<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580</id><updated>2011-11-23T19:12:38.812-08:00</updated><category term='Kejawen'/><category term='Peradaban Dunia'/><category term='Polemik'/><category term='Taman Nasional'/><category term='Pembodohan'/><category term='Penghayat Kepercayaan'/><category term='Korupsi'/><category term='Pornografi'/><category term='Diperkosa'/><category term='Keuangan Partai'/><category term='DPR'/><category term='MataHati'/><category term='Agama'/><category term='Film'/><category term='Papua'/><category term='Tari Erotis'/><category term='Arab Saudi'/><category term='Demokrat'/><category term='Vonis'/><category term='Golkar'/><category term='Perkawinan'/><category term='Wiranto'/><category term='Ilegal Fishing'/><category term='TKI'/><category term='Oknum'/><category term='Patriotisme'/><category term='Multikulturalisme'/><category term='Links'/><category term='JK'/><category term='Kuwait'/><category term='SBY'/><category term='Humor'/><category term='Capres 2009'/><category term='PPP'/><category term='Prabowo'/><category term='Dituntut'/><category term='Machiavellian'/><category term='Etnis India Indonesia'/><category term='Pahlawan Devisa'/><category term='Cagar Budaya'/><category term='Rekam Jejak Capres'/><category term='KBRI'/><category term='Logo'/><category term='Nilai Budaya'/><category term='PDIP'/><category term='Etnis Suku'/><category term='Dipenjara'/><category term='Hemat Energi'/><category term='Opini'/><category term='Kriminalisasi'/><category term='MPR/DPR'/><category term='Gus Dur'/><category term='Hongkong'/><category term='Sunda Wiwitan'/><category term='Malpraktek'/><category term='Malaysia'/><category term='Pornoaksi'/><category term='Pelecehan Seksual'/><category term='Foto'/><category term='Kearifan Lokal'/><category term='PKS'/><category term='Sutiyoso'/><category term='Skandal'/><category term='Pejabat Pemerintah'/><category term='Fatwa MUI'/><category term='Nusantara'/><category term='Nasional Demokrat'/><category term='Megawati'/><category term='Agama Lokal'/><category term='Etnis Cina Indonesia'/><category term='Analisa'/><category term='PAN'/><category term='Soekarno'/><category term='HAM'/><category term='Vegetarian'/><category term='PKB'/><category term='Hamengku Buwono X'/><category term='PBR'/><category term='Thailand'/><category term='Walisongo'/><category term='Soeharto'/><category term='Ancaman Hukuman'/><title type='text'>Mata Rakyat - Untuk Pembelajaran dan Pencerahan....</title><subtitle type='html'>Waspadai pengaruh Barat dan Timur Tengah&lt;br&gt;
Sudah saatnya kita menggali kembali EKSISTENSI BUDAYA BANGSA KITA SENDIRI</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>209</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-4800729766522591296</id><published>2011-11-23T19:04:00.000-08:00</published><updated>2011-11-23T19:12:39.049-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Machiavellian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peradaban Dunia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pelecehan Seksual'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tari Erotis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ancaman Hukuman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nilai Budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arab Saudi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama Lokal'/><title type='text'>Telanjang Berdua dengan Perempuan, Hakim Syariah Dainuri Wajar Dipecat</title><content type='html'>Membaca berita di Detik News ini, membuat saya semakin yakin bahwa Agama tidak dapat membuat orang menjadi baik. Tulisan ini saya sitir dari sebuah blog yang sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Agama Tidak Membuat Orang Jadi Baik&lt;br /&gt;Tidak ada satu Agama pun di dunia, yang bisa membuat orang jadi baik. Yang ada; Orang baik dan mempunyai niat yang baik, menggunakan Agama apa pun, untuk tujuan kebaikan. Pasti dia akan jadi baik.&lt;br /&gt;Jadi pilihlah Agama yang sesuai dengan Hati Nurani. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya silahkan baca sendiri fakta dan data dari berita yang ditulis di Detik News di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelakuan seorang hakim syariah di Tapak Tuan, NAD, Dainuri sungguh memalukan. Hakim dengan gelar Sarjana Hukum Islam (SHI) itu pun sangat layak untuk dipecat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya wajar. Dia kan sudah tahu kalau berbuat dosa itu ada malaikat yang mencatatnya," kata Ketua Umum MUI Umar Shihab saat dihubungi detikcom, Rabu (23/11/2011).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Umar, Dainuri akan mendapat dosa lebih besar karena dirinya sudah mengetahui soal aturan-aturan agama. Hakim syariah seharusnya menjadi contoh bagi yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau dari segi agama ya orang-orang yang tahu dan memahami agama dan aturan, maka dosanya lebih besar dari orang yang nggak tahu," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena perilakunya itu, kata Umar, Dainuri sangat tidak layak menjadi hakim. "Karena orang taat agama itu diperlukan dalam melaksanakan tugas. Kalau tidak, tidak layak diangkat sebagai hakim," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Umar, konsekuensi yang harus dihadapi hakim syariah cabul tersebut tentu akan mendapatkan sanksi sosial. Hakim tersebut bisa dikucilkan di masyarakat dan kepercayaan masyarakat terhadap dirinya akan hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Misalnya dia kalau datang ke rumah seseorang membutuhkan sesuatu, orang itu kan sudah nggak percaya lagi dan nggak mau membantu lagi," ucapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun jika hakim tersebut sudah berubah dan bertobat, masyarakat juga harus menerimanya. "Sebagai saudara jangan terus menerus memberikan sanksi seumur hidup. Kalau sudah berubah dan bertobat maka harus diterima," lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya ketua sidang Majelis Kehormatan Hakim (MKH) Imam Soebechi memutuskan memecat sejumlah hakim yang berperkara termasuk hakim Dainuri. Dalam MKH Nomor 2/MKH/XI/2011 memutuskan untuk memberhentikan hakim Dainuri, SHI dengan hormat, tidak atas permintaan sendiri dari jabatannya sebagai hakim Mahkamah Syariah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dainuri telah melakukan perbuatan yang tidak senonoh dengan Evi, perempuan yang sedang berperkara yang kasusnya ditangani Dainuri. Dainuri mengakui kalau dirinya pernah bermesraan berkali-kali dengan Evi dengan cara menggosok-gosok punggung Evi di kamar mandi dan berpangkuan dalam keadaan telanjang di hotel yang disewa olehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(gus/ken)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : detikNews&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-4800729766522591296?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/4800729766522591296/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=4800729766522591296' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/4800729766522591296'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/4800729766522591296'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2011/11/telanjang-berdua-dengan-perempuan-hakim.html' title='Telanjang Berdua dengan Perempuan, Hakim Syariah Dainuri Wajar Dipecat'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-7566561899072402850</id><published>2011-09-03T21:12:00.000-07:00</published><updated>2011-09-03T21:19:10.702-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Foto'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pembodohan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Film'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dipenjara'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HAM'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dituntut'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ancaman Hukuman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Vonis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Skandal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Korupsi'/><title type='text'>Penyebar Foto Nakal Syahrini Diancam 6 Tahun Penjara</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://images.detik.com/content/2011/05/19/230/syahrini1dlm.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 285px; height: 324px;" src="http://images.detik.com/content/2011/05/19/230/syahrini1dlm.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jakarta Siapakah penyebar foto nakal Syahrini? Sampai saat ini pertanyaan tersebut masih belum terjawab. Namun ancaman bagi penyebar foto tersebut nyata adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadiv Humas Polres Jakarta Selatan, AKP Aswin membeberkan, bahwa sang penyebar foto nakal Syahrini akan dikenakan pasal 45 ayat 1 UU RI NO.11 ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik). Pelaku diancam hukuman 6 tahun penjara serta denda Rp 1 miliar jika terbukti bersalah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Iya benar mereka (Syahrini dan Aisyahrani) telah membuat laporan tersebut pada tgl 14 mei ke sini, di situ pelaku penyebar akan dikenakan pasal 45 ayat 1 UU RI NO.11 ITE, pelaku bisa dijerat pasal itu," beber AKP Aswin kepada detikhot, Rabu (18/5/2011) malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada Polisi, teman duet Anang itu mengaku tidak rela foto pribadinya disebar pelaku dengan dasar pencemaran nama baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya alasannya pelapor tidak rela karena fotonya disebar dengan alasan pencemaran nama baik," tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://hot.detik.com/read/2011/05/19/072055/1642097/230/penyebar-foto-nakal-syahrini-diancam-6-tahun-penjara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:180%;" &gt;Penyebar Video Ariel Bagaimana???&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:130%;" &gt;Pakai Uang ya????????????????????????????????????????????&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-7566561899072402850?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/7566561899072402850/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=7566561899072402850' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/7566561899072402850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/7566561899072402850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2011/09/penyebar-foto-nakal-syahrini-diancam-6.html' title='Penyebar Foto Nakal Syahrini Diancam 6 Tahun Penjara'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-5259249985443832124</id><published>2011-07-26T17:20:00.000-07:00</published><updated>2011-07-26T17:42:14.005-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Demokrat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Korupsi'/><title type='text'>Perlukah Nazarudin Pulang?</title><content type='html'>Perlukah Nazarudin pulang? adalah sebuah pertanyaan yang mudah dijawab tetapi akan menjadikan lebih susah lagi pembuktianya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara psikologis, manusia terdiri dari dua sisi xtrim, yakni sisi xtrim jahat sekali dan sisi xtrim baik sekali. Artinya, dalam diri seorang penjahat, pasti masih ada sisi baiknya, begitu juga sebaliknya bagi orang yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nazarudin, memang mungkin seorang anggota Geng Koruptor, tetapi dia pun tidak rela jika hanya dirinyalah yang dijadikan pesakitan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Fenomena "Pembongkar Kejahatan Korupsi" di Indonesia, adalah "Anggota Geng Koruptor" yang lagi naas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai dari kasus Susnoduadji, dimana dirinya ingin membongkar kasus alur Korupsi, tetapi justru kesalahan dirinyalah yang akhirnya jadi boomerang. Dalam kasus ini, seharusnya, kasus yang menjadi prioritas adalah kasus yang akan dibongkar oleh Susnoduadji, setelah hal tersebut dibongkar, barulah mengusut kesalahan dirinya. Jangan dibalik, yang akhirnya justru menjadikan kontra produktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kasus Nazarudin, apapun janji-janji penegak hukum, sebaiknya dia yang sudah terlanjur membongkar kasus-kasus korupsi berskala besar, sebaiknya janganlah pulang. Dan setelah kasusnya, diselesaikan secara Hukum Positif, barulah ia pulang sebagai gentleman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kalau kasusnya sengaja digantung? Kalau niatnya untuk membongkar kasus korupsi tersebut, ya tetaplah pada pendiriannya, tetap memberikan serangan dengan bukti-bukti valid tentunya. Dan jangan pernah melakukan tawar menawar untuk mengamankan diri sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadilah orang pertama yang melakukan pembongkaran secara total. Dan "Happy Ending", dengan menyerahkan diri setelah kasus tersebut terbongkar secara total.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-5259249985443832124?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/5259249985443832124/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=5259249985443832124' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/5259249985443832124'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/5259249985443832124'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2011/07/perlukah-nazarudin-pulang.html' title='Perlukah Nazarudin Pulang?'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-460265208627206754</id><published>2011-04-19T19:25:00.000-07:00</published><updated>2011-07-07T20:21:56.533-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MPR/DPR'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HAM'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ancaman Hukuman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Analisa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nilai Budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Skandal'/><title type='text'>Yoyo Padi, dan Pembunuhan Munir....</title><content type='html'>Pada saat siaran TV One meliput penangkapan drumer Yoyo Padi, seorang perwira menerangkan dengan gamblang, bahwa Yoyo telah mengkonsumsi barang haram tersebut dari 10 tahun yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bahkan sang perwira pun tahu, bahwa jenis apa yang dikonsumsi Yoyo pada saat 10 tahun yang lalu, hingga berubah ke jenis Narkoba yang lain, karena Yoyo ganti supplier.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huahahahaha, pernyataan sang perwira sebenarnya sama saja membeberkan bahwa Polisi sudah tahu siapa suppliernya, tetapi lagi-lagi perlakuan "Hukum Belanda" yang selalu memenangkan para penguasa ketimbang rakyat jelata. (red: penguasa memelihara supplier tsb sebagai ATM - persis seperti pada zaman belanda, hanya beda komoditasnya saja)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah terjawab, apa hubungannya Yoyo dengan pembunuhan Munir (Pahlawan Hak Azasi Manusia). Munir pergi ke Belanda untuk sekolah, dimana cita-citanya, setelah pulang dari Belanda, maka ia akan membenahi "Hukum Peninggalan Belanda" yang selalu memihak kepada penguasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, Munir dimusuhi oleh tidak saja Negara-negara yang berkepentingan di Indonesia, tetapi juga oleh penghianat-penghianat bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berharap, semoga akan lahir Munir Munir yang baru. Agar ada perbaikan terhadap sistem Hukum di Indonesia yang sungguh-sungguh berkeadilan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-460265208627206754?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/460265208627206754/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=460265208627206754' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/460265208627206754'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/460265208627206754'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2011/04/yoyo-padi-dan-pembunuhan-munir.html' title='Yoyo Padi, dan Pembunuhan Munir....'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-5237736386734252596</id><published>2011-04-15T10:16:00.000-07:00</published><updated>2011-10-15T10:25:11.164-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MPR/DPR'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PKS'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rekam Jejak Capres'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Vonis'/><title type='text'>Video Porno di Paripurna Khayangan</title><content type='html'>APES benar nasib Arifinto. Anggota DPR dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu tertangkap basah oleh fotografer Media Indonesia saat ia sedang mengunduh video porno di Ipad-nya di ruang sidang Paripurna DPR pada 8 April.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya belum lama artis Ariel Peterpan, yang sudah divonis tiga tahun setengah, karena video pornonya terekspose ke publik. Dan kalau penegak hukum konsisten, Arifinto--yang sudah mundur dari DPR pada 11 April--tentunya juga harus diproses secara hukum. Ia juga bisa dikenai Pasal UU Pornografi dan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Malah, konsekuensi atas kelakuan Arifinto itu seharusnya bisa lebih berat lagi. Karena, jangankan menonton video porno di gedung dewan, membuka email saja saat sidang paripurna sudah melanggar etika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi, Menkominfo Tifatul Sembiring, yang juga adalah kader PKS, sedang getol–getolnya memblokir situs–situs porno di internet. Namun, dengan tindakan Arifinto itu, tentunya menjadi tamparan moral bagi para politisi PKS yang selalu mengedepankan nilai-nilai agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelakuan Arifinto itu juga merupakan bukti kekeliruannya memanfaatkan kecanggihan teknologi. Karena, teknologi itu diciptakan untuk memudahkan kehidupan masyarakat sehingga segala urusannya menjadi mudah, efisien, bijak, aman, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi kebanyakan orang, teknologi seperti Ipad, Blackberry, Samsung Galaxy memang hanya dipakai untuk gagah-gagahan. Coba lihat, saat pesawat baru landing, kebanyakan penumpang langsung menyalakan gadget-nya. Padahal larangan untuk menyalakan alat komunikasi sudah diumumkan karena hal itu akan mengganggu keselamatan penerbangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perilaku kagetan dan gumunan (kagum) terhadap sesuatu yang canggih, termasuk membuka email saat sidang merupakan tindakan kurang bijak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kearifan cerita wayang, ada peristiwa yang mirip dengan kasus Arifinto. Yakni ketika para dewa menggelar sidang paripurna, Dewa Bayu dan Dewa Indra ketahuan sedang 'mengunduh' bagian terlarang Dewi Wilutama selama beberapa saat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sialnya, yang memergoki kelakuan kedua dewa itu adalah tetungguling (raja) para dewa, yakni Bethara Guru. Tanpa ampun, kedua dewa itu langsung dipidana dan di-PAW (pergantian antarwaktu) dari posisinya di kadewatan di Khayangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rukmuka dan Rukmakala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kocap kacarita, setiap awal bulan purnama para dewa di Khayangan mengadakan parepatan agung (sidang paripurna). Biasanya, dalam rapat nan suci itu semua permasalahan dibahas secara saksama, termasuk yang terjadi di Arcapada (Bumi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua dewa wajib hadir dalam sidang itu. Bagi dewa yang tidak hadir dikenai sanksi. Sebagai tukang absennya adalah Dewa Penyarikan. Dan karena pentingnya acara tersebut, yang hadir biasanya tampak khidmat mengikutinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, sidang paripurna berlangsung. Hadir para dewi khayangan yang bertugas membantu kelancaran sidang. Salah satunya adalah Dewi Wilutama, bidadari yang dikenal sangat cantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penampilan Wilutama yang menggemaskan serta gayanya yang lemah gemulai membuat libido Dewa Bayu dan Dewa Indra tersengat. Apalagi saat itu Wilutama mengenakan pakaian tembus pandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya Dewa Bayu atau dewanya angin, sudah bersekongkol dengan Dewa Indra. Dengan kesaktiannya, Dewa Bayu mampu mendatangkan angin jadi-jadian yang dapat menyingkap kain yang dikenakan Dewi Wilutama sehingga terlihatlah bagian terlarangnya. Kejadian itu diabadikan Dewa Indra dan kemudian gambarnya dikirim kepada dewa–dewa cluthak (rakus) lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bethara Guru yang melihat tindakan tidak senonoh Bayu dan Indra itu kemudian menjatuhkan sanksi tegas. Ia mengutuk kedua dewa itu menjadi raksasa. Dewa Bayu menjadi raksasa bernama Rukmuka, sedangkan Dewa Indra menjadi raksasa Rukmakala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dunia wayang, sifat dan perilaku raksasa adalah perlambang yang tidak bisa menahan nafsu syahwat maupun jahat. Tindakan murka dan selalu memaksakan kehendak adalah ciri raksasa. Maka, sudah tepatlah jika hukuman yang dijatuhkan Bethara Guru itu adalah mengubah kedua dewa asusila tersebut menjadi raksasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berubah ujud menjadi raksasa, keduanya diusir dari Khayangan. Mereka tidak pantas berada dalam komunitas kadewatan karena perbuatannya itu. Rukmuka dan Rukmakala harus menjalani hukuman dengan bertempat tinggal (dipenjara) di Gunung Reksamuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur dan ikhlas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu ketika ksatria Pandawa Bima Sena prihatin melihat degradasi moral para nayaka praja (pejabat) di Kerajaan Amarta serta perilaku menyimpang para kawula. Bima berikhtiar mencari solusi atas masalah tersebut dengan mencari ilmu jati diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bima kemudian menghadap gurunya, Resi Durna, meminta piwarah atau ajaran sangkan paraning dumadi. Untuk mendapat ajaran itu, Durna memerintahkan Bima mencari kayu gung susuhing angin di Gunung Reksamuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita berangkatlah Bima ke gunung yang dikenal sangat angker tersebut. Namun, setelah mencari ke sana ke sini dengan mengobrak-abrik seluruh isi hutan, Bima tidak menemukan sesuatu yang diperintahkan Durna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, Bima bertemu dua raksasa penguasa hutan Gunung Reksamuka, yakni Rukmuka dan Rukmakala. Terjadilah perang tanding. Bima dikeroyok kedua raksasa tersebut. Namun, dengan segala kekuatannya, Bima berhasil menghancurkan kedua raksasa itu dengan cara adu kumba, kedua kepala raksasa saling dibenturkan. Keajaiban terjadi. Wujud kedua raksasa hilang dan berubah menjadi Dewa Bayu dan Dewa Indra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua dewa itu mengucapkan terima kasih kepada Bima. Karena atas perbuatan Bima itu, kutukan berwujud raksasa yang mereka jalani atas hukuman asusila di Khayangan sudah selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai ucapan terima kasihnya, kedua dewa tersebut memberitahukan kepada Bima bahwa sesungguhnya kayu gung susuhing angin yang dicarinya itu tidak ada. Itu hanya perlambang bahwa semua tekad akan terwujud apabila dilandasi kejujuran dan keikhlasan berjuang serta berkorban demi masyarakat banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benang merah dari cerita di atas adalah bahwa perilaku manusia yang tidak dapat menahan nafsu syahwat dan jahat ibaratnya sama dengan perilaku raksasa. Dan sebagai raksasa, bukan di Khayangan atau gedung terhormat tempatnya, tetapi di tengah hutan atau penjara. Semonggo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Media Indonesia&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-5237736386734252596?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/5237736386734252596/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=5237736386734252596' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/5237736386734252596'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/5237736386734252596'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2011/04/video-porno-di-paripurna-khayangan.html' title='Video Porno di Paripurna Khayangan'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-7503342384543409169</id><published>2010-11-22T03:39:00.000-08:00</published><updated>2010-11-22T03:45:02.596-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DPR'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HAM'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Analisa'/><title type='text'>Komisi V DPR</title><content type='html'>Menyaksikan Kabar Petang pada TV One mengenai "Anggota DPR menelantarkan TKI di Jedah" ternyata setelah dikonfrontir tidak sekeji itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi tetap, dari penggambaran komunikasi antar Anggota DPR dengan salah satu Sukarelawan, ternyata tercermin adanya "Kasta" di situ&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kalau anggota DPR merasa memiliki "Kasta" yang lebih tinggi dari rakyat yang diwakilinya, bahkan yang menggajinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh tidak tau malu mereka ya....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-7503342384543409169?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/7503342384543409169/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=7503342384543409169' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/7503342384543409169'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/7503342384543409169'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2010/11/komisi-v-dpr.html' title='Komisi V DPR'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-3697453811664475455</id><published>2010-11-21T16:29:00.000-08:00</published><updated>2010-11-21T16:47:43.054-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diperkosa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HAM'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KBRI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Analisa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TKI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fatwa MUI'/><title type='text'>Ariel Peterpan vs Sumiati</title><content type='html'>Kasus ariel yang heboh dihujat oleh kelompok Islam katanya sangat menjunjung tinggi moral keagamaannya membuat saya awalnya, melihat hal yang positif dari hujatan itu sendiri. Padahal buat beberapa keluarga harmonis yang sempat saya tanyakan, mereka sangat tidak terganggu adanya kasus video porno tersebut. Karena menurut mereka, dalam masyarakat global, segala sesuatu dapat dikomunikasikan kepada anak-anak mereka, mana yang baik mana yang buruk. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jadi intinya, hanya orang tua yang tidak bisa mendidik anaknya secara komunikatif-lah yang merasa video tersebut mengganggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain pihak kita melihat kasus yang menimpa diri Sumiati di "Tanah Suci", yang jelas-jelas menginjak-injak martabat orang Islam itu sendiri. Tapi kita tidak melihat ada kelompok Islam yang katanya sangat menjunjung tinggi moral keagamaannya, membela Sumiati dengan gigih, seperti menuntut Ariel secara gigih pula. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi nggak simpati dan tidak percaya lagi....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-3697453811664475455?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/3697453811664475455/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=3697453811664475455' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/3697453811664475455'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/3697453811664475455'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2010/11/ariel-peterpan-vs-sumiati.html' title='Ariel Peterpan vs Sumiati'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-2583476233721488824</id><published>2010-11-10T21:02:00.001-08:00</published><updated>2011-10-15T10:43:54.084-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diperkosa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PPP'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Walisongo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pembodohan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ancaman Hukuman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Oknum'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Vonis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Skandal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MataHati'/><title type='text'>Zainudin MZ dan Aida</title><content type='html'>Awalnya saya berfikir, kalau Zainudi MZ paling tidak menggunakan "Pencemaran Nama Baik" kalau tidak menuntut balik.&lt;br /&gt;Dengan digantinya nama "Tim Pembela ... Zainudin MZ" menjadi "Tim Mediasi ... Zainudin - Aida" memberikan makna lain bagi kita semua.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tim Pembela mempunyai makna: "Membela Yang Benar". Dengan diganti namanya menjadi Tim Mediasi????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak kecil juga tahu...... siapa ya yang salah?????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ber-apologi, bahwa manusia adalah tempatnya salah. Maka jalan keluarnya, kalau masih jadi manusia biasa, jangan suka menasehati orang lain (Khotbah), karena Anda akan lupa menasehati diri Anda sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasihan donk umatnya, mengagumi orang yang salah. Ini berlaku untuk semua peng-khotbah dari semua aliran agama manapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, semoga kita semua tidak terkecoh. Amin amin amin...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-2583476233721488824?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/2583476233721488824/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=2583476233721488824' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/2583476233721488824'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/2583476233721488824'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2010/11/zainudin-mz-dan-aida.html' title='Zainudin MZ dan Aida'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-8852661792273476025</id><published>2010-11-10T18:14:00.000-08:00</published><updated>2010-11-21T17:00:03.817-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Patriotisme'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nilai Budaya'/><title type='text'>Obama</title><content type='html'>Kedatangannya ke Jakarta yang hanya kurang dari 24 jam, membuat macet di mana-mana. Tetapi semua Stasiun TV menyiarkan cerita yang hanya sisi baiknya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baso Sate dibahas di TV One pada jam 9.24 pagi, untuk dikembangkan sebagai makanan yang dapat dikembangkan bagi pengusaha kecil.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Inilah cerminan Bangsa kita, yang selalu ingin menempatkan diri sebagai inferior. Sehingga lebih suka menjelekan saudaranya sendiri, ketimbang orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba kalau yang bicara pengembangan Baso Sate itu adalah Menteri Perdagangan, mungkin akan menjadi bahan cemoohan. Tetapi lagi-lagi, karena Obama yang mengatakan, Baso Sate tiba-tiba mempunyai potensi yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehehehe, mungkin ini soal waktu, tapi????  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat berikutnya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-8852661792273476025?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/8852661792273476025/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=8852661792273476025' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/8852661792273476025'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/8852661792273476025'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2010/11/obama.html' title='Obama'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-2495608172280149880</id><published>2010-10-20T07:30:00.000-07:00</published><updated>2010-10-19T18:10:06.709-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SBY'/><title type='text'>Demo SBY</title><content type='html'>Saya sepakat, kalau pemerintahan SBY dikatakan NEOLIB, karena memang masih terasa benar dari kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan sampai saat ini. Tetapi dalam alam demokrasi, dalam diskusi di depan publik seharusnya diberikan waktu yang seimbang, antara yang Pro dan Kontra.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Wawancara pagi tanggal 20 Oktober 2010 di TV One, koq sepertinya memihak pada pendemo. Hal ini terlihat, 90% kesempatan menyampaikan pendapat adalah orang-orang yang ingin mendemo (Fadjroel, Budi, dan Mahasiswa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara setiap kali, pak Sutan dari Demokrat ingin menjawab, selalu disela oleh iklan atau hal-hal lain. Seolah-olah Indie pressenter TV One mendapat order untuk menghalangi opini dari pak Sutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak ingin mengkait-kaitkan siapa dibelakang TV One (yang dimiliki oleh Grup Bakri), tetapi dengan caranya Indie membagi waktu ketika mewanwancara kedua belah pihak tersebut, nyata benar keberpihakannya. Apakah ini merupakan inisiatif dari Indie sendiri, atau inisiatif dari manajemen? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-2495608172280149880?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/2495608172280149880/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=2495608172280149880' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/2495608172280149880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/2495608172280149880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2010/10/demo-sby.html' title='Demo SBY'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-1104461858731582320</id><published>2010-07-23T23:45:00.000-07:00</published><updated>2010-07-24T00:06:59.650-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kriminalisasi'/><title type='text'>Pola Kriminalisasi</title><content type='html'>Sebagai orang awam hukum, saya melihat bahwa di negara kita tercinta ini, koq rada tidak logis ya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasalnya, kebanyakan yang ditangkap bukan pelaku kejahatannya, tetapi korban kejahatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Contoh Korban Narkoba&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saya ambil contoh, kalau kita jalan-jalan ke Stasiun Pusat Frankfurt Jerman, kita akan disuguhi tontontan orang-orang korban Narkoba, yang sedang memakai narkoba yang disediakan oleh Pemerintah Setempat. Sementara mereka dijaga Polisi, kalau-kalau ada ketahuan yang mengedarkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat hal tersebut di atas, jelas bahwa korban Narkoba tersebut sangat dilindungi, tetapi pengedarnya dihukum sangat berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beda sekali dengan di Indonesia, pengedarnya tidak diekspos habis-habisan dengan alasan kerahasiaan dalam pengejaran (atau justru untuk menutupi Bandar Besar yang KKN), tetapi justru korbannya yang diekspos habis-habisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Contoh Pembeli Awam yang membeli barang Curian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Contoh lain, ketika seorang yang awam dalam membeli barang, sebut saja membeli Sepeda Motor. Dia sendiri tidak tahu kalau barang itu barang curian, tetapi ketika ditangkap, si pembelilah yang dikriminalisasi sebagai "Penadah" yang seharusnya diproses sebagai saksi terlebih dahulu. Untuk kemudian sebagai bahan penangkapan Mafia Pencuri itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Contoh menyebarkan properti pribadi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kalau ini masih hangat. Masa cuma Ariel dan cewe-cewenya yang diekspos habis-habisan. Tetapi penjahat yang mengakibatkan properti pribadi tersebut dapat menimbulkan dampak negatif malah adem ayem. Sebab kalau properti pribadi itu tidak disebar luaskan, mungkin Kakek Nenek kita juga nggak tau, dan tidak terpengaruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau soal moral, kita sama-sama tau koq, masih banyak tokoh yang berbuat lebih dari Ariel. Dan jangan dibolak-balik, Artis itu bukan panutan, hanya orang yang bodoh mengatakan artis itu panutan. Yang selayaknya dan seharusnya jadi panutan, justru anggota DPR, para Tokoh Alim Ulama.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-1104461858731582320?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/1104461858731582320/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=1104461858731582320' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/1104461858731582320'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/1104461858731582320'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2010/07/pola-kriminalisasi.html' title='Pola Kriminalisasi'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-8805670426799762024</id><published>2010-04-26T18:50:00.000-07:00</published><updated>2010-04-26T19:33:14.801-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Patriotisme'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Polemik'/><title type='text'>Susno Duadji sangat mencintai Pancasila dan UUD 45</title><content type='html'>Banyak orang yang mencoba memojokan Susno Duadji dari konteks tidak loyal terhadap lembaga dimana Susno dibesarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat sepak terjang Susno Duadji, sudah saatnya kita memilah-milah dengan cermat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab, pembeberan Susno Duadji terhadap adanya kegiatan korupsi di lingkungan Ia bekerja, berarti Susno ingin lembaga tersebut bersih. Dimanapun doktrinnya Pegawai atau Aparat Pemerintah Indonesia loyalitas tertinggi adalah Pancasila dan UUD 45 yang pasti bersih dari Korupsi. Jadi tindakan Susno Duadji membongkar mafia hukum di tubuh Polri (lembaganya sendiri) adalah tindakan yang sudah sangat tepat.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tetapi mengapa ia disebut oleh politisi dari Partai Demokrat, seperti saya kutip dari Detik.com "Kenapa bapak baru membuka masalah makelar kasus ini sekarang?Harusnya kan bapak bisa membongkar ini dari dulu. Ya maaf bapak sudah kayak pendekar mabok saja," kata Ruhut di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (8/4/2010).&lt;br /&gt;Source : http://www.detiknews.com/read/2010/04/08/153053/1334723/10/ruhut-sebut-susno-bak-pendekar-mabok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mungkin lupa, kejadian tahun 1998, betapa kuatnya kroni-kroni ditubuh Lembaga Pemerintahan dan Pemerintahan itu sendiri, sehingga kekuatan apapun dari dalam tidak akan pernah bisa merubah kekuasaan rezim Soeharto yang korupsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saya pikir kekuatan Susno ketika menjabat Kabareskrim yang diikat oleh "Sumpah Jabatan" yang begitu Bersifat Mengikat ke Dalam Lembaga ketimbang mengikat kepada loyalitas kepada Pancasila dan UUD 45, memposisikan dirinya harus manut kepada atasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang saatnya sekaranglah, ketika Ia tidak lagi terikat oleh Sumpah Jabatan, Ia lebih bisa leluasa mengungkapkan kasus-demi-kasus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas Susno sendiri bersih atau tidak, terlepas dari niatnya membongkar karena ia sakit hati atau apapun, tetapi niatnya membongkar Mafia Hukum / Makelar Kasus patut diajungi jempol.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-8805670426799762024?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/8805670426799762024/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=8805670426799762024' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/8805670426799762024'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/8805670426799762024'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2010/04/susno-duadji-sangat-mencintai-pancasila.html' title='Susno Duadji sangat mencintai Pancasila dan UUD 45'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-1667693600230201733</id><published>2010-03-10T18:59:00.000-08:00</published><updated>2010-03-10T19:06:13.521-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pelecehan Seksual'/><title type='text'>Rieke Vs Dokter Rasyidin</title><content type='html'>Dari kejadian yang dituliskan inilah.com, saya jadi tertawa terbahak-bahak. Karena Rieke melaporkan kepada polisi tentang dirinya yang dipeluk dan ingin dicium oleh Dokter Rasyidin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggapan teman-teman Dr. Rasyidin, bahwa mungkin beliau melakukan itu karena saking senangnya ketemu idolanya, jadi hubungan penggemar dan artis. Sementara teman lainnya, menyatakan bahwa Dr. Rasyidin adalah Uztad yang alim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi kenyataannya menurut Rieke, beliau dipeluk dan ingin dicium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berarti pada kejadian Rieke VS Dr. Rasyidin ada pandangan baru, bahwa penggemar (meskipun Uztad) dan artis boleh pegang-pegangan walaupun bukan Muhrim, hehehehehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.inilah.com/news/read/2010/03/11/393402/rieke-vs-dokter-rasyidin-cukup-minta-maaf/&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;TAMAT&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-1667693600230201733?