Kamis, 01 Januari 2009

Bulyan Divonis 6 Tahun

Mantan anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat, Bulyan Royan, divonis enam tahun penjara dan membayar denda Rp 350 juta subsider enam bulan pidana kurungan serta mengembalikan uang Rp 2 miliar yang diterimanya. Putusan itu dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Khusus Tindak Pidana Korupsi yang dipimpin Gusrizal, Rabu (18/3). Bulyan dinyatakan terbukti bersalah melakukan korupsi dalam pengadaan 20 kapal patroli di Departemen Perhubungan.

http://www.kpk.go.id/

Sabtu, 06 Desember 2008

Paniai Lake in Papua Province one of the most beautiful lake in the world

Jayapura, Papua province, Representatives of 157 countries which have lakes will visit Paniai Lake in Papua Province which they consider to be the world`s most beautiful and preserved lake, a local official
said.

The interest to visit Paniai Lake was expressed during the 12th World Lake Conference in India last November 2007, Paniai District Head Naftali Yogi, who attended the conference, said.

The conference`s participants considered Paniai Lake in Papua to be the world`s most beautiful and best preserved lake, he said.

Situated 7,500 meters above sea-level, Paniai Lake still had pristine natural beauty and its water was still unpolluted, he said.

Therefore, the conference`s participants were interested in visiting the lake and agreed to jointly help preserve Paniai Lake as the world`s best and beautiful lake, he said without mentioning when they would make the visit.

The Paniai administration was currently constructing roads surrounding the lake and a number of inns as part of preparations to receive the foreign visitors, he said.

In addition to infrastructure development, the local administration had also been making efforts to preserve the traditional culture and arts of the Mee and Moni tribes which constitute Paniai region`s indigenous population, Yogi said.

Over 600 delegates who participated in the five-day deliberations, adopted a `Draft Jaipur Declaration` which acknowledges the importance of lakes and wetlands for domestic, agricultural and recreational uses and of improving habitats for conserving biodiversity. Wuhan in China will host the 13th World Lake Conference in 2009.

Source : www.PapuaToday.com

Sabtu, 29 November 2008

Dr Syaiful Mujani: Ceritakan Keberhasilan SBY!

Direktur Eksekutif Lembaga Survey Indonesia (LSI) Dr Syaiful Mujani mengatakan, sudah saatnya kader Partai Demokrat menceritakan keberhasilan yang telah dikerjakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) keada masyarakat di daerah pemilihan (Dapil) masing-masing.

“Keberhasilan yang telah diraih SBY, itu yang diceritakan. Kalau ada yang dirasakan belum optimal capaiannya maka lima tahun ke depan harus jelas sasarannya. Apa yang akan dikerjakan,” ujar Syaiful kepada situs Demokrat di sela-sela kegiatan Pembekalan Calon Legislatiff DPR RI Partai Demokrat periode 2009–2014 di Hall C Pekan Raya Jakarta, Sabtu (29/11).

Syaiful juga menambahkan, Partai Demokrat harus leading dalam sosialisasi dan mobilisasi guna meraih simpati dan dukungan masyarakat. Apakah itu melalui area campaign, serangan udara maupun infantri darat dari dapil ke dapil.

“Itu yang harus dilakuan para calon angota legislatif, fungsionaris, dan seterusnya kemudian dilakukan terorganisir dengan baik,” lanjut Syaiful. Selain itu juga dalam soal pencitraan.

Namun, menurutnya, hal pencitraan lebih berkaitan dengan program-program yang sudah dikerjakan pemerintah. “Jadi, (pencitraan-red) jangan dibuat-buat. Saat ini jangan lagi bikin janji, tetapi cerita apa yang suda dikerjakan SBY,” kata Syaiful.

Pada bagian lain, Syaiful menjelaskan, dalam empat tahun terakhir, LSI sudah melakukan sebanyak 20 kali survey dan sebanyak 7 kali Partai Demokrat unggul. Namun, selama itu publik kurang memperhatikan.

“Saat ini saya mengambil isu swing voter yang akhirnya menjadi bahan pembicaraan. Sekarang sudah masa kampanye dan saatnya kita bicara swing voter untuk melihat seberapa stabil pemilih. Juga seberapa efektif kampanye dilakukan,” lanjut Syaiful.

Dikatakan, swing voter bisa diangkap lewat sosialisasi dan mobilisasi yang kuat. Pada dasarnya, pemilih sangat terbuka sehingga siapa saja yang bekerja keras akan mendapatkan (swing voter).

“Jadi tidak ada yang hubungan dengan pemilihnya stabil begitu saja. Karena itu, Partai Demokrat harus unggul dalam mobilisasi dan sosialisasi. Jangan hanya sama karena PDI-P dan Golkar sudah punya tradisi menang. Partai Demokrat harus leading dalam mobilisasi dan sosialisasi,” ujar Syaiful mengingatkan. (Ansel Deri)

Sumber : http://www.demokrat.or.id/index.php?option=com_content&task=view&id=1567&Itemid=59

Selasa, 04 November 2008

Gagal Selamatkan Badak, RPU Bengkulu Dibubarkan

Bengkulu (ANTARA News) - Keberadaan Rhino Patroli Unit (RPU) yang bertugas menjaga populasi badak di kawasan hutan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) wilayah Bengkulu dari aktivitas perburuan, menyebabkan satuan kerja itu dibubarkan.

