Selasa, 14 Juli 2009

Papua peaceful despite attacks

After shooting incident in Timika, situation in all city of papua are peaceful as statement’s The National Police considers security in Papua stable despite a series of attacks on PT Freeport Indonesia in Mimika regency over the weekend, which killed three people. A spokesman for the National Police, Brig. Gen. Sulistyo Ishak, said the police had taken tough measures to maintain security around Freeport’s operational site and Papua in general.

The National Police Headquarters has sent a counter-terror squad to help the local police hunt down perpetrators of the attacks, the victims of which included a police officer."We are considering dispatch of reinforcement troops to support the operation, but it will depend on development in the field,” Sulistyo was quoted by Antara state news agency. He called on local people to help police locate the armed group who perpetrated the ambushTo Overcome the incident, Papua administration is planning to open a dialogue involving all elements of society in the hope of achieving common ground on the recent terror attacks in the province. We have agreed to hold the forum in the coming days, because the dialogue was crucial to avoid public suspicion and the spread of terror Papua Deputy Governor Alex Hasegem

Source : Archipelago | Mon, 07/13/2009 | National

Jumat, 10 Juli 2009

Hak-hak Minoritas dan Multikulturalisme di Indonesia

Oleh Ridwan al-Makassary
Adalah rahasia umum bahwa Indonesia adalah hamparan masyarakat heterogen yang sedang terus menerus mendefinisikan dirinya. Dikenal sebagai masyarakat majemuk (pluralis), Indonesia terbentuk dari lima ratus etnik yang berbicara dalam enam ratus jenis bahasa.

Dewasa ini berbagai kelompok etnik tersebut hidup berdampingan dengan kelompok etnik lokal lainnya baik di kota maupun di desa. Dalam konteks ini, jalinan hubungan antar-etnik semakin intensif dibandingkan dengan jaman dulu. Selanjutnya, realitas ini rentan menimbulkan problematika akomodasi perbedaan budaya antara kelompok pendatang dan komunitas lokal, terutama jika komunitas pendatang cenderung lebih baik secara ekonomi.
Gagasan tentang hakminoritas dan multikulturalise menjadi signifikan dalam konteks semacam itu. Masa depan Indonesia akan sangat ditentukan oleh bagaimana keragaman itu bisa dikelola dengan baik sehingga bisa menghasilkan konstruksi masyarakat pluralis yang mengakui dan merayakan perbedaan.
Menurut Parsudi Suparlan, Kelompok minoritas adalah orang-orang yang diperlakukan secara diskriminatif dalam masyarakat karena ciri-ciri fisik tubuh atau asal-usul keturunannya atau kebudayaannya berbeda. Mereka tidak saja diperlakukan sebagai orang luar dalam masyarakat tempat mereka hidup, namun juga menempati posisi yang tidak menguntungkan, karena mereka tidak memperoleh akses terhadap sosial, ekonomi, dan politik.
Dewasa ini diskursus hak minoritas didominasi oleh teori politik, terutama setelah bangkrutnya ideologi komunisme yang melahirkan gelombang nasionalisme etnik di Eropa Timur yang secara dramatik telah merubah proses demokratisasi. Namun, terdapat beberapa faktor di dalam sistem demokrasi yang mapan yang menunjukkan pentingnya etnisitas; resistensi orang pribumi melawan imgiran dan pengungsi di berbagai negara Barat maju, kebangkitan dan mobilisasi politik indegenous people yang berujung pada lahirnya draft deklarasi hak indegenous people di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Selain itu, peningkatan ancaman separatis terjadi di sejumlah negara demokratis seperti Kanada (Quebeq), Inggris (Skotlandia), Belgia (Flanders) dan Spanyol (Katalonia).
Sementara itu, kondisi multikultur sebuah negara tidak dengan serta merta meniscayakan warganya hidup dalam tatanan multikultural. Satu negara hanya dapat dikatakan sebagai sebuah negara multikultur jika berbagai divesitas budaya yang eksis memiliki kesetaraan dalam arena publik.
Konsep multikulturalisme pada dasarnya menyokong gagasan mengenai perbedaan dan heteroginitas, sekaligus mendorong isu kesetaraan antara kelompok mayoritas dan minoritas. Karenanya, poin multikulturalisme adalah apakah entitas yang beragam tersebut memperoleh status yang setara dalam negara, atau justru mengalami minoritisasi melalui kebijakan publik negara.
Indonesia memang merupakan negara dengan kondisi multikultur, tetapi belum semua warganya bisa menerima gagasan tentang sebuah tatanan multikultural. Munculnya keterbukaan politik saat ini, setelah selama lebih dari tiga dekade hidup dalam pasungan otoritarianisme, itu justru menjadi salah satu pintu masuk bagi berlangsungnya bermacam-macam proses penguatan politik identitas (primordial) di banyak tempat. Lebih dari sekedar bentuk-bentuk euphoria politik setelah lepas dari otoritarianisme, kecenderungan politisasi identitas etnik dan agama yang sekarang terjadi di beberapa daerah sampai pada level ketika kebersamaan sebagai sebuah bangsa mulai dipertaruhkan. Beberapa tendensi formalisasi agama melalui kebijakan publik dalam label peraturan daerah, misalnya, mengundang resiko dilanggarnya the lowest common denominator yang sudah disepakati bersama sejak Indonesia meraih kemerdekaan dari kolonialisme tahun 1945 yang lalu, yakni fundamen bahwa Indonesia bukanlah negara yang didasarkan pada satu agama tertentu.
Singkatnya, semua anak bangsa mesti menyadari bahwa negara ini adalah milik bersama dan bukan milik etnik dan agama tertentu. Karenanya diperlukan kebijakan publik yang bisa memayungi semua kelompok dan mewujudkan integrasi sosial. Dalam hal ini, hak-hakminoritas dan multikulturalisme dapat menjadi alternatif dan solusi bagi masa depan Indonesia yang lebih baik.