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/1667693600230201733/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=1667693600230201733' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/1667693600230201733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/1667693600230201733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2010/03/rieke-vs-dokter-rasyidin.html' title='Rieke Vs Dokter Rasyidin'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-470560799308100465</id><published>2010-02-01T17:17:00.000-08:00</published><updated>2010-02-01T17:46:42.735-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasional Demokrat'/><title type='text'>Selamat Datang "Nasional Demoktrat"</title><content type='html'>Rakyat Indonesia kekinian masih pada tahap mengenal apa itu demokrasi, sehingga mereka masih kurang peka dengan rasanya dan tanggung jawab, untuk hidup di negara demokrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya, masih banyak tokoh - karena tidak bisa disebut pemimpin, yang ingin memanipulasi masyarakatnya dengan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;trend&lt;/span&gt; yang mungkin sedang berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Partai Demokrat merupakan partai pertama di Indonesia yang menggunakan "Demokrat" dan bukan "Demokrasi" seperti partai-partai terdahulu. Branding dari "Partai Demokrat" selain dari slogan dan janji-janji yang menyentuh, ternyata merek "Demokrat" memiliki celah yang sangat kompetitif.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Seperti dalam dunia marketing saat ini, banyak sekali produk-produk yang juga berhasil karena menggunakan nama atau logo yang menyerupai produk unggul sebelumnya. Di Indonesia kita dapat melihat, adanya sebuah perusahaan elektronik yang muncul dengan logo dan merek yang menyerupai produk unggulan. Ternyata dapat mendongkrat penjualan yang sangat pesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi logo "Nasional Demokrat" masih sangat menginspirasikan pada logo MetroTV dengan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;taste&lt;/span&gt; seni yang tinggi, sementara Partai Demokrat mengambil logo yang sangat sederhana, tetapi sangat mudah dicerna oleh rakyat jelata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sisi logo "Nasional Demokrat" justru jauh dari rakyat jelata yang ingin dibelanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Logo dan warna, adalah rasa yang tidak mudah diterjemahkan, tetapi dapat dirasakan, apakah benar-benar ingin dekat dengan rakyat akar rumput, atau justru ingin mengusainya saja????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun alasannya, di alam demokrasi ini, kita harus berbesar hati menerima kedatangan aspirasi yang baru. Selamat datang "Nasional Demokrat" &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-470560799308100465?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/470560799308100465/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=470560799308100465' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/470560799308100465'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/470560799308100465'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2010/02/selamat-datang-nasional-demoktrat.html' title='Selamat Datang &quot;Nasional Demoktrat&quot;'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-7688551953506187534</id><published>2010-01-11T19:03:00.000-08:00</published><updated>2010-01-11T19:17:50.382-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Machiavellian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pembodohan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HAM'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Vonis'/><title type='text'>Ketika Yang Nabrak Korban adalah Polisi</title><content type='html'>Hehehe, setahu saya kalau kita lagi jalan dan kita nabrak, dengan alasan apapun pasti kita yang salah. Apalagi kalau si korban sampai mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahu saya ada teori, jarak antara kendaraan sisi depan kita dengan sisi belakang kendaraan di depan kita, dimana ada perhitungannya dengan kecepatan kendaraan yang kita kendarai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga jarak itu, mencakup jarak sisi samping kendaraan dengan sis samping kendaraan di samping kita. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kalau sampai kecelakaan di depan kendaran itu, tidak bisa dihindari, yang salah siapa ya?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Istri Tewas &amp; Suami Dipenjara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Lanjar Tak Bisa Diproses Hukum, Harus Dibebaskan&lt;br /&gt;Didit Tri Kertapati - detikNews&lt;br /&gt;Jakarta - Polisi menetapkan Lanjar Sriyanto sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan istrinya tewas. Namun, langkah yang dilakukan polisi tersebut dinilai kurang tepat. Seharusnya Lanjar tidak bisa diproses hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebetulnya kesalahan tidak ada, karena istrinya tewas ditindas sama orang lain (mobil Isuzu Panther). Kepada suami tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan karena dia juga jadi korban dalam kasus ini," ujar pakar hukum pidana Rudi Satrio kepada detikcom, Selasa (12/1/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Rudi, Lanjar memang menabrak kendaraan yang ada di depannya namun dia bukan penyebab kematian istrinya. "Seharusnya pada posisi tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan," jelas Rudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah berarti pengemudi Panther yang harus bertanggung jawab atas kematian istrinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mereka juga tidak bisa diminta tanggung jawab, karena dalam keadaan mendadak seperti itu. Kan bukan kehendak dia untuk seperti itu," jawab Rudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rudi mengatakan, solusi terbaik untuk menyelesaikan kasus ini adalah dengan membebaskan Lanjar dari jerat hukum yang ditimpakan kepada dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lebih baik semuanya dibebaskan, daripada harus diminta pertanggungjawaban. Karena tidak bisa dimintakan pertanggungjawaban pidana," tandas Rudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lanjar, dalam kecelakaan tersebut, sebagai pengendara motor dinilai lalai sehingga terjadi kecelakaan karena menabrak mobil di depannya. Dalam kecelakaan itu, istri Lanjar, Saptaningsih, terpental ke tengah jalan dan kemudian terlindas mobil Isuzu Panther yang datang dari arah depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan pengendara mobil Isuzu Panther yang menabrak dan menyebabkan tewasnya Saptaningsih tidak bisa dikenai status tersangka dengan dalih yang sama yaitu karena kelalaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.detiknews.com/read/2010/01/12/094434/1276394/10/lanjar-tak-bisa-diproses-hukum-harus-dibebaskan?991102605"&gt;Detik.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-7688551953506187534?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/7688551953506187534/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=7688551953506187534' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/7688551953506187534'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/7688551953506187534'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2010/01/ketika-yang-nabrak-korban-adalah-polisi.html' title='Ketika Yang Nabrak Korban adalah Polisi'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-7938154349361722822</id><published>2010-01-11T16:37:00.001-08:00</published><updated>2010-01-11T16:55:31.390-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pembodohan'/><title type='text'>Melupakan Sejarah Demi Kepentingan Koruptor</title><content type='html'>Jam 7.34 pagi saya menonton Metro TV, &lt;br /&gt;Saya kaget besar, ketika komentatornya mengkritisi Menteri Hukum dan Ham, untuk mundur karena melihat kenyataan adanya kamar penjara yang seperti hotel.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kita sama-sama tahu bahwa pemberantasan korupsi itu baru gencar dilakukan pada 5 tahun belakangan ini, sehingga tidak mengherankan kalau korupsi itu sudah begitu mengguritanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara pembongkaran korupsi di lembaga pemasyarakatan, baru dilakukan oleh Menteri yang saat ini menjabat. Ingat sejarahnya, belum pernah ada Menteri yang mau membuka kebobrokan di dalam lembaga pemasyarakatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini terlihat bahwa si komentator berpihak kepada koruptor, agar dapat terus melanggengkan aksi korupsinya. Karena jika menteri yang justru mau memberantas mafia di lembaga pemasyarakatan tersebut diganti, maka menteri baru yang mungkin datang dari partai yang se-afiliasi dengan TV tersebut. Dimana pada zaman pemerintahan partai tersebut, koruptor memang dianak emaskan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-7938154349361722822?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/7938154349361722822/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=7938154349361722822' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/7938154349361722822'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/7938154349361722822'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2010/01/melupakan-sejarah-demi-kepentingan.html' title='Melupakan Sejarah Demi Kepentingan Koruptor'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-3678376243970102456</id><published>2010-01-10T16:55:00.000-08:00</published><updated>2010-01-11T17:09:32.980-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Patriotisme'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Polemik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Analisa'/><title type='text'>Permintaan Maaf Kepada Bapak Susno Duadji</title><content type='html'>Melihat kesaksian Bapak Susno Duadji di persidangan mantan Ketua KPT Antasari, sangat mengejutkan saya secara pribadi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kalau sebelumnya saya sangat melecehkan pernyataan-pernyataannya. Tetapi pernyataannya dalam persidangan mantan Ketua KPK tersebut, membuat saya angkat topi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang bapak Susno bukan orang yang pertama yang terketuk hati nuraninya untuk menegakan keadilan di bumi tercinta ini. Bapak Wiliardi Wizard sudah lebih dahulu mengungkapan kebobrokan yang ada di dalam tubuh POLRI yang kita cintai bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi satu sisi, ketika dua orang Perwira Polisi sudah menyatakan kebenaran atau membongkar kebobrokan, di sisi lain seolah-olah ada yang kebakaran jenggot, yakni orang-orang Kejaksaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya? Kapan dua unsur terkait (Kejaksaan dan Kehakiman) ingin pula mengikuti "Jejak Kebaikan" yang sudah terlebih dahulu dilakukan di dalam tubuh Kepolisian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sangat tidak mungkin adanya mafia peradilan, hanya dilakukan oleh satu lembaga saja, yakni kepolisian. Karena sebuah kasus itu khan jalannya di 3 (tiga) lembaga tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-3678376243970102456?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/3678376243970102456/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=3678376243970102456' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/3678376243970102456'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/3678376243970102456'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2009/01/permintaan-maaf-kepada-bapak-susno.html' title='Permintaan Maaf Kepada Bapak Susno Duadji'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-1941115714681023801</id><published>2009-12-30T00:08:00.000-08:00</published><updated>2009-12-30T00:39:32.341-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pembodohan'/><title type='text'>Agen Intelijen Asing Harus Ubah Gaya</title><content type='html'>Dalam kehidupan demokratis, seorang harus menempatkan diri sebagai orang yang kritis dan mau dikritisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak seperti penulis buku yang maunya meng-kritisi Presiden, dengan data-data sampah, tetapi ketika dirinya dikritisi, bukan malah legowo, justru memukul orang yang meng-kritisinya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tentang banyaknya orang yang "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;double standart&lt;/span&gt;" di negeri ini, mungkin tidak mengherankan bagi saya. Walaupun saya sedih, karena ini dapat mempengaruhi pikiran orang-orang yang mendengarkan berita dan males membaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih menyedihkan bagi saya adalah, kita sama-sama tau, pada era Soeharto, orang-orang yang dapat mengkritisi, dan mendapatkan tanggapan negatif dari penguasa, akan mendapatkan uang dari badan-badan intelijen asing, yang besarnya berbanding menaik, sesuai dengan panasnya suhu politik yang dapat dibuat oleh orang-orang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi mereka-mereka para Agen Intelijen Asing (yang melacurkan diri pada intelijen negara lain), lupa bahwa zaman sudah berubah. Sehingga orang sekarang lebih sulit dibohongi dengan gosip politik kacangan, seperti yang baru dilansir baru-baru ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menghimbau, bagi para pelacur-pelacur tersebut, ayolah kita bangun bangsa ini dengan membongkar semua kasus dengan data-data yang memang benar-benar&lt;span style="font-style:italic;"&gt;valid&lt;/span&gt;.  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-1941115714681023801?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/1941115714681023801/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=1941115714681023801' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/1941115714681023801'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/1941115714681023801'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2009/12/double-standart.html' title='Agen Intelijen Asing Harus Ubah Gaya'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-3860261998303425792</id><published>2009-12-26T01:14:00.000-08:00</published><updated>2009-12-26T01:26:11.735-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Machiavellian'/><title type='text'>Komitmen oh komitmen</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/SzXWD6tCBOI/AAAAAAAAAD0/rWx2CuRqCx0/s1600-h/ruhut-sitompul.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 170px; height: 220px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/SzXWD6tCBOI/AAAAAAAAAD0/rWx2CuRqCx0/s320/ruhut-sitompul.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5419473089396344034" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Seorang wakil rakyat yang terpilih di DPR merupakan seorang sosok yang diharapkan memiliki komitmen kepada rakyat yang diwakilinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komitmen dengan rakyat memang sampai sekarang tidak ada seorang pun yang tahu, apakah wakil rakyat yang ada di Senayan itu, secara umum memang benar-benar mempunyai komitmen, atas pembelaannya terhadap rakyat yang memilihnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Komitmen dengan rakyat adalah komitmen politik, dan bukan komitmen dengan rasa kasih, jadi mungkin sah-sah saja untuk penganut machiavellian untuk melanggarnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dari komitmen yang ada didunia ini, saya rasa komitmen yang tertinggi adalah komitmen dengan pasangan hidupnya. Karena dengan rakyat seorang politisi sekalipun tidak harus meniduri seluruh pendukungnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kalau komitmen dengan pasangan hidupnya saja sudah dilanggar, maka apa jadinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sumber : &lt;a href="http://rumahabi.info/foto-skandal-ruhut-sitompul-dengan-diana-lupita.html"&gt;http://rumahabi.info/foto-skandal-ruhut-sitompul-dengan-diana-lupita.html&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-3860261998303425792?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/3860261998303425792/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=3860261998303425792' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/3860261998303425792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/3860261998303425792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2009/12/komitmen-oh-komitmen.html' title='Komitmen oh komitmen'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/SzXWD6tCBOI/AAAAAAAAAD0/rWx2CuRqCx0/s72-c/ruhut-sitompul.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-3033837439416197640</id><published>2009-12-25T03:33:00.000-08:00</published><updated>2009-12-25T03:34:58.879-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Papua'/><title type='text'>Orang-orang Papua yang masih tinggal di Pengasingan Tertarik untuk Pulang</title><content type='html'>Wilson&lt;br /&gt;Bahasa Indonesia warga Papua tinggal di Papua Nugini dan di luar negeri selama 40 tahun kini dapat kembali untuk membangun kembali tanah air mereka di barat New Guinea, pemenang Penghargaan Logohu dan PNG wartawan Franz-Albert Joku mengatakan Dia baru saja kembali ke Port Moresby setelah negosiasi dengan pusat Bahasa Indonesia pemerintah dan pejabat pemerintah provinsi Papua pada otonomi khusus dan bagaimana orang Papua Barat di PNG dan luar negeri bisa berpartisipasi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Para pemerintah PNG mendukung proses otonomi khusus di dua provinsi Indonesia, Papua dan Papua Barat dan PNG pejabat akan bekerjasama dengan pemerintah Indonesia dan pemerintah provinsi Papua untuk mendaftarkan Papua Barat yang melarikan diri dari Indonesia pada 1960-an, 1970-an dan 1980-an yang setuju untuk pulang ke rumah. Beberapa dari mereka mengikuti program repatriasi 19-22 November 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kata Joku menghimbau Papua Barat berjuang untuk kemerdekaan di semak-semak dan gunung-gunung untuk mencapai kompromi dan bekerja bersama di bawah proses otonomi khusus baru," Harlyne Joku melaporkan di The Nasional (Port Morsby). "Dia bilang di bawah otonomi khusus, Papua Barat akan memiliki 85 persen kebebasan untuk memberdayakan diri mereka di tanah mereka sendiri. Dia berkata sekarang, langkah positif yang telah ditetapkan dan proses otonomi khusus disahkan oleh pemerintah Indonesia pada bulan Oktober 2001 mulai bekerja. Pemimpin sedang terpilih dalam proses demokrasi. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Joku juga menarik berpendidikan Papua Barat tidak dapat penonton dari proses otonomi tetapi membuatnya bekerja, menambahkan ada kebebasan berbicara, gerakan dan pemilihan. Meskipun ayah mereka menuntut kemerdekaan politik, pemerintah Indonesia telah memberikan otonomi khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak seperti sebelumnya ketika orang-orang berkuasa di bawah laras senapan. Jika semuanya berjalan seperti yang diharapkan di bawah otonomi khusus, antara tujuh dan sembilan tahun waktu, dalam pengembangan dari PNG," katanya. Jadi, jangan merasa ragu kembali ke Papua dan bersama-sama menciptakan tanah pembangunan dan perdamaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.papuatoday.com"&gt;PapuaToday.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-3033837439416197640?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/3033837439416197640/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=3033837439416197640' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/3033837439416197640'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/3033837439416197640'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2009/12/orang-orang-papua-yang-masih-tinggal-di.html' title='Orang-orang Papua yang masih tinggal di Pengasingan Tertarik untuk Pulang'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-3849963378650223486</id><published>2009-12-16T03:38:00.001-08:00</published><updated>2009-12-16T03:42:04.197-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Papua'/><title type='text'>Police arrest three over PT Freeport shooting incidents</title><content type='html'>Jayapura, Papua  - Police on Monday arrested three yet-to-be-identified men believed to belong to an armed gang responsible for security disturbances in PT Freeport`s concession area in the easternmost province of Papua.The police made the arrest during security restoration operations at Kwamki Baru in Timika, capital of Mimika district, a police source said.The gang was believed to be responsible for three shooting incidents in the PT Freeport area earlier this month. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Drew Nicholas Grant, an Australian working for the Indonesian subsidiary of US-based mining giant Freeport, was shot dead by unidentified gunmen at mile 53 road connecting Timika and Tembagapura, Mimika district, Papua, on July 11. Grant was shot dead when travelling with other workers, Jhon Biggs, Maju Panjaitan, and Lidan Madandan in a car from Timika to Tembagapura.On July 12, unidentified gunmen again shot dead Markus Rante Allo, the company`s security guard, at mile 51. On July 13, Brigadier I Marson Freddy Pattipeilohy, a Papua police officer, was found dead at mile 52 after reportedly gone missing earlier.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source : Monday, July 20, 2009 | National |Antara&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-3849963378650223486?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/3849963378650223486/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=3849963378650223486' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/3849963378650223486'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/3849963378650223486'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2009/12/police-arrest-three-over-pt-freeport_16.html' title='Police arrest three over PT Freeport shooting incidents'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-5201582650472371070</id><published>2009-12-16T03:32:00.000-08:00</published><updated>2009-12-16T03:42:04.206-08:00</updated><title type='text'>Timika ambush death toll rises to three</title><content type='html'>Markus Makur,&lt;br /&gt;A police officer was found dead Monday on a section of the road connecting Timika and PT Freeport Indonesia’s Grassberg mine in Tembagapura in Papua, after being declared missing following an attack on a convoy of police troops on Sunday.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;The body of Second Brig. Marson was discovered in a ravine in Mile 64 of the road in Tembagapura district, Papua Police chief Insp. Gen. Bagus Ekodanto said Monday.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marson was among the police personnel flanking Freeport security guards who were ambushed by a group of armed people on Sunday. Freeport security guard Markus Rante Allo was killed in the attack.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papua Police deputy chief Brig. Gen. Riady Koni said the police found Marson’s body after sifting through the site of the ambush. They had discovered Marson’s firearms shortly after the attack. Freeport’s Australian employee Drew Nicholas Grant was killed in a separate ambush on Saturday.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source : The Jakarta Post ,  Timika   |  Mon, 07/13/2009 |  National&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-5201582650472371070?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/5201582650472371070/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=5201582650472371070' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/5201582650472371070'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/5201582650472371070'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2009/12/timika-ambush-death-toll-rises-to-three.html' title='Timika ambush death toll rises to three'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-7429452783590573556</id><published>2009-12-11T18:13:00.000-08:00</published><updated>2009-12-11T18:30:59.790-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pembodohan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MataHati'/><title type='text'>Pola Penegakan Hukum Berkepentingan Bisnis</title><content type='html'>Sebagai orang yang awam dalam hukum, saya berfikiran bahwa penjahat adalah orang yang melakukan kejahatan itu sendiri, sedangkan orang yang kena dampak dari perbuatan jahatnya adalah korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara subjek dan objek tersebut, mungkin masih ada pelaku pendukung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyikapi kejadian sehari-hari, kita gamblang melihatnya, bahwa yang lebih banyak ditangkap dan diadili adalah justru objek dan pendukung. Pertanyaannya ????&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kalau pelaku utama yang ditangkap, maka nggak ada kerjaan (objekan) penegak hukum tersebut, seperti persis kita dengar bersama rekaman Anggodo di MK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh yang paling gampang dilihat adalah, pada korban Narkoba yang lebih mendapat perhatian dari pihak penegak hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara logika, semakin banyaknya korban pengguna narkoba ditangkap (yang seharusnya hanya sebagai saksi), semakin banyak pula informasi yang didapat oleh pihak penegak hukum untuk menangkap pengedar narkoba itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi, kalau pengedarnya sudah habis, maka objekannya juga sudah habis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negara maju, biasanya pengguna atau yang disebut korban selalu dilindungi, dan yang dikejar-kejar adalah pengedarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wakakakak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KPK aja sudah hampir amblas, karena KPK merebut objekan gede, khusus buat petinggi-petinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biar adil, kasus narkoba yang melibatkan petugas lapangan, tetap pada polanya, sehingga adilah bagi-bagi rejeki yang tinggi dapet gede, yang rendah dapet recehan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisnis recehan kalau menangkap pecandu yang bukan orang kaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huahuahua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi adil adalah seperti itu????&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-7429452783590573556?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/7429452783590573556/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=7429452783590573556' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/7429452783590573556'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/7429452783590573556'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2009/12/pola-penegakan-hukum-berkepentingan.html' title='Pola Penegakan Hukum Berkepentingan Bisnis'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-1411145897237717346</id><published>2009-12-07T17:47:00.000-08:00</published><updated>2009-12-07T17:55:15.552-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Malpraktek'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pembodohan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MataHati'/><title type='text'>Dukung Ibu Prita dan Ibu Juliana</title><content type='html'>Ibu Prita yang &lt;span style="font-style:italic;"&gt;sharing&lt;/span&gt; dengan teman-teman milis harus membayar 204 juta, karena dianggap pencemaran nama baik. Padahal yang apa yang diraskan oleh ibu Prita bukan karangan belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Juliana yang anaknya "Jared" mengalami kebutaan karena kesalahan penanganan, justru ditawari 1.5 milyar (TV One pagi).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Baik ibu Prita mapun Ibu Juliana adalah dua orang ibu-ibu yang dizolimi oleh sistem keadilan di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sepakat dengan himbauan bapak Imam Prasojo, yang mengatakan untuk tidak mendatangi rumah sakit yang seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-1411145897237717346?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/1411145897237717346/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=1411145897237717346' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/1411145897237717346'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/1411145897237717346'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2009/12/dukung-ibu-prita-dan-ibu-juliana.html' title='Dukung Ibu Prita dan Ibu Juliana'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-7240250249721029452</id><published>2009-12-06T17:54:00.000-08:00</published><updated>2009-12-06T18:12:59.867-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Malpraktek'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pembodohan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MataHati'/><title type='text'>"Koin untuk Prita"</title><content type='html'>Gerakan sosial "Koin untuk Prita", mencerminkan adanya kepasrahan rakyat kecil Indonesia, terhadap adanya keadilan yang hanya berlaku bagi masyarakat yang kaya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uang "Koin untuk Prita" tersebut adalah simbol penindasan bagi rakyat kecil. Jadi jika  nanti uang receh tersebut diterima oleh pihak penuntut, dan disalurkan kepada sebuah panti... maka terhinalah panti itu sendiri. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bagi pengurus panti, atau bekerja sebagai pelaku sosial, tentunya memiliki empati yang tinggi terhadap penindasan. Layaknyalah, tidak ada satu pantipun yang mau menerima saluran dana dari hasil tuntutan kepada Prita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu diingat, jika ini terjadi, pihak penuntut hanya menggunakan panti sebagai alat untuk membersihkan pola pikir kekejiannya.   &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-7240250249721029452?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/7240250249721029452/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=7240250249721029452' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/7240250249721029452'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/7240250249721029452'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2009/12/koin-untuk-prita.html' title='&quot;Koin untuk Prita&quot;'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-2998352473272766824</id><published>2009-11-19T05:19:00.000-08:00</published><updated>2009-11-19T05:31:00.469-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ancaman Hukuman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Analisa'/><title type='text'>Kesamaan dan perbedaan antara Prita dan Anggodo</title><content type='html'>Bu Prita dan Pak Anggodo sama-sama menghadapi masalah hukum. Tetapi Bu Prita kurang kaya untuk melawan lembaga kapitalis, sedangkan Pak Anggodo adalah Kapitalis yang dengan mudah mengatur pejabat-pejabat yang korup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang awam mungkin dapat dikatakan;&lt;br /&gt;Bagi orang miskin, perlakuan hukum seperti di negara komunis. &lt;br /&gt;Sedangkan bagi orang kaya, maka perlakuan hukum persis seperti di negara kapitalis. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Selebihnya Anda mungkin bisa berkomentar sendiri....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-2998352473272766824?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/2998352473272766824/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=2998352473272766824' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/2998352473272766824'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/2998352473272766824'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2009/11/kesamaan-dan-perbedaan-antara-prita-dan.html' title='Kesamaan dan perbedaan antara Prita dan Anggodo'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-7960013313849757549</id><published>2009-11-17T04:54:00.000-08:00</published><updated>2009-12-16T03:42:04.213-08:00</updated><title type='text'>Hak-hak Minoritas dan Multikulturalisme di Indonesia</title><content type='html'>Oleh Ridwan al-Makassary&lt;br /&gt;Adalah rahasia umum bahwa Indonesia adalah hamparan masyarakat heterogen yang sedang terus menerus mendefinisikan dirinya. Dikenal sebagai masyarakat majemuk (pluralis), Indonesia terbentuk dari lima ratus etnik yang berbicara dalam enam ratus jenis bahasa.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dewasa ini berbagai kelompok etnik tersebut hidup berdampingan dengan kelompok etnik lokal lainnya baik di kota maupun di desa. Dalam konteks ini, jalinan hubungan antar-etnik semakin intensif dibandingkan dengan jaman dulu. Selanjutnya, realitas ini rentan menimbulkan problematika akomodasi perbedaan budaya antara kelompok pendatang dan komunitas lokal, terutama jika komunitas pendatang cenderung lebih baik secara ekonomi.&lt;br /&gt;Gagasan tentang hakminoritas dan multikulturalise menjadi signifikan dalam konteks semacam itu. Masa depan Indonesia akan sangat ditentukan oleh bagaimana keragaman itu bisa dikelola dengan baik sehingga bisa menghasilkan konstruksi masyarakat pluralis yang mengakui dan merayakan perbedaan.&lt;br /&gt;Menurut Parsudi Suparlan, Kelompok minoritas adalah orang-orang yang diperlakukan secara diskriminatif dalam masyarakat karena ciri-ciri fisik tubuh atau asal-usul keturunannya atau kebudayaannya berbeda. Mereka tidak saja diperlakukan sebagai orang luar dalam masyarakat tempat mereka hidup, namun juga menempati posisi yang tidak menguntungkan, karena mereka tidak memperoleh akses terhadap sosial, ekonomi, dan politik.&lt;br /&gt;Dewasa ini diskursus hak minoritas didominasi oleh teori politik, terutama setelah bangkrutnya ideologi komunisme yang melahirkan gelombang nasionalisme etnik di Eropa Timur yang secara dramatik telah merubah proses demokratisasi. Namun, terdapat beberapa faktor di dalam sistem demokrasi yang mapan yang menunjukkan pentingnya etnisitas; resistensi orang pribumi melawan imgiran dan pengungsi di berbagai negara Barat maju, kebangkitan dan mobilisasi politik indegenous people yang berujung pada lahirnya draft deklarasi hak indegenous people di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Selain itu, peningkatan ancaman separatis terjadi di sejumlah negara demokratis seperti Kanada (Quebeq), Inggris (Skotlandia), Belgia (Flanders) dan Spanyol (Katalonia).&lt;br /&gt;Sementara itu, kondisi multikultur sebuah negara tidak dengan serta merta meniscayakan warganya hidup dalam tatanan multikultural. Satu negara hanya dapat dikatakan sebagai sebuah negara multikultur jika berbagai divesitas budaya yang eksis memiliki kesetaraan dalam arena publik.&lt;br /&gt;Konsep multikulturalisme pada dasarnya menyokong gagasan mengenai perbedaan dan heteroginitas, sekaligus mendorong isu kesetaraan antara kelompok mayoritas dan minoritas. Karenanya, poin multikulturalisme adalah apakah entitas yang beragam tersebut memperoleh status yang setara dalam negara, atau justru mengalami minoritisasi melalui kebijakan publik negara.&lt;br /&gt;Indonesia memang merupakan negara dengan kondisi multikultur, tetapi belum semua warganya bisa menerima gagasan tentang sebuah tatanan multikultural. Munculnya keterbukaan politik saat ini, setelah selama lebih dari tiga dekade hidup dalam pasungan otoritarianisme, itu justru menjadi salah satu pintu masuk bagi berlangsungnya bermacam-macam proses penguatan politik identitas (primordial) di banyak tempat. Lebih dari sekedar bentuk-bentuk euphoria politik setelah lepas dari otoritarianisme, kecenderungan politisasi identitas etnik dan agama yang sekarang terjadi di beberapa daerah sampai pada level ketika kebersamaan sebagai sebuah bangsa mulai dipertaruhkan. Beberapa tendensi formalisasi agama melalui kebijakan publik dalam label peraturan daerah, misalnya, mengundang resiko dilanggarnya the lowest common denominator yang sudah disepakati bersama sejak Indonesia meraih kemerdekaan dari kolonialisme tahun 1945 yang lalu, yakni fundamen bahwa Indonesia bukanlah negara yang didasarkan pada satu agama tertentu.&lt;br /&gt;Singkatnya, semua anak bangsa mesti menyadari bahwa negara ini adalah milik bersama dan bukan milik etnik dan agama tertentu. Karenanya diperlukan kebijakan publik yang bisa memayungi semua kelompok dan mewujudkan integrasi sosial. Dalam hal ini, hak-hakminoritas dan multikulturalisme dapat menjadi alternatif dan solusi bagi masa depan Indonesia yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis adalah Koordinator Program Islam dan Hak Asasi Manusia di Center for the Study of Religion and Culture (CSRC) UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : www.pelita.or.id/baca.php?id=74945&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-7960013313849757549?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/7960013313849757549/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=7960013313849757549' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/7960013313849757549'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/7960013313849757549'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2009/11/hak-hak-minoritas-dan-multikulturalisme.html' title='Hak-hak Minoritas dan Multikulturalisme di Indonesia'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-6900368402172003826</id><published>2009-11-17T04:44:00.000-08:00</published><updated>2009-12-16T03:42:04.217-08:00</updated><title type='text'>Pemahaman dan Penguatan Wawasan Kebangsaan</title><content type='html'>oleh adi supardi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu bangsa menjadi bangsa besar; produktif dan mandiri, adil dan beradab, solidaritas tinggi dan berwibawa, serta ketegaran yang berkelanjutan, bukan semata-mata dilihat dari besarnya jumlah penduduk; melainkan kualitas manusia (“masyarakat”) sebagai bangsa kuat dan beradab.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Demikian disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Ikatan Sosiologi Indonesia , Dr. Ir. Tri Pranadji, MSi, APU dalam “Forum Komunikasi dan Konsultasi Pembauran dalam Rangka Fasilitasi dan Penguatan Kelembagaan “ di Jakarta 8 September 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijelaskan, Penguatan pengintegrtasi multicultural bangsa terdapat Enam elemen sosio-kultural : Nilai-nilai sosio-kultural . Kepemimpinan progresif , Struktur masyarakat. Sistem pemerintahan, Kompetensi SDM dan Manajemen social.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source : etnisuku.wordpress.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-6900368402172003826?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/6900368402172003826/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=6900368402172003826' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/6900368402172003826'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/6900368402172003826'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2009/11/pemahaman-dan-penguatan-wawasan.html' title='Pemahaman dan Penguatan Wawasan Kebangsaan'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-7472150063705769576</id><published>2009-11-10T06:10:00.000-08:00</published><updated>2009-11-10T06:19:03.537-08:00</updated><title type='text'>Maju terus Williardi Wizard</title><content type='html'>Demi nama penyelamatan bangsa, kita dukung terus kejujuran Williardi Wizard&lt;br /&gt;Semoga terbongkar semua kasus-kasus kebobrokan buaya-buaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan biarkan mereka yang ingin tobat jalan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang tinggal kita tunggu adalah, kejujuran Rani. Karena pada hari penembakan, dia sudah diamankan oleh Polisi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dari tulisan saya sebelumnya mengenai Antasari, saya memang sudah yakin bahwa ini hanya sebuah rekayasa.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-7472150063705769576?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/7472150063705769576/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=7472150063705769576' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/7472150063705769576'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/7472150063705769576'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2009/11/maju-terus-williardi-wizard.html' title='Maju terus Williardi Wizard'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-1460631700262894678</id><published>2009-11-02T21:47:00.000-08:00</published><updated>2009-11-02T22:02:22.907-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Analisa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Skandal'/><title type='text'>Umat beragama boleh berbuat jahat????