
Dirjen mengharapkan, terkait RPB tersebut, pemda kab/kota se Indonesia berkomitmen mengalokasikan anggaran yang proporsional untuk pelesatarian kebudayaan dan pelayanan penghayat kepercyaan Tuhan YME.(*)Kejawen Online
Sumber : http://www.antara.co.id/view/?i=1237804113&c=NAS&s=
Langganan:
Postingan (Atom)