Senin, 02 November 2009

Umat beragama boleh berbuat jahat????

Jawabannya boleh, coba ikuti rekaman KPK yang diputar di MK

Mendengarkan KPK Diputar di MK

Di satu sisi, saya suka, karena kita dapat mengetahui kejelasan dasar Polisi menangkap pak Bibit dan pak Chandra, sampai dua jam, kayanya tidak ada data yang mengharuskan pak Bibit dan pak Chandra ditahan, karena masih sumir.

Di lain pihak, saya prihatin, ternyata para penegak hukum kita dapat dengan leluasa berhubungan dan mengatur tingkat kesalahan para penjahat kelas kakap.

Di benak saya, ternyata mental dan moral para penegak hukum kita lebih rendah dari penegak hukum di film-film Holiwood yang kita lihat di film-film mafia. Pasalnya, para penegak hukum disana tidak pernah mengatasnamakan baha mereka adalah "Umat Beragama"

Kalau di Indonesia, sebutan "Kita khan umat beragama" seolah-olah menjadi bumbu, bahwa umat beragama di Indonesia boleh berbuat lebih kejam dan lebih jahat dari orang Barat yang kurang beragama.

Senin, 05 Oktober 2009

Noordin M Top Ternyata Doyan Disodomi

Membaca judul di atas dari sebuah blog, saya jadi penasaran. Langsung saja saya googling sehubungan dengan informasi di atas, ups...., yang saya dapatkan adalah sbb:

Gaya Ibrahim yang khas....

Sumber:
Rabu, 22/07/2009 06:25 WIB
Bom JW Marriott dan Ritz-Carlton
E Mei Amelia R - detikNews
http://www.detiknews.com/read/2009/07/22/062537/1169094/10/ibrahim-tinggalkan-wasiat-agar-keluarga-bayar-utang

-- Batas Berita Baru

Dani Agak Gemulai Tapi Beli Air Mineral Galon Angkat Sendiri

Nama Dani Dwi Permana kini menjadi buah bibir. Pelaku bom bunuh diri di Hotel JW Marriott itu sosoknya dikenang lemah gemulai.

Meski demikian, saat membeli air mineral galon, Dani selalu mengangkatnya sendiri. Ia tidak mau si penjual air mineral membawakan barang yang dibelinya sampai ke rumah.

Demikian disampaikan penjaga toko di depan rumah kontrakan Ibrohim, Resti (17) di Jl Pondok Jaya I, Mampang, Jakarta, Rabu (12/8/2009). Dani dan tersangka teroris lainnya pernah datang ke kontrakan rumah di Mampang itu selama 3 minggu. Resti menuturkan, Dani sering membeli makanan kecil dan air mineral usai maghrib. "Dia nggak mau diantarin galonnya. Padahal kalau di sini semua pada diantarin. Katanya nggak usah dekat kok," kata Resti yang awalnya menduga Dani adalah Ibrohim. Namun saat ditunjukkan foto-foto para tersangka bom, Resti mengaku yang dimaksudnya adalah Dani.

Resti mengatakan, Dani sosok yang tampak lemah gemulai. Karena itu dirinya kaget saat melihat pemberitaan di televisi kalau Dani terlibat teroris. "Dia agak lemah gemulai gitu sih, makanya kita kaget," tutur Resti.

Tidak hanya Ibrohim, ada seorang pria lainnya yang berkulit hitam serta brewokan yang juga tinggal di rumah tersebut. "Di sini mereka sekitar 3 mingguan," ujarnya.

Pantauan detikcom, pukul 11.00 WIB, rumah yang berukuran 8x4 meter itu tidak diberi garis polisi. Cukup sulit mencari rumah itu karena penduduk setempat mengunci rapat mulut mereka sejak penggerebekan Densus 88.