"Kini tak ada lagi RPU. Dari hasil penelitian dan penelusuran tidak ada lagi badak bercula dua dan satu di Bengkulu," ujar Kepala Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu, Edi Sediyarto, di Bengkulu, Selasa.

Namun demikian, ada satu badak asal Bengkulu yang sempat diboyong ke Lampung untuk ditangkarkan, hingga satwa itu diharapkan masih bisa berkembang biak.

Edi mengatakan, badak sangat sulit bereproduksi hingga populasi mereka menyusut dengan cepat. Ia belum tahu apakah badak yang ditangkarkan di Lampung itu akan dikembalikan ke habitat di Bengkulu.

Dalam upaya menyelamatkan badak, telah dibentuk satuan kerja "Rescue Project" dengan tugas menyelamatkan satwa badak yang tersisa, namun hasilnya tidak optimal.

Bentuk kegagalan tersebut terlihat jelas dari populasi badak yang semula diperkirakan sebanyak 40-60 ekor tahun 1992, menjadi hanya 2-3 ekor pada 2004 dan sekarang tidak lagi terlihat jejak kehidupan satwa tergolong appendix I itu lagi.

Bagi pemburu, mendapatkan badak di tengah hutan yang maha luas ibarat seorang pecandu shabu-shabu yang terus ketagihan hingga mendapatkan satwa dimaksud.

Kini satuan kerja penyelamatan badak tengah mencari sisa badak yang mungkin masih tersisa itu untuk seterusnya dibawa ke Way Kambas Lampung guna dikembangbiakan dengan cara "ex-situ" (di luar habitat).

Keberadaan proyek penyelamatan ini didukung dana dari organisasi pecinta satwa, tetapi tidak dijelaskan jenis bantuannya.

Kepala RPU Edi Kusuma menyatakan, pihaknya sudah berupaya melakukan tugas secara optimal dalam mencegah terjadinya pembunuhan terhadap badak di hutan-hutan wilayah TNKS, namun hasilnya tetap mengecewakan.

Ia menyatakan timnya selama 20 hari dalam satu bulan berada di dalam hutan, berkeliling mengawasi setiap jengkal hutan dari aktivitas perburuan.

Hanya saja, luas TNKS yang mencapai raturan ribu hektare sementara petugas RPU hanya belasan orang, mengakibatkan hasil pengawasan tidak bisa berjalan secara baik. (*)

Source : http://www.antara.co.id/view/?i=1225792457&c=WBM&s=

Selasa, 21 Oktober 2008

Photo Anggota DPRD Langkat Yang “Maniak Sex”

Ditulis pada Oktober 21, 2008 oleh ksemar

Inilah salah satu photo mesra 2 orang anggota DPRD Langkat yang terlibat selingkuh itu. H. Surianto menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Langkat sedangkan Yuni Mintarsih, AMK adalah anggota DPRD Langkat sekaligus Ketua Partai Demokrasi Kebangsaan kabupaten Langkat.


H. Surianto sudah memiliki anak bahkan cucu, sedangkan Yuni Mintarsih juga punya suami dan anak. Mnurut pengakuan Suaminya, Sebelumnya Yuni Mintarsih juga sudah sering selingkuh dengan beberapa orang lainnya baik temannya sesama anggota DPRD Langkat maupun mantan ketua Partai PDK Langkat Amiruddin Kahar (Ameh). Sekitar pertengahan tahun 2007 lalu, seorang Warga langkat juga pernah melihat Yuni Mintarsih bersama salah seorang anggota DPRD langkat lainnya masuk kamar losmen di sekitar Jl. Binjai Medan pada siang hari.

Sumber : http://ksemar.wordpress.com/2008/10/21/photo-anggota-dprd-langkat-yang-%E2%80%9Cmaniak-sex%E2%80%9D/

Senin, 01 September 2008

TKI Diperkosa Majikan Arab di Arab Saudi

Liputan6.com, Jakarta: Seorang tenaga kerja Indonesia lagi-lagi mengalami nasib buruk. Bunga, bukan nama sebenarnya, diperkosa sang majikan saat bekerja di Jeddah, Arab Saudi. Akibatnya, perempuan berusia 30 tahun itu hamil delapan bulan. Sementara sang majikan tetap bebas karena Bunga tidak tahu cara melapor ke polisi.

Nasib Bunga semakin terpuruk. Ketika pulang ke Tanah Air dua pekan lalu untuk minta perlindungan keluarga, Bunga justru diceraikan sang suami. Nahasnya pula, tujuh bulan gaji Bunga juga belum dibayar hingga kini. Padahal pendapatan itulah harapan Bunga satu-satunya untuk bisa menghidupi diri dan bayinya beberapa waktu ke depan.(YNI/Nova Rini dan Nurwanto)

http://www.liputan6.com/sosbud/?id=165533
Proyek Bersih Parpol Hanya Slogan - AntiKorupsi.org