Penulis adalah Koordinator Program Islam dan Hak Asasi Manusia di Center for the Study of Religion and Culture (CSRC) UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Sumber : www.pelita.or.id/baca.php?id=74945

Rabu, 08 Juli 2009

JK - Wiranto Menanggapi Quick Count

Ketika JK ditanyakan tentang quick count, semestinya beliau konsisten dengan jawabannya bahwa : "Lebih Cepat Lebih Bae"

Disitulah teruji konsistensi dari jargon yang diusungnya selama ini....

Karena metode quick count sendiri sebenarnya secara ilmiah dapat dipertanggungjawabkan.


Rabu, 08/07/2009 11:43 WIB
Tim JK: Tak Beradab Umumkan Quick Count Saat Pilpres Berlangsung
Moksa Hutasoit - detikPemilu
Jakarta - Kubu JK-Wiranto bereaksi keras terhadap penayangan quick count dan exit poll di sejumlah televisi. Penayangan itu dinilai tidak etis saat pemilihan di sejumlah daerah masih berlangsung. ( mok / iy )

Source : http://pemilu.detiknews.com/comment/2009/07/08/114306/1161218/700/tim-jk-tak-beradab-umumkan-quick-count-saat-pilpres-berlangsung

Selasa, 07 Juli 2009

MOS

Masa Orientasi Siswa
Mungkin memang tidak perlu dihapuskan, karena melihat dari konsep "Judulnya" yang sudah benar, tetapi penerapannya yang hingga kini selalu salah.

Dalam benak akal sehat "Masa Orientasi" adalah mengenal hal-hal yang nantinya akan dihadapi dalam masa belajar siswa di sekolah pilihannya.

Sehingga kakak-kakak kelas, seharusnya memperkenalkan kecanggihan sekolahnya, seperti bagaimana mereka harus disiplin di ruang laboratorium, bagaimana memperlakukan peralatan sekolah mereka, seperti lab komputer, buku-buku perpustakaan, dlsb.

Selain itu, para kakak-kakak kelas menunjukan prestasi yang pernah diraih oleh sekolah tersebut.

Dengan demikian, nantinya mereka (para siswa baru) akan mempunyai "Rasa Tanggung Jawab" terhadap perawatan barang-barang milik sekolah, memiliki disiplin belajar.

Bukan seperti MOS peninggalan zaman Belanda, dimana senioritas dapat berlaku sebagai penjajah. Sekarang ini kita tidak lagi berorientasi pada senioritas, tetapi lebih pada kemampuan seseorang.

Mengenai hormat menghormati, itu adanya di pelajaran "Budi Pekerti", dimana dalam hidup sehari-hari, tidak saja yang lebih muda harus menghormati yang lebih tua, tetapi sebaliknya yang lebih tua pun juga harus menghormati yang lebih muda. Disamping kemampuan seseorang memiliki juga bentuk penghormatan dalam interaksi dari sisi ke-ilmuan.