Pemilik kontrakan, Gondo dan Wiwit pun mengurung diri dan enggan berkomentar. Sementara itu anak Ketua RT, Puri membenarkan adanya anggota Densus 88 beberapa kali menemui bapaknya, Susmadi. (gus/iy)

Sumber :
Rabu, 12/08/2009 12:21 WIB
updated
Andi Saputra - detikNews
http://www.detiknews.com/read/2009/08/12/122115/1181770/10/ibrohim-agak-gemulai-tapi-beli-aqua-galon-angkat-sendiri?991101605

-- Batas Berita Baru

Mun'im Idris: Noordin Biasa Disodomi
Tim dari Universitas Indonesia (UI) menemukan kelainan di jasad gembong teroris Noordin M Top. Kelainan itu adalah bentuk corong di dubur pria yang mempunyai sejumlah istri itu.

"Ada berbentuk corong di duburnya. Biasa disodomi, sudah sering melakukan itu," kata ahli forensik RSCM dr Mun'im Idris kepada detikcom, Rabu (30/9/2009).

Menurut Mun'im, bentuk corong itu merupakan tanda-tanda Noordin sering disodomi. "Ya itu kita periksa. Agak sensitif memang," ujar pria yang selalu bertopi ini.

Namun, apakah benar jasad tersebut adalah jenazah Noordin? Hingga kini, sejumlah kalangan meragukan jenazah pria berewokan yang membujur kaku di RS Polri adalah Noordin. Menurut mereka yang skeptis, ciri-ciri jasad itu tidak seperti yang melekat pada Noordin.

Sementara itu Wakadiv Humas Mabes Polri Brigjen Sulistyo Ishak saat dikonfirmasi soal temuan Mun'im mengaku belum mengetahui informasi tersebut. "Saya belum terima informasi itu. Kita tunggu saja," katanya. (gus/iy)

Sumber :
Rabu, 30/09/2009 16:13 WIB
Chazizah Gusnita - detikNews
http://www.detiknews.com/read/2009/09/30/161300/1212029/10/munim-idris-noordin-biasa-disodomi

-- Batas Berita Baru

Polisi Tak Tahu Kelainan Dubur Noordin
Polri mengaku tak tahu-menahu perihal kelainan yang terdapat pada jenazah gembong teroris Noordin M Top.

Sebelumnya, tim forensik Universitas Indonesia (UI) yang siang tadi mendatangi RS Polri, antara lain Adrianus Meliala dan Mun'im Idris. Mun'im mengatakan, terdapat kelainan pada dubur jenazah Noordin. Namun, ahli forensik itu enggan menjelaskan lebih detail mengenai kelainan tersebut.

"Saya tidak tahu soal itu. Itu kan bagian kedokteran, bukan bagian penyidik," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Nanan Sukarna, Rabu (30/9) di Mabes Polri.

Menurut Nanan, pemeriksaan pada kondisi fisik jenazah merupakan tugas dari tim kedokteran, bukan tugas dari penyidik Polri. "Polisi itu penyidik, memangnya ngutak-atik dubur. Ada yang jadi bagian penyidik ada yang bagian kedokteran. Harus dibedakan itu," terangnya.

Ia menegaskan, yang mengetahui secara persis kondisi fisik jenazah adalah tim kedokteran. "Ya yang tahu itu kan dari DVI, dokter, dan forensik," tegasnya.

Sumber :
Kompas Rabu, 30 September 2009 | 17:20 WIB
http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/09/30/17203339/polisi.tak.tahu.kelainan.dubur.noordin.

Jumat, 25 September 2009

Meraih Mimpi

Kemarin saya menonton "Meraih Mimpi", wah-wah, saya salut dan kagum dengan kwalitas film cartoon layar lebar pertama buatan anak negeri yang saya tonton ini.

Sebagai orang awam, menurut saya hampir perfect, tetapi ada satu hal yang mengganjal perasaan saya.
Ketika adegan yang sebetulnya menegangkan, saya tidak dapat merasakan ketegangan itu. Saya tanya juga ke beberapa penonton yang lain, jawabannya ternyata sama dengan saya.
Tetapi secara keseluruhan film tersebut, keren abis....