</title><content type='html'>Jawabannya boleh, coba ikuti rekaman KPK yang diputar di MK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengarkan KPK Diputar di MK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di satu sisi, saya suka, karena kita dapat mengetahui kejelasan dasar Polisi menangkap pak Bibit dan pak Chandra, sampai dua jam, kayanya tidak ada data yang mengharuskan pak Bibit dan pak Chandra ditahan, karena masih sumir.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Di lain pihak, saya prihatin, ternyata para penegak hukum kita dapat dengan leluasa berhubungan dan mengatur tingkat kesalahan para penjahat kelas kakap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di benak saya, ternyata mental dan moral para penegak hukum kita lebih rendah dari penegak hukum di film-film Holiwood yang kita lihat di film-film mafia. Pasalnya, para penegak hukum disana tidak pernah mengatasnamakan baha mereka adalah "Umat Beragama"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau di Indonesia, sebutan "Kita khan umat beragama" seolah-olah menjadi bumbu, bahwa umat beragama di Indonesia boleh berbuat lebih kejam dan lebih jahat dari orang Barat yang kurang beragama. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-1460631700262894678?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/1460631700262894678/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=1460631700262894678' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/1460631700262894678'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/1460631700262894678'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2009/11/mendengarkan-kpk-diputar-di-mk.html' title='Umat beragama boleh berbuat jahat????'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-6822203342824533358</id><published>2009-10-05T02:51:00.000-07:00</published><updated>2009-10-08T02:21:21.968-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Malaysia'/><title type='text'>Noordin M Top Ternyata Doyan Disodomi</title><content type='html'>Membaca judul di atas dari sebuah blog, saya jadi penasaran. Langsung saja saya googling sehubungan dengan informasi di atas, ups...., yang saya dapatkan adalah sbb:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gaya Ibrahim yang khas....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/SsrWb1kCMaI/AAAAAAAAADs/P9QcKhJR2Hg/s1600-h/ibrahim.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 285px; height: 249px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/SsrWb1kCMaI/AAAAAAAAADs/P9QcKhJR2Hg/s400/ibrahim.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5389355677825249698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Rabu, 22/07/2009 06:25 WIB&lt;br /&gt;Bom JW Marriott dan Ritz-Carlton&lt;br /&gt;E Mei Amelia R - detikNews&lt;br /&gt;http://www.detiknews.com/read/2009/07/22/062537/1169094/10/ibrahim-tinggalkan-wasiat-agar-keluarga-bayar-utang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;-- Batas Berita Baru&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dani Agak Gemulai Tapi Beli Air Mineral Galon Angkat Sendiri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Dani Dwi Permana kini menjadi buah bibir. Pelaku bom bunuh diri di Hotel JW Marriott itu sosoknya dikenang lemah gemulai.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian, saat membeli air mineral galon, Dani selalu mengangkatnya sendiri. Ia tidak mau si penjual air mineral membawakan barang yang dibelinya sampai ke rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian disampaikan penjaga toko di depan rumah kontrakan Ibrohim, Resti (17) di Jl Pondok Jaya I, Mampang, Jakarta, Rabu (12/8/2009). Dani dan tersangka teroris lainnya pernah datang ke kontrakan rumah di Mampang itu selama 3 minggu. Resti menuturkan, Dani sering membeli makanan kecil dan air mineral usai maghrib. "Dia nggak mau diantarin galonnya. Padahal kalau di sini semua pada diantarin. Katanya nggak usah dekat kok," kata Resti yang awalnya menduga Dani adalah Ibrohim. Namun saat ditunjukkan foto-foto para tersangka bom, Resti mengaku yang dimaksudnya adalah Dani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Resti mengatakan, Dani sosok yang tampak lemah gemulai. Karena itu dirinya kaget saat melihat pemberitaan di televisi kalau Dani terlibat teroris. "Dia agak lemah gemulai gitu sih, makanya kita kaget," tutur Resti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya Ibrohim, ada seorang pria lainnya yang berkulit hitam serta brewokan yang juga tinggal di rumah tersebut. "Di sini mereka sekitar 3 mingguan," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantauan detikcom, pukul 11.00 WIB, rumah yang berukuran 8x4 meter itu tidak diberi garis polisi. Cukup sulit mencari rumah itu karena penduduk setempat mengunci rapat mulut mereka sejak penggerebekan Densus 88.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilik kontrakan, Gondo dan Wiwit pun mengurung diri dan enggan berkomentar. Sementara itu anak Ketua RT, Puri membenarkan adanya anggota Densus 88 beberapa kali menemui bapaknya, Susmadi. (gus/iy)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;Rabu, 12/08/2009 12:21 WIB&lt;br /&gt;updated&lt;br /&gt;Andi Saputra - detikNews&lt;br /&gt;http://www.detiknews.com/read/2009/08/12/122115/1181770/10/ibrohim-agak-gemulai-tapi-beli-aqua-galon-angkat-sendiri?991101605&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-- Batas Berita Baru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mun'im Idris: Noordin Biasa Disodomi&lt;br /&gt;Tim dari Universitas Indonesia (UI) menemukan kelainan di jasad gembong teroris Noordin M Top. Kelainan itu adalah bentuk corong di dubur pria yang mempunyai sejumlah istri itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada berbentuk corong di duburnya. Biasa disodomi, sudah sering melakukan itu," kata ahli forensik RSCM dr Mun'im Idris kepada detikcom, Rabu (30/9/2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Mun'im, bentuk corong itu merupakan tanda-tanda Noordin sering disodomi. "Ya itu kita periksa. Agak sensitif memang," ujar pria yang selalu bertopi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, apakah benar jasad tersebut adalah jenazah Noordin? Hingga kini, sejumlah kalangan meragukan jenazah pria berewokan yang membujur kaku di RS Polri adalah Noordin. Menurut mereka yang skeptis, ciri-ciri jasad itu tidak seperti yang melekat pada Noordin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu Wakadiv Humas Mabes Polri Brigjen Sulistyo Ishak saat dikonfirmasi soal temuan Mun'im mengaku belum mengetahui informasi tersebut. "Saya belum terima informasi itu. Kita tunggu saja," katanya. (gus/iy)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;Rabu, 30/09/2009 16:13 WIB&lt;br /&gt;Chazizah Gusnita - detikNews&lt;br /&gt;http://www.detiknews.com/read/2009/09/30/161300/1212029/10/munim-idris-noordin-biasa-disodomi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-- Batas Berita Baru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polisi Tak Tahu Kelainan Dubur Noordin&lt;br /&gt;Polri mengaku tak tahu-menahu perihal kelainan yang terdapat pada jenazah gembong teroris Noordin M Top.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, tim forensik Universitas Indonesia (UI) yang siang tadi mendatangi RS Polri, antara lain Adrianus Meliala dan Mun'im Idris. Mun'im mengatakan, terdapat kelainan pada dubur jenazah Noordin. Namun, ahli forensik itu enggan menjelaskan lebih detail mengenai kelainan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya tidak tahu soal itu. Itu kan bagian kedokteran, bukan bagian penyidik," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Nanan Sukarna, Rabu (30/9) di Mabes Polri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Nanan, pemeriksaan pada kondisi fisik jenazah merupakan tugas dari tim kedokteran, bukan tugas dari penyidik Polri. "Polisi itu penyidik, memangnya ngutak-atik dubur. Ada yang jadi bagian penyidik ada yang bagian kedokteran. Harus dibedakan itu," terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menegaskan, yang mengetahui secara persis kondisi fisik jenazah adalah tim kedokteran. "Ya yang tahu itu kan dari DVI, dokter, dan forensik," tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;Kompas Rabu, 30 September 2009 | 17:20 WIB&lt;br /&gt;http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/09/30/17203339/polisi.tak.tahu.kelainan.dubur.noordin.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-6822203342824533358?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/6822203342824533358/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=6822203342824533358' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/6822203342824533358'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/6822203342824533358'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2009/10/noordin-m-top-ternyata-doyan-disodomi.html' title='Noordin M Top Ternyata Doyan Disodomi'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/SsrWb1kCMaI/AAAAAAAAADs/P9QcKhJR2Hg/s72-c/ibrahim.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-2389033329260688675</id><published>2009-09-25T22:54:00.000-07:00</published><updated>2009-09-25T23:26:37.704-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Film'/><title type='text'>Meraih Mimpi</title><content type='html'>Kemarin saya menonton "Meraih Mimpi", wah-wah, saya salut dan kagum dengan kwalitas film cartoon layar lebar pertama buatan anak negeri yang saya tonton ini.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang awam, menurut saya hampir perfect, tetapi ada satu hal yang mengganjal perasaan saya. &lt;br /&gt;Ketika adegan yang sebetulnya menegangkan, saya tidak dapat merasakan ketegangan itu. Saya tanya juga ke beberapa penonton yang lain, jawabannya ternyata sama dengan saya.&lt;br /&gt;Tetapi secara keseluruhan film tersebut, keren abis....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-2389033329260688675?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/2389033329260688675/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=2389033329260688675' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/2389033329260688675'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/2389033329260688675'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2009/09/meraih-mimpi.html' title='Meraih Mimpi'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-5174777500551506586</id><published>2009-09-18T04:40:00.000-07:00</published><updated>2009-11-17T04:42:19.016-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Etnis Suku'/><title type='text'>Tokoh India Indonesia : Raam Punjabi</title><content type='html'>oleh adi supardi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh India Indonesia (Etnis India Indonesia) bernama Raam Punjabi yang mempunyai nama lengkap Raam Jethmal Punjabi kelahiran Surabaya, Jawa Timur, 6 Oktober 1943 adalah seorang produser film dan sinetron paling sukses di Indonesia dengan rumah produksinya Multivision Plus.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Multivision Plus menaungi 150 artis, 20 sutradara, dan 300 tenaga yang dikontrak secara eksklusif oleh production house itu dan setiap minggu, Multivision Plus membuat tayangan sinetron lebih kurang 22 jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 2004, terbit buku biografi Raam Punjabi berjudul Panggung Hidup Raam Punjabi. Buku setebal lebih dari 300 halaman dan disusun oleh Alberthiene Endah itu banyak mengetengahkan sisi kehidupan Raam Punjabi. Buku tersebut ini diterbitkan Grasindo (kelompok penerbit milik PT Gramedia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyelamat industri perfilman Indonesia, Raam Punjabi memiliki istri bernama :&lt;br /&gt;Shanta Ramchand Harjani (Raakhee Punjabi) dan anak bernama Ameet Punjabi (Alm), Karuishma Punjabi, Amrit Punjabi. Sedangkan Ayah bernama Jethmal Tolaram Punjabi dan Ibu bernama Dhanibhai Jethmal Punjabi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source : etnisuku.wordpress.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-5174777500551506586?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/5174777500551506586/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=5174777500551506586' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/5174777500551506586'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/5174777500551506586'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2009/09/tokoh-india-indonesia-raam-punjabi.html' title='Tokoh India Indonesia : Raam Punjabi'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-1094877671617924145</id><published>2009-09-16T04:42:00.000-07:00</published><updated>2009-11-17T04:44:01.100-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Etnis Suku'/><title type='text'>Etnis India Indonesia : Perkembangan Populasinya</title><content type='html'>oleh adi supardi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Wikipedia, diperkirakan populasi Etnis India Indonesia (EII) sekitar 50.000 – 80.000 orang, yang separuhnya bermukim di kawasan Medan dan Pematang Siantar Sumatra Utara, di Jakarta sekitar 10.000 orang dan sisanya tersebar diberbagai wilayah seperti Palembang, Aceh, Bandung, Semarang, Surakarta, Jogjakarta, Surabaya, Malang, Bangil dan Bali.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hitungan tersebut hanya untuk orang keturunan India yang benar-benar tulen dari India dan belum termasuk yang berdarah campuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditilik dari asal muasalnya, mereka terdapat tiga kelompok yaitu suku Tamil berasal dari India Selatan, suku Punjabi dan suku Sindhi. dari India Utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk agama, mayoritas EII menganut agama Hindu dan Budha, sebagian lain beragama Sikh, Kristen dan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source : etnisuku.wordpress.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-1094877671617924145?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/1094877671617924145/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=1094877671617924145' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/1094877671617924145'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/1094877671617924145'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2009/09/etnis-india-indonesia-perkembangan.html' title='Etnis India Indonesia : Perkembangan Populasinya'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-8439010513335255027</id><published>2009-09-08T04:44:00.000-07:00</published><updated>2009-11-17T04:45:39.548-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Etnis Suku'/><title type='text'>Pemahaman dan Penguatan Wawasan Kebangsaan</title><content type='html'>oleh adi supardi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu bangsa menjadi bangsa besar; produktif dan mandiri, adil dan beradab, solidaritas tinggi dan berwibawa, serta ketegaran yang berkelanjutan, bukan semata-mata dilihat dari besarnya jumlah penduduk; melainkan kualitas manusia (“masyarakat”) sebagai bangsa kuat dan beradab.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Demikian disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Ikatan Sosiologi Indonesia , Dr. Ir. Tri Pranadji, MSi, APU dalam “Forum Komunikasi dan Konsultasi Pembauran dalam Rangka Fasilitasi dan Penguatan Kelembagaan “ di Jakarta 8 September 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijelaskan, Penguatan pengintegrtasi multicultural bangsa terdapat Enam elemen sosio-kultural : Nilai-nilai sosio-kultural . Kepemimpinan progresif , Struktur masyarakat. Sistem pemerintahan, Kompetensi SDM dan Manajemen social.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source : etnisuku.wordpress.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-8439010513335255027?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/8439010513335255027/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=8439010513335255027' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/8439010513335255027'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/8439010513335255027'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2009/09/pemahaman-dan-penguatan-wawasan.html' title='Pemahaman dan Penguatan Wawasan Kebangsaan'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-9002177102047678002</id><published>2009-08-30T04:46:00.001-07:00</published><updated>2009-11-17T04:47:40.305-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Etnis Suku'/><title type='text'>Etnis India Indonesia : Masjid Al Anshor Pekojan, Kecamatan Tambora , Jakarta Barat, Indonesia</title><content type='html'>oleh adi supardi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangunan Masjid Al Anshor yang terletak di Rt.006/Rw.04 Kelurahan Pekojan, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Indonesia. Pada massa penjajahan Belanda, daerah itu bernama Kampoeng Toea Pekojan. Nama PE-KOJA-N adalah kampong tempat tinggal orang Kodja. Sebutan orang Kodja adalah orang India atau etnis India.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bangunan Masjid Al Anshor yang disamping terdapat pemakaman kuno, bernilai sejarah berkaitan Etnis India Indonesia, karena bangunan Masjid Al Anshor diatas tanah wakaf dari Warga Negara India dengan bukti sertifikat nomor : M.166 tanggal 18-03-92 AIW/PPAIW : W3/011/c/4/1991 tanggal 8-5-1991. Diperkuat dengan pemasangan Papan Undang Undang Monumen oleh Pemerintah DKI Jakarta (Dinas Musium dan Sejarah) berbunyi : Perhatian : SK Gubernur No.cb.11/1/12/72 tanggal 10 Januari 1972 (Lembaran Daerah no.60/1972). Gedung ini dilindungi Undang Undang Monumen ST BL 1931 no.238. Segala tindakan berupa pembongkaran, perubahan, pemindahan diatas bangunan ini hanya dapat dilakukan seizin Gubernur Kepala Daerah. Setiap pelanggaran akan dituntut sesuai Undang Undang yang berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, berkaitan sejarah Bangunan Masjid Al Anshor , terdapat bangunan musholla tertua bernama Langgar Tinggi di dirikan pada tahun 1249 H (1829 M) yang terletak di Rt.02/Rw.01 Kelurahan Pekojan, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peninggalan Etnis India atas Bangunan Masjid Al Anshor beserta makam kuno tersebut dapat dijadikan tempat obyek wisata religius (keagamaan). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source : etnisuku.wordpress.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-9002177102047678002?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/9002177102047678002/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=9002177102047678002' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/9002177102047678002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/9002177102047678002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2009/08/etnis-india-indonesia-masjid-al-anshor.html' title='Etnis India Indonesia : Masjid Al Anshor Pekojan, Kecamatan Tambora , Jakarta Barat, Indonesia'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-5467345161576064387</id><published>2009-08-28T04:47:00.000-07:00</published><updated>2009-11-17T04:50:16.724-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Etnis Suku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Etnis India Indonesia'/><title type='text'>Muslim Etnis India Indonesia, sejarah masuknya Islam ke Indonesia dari India ?</title><content type='html'>oleh adi supardi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh ini, perbincangan mengenai sejarah masuknya Islam ke Indonesia masih didominasi dua teori yang sudah klasik dan klise, serta disinyalir penulis buku ini mengandung penanaman ideologi otentisitas. Bias ideologi otentisitas itu kira-kira menyatakan, kalau Islam yang datang ke Nusantara bukan berasal dari tanah Arab atau Timur Tengah, maka nilai kesahihan dan ke-afdhal-annya akan dipertanyakan. Makanya, teori pertama tentang datangnya Islam di Nusantara menyatakan bahwa Islam dibawa ke Nusantara oleh para pedagang yang berasal dari Arab/Timur Tengah. Teori ini dikenal sebagai teori Arab, dan dipegang oleh Crawfurd, Niemann, de Holander. Bahkan Fazlur Rahman juga mengikuti mazhab ini (Rahman: 1968). Kedua adalah teori India. Teori ini menyatakan bahwa Islam yang datang ke Nusantara berasal dari India. Pelopor mazhab ini adalah Pijnapel yang kemudian diteliti lebih lanjut oleh Snouck, Fatimi, Vlekke, Gonda, dan Schrieke (Drewes: 1985; Azra: 1999).