Masa Orientasi Siswa

Waaaahh,,, ternyata senin besok dah mulai MOS (masa orientasi siswa) yaa??
hahahahaha... emang kalo ngomongin MOS atau Mabis tuh gak ada abisnya... seru bangeett

Jadi inget pas MOS SMA dulu... kuncir 2 merah-putih! yang ini biar kita kliatan lebih rapih tp juga imut kaya anak desa yang cinta Indonesia.. pita juga jadi merah putih...hahaha!
Bawa tas pelastik, katanya c untuk kebersamaan.. mau kaya ataupun kurang mampu dianggap sama dimata sekolah gak dibeda-bedakan! ama topi wisuda.. berharap bisa lulus dari sekolah ini setelah 3 tahun belajar.. dan juga biar kita gak kepanasan pas disuruh ngumpul dilapangan!
Gak lupa papan nama...waktu dulu c pake karton ijo.. hahahaha!! gak lupa juga bawaan lain seperti minum, roti, mie, premen yang pake cap aneh-aneh...

Tp dalam acara ini pun Panitia sekaligus mengadakan baksos! Seperti mie, buku tulis, pulpen untuk diberikan kepada teman-teman yang masih membutuhkan!
dulu c waktu jadi peserta, ngedumel banget nie suruh bawa yang aneh-aneh,, tp ternyata setelah jadi Panitia jadi tau sendiri, apa yang dibawa ya untuk keperluan mereka sendiri.. jd gak masalah c...

Dulu tuh yang paling menegangkan saat adanya TIM DISIPLIN yang sering kita sebut TIM DIS!!
Waaahhh..takut banget deh ama tim ini,, biasanya c senior2 yang sangar mukanya... tp ada juga c kaka senior yang manis tp sok-sok galak,,,,
pokoknya kalo ada TIM DIS ini pada diem deeehh... udah takut aja mau di plonco.. tp gak tuh... cm sangar nya aja yang kaga nahaaaann....

Tahun ke dua dan tahun ke 3 di SMA akhirnya gw yang jadi panitia..... Hohohohohoh!!!!
Seneng rasanya bisa jadi panitia MOS.. tp ya berhubung wajah gw gak nyeremin tp baik hati, murah senyum dan tidak sombong, 2 tahun itu pasti jadi panitia di kelas,, namanya kakak pendamping....
jadi yang paling deket ama anak-nak di kelas... Pas Tim Dis itu masuk ikutan tegang juga c.. apalagi kalo ngeliat wajah anak-anak baru yang nunjukin khawatir dan takut juga...
padahal mah TIM DIS nya gokil-gokil.. sebelum masuk kelas mereka biasanya cekikikan dulu... wakakakaka.... ya, pinter deh acting nya kalo udah masuk kelas mah galaknya minta ampun!!!

Sayangnya gak ada foto-fotonya nie,,, kalo ada makin seru kayaknya...
enaknya jadi pendamping tuh kita bisa lebih kenal deket ama adik-adik kelas, dan setelah MOS berakhirpun kita masih deket aja,, lebih akrab lah,,,
kalo TIM DIS c pasti dihindarin,dan ditakutin!!! Wakakaka....
Tp lama-kelamaan ketauan juga Gokilnya TIM DIS Itu...
dan yang lebih asik saat ngerjain anak-anak yang ULTAH nya pas hari MOS!Kalo gak ampe nangis lom berenti deehh... Lucu jadinya setelah dia nangis terus dia ketawa-ketawa!! hahahahaha...

Saat-saat pengenalan Ekskul juga asik nie,, walaupun ada ditengah lapangan, tp tetep acara ini ditunggu-tunggu!!
Ya, yang paling Heboh pastinya saat pengenalan ekskul Marching band.... dan gw dulu ikutnya ekskul PMR... Asik banget Acara Ini....

Oia, pas hari terakhir MOS Biasanya kita mewajibkan murid baru itu untuk bikin surat suka-dukanya MOS ini, ditunjukan khusus untuk para panitia...
dan setelah evaluasi selesai saatnya pembacaan surat-surat itu....
Wakakakaka,,, opininya lucu-lucu deh... dan disurat itu ada pemilihan kakak TER....
dan waktu itu gw pernah dapet kaka terbaik (ini kebanyakan dikasih ama anak-anak yang gw dampingin) tp kakak terjutek juga ada c...wakakakaka... kalo diluar kelas gw emang sering sok jaim,, dan mungkin dianggapnya jutek kali yah.....
yah,,, masa-masa MOS itu emang merepotkan.. peserta repot, panitia repot.. apalagi kalo ada pihak sekolah yang ngacak-ngacak jadwal.. BT deeehhhh... tp ya tetap menyenangkan!!