Jumat, 18 September 2009

Tokoh India Indonesia : Raam Punjabi

oleh adi supardi

Tokoh India Indonesia (Etnis India Indonesia) bernama Raam Punjabi yang mempunyai nama lengkap Raam Jethmal Punjabi kelahiran Surabaya, Jawa Timur, 6 Oktober 1943 adalah seorang produser film dan sinetron paling sukses di Indonesia dengan rumah produksinya Multivision Plus.

Multivision Plus menaungi 150 artis, 20 sutradara, dan 300 tenaga yang dikontrak secara eksklusif oleh production house itu dan setiap minggu, Multivision Plus membuat tayangan sinetron lebih kurang 22 jam.

Pada tahun 2004, terbit buku biografi Raam Punjabi berjudul Panggung Hidup Raam Punjabi. Buku setebal lebih dari 300 halaman dan disusun oleh Alberthiene Endah itu banyak mengetengahkan sisi kehidupan Raam Punjabi. Buku tersebut ini diterbitkan Grasindo (kelompok penerbit milik PT Gramedia).

Penyelamat industri perfilman Indonesia, Raam Punjabi memiliki istri bernama :
Shanta Ramchand Harjani (Raakhee Punjabi) dan anak bernama Ameet Punjabi (Alm), Karuishma Punjabi, Amrit Punjabi. Sedangkan Ayah bernama Jethmal Tolaram Punjabi dan Ibu bernama Dhanibhai Jethmal Punjabi

Source : etnisuku.wordpress.com

Rabu, 16 September 2009

Etnis India Indonesia : Perkembangan Populasinya

oleh adi supardi

Menurut Wikipedia, diperkirakan populasi Etnis India Indonesia (EII) sekitar 50.000 – 80.000 orang, yang separuhnya bermukim di kawasan Medan dan Pematang Siantar Sumatra Utara, di Jakarta sekitar 10.000 orang dan sisanya tersebar diberbagai wilayah seperti Palembang, Aceh, Bandung, Semarang, Surakarta, Jogjakarta, Surabaya, Malang, Bangil dan Bali.

Hitungan tersebut hanya untuk orang keturunan India yang benar-benar tulen dari India dan belum termasuk yang berdarah campuran.

Ditilik dari asal muasalnya, mereka terdapat tiga kelompok yaitu suku Tamil berasal dari India Selatan, suku Punjabi dan suku Sindhi. dari India Utara.

Untuk agama, mayoritas EII menganut agama Hindu dan Budha, sebagian lain beragama Sikh, Kristen dan Islam.

Source : etnisuku.wordpress.com

Selasa, 08 September 2009

Pemahaman dan Penguatan Wawasan Kebangsaan

oleh adi supardi

Suatu bangsa menjadi bangsa besar; produktif dan mandiri, adil dan beradab, solidaritas tinggi dan berwibawa, serta ketegaran yang berkelanjutan, bukan semata-mata dilihat dari besarnya jumlah penduduk; melainkan kualitas manusia (“masyarakat”) sebagai bangsa kuat dan beradab.

Demikian disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Ikatan Sosiologi Indonesia , Dr. Ir. Tri Pranadji, MSi, APU dalam “Forum Komunikasi dan Konsultasi Pembauran dalam Rangka Fasilitasi dan Penguatan Kelembagaan “ di Jakarta 8 September 2009

Dijelaskan, Penguatan pengintegrtasi multicultural bangsa terdapat Enam elemen sosio-kultural : Nilai-nilai sosio-kultural . Kepemimpinan progresif , Struktur masyarakat. Sistem pemerintahan, Kompetensi SDM dan Manajemen social.

Source : etnisuku.wordpress.com
Proyek Bersih Parpol Hanya Slogan - AntiKorupsi.org