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Muslim Etnis India Indonesia memiliki sejarah peninggalan tempat ibadah seperti pembangunan Masjid Raya Kota Singkawang, Provinsi Kalimantan Barat, Musholla atau Langgar Tinngi yang didirikan pada tahun 11249 H (1829 M) dan Masjid kuno Al-Anshsor yang dibangun pada 1648 oleh para Muslim India. Menurut Sekretaris DPC NU Kota Singkawang, Bakri, Masjid Raya Kota Singakwang dibangun sekitar abad 12 oleh Muslim India.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah peninggalan sejarah pembangunan masjid dan musholla atau Langgar tersebut dapat memperkuat bahwa Islam yang datang ke Nusantara berasal dari India ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada yang mengetahui sejarah pembangunan masjid itu dengan sejarah perkembangan Muslim Etnis India Indonesia, dipersilahkan membagi pengetahuan ini yang mungkin dapat bermanfaat bagi yang membutuhkannya. Teriam kasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : etnisuku.wordpress.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-5467345161576064387?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/5467345161576064387/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=5467345161576064387' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/5467345161576064387'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/5467345161576064387'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2009/08/muslim-etnis-india-indonesia-sejarah.html' title='Muslim Etnis India Indonesia, sejarah masuknya Islam ke Indonesia dari India ?'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-782024613017071359</id><published>2009-08-27T04:50:00.000-07:00</published><updated>2009-11-17T04:52:08.861-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Etnis Suku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Etnis India Indonesia'/><title type='text'>Peninggalan muslim India di Kelurahan Pekojan, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Indonesia</title><content type='html'>oleh adi supardi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekojan merupakan salah satu tempat bersejarah diJakarta. Daerah pekojan pada era kolonial Belanda dikenal sebagai kampung Arab. Namun kini, mayoritas penghuni Pekojan adalah keturunan Tionghoa.&lt;br /&gt;Pemerintah Hindia Belanda pada abad ke-18 menetapkan Pekojan sebagai kampung Arab. Kala itu, para imigran yang datang dari Hadramaut (Yaman Selatan) ini diwajibkan lebih dulu tinggal di sini. Baru dari Pekojan mereka menyebar ke berbagai kota dan daerah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Di Pekojan, Belanda pernah mengenakan sistem passen stelsel dan wijken stelsel. Bukan saja menempatkan mereka dalam ghetto-ghetto, tapi juga mengharuskan mereka memiliki pas atau surat jalan bila bepergian ke luar wilayah. Sistem macam ini juga terjadi di Kampung Ampel, Surabaya, dan sejumlah perkampungan Arab lainnya di Nusantara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kampung Pekojan merupakan cikal bakal dari sejumlah perkampungan Arab yang kemudian berkembang di Batavia. Dari tempat inilah mereka kemudian menyebar ke Krukut dan Sawah Besar (Jakarta Barat); Jatipetamburan, Tanah Abang, dan Kwitang (Jakarta Pusat); Jatinegara dan Cawang (Jakarta Timur).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum ditetapkan sebagai kampung Arab, Pekojan merupakan tempat tinggal warga Koja (Muslim India). Sampai kini, masih terdapat Gang Koja –yang telah berganti nama jadi Jl Pengukiran II. Di sini terdapat sebuah masjid kuno Al-Anshsor yang dibangun pada 1648 oleh para Muslim India.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak sampai satu kilometer dari tempat ini, masih di Kelurahan Pekojan, terdapat Masjid Kampung Baru yang dibangun pertengahan abad ke-18. Warga Muslim India yang telah menyebar di Jakarta, setiap Lebaran shalat Id di masjid ini. Sambil bernostalgia mengenang para leluhurnya yang tinggal di kawasan ini. sumber : wikipedia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pembaca yang mengetahui sejarah perkembangan muslim India Pekojan ini, diharapkan dapat menambahkan melengkapi berita ini.&lt;br /&gt;Terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : etnisuku.wordpress.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-782024613017071359?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/782024613017071359/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=782024613017071359' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/782024613017071359'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/782024613017071359'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2009/08/peninggalan-muslim-india-di-kelurahan.html' title='Peninggalan muslim India di Kelurahan Pekojan, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Indonesia'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-6760218222985880771</id><published>2009-08-22T02:12:00.000-07:00</published><updated>2009-08-22T02:21:20.664-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Malaysia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MataHati'/><title type='text'>Tari Pendet</title><content type='html'>Belum lama berselang "Secara Ilegal" Warga Malaysia mengorganisir kekacauan di Hotel Rich Carlton dan JW Mariot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini mereka mencoba "Secara Legal" menggorganisir kepemilikan asal usul Tari Pendet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malaysia in Corporated, itu sebuah simbul akronim &lt;a href="http://malinc.blogspot.com"&gt;Mal Inc&lt;/a&gt; (dibaca Maling)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Saya hanya mengingatkan, dan saya tidak ingin berkomentar banyak.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-6760218222985880771?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/6760218222985880771/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=6760218222985880771' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/6760218222985880771'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/6760218222985880771'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2009/08/tari-pendet.html' title='Tari Pendet'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-2631633998275958405</id><published>2009-08-06T05:40:00.000-07:00</published><updated>2009-08-06T06:20:02.447-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kejawen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MataHati'/><title type='text'>Mbah Surip - Sang Pembawa Pesan</title><content type='html'>Kesahajaannya mengingatkan kita, bahwa hidup ini tidak banyak persoalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang bertanya-tanya, mengapa mbah Surip, hanya dengan lagu-lagunya yang sederhana, dan gaya yang seadanya, dapat membawanya ke puncak ketenaran seorang seniman sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah pesan yang disampaikan oleh Almarhum mbah Surip, bahwa bangsa kita yang telah kehilangan indentitas, seolah diingatkan, bahwa inilah indentitas orang Indonesia asli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sederhana, tidak sirik kepada lingkungan sekitar, rendah hati, menolong sesama, tidak membohongi apalagi menghianati diri sendiri, merupakan pola pikir dasar orang Indonesia sesungguhnya, sebelum Orde Baru.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam falsafah hidup orang Indonesia Kuno, hidup adalah pasrah. Sehingga kita, tidak kaget menghadapi segala persoalan. Pasrah dalam falsafah orang Indonesia, bukan berarti tidak berusaha, tetapi lebih pada mensyukuri hasil yang sudah dicapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga seperti mbah Surip, selalu konsisten dan memiliki komitmen kepada pilihan hidupnya. Hal ini terlihat, ketika mendadak kaya, mbah Surip pun tidak kaget dan tidak berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan setelah pesan yang disampaikan oleh mbah Surip ini, kita semua akan berubah menjadi orang yang pasrah. Amin amin amin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika hal itu tercapai, maka bukan tidak mungkin, kita akan kembali menjadi bangsa yang besar. Amin amin amin....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-2631633998275958405?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/2631633998275958405/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=2631633998275958405' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/2631633998275958405'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/2631633998275958405'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2009/08/mbah-surip-sang-pembawa-pesan.html' title='Mbah Surip - Sang Pembawa Pesan'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-1831039583047116558</id><published>2009-08-05T02:40:00.000-07:00</published><updated>2011-08-05T06:27:12.419-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nusantara'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama Lokal'/><title type='text'>Agama Asli Nusantara</title><content type='html'>Agama Asli Nusantara adalah agama-agama tradisional yang telah ada sebelum agama Hindu, Budha, Konghucu, Kristen, dan Islam masuk ke Nusantara.  &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mungkin banyak di kalangan masyarakat Indonesia sudah tidak lagi mengetahui bahwa sebelum agama-agama "Import" (agama yang datang ke Indonesia); Hindu, Buddha, Kristen, dan Islam, kemudian kini Konghucu, masuk ke Nusantara atau Indonesia, di setiap daerah telah ada agama-agama atau kepercayaan asli, seperti Sunda Wiwitan, yang dipeluk oleh masyarakat Sunda di Kanekes, Lebak, Banten; Sunda Wiwitan aliran Madrais, juga dikela sebagai agama Cigugur (dan adal beberapa penamaan lain) di Cigugur, Kuningan, Jawa Barat; agama Buhun di Jawa Barat; Kejawen di Jawa Tengah dan Jawa Timur; agama Parmalim, agama asli Batak; agama Kharingan di Kalimantan; kepercayaan Tonaas Walian di Minahasa, Sulawesi Utara; Tolottang di Sulawesi Selatan; Wetu Telu di Lombok; Naurus di Pulau Seram di Propinsi Maluku, dll.&lt;br /&gt;Di dalam Negara Republi Indonesia, agama-agama asli Nusantara tersebut didegradasi sebagai ajaran Animisme, penyembah berhala / batu atau hanya sebagai aliran kepercayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga kini, tak satu pun agama-agama dan kepercayaan asli Nusantara yang diakui di Republik Indonesia sebagai agama dengan hak-hak untuk dicantumkan di KTP, Akta Kelahiran, pencatatan perkawinan di Kantor Catatan Sipil, dsb. Seiring dengan berjalannya waktu dan zaman, Agama Asli Nusantara semakin punah dan menghilang, kalaupun ada yang menganutnya, biasanya berada di daerah pedalaman seperti contohnya pedalaman Sumatera dan pedalaman Irian Jaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-1831039583047116558?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/1831039583047116558/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=1831039583047116558' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/1831039583047116558'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/1831039583047116558'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2011/08/agama-asli-nusantara.html' title='Agama Asli Nusantara'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-346095417687967762</id><published>2009-08-03T00:20:00.000-07:00</published><updated>2009-12-16T03:41:36.231-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Taman Nasional'/><title type='text'>Tiga Hari di Taman Nasional Ujung Kulon</title><content type='html'>Badak bercula satu (Rhinoceros sondaicus) merupakan salah satu satwa langka khas Indonesia yang fenomenal. Hanya segelintir orang yang pernah menjumpainya karena jumlahnya yang sedikit. Itulah salah satu alasan saya untuk ikut WAW yang di adakan ProFauna Indonesia Jakarta ke Taman Nasional Ujung Kulon pada tanggal 20-23 Maret 2008, selain memang aktifitas WAW yang selalu membuat kecanduan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Saya sudah membayangkan di Ujung Kulon nanti akan ada hutan yang rapat, lintah, monyet, aneka burung dan lainnya juga trek offroad seperti yang pernah saya kunjungi di Way Kambas, Lampung. Pasti menjadi perjalanan yang menarik. Syukur kalau bisa bersalaman dengan badak yang terkenal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama 20 personel lebih kami berangkat pukul 00.30 WIB dari kantor LASA dan ProFauna di Bintara, Kranji dengan semangat badak. Perjalanan menuju Ujung Kulon cukup melelahkan dan membuat penat. Terkadang hujan ikut menemani kami. Tapi untungnya ada pemandangan yang indah seperti kumpulan kuntul kerbau (Bubulcus ibis) di sawah, dan pantai Anyer yang menghindarkan dari kebosanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uwih… 12 jam berlalu. Sudah pukul 13.30 WIB. Akhirnya kami sampai juga di daerah yang terkenal dengan patung badak sebagai lambangnya. Kami menuju Taman Jaya tempat kami menginap di balai RMPU (Rhino Monitoring Protection Unit).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah cukup istirahat di tempat yang telah disediakan oleh RMPU, kami memulai acara diskusi. Materi diberikan oleh petugas RMPU ditambah materi dari Bu Maria, dosen IPB jurusan konservasi yang juga merupakan anggota ProFauna. Diskusi ini cukup menarik karena para petugas RMPU berbagi cerita tentang satwa bercula itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badak Jawa (R. Sondaicus) sangat berbeda dengan badak Sumatra yang tubuhnya lebih kecil dan agak berambut di bagian kepalanya. Sekilas badak jawa lebih mirip badak Afrika tapi tubuhnya lebih kecil berwarna kelabu dengan kekerasan cula seperti tulang. Sensus terakhir pada Desember 2007 dengan 15 transek (jalur Pengamatan) mengestimasi bahwa badak Jawa ini hanya berjumlah 55 ekor tanpa di ketahui jumlah jantan dan betinanya. Data ini tidak terlalu akurat karena peralatan yang digunakan tidaklah canggih. Hanya bedasarkan metode pengamatan tapak, arah, dan kotorannya. Amat disayangkan pemerintah tidak memfasilisasi petugas lapangan menggunakan kamera otomatis untuk pengamatan seperti banyak peneliti asing lakukan. Padahal badak bercula satu merupakan kekayaan negara yang juga dilindungi dunia karena populasinya yang sedikit dan hampir mengalami kepunahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di habitatnya, badak makan sekitar 126 jenis tumbuhan seperti kiara, serlang, segel dan lainnya. Mewabahnya tanaman langkap mengakibatkan matinya tanaman lain karena mengandung racun, mengakibatkan banyak tumbuhan pakan badak menjadi langka. Itulah ancaman bagi badak jawa kini selain pembalakan hutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain badak jawa, Ujung Kulon yang mempunyai luas 120.551 Ha yang terdiri dari daratan dan perairan juga ditinggali satwa-satwa yang tidak kalah mempesonanya seperti penyu, owa, kangkareng, kancil, merak dan lainnya. Untuk mencapai hutan tempat habitat badak dan teman-temannya yang terletak di selatan Ujung Kulon diperlukan waktu yang cukup lama. Apalagi jika ditempuh dengan jalur darat. Maka petugas lapangan MRPU memakai jalur perairan untuk menuju lokasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esoknya kami menyeberang ke Pulau Peucang. Langit pagi sangat indah. Kami menyewa kapal nelayan berkapasitas 25 orang. Matahari selalu menemani perjalanan kami selama 2,5 jam. Di tengah lautan kami berjumpa dengan elang bondol (Haliastur indus) juga pecuk ular (Anhinga melanogaster) yang terbang indah di atas laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulau Peucang sangatlah indah. Kami disambut oleh kijang (Muntiacus muntjak) jantan, monyet ekor panjang (Macaca fasicularis) yang tersenyum di atas pasir putih, dan rombongan ikan hunu (nama lokal untuk ikan seperti teri) di laut yang jernih dan kehijauan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami diberi fasilitas menginap gratis oleh BKSDA Ujung Kulon di sebuah bangunan bekas kantor. Setelah menaruh tas, kami ditemani Pak Tumino, guide Pulau Peucang menyusuri hutan menuju sisi lain dari pulau indah ini. Ia memberikan banyak informasi tentang tumbuhan juga satwa yang berada disini. Tumbuhan disini (berakar serabut, akar pipih juga akar nafas) menyesuaikan diri dengan kondisi tanah yang tidak terlalu dalam. Kalau digali, 1,5 meter sudah merupakan bebatuan karang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pulau ini kami menjumpai kancil (Tragulus javanicus), kijang, biawak, babi hutan (Sus sp.), helikopter, sebutan jagawana untuk burung kangkareng (Antracoceros sp.) yang bertengger di atas pohon yang tinggi, dan burung merak (Pavo munticus) yang cantik. Tiga kilometer sudah kami berjalan. Akhirnya sampai juga ke sisi lain dari pulau ini. Ya ampun indah sekali!!! Seperti di negeri dongeng. Ada karang copong yang tengahnya bolong menghiasi pantai berkarang. Dan kami juga bisa melihat Anak Gunung Krakatau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sorenya sekitar pukul 17.00 WIB kami menuju Cidaun yang berada di Pulau Jawa. Di sini kami melihat kawnan banteng (Bos javanicus) betina yang asyik ngerumpi sambil merumput. Juga dua pasang merak (P. Munticus) yang asyik bercinta. Kami harus extra hati-hati, tanpa suara dan bersembunyi diantara savanna dan pohon agar satwa-satwa itu tidak terkejut. Walaupun gatal yang amat sangat karena rumput yang menusuk tetapi kami puas memotret satwa-satwa indah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di malam hari, disekitar penginapan, babi hutan berkeliaran ditemani cahaya rembulan. Begitupula para monyet ekor panjang yang terkadang nakal karena suka mencuri makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esok paginya kami bersiap kembali ke Taman Jaya.Belum puas rasanya hanya semalam disini. Kamipun membawa semua perlengkapan. Ketika membawa logistic ke perahu, seekor monyet muda menghadang Irma yang membawa sekotak nasi. Ia meminta jatah preman. Untung saja Irma berhasil kabur dan monyet itu dengan kesal kembali ke koloninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di perjalanan pulang kami juga kembali bersua dengan elang bondol yang terbang bebas di cakrawala. Tak lupa kami mampir ke Pulau Hadeleum yang letaknya tak jauh dari Taman Jaya. Di pulau kecil ini juga terdapat satwa yang jenisnya sama dangan pulau Peucang. Sayang kami hanya bisa menikmati seperempat perjalanan di pulau ini karena hujan turun dengan lebat. Setelah hujan reda kami memutuskan kembali ke perahu karena hari menjelang sore dan meneruskan perjalanan menuju Taman Jaya untuk beristirahat dan besok pagi kembali ke Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesona Ujung Kulon dengan pulau-pulau kecil di sekitarnya sangatlah indah baik secara panorama dan keanekaragaman hayatinya. Suatu saat pasti saya akan kembali menjelajah plus dengan hutannya. Dan berharap dapat berpose bersama badak.&lt;br /&gt;Suara Satwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source : http://www.profauna.org/suarasatwa/id/2008/02/tiga_hari_di_taman_nasional_ujung_kulon.html&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-346095417687967762?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/346095417687967762/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=346095417687967762' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/346095417687967762'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/346095417687967762'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2009/08/tiga-hari-di-taman-nasional-ujung-kulon.html' title='Tiga Hari di Taman Nasional Ujung Kulon'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-1876959472365503717</id><published>2009-07-28T11:05:00.000-07:00</published><updated>2011-07-28T11:23:46.170-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kejawen'/><title type='text'>Islam Masuk Indonesia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-49c28Xuv4h8/TjGnDxnMrOI/AAAAAAAAAH4/1dU0zKlWlXI/s1600/Raden-Patah-YTPHN.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 225px; height: 243px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-49c28Xuv4h8/TjGnDxnMrOI/AAAAAAAAAH4/1dU0zKlWlXI/s320/Raden-Patah-YTPHN.