Tp sekarang ini masih banyak banget kan MOS yang pake kekerasan,,, ini nie yang bikin citra MOS jadi jelek,, dan ada banyak orang tua juga yang gak setuju.. untuk itu peran sekolah sangat penting untuk mengontrol kakak-kakak panitia nya!! biar gak terlalu ekstrim dalam kegiatan ini,,, pernah juga denger kan kalo Masa-masa MOS ataupun OSPEK sampe menelan korban jiwa! gak banget deehh...

Tp kalo menurut gw c MOS itu gak perlu dihilangkan,, soalnya walaupun ngedumel awalnya pasti nanti jadi kenangan yang indah... Tp juga kudu yang bermanfaat seperti niat awalnya MOS itu tadi untuk mengenal lingkungan sekolah, peraturan sekolah!


Gimana Masa Orientasi kamu???

Sumber : http://blogerkesambet.blogspot.com/

Kamis, 02 Juli 2009

Pilpress 2009 - Jangan ragu-ragu

Banyak orang tanya kepada saya, siapa sih yang mau Anda pilih?

Kepada mereka saya katakan, bahwa ketiga Calon Presiden kita kali ini, pernah atau bahkan masih menjabat jabatan kepresidenan.

Jadi, tinggal kita lihat saja mana yang kinerjanya paling baik?

Tapi teman-teman saya tetap bertanya siapa donk?

Menurut saya pribadi, sebetulnya tidak susah, karena dari ketiga CaPres, tinggal dua yang menurut saya, yang hasilnya dapat dirasakan oleh rakyat.
Yakni, Nomor 2 dan 3.

Lho kenapa yang satu tidak?

Menurut saya lagi, Nomor satu waktu memimpin banyak sekali asset negara yang dijual. Contohnya BUMN 2 besar dan vital yang bagaimanapun tidak dapat dibenarkan dari sisi apapun. Karena itu merupakan ciri khas perekonomian Bangsa. Kalau dijual, apalagi yang vital, membuat kita membuka luka di tubuh kita sendiri.

Menjual BUMN merupakan langkah awal untuk mematikan ekonomi kerakyatan.

Jadi jangan lupa nanti tanggal 8, pilih lah dengan cermat. Selamat memilih....

Rabu, 01 Juli 2009

Kota Singkawang : Swasembada Beras ?

oleh adi supardi

Pencetakan sawah baru akan meningkatkan pendapatan, kesejahteraan masyarakat petani dan diharapkan Singkawang sebagai daerah swasembada beras hingga ekspor beras ke daerah atau negara lain.

Staf Bidang Pengelolaan Lahan dan Air Dinas Pertanian dan Kehutanan Kota Singkawang, Abdul Hakim, mengatakan, rencana program pencetakan sawah baru seluas 2000 hektar di daerah Kota Singkawang, Provinsi Kalimantan Barat. Sejak tahun 2007 hingga 2009 sudah dilaksanakan cetak sawah baru seluas 325 hektar dan sisanya sekitar 1.675 hektar akan dilanjutkan tahun berikutnya secara bertahap.

Dijelaskan, hal-hal yang menjadi kendala dalam pelaksanaan program pencetakan sawah baru ini diantaranya masalah kondisi medan yang berat, pergeseran iklim/cuaca yang tidak menentu dan dana kurang memadai.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Harapan Makmur, Tusiran, menanggapi perkembangan proyek pencetakan sawah baru di Dusun Kulor Desa Pajintan, Kecamatan Singkawang Timur, Kota Singkawang, Provinsi Kalimantan Barat. Singkawang, mengatakan, sudah dilakukan pembuatan parit-parit dan sedang terus dikerjakan cetak sawah baru sesuai kebijakan pemerintah yang telah menyetujui pencetakan sawah tahun 2009 seluas 25 hektar untuk kelompok tani harapan makmur.

Mengenai kasus subsidi pupuk sudah selesai dan tidak ada masalah lagi. Bahkan sekarang subsidi pupuk berjalan lancar kepada para petani untuk meningkatkan hasil pertaniannya. Mengenai proyek irigasi rusak sudah diperbaiki dengan dibangun ulang sudah selesai pada akhir bulan Pebruari 2009. kata tusiran.

Dengan pembangunan infrastruktur pertanian (irigasi, jalan dll) dan penambahan pencentakan sawah baru serta kelancaran distribusi pupuk kepada para petani secara cepat tepat waktu musim tanam, akan terjadi peningkatan hasil pertanian dan Singkawang sebagai daerah swasembada beras hingga ekspor ke daerah atau negara lain. semoga.

Sumber : etnisuku.wordpress.com
Proyek Bersih Parpol Hanya Slogan - AntiKorupsi.org