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5634468292116393186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;1) Jaman Majapahit "SERAT DARMOGANDUL" oleh Laurent&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Jaman Pajajaran oleh wachdiejr&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Mohtar Lubis : Islam masuk Indonesia secara damai ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Terror Agama Islam Mazhab Hambali di Tanah Batak&lt;br /&gt;oleh: Batara R. Hutagalung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) KERIS: lambang peradaban Melayu (pra-Islam) yg dihancurkan Islam, oleh : Orang Melayu, Dr Fachdie Noor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6)  Ulasan tentang Buku VS NAIPAUL, 'Beyond belief : Islamic Excursions  Among the Converted Peoples. In the Land of Converts: An Islamic  Journey'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7) Jihad di Lombok dan Bali&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Nuansa masuknya Islam ke Indonesia ada pada Serat "Darmo Gandhul"&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tidak  pernah diceritakan dalam sejarah, saat kita di Sekolah dahulu, bahwa  masuknya Islam ke Tanah Jawa ternyata menyimpan cerita yang sungguh luar  biasa kasarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian tersebut ternyata terekam dalam Serat  Darmo Gandhul. Dalam serat yang aslinya berbahasa Jawa Kuno, dipaparkan  perjalanan beberapa wali, juga hambatan dan benturan dengan Budaya,  Agama Lokal, dan Agama-agama Pendatang yang sudah lebih dahulu ada di  tanah Jawa ketimbang Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis serat ini sendiri tidak  menunjukkan jati diri aslinya. Hal ini, disebabkan kondisi yang tidak  aman, jika penulis memberikan indentitas aslinya. Tetapi, dari gaya  tulisannya, dapat ditafsirkan penulis serta tersebut adalah Ronggo  Warsito.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menggunakan nama samaran Ki Kalam Wadi, yang berarti  Rahasia atau Kabar Yang Dirahasiakan. Ditulis dalam bentuk prosa dengan  pengkisahan yang menarik. Isi Darmo Gandhul tentu saja mengagetkan kita  yang selama ini mengira bahwa masuknya agama Islam di Indonesia  dilakukan dengan cara damai (dibawa oleh saudagar2 penipu), dan seolah  tanpa gaya-gaya kebiadaban perang seperti di negeri lahirnya Agama  Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengungsinya para pemeluk Hindu dan Budha ke berbagai  wilayah, misalnya ke Pulau Bali, ke kawasan pegunungan dan hutan rimba,  adalah salah satu pertanda bahwa mereka menghindari tindakan pembantaian  massal oleh sekelompok orang yang ingin meng-Islam-kan P Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan  versi singkat Darmo Gandhul yang dirangkum dari Tabloid Posmo terbitan  Surabaya. Dapat lebih mudah dipahami oleh pembaca yang awam sekalipun,  Posmo menyuntingnya disana-sini. Yang menjadi catatan, kita harus kritis  menyikapi isi cerita yang mungkin juga sangat tendensius ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isi  dari serat ini rasanya masih relevan dikaitkan dengan zaman sekarang,  dimana mulai bermunculan kelompok fundamentalis Islam, terorisme yang  mengatas namakan agama, dan juga kelompok-kelompok yang bermimpi untuk  mendirikan kekhalifahan Islam di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh2 terkait:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para penulis :&lt;br /&gt;- Ki Kalam Wadi - Penulis Serat&lt;br /&gt;- Raden Budi - guru Ki Kalam Wadi&lt;br /&gt;- Darmo Gandhul - murid Ki Kalam Wadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pelaku :&lt;br /&gt;-  Prabu Brawijaya - Raja Majapahit terakhir, sangat menyesali atas  hilangnya sifat dan sikap Budi Luhur putranya Raden Patah YTPHN, karena  ajaran Agama Pendatang. Yang pada akhirnya, dengan tega menghianati dan  menggulingkan dirinya dari tampuk kepemimpinannya, demi memuluskan  penyebaran Agama Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Putri Campa (Dwarawati? Dara Petak?) - permaisuri Prabu Brawijaya&lt;br /&gt;dari Cina yg memperkenalkan Islam pada Pabu Brawijaya, yang kemudian disesali oleh Prabu Brawijaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Sayid Rahmad - kemenakan Putri Campa (Sunan Ampel) yang pada akhirnya diberi ijin Prabu Brawijaya untuk menyebar Islam di Jawa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-  Sayid Kramat - Sunan Bonang, tokoh licik yang mengakibatkan permusuhan  antara Prabu Brawijaya dengan Puteranya Sendiri ("Raden Patah Yang Tak  Punya Hati Nurani"). Ia-lah yang mengajarkan "Raden Patah YTPHN" untuk  membenci ayahnya sendiri, yang sesungguhnya sudah mengajari dan  menempatkannya dirinya sebagai Adipati Demak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kutipan buku 'Suci' Islam :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai  orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan bapak-bapak dan  saudara-saudaramu pelindung-pelindungmu, jika mereka lebih mengutamakan  kekafiran atas keimanan dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka  pelindung-pelindungmu, maka mereka itulah orang-orang yang lalim. [9.24]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Pernyataan diatas persis seperti pernyataan dalam teori-teori Ideologi, di luar ideologinya adalah musuh - Pertanyaannya; ini &lt;a href="http://kejawenonline.blogspot.com/2007/06/ciptaan-tuhan-yang-maha-esa.html"&gt;Agama buatan Tuhan Yang Maha Esa atau buatan Manusia&lt;/a&gt;, koq pola pikirnya, pola pikir Manusia)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-  Raden Patah YTPHN (Babah) - putra Prabu Brawijaya, dikenal juga sebagai  Adipati Demak/Senapati Jimbuningrat/Sultan Syah Alam Akbar  Khalifaturrasul Amirilmukminin Tajudil Abdulhamid Khak/Sultan Adi Surya  Alam di Bintoro. Putera Lalim yang membawa kesengsaraan pada Majapahit  dan akhirnya, tanah air kita ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Di Sekolah, kita tidak pernah  diajarkan bahwa kejatuhan Majapahit sebenarnya diakibatkan oleh  kerakusan seorang anak. Paling cuma dikatakan : Majapahit vs Demak)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-  Sunan Kalijaga : negosiator licik yang berhasil merebut kembali hati  Prabu Brawijaya, setelah Raden Patah YTPHN berpura-pura menyesali  perbuatannya. Sunan Kalijaga ini yang menarik Prabu Brawijaya masuk  Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbuatan Prabu Brawijaya masuk Islam ini kemudian dicela oleh tokoh bijak, Ki Sabdopalon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh-tokoh pelaku lainnya :&lt;br /&gt;- Raden Kusen (Raden Husen/Raden Arya Pecattanda) - saudara kandung Raden Patah YTPHN(lain ayah)&lt;br /&gt;- Ki Bandar - sahabat Sunan Bonang&lt;br /&gt;- Bandung Bondowoso&lt;br /&gt;- Nyai Plencing - dedemit&lt;br /&gt;- Buta Locaya - Raja Dedemit (mantan Patih Sri Jayabaya)&lt;br /&gt;- Ni Mas Ratu Pagedongan (Ni Mas Ratu Angin-Angin)&lt;br /&gt;- Kyai Tunggul Wulung&lt;br /&gt;- Kyai Patih&lt;br /&gt;- Syech Siti Jenar&lt;br /&gt;- Tumenggung Kertosono&lt;br /&gt;- Sunan Giri&lt;br /&gt;- Arya Damar - Bupati Palembang&lt;br /&gt;- Patih Mangkurat&lt;br /&gt;- Setyasena - Komandan Pasukan Cina Islam&lt;br /&gt;- Bupati Pati&lt;br /&gt;- Adipati Pengging&lt;br /&gt;- Adipati Pranaraga&lt;br /&gt;- Sabdo Palon&lt;br /&gt;- Naya Genggong&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-1876959472365503717?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/1876959472365503717/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=1876959472365503717' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/1876959472365503717'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/1876959472365503717'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2011/07/1-jaman-majapahit-serat-darmogandul.html' title='Islam Masuk Indonesia'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-49c28Xuv4h8/TjGnDxnMrOI/AAAAAAAAAH4/1dU0zKlWlXI/s72-c/Raden-Patah-YTPHN.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-6972968700920994666</id><published>2009-07-26T03:46:00.000-07:00</published><updated>2009-12-16T03:48:24.583-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Papua'/><title type='text'>The benefits of conflict in West Papua for Benny Wenda</title><content type='html'>It is very interesting how the benefits of conflict may also take on different forms as follow: Economic profits Political power Psychological pleasure&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;A trustful sources from Oxford shared a shocking information about how Benny Wenda took a lot of benefits from false story about conflict in West Papua.&lt;br /&gt;o Economic profits can be exploited by Benny Wenda by sucking British Taxpayer Money through his claim as an asylum seeker. Living in UK is very difficult, so there is no other way than maintaining conflict in West Papua. Furthermore, after several years enjoying free lunch from British Taxpayer money, Benny Wenda can not afford to loose the opportunity of raising his children in UK. Through the illicit fund raising by telling lies to British citizen, Benny Wenda successfully transform his mask from an asylum seeker pretender to a self exile leader of Papuan people in UK. He also equivocates to British Parliamentarians about the latest situation in West Papua, so he can control British Parliamentarians as his supporters.&lt;br /&gt;o Political power. The self claim Papuan Leader Benny Wenda is a great pretender by playing innocent handsome cunning face. By doing so, British people feel pity and favour him as a victim of the most demonic government of Indonesia. Benny Wenda cleverly creates a justification for help because of Indonesian political repression.&lt;br /&gt;o Psychological pleasure. The world can read clearly the intention and ambition of Benny Wenda as the future President of West Papua. It is more to conflict’s most perverse benefits, which can translate into a feeling of superiority and a messianic certitude regarding one’s actions.Here is the innocent face of liar who proclaim himself as the only Papuan leader who care about the future of West Papua.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;The more democratic Indonesia, the more Benny Wenda affraid of loosing his grip in UK. That is why he is not patient enough to see the dynamic of democratization in Indonesia and West Papua. By seeing more and more Papuan involve in the local autonomy government, he is panic so he pushes the creation of International Parliamentarians for West Papua and soon the International Lawyers for West Papua in order the increase the tension in West Papua. It seems that Benny Wenda achieves a success, so he can save his ass temporarily. No matter how cunning Benny Wenda is, someday British citizens especially those who live in Oxford, Essex, Exeter and London will realize that Benny Wenda is true liar.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-6972968700920994666?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/6972968700920994666/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=6972968700920994666' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/6972968700920994666'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/6972968700920994666'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2009/07/benefits-of-conflict-in-west-papua-for.html' title='The benefits of conflict in West Papua for Benny Wenda'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-8657160607265023645</id><published>2009-07-25T12:27:00.000-07:00</published><updated>2009-07-26T18:45:41.542-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pembodohan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Film'/><title type='text'>Baru Ku Sadari - Jam 19.00 s/d Jam 21.30 adalah Jam Perusakan Nilai-nilai Budaya Bangsa</title><content type='html'>Beberapa hari yang lalu, ketika saya baru pulang pukul 19.15 dari kantor. Saya melihat Ibu dan saudara-saudaraku, sedang asik menonton sinetron pada sebuah siaran TV swasta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebentar saja saya menonton acara tersebut, saya sudah melihat adegan-adegan yang menggambarkan komunikasi keluarga yang tidak sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontan saja saya protes untuk mengganti, ke saluran TV lainnya. Tetapi, ternyata jam 19.00 hingga jam 21.30 ini, hampir seluruh TV swasta (non Berita), berlomba menyiarkan nilai-nilai yang dahulunya tidak kita kenal, seperti konflik-konflik rumah tangga, baik konflik rumah tangga gaya USA maupun konflik rumah tangga gaya Arab Saudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Anda yang masih menginginkan memiliki keluarga yang menjunjung tinggi nilai-nilai budaya peninggalan Nenek Moyang, saya menghimbau untuk tidak sering-sering menonton acara jam 19.00 s/d 21.30.  &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Keutuhan nilai-nilai leluhur kita, adalah tanggung jawab kita bersama untuk melestarikannya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Copy semua di sini dahulu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-8657160607265023645?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/8657160607265023645/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=8657160607265023645' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/8657160607265023645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/8657160607265023645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2009/07/baru-ku-sadari-jam-1900-sd-jam-2130.html' title='Baru Ku Sadari - Jam 19.00 s/d Jam 21.30 adalah Jam Perusakan Nilai-nilai Budaya Bangsa'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-5435068164261987159</id><published>2009-07-23T03:45:00.000-07:00</published><updated>2009-12-16T03:46:47.863-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Papua'/><title type='text'>Republic of West Papua</title><content type='html'>The Republic of West Papua is a separatist-proposed state lead by Benny Wenda that would give empty hope to the people of Western New Guinea (the Indonesian provinces of Papua and West Papua).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;The Republic of West Papua was never declared even during the period of the withdrawal of the Dutch in 1963, but the act of free choice decided by West Papuan leaders to integrate to Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;On July the 1st, 1971, after the free referendum held by the United Nations, the separatist Free Papua Movement unsuccessfully tried to proclaim Republic of West Papua again.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;On 14 December 1984 the Republic of Great Melanesia or Melanesia Raya was self proclaimed, and no countries in the world recognize it. The Fourteen Stars Flag of the Great Melanesia which was created by Nicolaas jouwe hoisted.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Great Melanesia conceptor and Proclamator Dr. Thomas Wapai Waiggai was arrested for instigating great communal conflict, and sentenced to 20 years in prison, shared the cell at Cipinang Prison in Jakarta with East Timor’s Fretilin Leader Kay Rala Xanana Gusmão. He died in prison within two years, suspected to be poisoned (if this accusation true, under Indonesian law, the case should be reopened for justice). There is no such law to punish people to death only because of treason act, especially if it is only flying flag (it might happened during the military autocratic system in Indonesia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unclear concept of “tribal democracy” has been proposed by Benny Wenda of the Koteka Tribal Assembly Council or Demmak (Dewan Musyawarah Masyarakat Adat Koteka) and Koteka tribes to get political power over 250 different ethnic groups in Papua. However, Benny Wenda failed and joined his brother Mathias Wenda (Free Papua Army) to terrorize West Papua people.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benny Wenda all togetehr with the Free Papua Army failed to get support from the people, sohe tried something more attractive by killing a security officer and then blame it to the Police. He was arrested and then he could manage to run by the help of corrupt prison officers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demmak which was established in 1999, as a confederation of Koteka Tribes, united and organised under a General Assembly Council. Sem Karoba one of Benny Wenda’s followers says, “Tribal Democracy for West Papua is not a new idea or concept at all. It is just the written explanation and presentation of the existing system of governance that already exist in West Papua and Melanesia in general since the time immemorial, practiced daily even today.” Karoba just tries to formulate the tribal system of governance and making it presentable and understandable to the world’s democratic society. In other words, tribal democracy is a tool of controlling different ethnic groups by cooptation and in reality there is no freedom at all.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The real democracy was introduced in West Papua after the reform movement in Indonesia 1998. Now West Papua and Papua provinces of Indonesia are managed by West Papuan leaders choosen by the people through the process of fair and open election.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Why then I am talking about Republic of West Papua? It is simply to remind all Papuan people and the world that there are many dangerous people like Benny Wenda who always talk about the rights of West Papuan, but actually he doesn’tt care which way is the best for West Papuan. All he cares is only to get power, money and sympathy, so he could survive in his difficult time in the United Kingdom.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-5435068164261987159?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/5435068164261987159/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=5435068164261987159' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/5435068164261987159'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/5435068164261987159'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2009/07/republic-of-west-papua.html' title='Republic of West Papua'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-4706758567015707517</id><published>2009-07-23T03:44:00.000-07:00</published><updated>2009-12-16T03:45:41.596-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Papua'/><title type='text'>PT Freeport bus convoy ambushed on way to Tembagapura</title><content type='html'>Timika (ANTARA News) - Unidentified gunmen on Wednesday ambushed a convoy of 12 buses carrying PT Freeport workers to their work place with unverifiable reports saying a number of people were hurt. The convoy with police and military escort was on its way from Timika to Tembagapura and the ambush happened at a point between Mile 52 and Mile 53 at 11:15 local time. Because of the incident, the convoy was forced to return to its starting point at Mile 50.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;According to unofficial sources, a number of people in the bus convoy were hurt by the gun men`s fire but local security officials were not available to give further details. The buses were carrying hundreds of mostly male PT Freeport workers who had boarded the vehicles at a terminal at Mile 50 to be transported to Tembagapura. One of the workers said they were happy to return to work although they remained uncertain about security conditions on their way to Tembagapura."We were told today to return to Tembagapura by bus in a convoy, guarded by military and police personnel," said Anto, one of the workers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anto said PT Freeport had prepared about 12 buses to transport them to Tembagapura but he was not certain what time the buses would leave.On Saturday (July 11), three persons, including one worker of the US gold and copper mining company PT Freeport, was killed in the Freeport concession area in Papua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Drew Nicholas Grant, an Australian national who worked for PT Freeport, was shot dead by unknown gunmen at Mile-53 on Saturday (July 11). Drew Grant was shot in the chest and neck. On Sunday (July 12), there were two armed attacks respectively at Mile 51 and Mile 2, which killed Markus Rante Allo, a security guard of PT Freeport. Then on Monday (July 13), Brigadier I Marson, a Papua police officer, was found dead at mile 52 road connecting Timika and Tembagapura, Mimika District, Papua Province, after reportedly gone missing earlier.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source : Thursday, July 23, 2009 00:44 WIB | National |&lt;br /&gt;(ANTARA/Stringer/*)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-4706758567015707517?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/4706758567015707517/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=4706758567015707517' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/4706758567015707517'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/4706758567015707517'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2009/07/pt-freeport-bus-convoy-ambushed-on-way.html' title='PT Freeport bus convoy ambushed on way to Tembagapura'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-8795632656583746893</id><published>2009-07-23T01:30:00.000-07:00</published><updated>2009-08-03T00:03:42.974-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Taman Nasional'/><title type='text'>7 Keajaiban Alam Dunia</title><content type='html'>&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" style="border-collapse: collapse" bordercolor="#111111" width="100%" id="AutoNumber1" height="130"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;tr&gt;&lt;br /&gt;    &lt;td width="82%" valign="top" height="130"&gt;&lt;font face="Arial"&gt;Taman Nasional &lt;br /&gt;    Komodo Melaju ke Babak Final&lt;br&gt;&lt;br /&gt;    Mega Putra Ratya - detikNews&lt;br&gt;&lt;br /&gt;    foto: new7wonder.com&lt;br&gt;&lt;br /&gt;    Jakarta - Menjadi sebuah kebanggaan bagi bangsa Indonesia ketika Taman &lt;br /&gt;    Nasional Komodo (TNK) berhasil menjadi salah satu finalis Kampanye &amp;quot;New 7 &lt;br /&gt;    Wonders of Nature&amp;quot;. TNK dinilai berhak melaju ke tahap final setelah &lt;br /&gt;    menyisihkan kurang lebih 440 nominasi dari 220 negara.&lt;/font&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;    &lt;td width="18%" valign="top" align="center" height="130"&gt;&amp;nbsp;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://comodoisland.blogspot.com" target="_blank"&gt;&lt;img border="0" alt="Komodo Island" width="99" src="http://i688.photobucket.com/albums/vv250/ho2biz/comodo_island.jpg" height="111"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br/&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Pada tanggal 21 Juli 2009 pukul 12.07 GMT (19.07 WIB), New 7 Wonders Foundation telah mengumumkan TNK sebagai salah satu dari 28 finalis yang berhak untuk melanjutkan ke tahap final (Tahap III)," bunyi rilis Departemen Kebudayaan dan Pariwisata yang diterima detikcom, Rabu (22/7/2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat Indonesia diharapkan memberi dukungan sebanyak mungkin agar Taman Nasional Komodo di Flores, Manggarai, Nusa Tenggara Timur, menjadi salah satu dari tujuh keajaiban dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mengajak seluruh masyarakat Indonesia dan dunia untuk berpartisipasi aktif melakukan pemilihan, agar terpilih sebagai salah satu dari 'Tujuh Keajaiban Dunia bernuansa Alam' yang akan ditentukan pada tahun 2011," begitu bunyi seruan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayo tunggu apa lagi, pilih lagi untuk tahap final ini....sekarang saatnya melakukan sesuatu yang nyata untuk mengharumkan nama negeri ini dan menunjukan pada dunia Indonesia kita yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi anda yang akan memilih dapat melakukan dengan dua cara, Pertama memilih dengan cara online melalui website http://www.new7wond ers.com. Kedua, memilih melalui telephone (SLI) dengan menekan +41 77 312 4041. Setelah pesan selesai dan terdengar bunyi beep tekan kode 7717 untuk memilih Taman Nasional Komodo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dukung Taman Nasional Komodo.. Dukung Indonesia-mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source : detik.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-8795632656583746893?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/8795632656583746893/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=8795632656583746893' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/8795632656583746893'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/8795632656583746893'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2009/07/7-keajaiban-alam-dunia.html' title='7 Keajaiban Alam Dunia'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-509254428705592600</id><published>2009-07-20T19:14:00.000-07:00</published><updated>2009-10-05T03:07:35.637-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Malaysia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Patriotisme'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MataHati'/><title type='text'>Warga Baru Dunia</title><content type='html'>Kalau kita kenal dengan tanggung jawab negara terhadap Warga Negaranya, maka mungkin merupakan kesepakatan tidak tertulis bahwa teroris adalah warga baru dunia, yang tidak perlu dibela atau diakui oleh negara asal teroris itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya, Mulai dari DR Azhari dan Noordin M Top, yang warga negara Malaysia, perbuatannya tidak pernah dikaitkan dengan asal negaranya. Hingga Abu Bakar Ba'asyir yang mendapat perlindungan di Malaysia pada zaman Soeharto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menjadi yakin, bahwa ini semua tidak serta merta tidak ada hubungannya dengan Negara Malaysia. Malah saya menganggap bahwa mereka adalah Agen dari Intelijen Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa tidak? Lihat saja, sehari sebelum MU main, BOM meledak, dan akhirnya MU hanya bermain di Malaysia. Tidak sampai situ saja, yang pasti bisnis pariwisata kita akan menurun drastis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengkaitkan ini, sebagai adanya keterlibatan Intelijen Ekonomi Malaysia, hal ini dikarenakan, hingga hari ketiga, tidak ada pesan yang diberikan oleh pelaku. Atau paling tidak, terlihat sebagai reaksi dari rentetan tindakan lawan pelaku (pihak keamanan), terhadap kelompoknya selama 6 bulan terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka saya menyayangkan pernyataan Presiden SBY yang memberi pernyataan pers mengenai adanya keterkaitan peristiwa tersebut dengan Pemilu. Hal ini justru mengkaburkan pesan utama, yang sesungguhnya masih harus dicari, atau biasanya juga diberikan melalui saluran rahasia oleh pelaku itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tidak semudah itu menganalisanya, tapi kalau kita cermati, apa yang dilakukan Malaysia ketika BOM demi BOM bermunculan di Indonesia. Anda dapat melihatnya sendiri secara jeli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir kata, saya menghimbau "Mari Kita Bersatu melawan Negara-negara Yang Ingin Menghancurkan NKRI"&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;-- Batas Berita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dr azhari teroris adalah intel sultan malasyia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghancurkan negara tetangga , tak tangung-tangung sultan malingsia mengirimkan sebuah tim kecil ke wilayah Indonesia .tugas utama tim tersebut adalah membuat onar dan memperkeruh keadaan indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam tugasnnya TIM yang dipimpin DR AZHARI merekrut orang indonesia sendiri dengan dalih Danul ISLAMIYAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Azaz keislaman dimanfaatkan oleh AZHARI untuk meporakpondakan BALI , TANAH JAWA dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi Kekuasaan sultan MALINGSIA ISLAM DIJAKDIKAN KEDOK untuk kepentingan BISNIS KERAJAAN , salah satunnya Prodak kartu komunikasi XL yang berpusat di KUNINGAN JAKARTA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DR AZHARI sendiri adalah sepupu dari istri ke 3 Sultan Kerajaan MALINGSIA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti berita ini diturunkan yang dikutip dari Reuters .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://www.topix.com/forum/world/malaysia/TBRMMQL2IQMPA4D5U&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;-- Batas Berita Baru&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kenapa Noordin M Top Sulit Ditangkap?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Anwar Khumaini - detikNews&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta - Keberadaan Noordin M Top yang telah bertahun-tahun menjadi buron tetap misteri. Mabes Polri yang mengaku terus melakukan pengejaran tak juga mampu menangkap pria asal Malaysia tersebut. Kenapa Noordin begitu sulit ditangkap?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Karena ada jaringan yang masih mau melindungi dia, yang merasa dengan ikhlas melakukan hal ini," kata Direktur International Crisis Group, Sidney Jones dalam wawancara yang ditayangkan tvOne, Senin (20/7/2009) pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain memiliki jaringan yang masih kuat, menurut wanita asal Australia ini, Noordin banyak belajar dari pengalaman. Jika selama ini KPK berhasil menyadap banyak pejabat negara, maka menurutnya, Noordin mengakalinya dengan melakukan cara-cara konvensional, seperti berhubungan dengan memalui kurir. "Noordin banyak belajar dari pengalaman ini," imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan Sidney, tokoh Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Fauzan Al Anshari menuding CIA dan Amerika Serikat (AS) menjadi biang kerok kenapa Noordin belum juga tertangkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya curiga ini skenario besar dari CIA dan AS agar Indonesia tidak aman," ujar Fauzan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fauzan mengatakan, kemenangan SBY dengan menggandeng PKS dianggap merongrong kepentingan asing di Indonesia. Sehingga, dengan membuat Indonesia tidak aman lantaran bom, di mata Internasional posisi Indonesia menjadi kian terpuruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait dengan masalah ini, Sidney balas membantah pendapat Fauzan. "Sama sekali tak masuk akal," ujarnya singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ditanya apakah kemungkinan teroris masih akan terus merongrong Indonesia, wanita berambut pirang ini tidak membantahnya. Pasalnya, masih ada belasan teroris yang masih menghirup udara bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saat ini masih ada 12-13 orang. Untuk membuat bahan peledak tidak sulit, dan masih ada orang yang punya pengalaman dan berniat untuk melakukannya," imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, Sidney juga memuji prestasi Polri yang selama ini telah menangkap banyak teroris. "Sudah 400-an yang tertangkap. Tidak sulit untuk menangkap 12 sisanya," pungkasnya.&lt;br /&gt;(anw/anw)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://www.detiknews.com/read/2009/07/20/080040/1168098/10/kenapa-noordin-m-top-sulit-ditangkap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-509254428705592600?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/509254428705592600/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=509254428705592600' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/509254428705592600'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/509254428705592600'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2009/07/warga-baru-dunia.html' title='Warga Baru Dunia'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-7601046272216697675</id><published>2009-07-19T03:38:00.000-07:00</published><updated>2009-12-16T03:39:10.399-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Papua'/><title type='text'>Police arrest three over PT Freeport shooting incidents</title><content type='html'>Jayapura, Papua  - Police on Monday arrested three yet-to-be-identified men believed to belong to an armed gang responsible for security disturbances in PT Freeport`s concession area in the easternmost province of Papua.The police made the arrest during security restoration operations at Kwamki Baru in Timika, capital of Mimika district, a police source said.The gang was believed to be responsible for three shooting incidents in the PT Freeport area earlier this month. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Drew Nicholas Grant, an Australian working for the Indonesian subsidiary of US-based mining giant Freeport, was shot dead by unidentified gunmen at mile 53 road connecting Timika and Tembagapura, Mimika district, Papua, on July 11. Grant was shot dead when travelling with other workers, Jhon Biggs, Maju Panjaitan, and Lidan Madandan in a car from Timika to Tembagapura.On July 12, unidentified gunmen again shot dead Markus Rante Allo, the company`s security guard, at mile 51. On July 13, Brigadier I Marson Freddy Pattipeilohy, a Papua police officer, was found dead at mile 52 after reportedly gone missing earlier.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source : Monday, July 20, 2009 | National |Antara&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-7601046272216697675?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/7601046272216697675/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=7601046272216697675' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/7601046272216697675'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/7601046272216697675'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2009/12/police-arrest-three-over-pt-freeport.html' title='Police arrest three over PT Freeport shooting incidents'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-1630691138327919732</id><published>2009-07-19T03:36:00.000-07:00</published><updated>2009-12-16T03:37:50.732-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Papua'/><title type='text'>Police set up more security posts along Timika-Tembagapura roads</title><content type='html'>Timika, Papua - Papua Police have set up more security posts along Timika-Tembagapura roads within the area of US gold and copper mining company PT Freeport Indonesia, the Papua police chief said.Eight new security posts were established in strategic areas, Inspector General Bagus Ekodanto, head of the Papua provincial police, said here on Sunday. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;The temporary security posts were made of modified containers and guarded by a joint team of police and military personnel, he said."We get the assistance of two military units from the Military Regional Command (Kodam) XVII Cenderawasih to join the police in protecting PT.Freeport area. We are jointly hunting down the perpetrators who had shot civilians and security personnel over the past week," Ins. Gen. Ekodanto said. Papua police also would continue to probe the case, he said. At least 20 people, including security guards on duty during the shooting incidents, had been grilled by the police.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Papua provincial police have intensified security precautions for foreigners in Timika, especially in the US mining company PT Freeport Indonesia (PTFI) area, Timika had more foreigners than in other areas in Papua and West Papua provinces, Inspector General Ekodanto said.  Since Saturday (July 11), three persons, including one worker of US gold and copper mining company PT Freeport, had been killed and seven others injured. Drew Nicholas Grant, an Australian national who worked for PT Freeport, was shot dead by unknown people at Mile-53 on Saturday (July 11). On Sunday (July 12), there were two armed attacks respectively at Mile 51 and Mile 2, which killed Markus Rante Allo, a security guard of PT Freeport. On Monday (July 13), Brigadier I Marson, a Papua police officer, was found dead at mile 52 road connecting Timika and Tembagapura.&lt;br /&gt;Because of that,  PT Freeport has forbidden its employees to travel between Tembagapura and Timika in Papua as of Wednesday (July 15) for security reasons. PT Freeport spokesman, Mindo Pangaribuan, told ANTARA company employees whose weekly day-off fell on Wednesday and were now resting in Timika had been requested for security reasons to stay in Timika and not to go to Tembagapura.Those working in Tembagapura where the company`s gold and copper mines are located were not allowed to go to Timika for their own safety, he said.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The restriction was imposed following shooting incidents by unknown armed groups, including the latest incident at Mile 49 on Tuesday. To optimize the mining company`s operations, employees at Tembagapura had been put on extra working schedules in line with the company`s policy. Meanwhile, House of Representatives (DPR) Speaker Agung Laksono has urged the police to immediately deal with the shooting incidents which killed a PT Freeport employee and a policeman in Papua in order to reveal the motive of the murders.He also urged the police to investigate the motive of the gunmen , whether it was purely criminal or political. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source : July 19, 2009| National |Antara&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-1630691138327919732?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/1630691138327919732/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=1630691138327919732' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/1630691138327919732'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/1630691138327919732'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2009/07/police-set-up-more-security-posts-along.html' title='Police set up more security posts along Timika-Tembagapura roads'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-2787734867281406029</id><published>2009-07-16T03:35:00.000-07:00</published><updated>2009-12-16T03:36:25.065-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Papua'/><title type='text'>Papua Council wants independent investigation into Freeport incident</title><content type='html'>Kalimat awal&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kalimat berikutnya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;The Papua Council Presidium (PDP) has called on the central government to form an independent team to investigate a series of shooting incidents near a gold and copper mine in Papua.PDP secretary general Thaha M. Alhamid said on Thursday the team probing the shootings on the road to Freeport Indonesia's Gresberg mine could include people from the government, security authorities and members of civil society strongly committed to disclosing the truth behind the incidents. "Let's support an independent investigation to find facts, what and who are behind this incident," Thoha told Antara news agency on Thursday. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Five shooting incidents occurred in the past few days along the road between the town of Timika and the Grasberg mine, killing three people: an Australian working for Freeport, a Freeport security guard and a police officer, as well as injuring several other security officers.Authorities initially named Free Papua Organization (OPM) leader Kelly Kwalik as the suspected mastermind of the attacks, but official statements now refer to an armed group of professional marksmen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The National Police and the Army have deployed officers to investigate the series of shootings and have started to comb the area around the site of the attacks.Indonesian Defense Minister Juwono Sudarsono asked people to refrain from speculating on police rivalry in comments to the Jakarta Foreign Correspondent's Club Wednesday, as quoted by the Associated Press. But he noted that "rouge elements" in the military might have had a hand in the unrest.&lt;br /&gt;Official visits wounded police officers in Timika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Markus Makur , The Jakarta Post , Timika, Papua | Thu, 07/16/2009&lt;br /&gt;Secretary to the Coordinating Minister for Political, Legal and Security Affairs, Lt. Gen. Romulo Simbolon, visited Thursday five police officers wounded during a series of attacks by unidentified gunmen near PT Freeport Indoneisa’s Grasberg gold and copper mine in Mimika, Papua. Papua Police chief Insp. Gen. Bagus Ekodanto accompanied Romulo during the visit at Mitra Masyarakat Hospital in Timika.Romulo denied claims the perpetrators of the attacks were trained soldiers.&lt;br /&gt;Three people, including Drew Nicholas Grant, an Australian employed by Freeport, died in the spate of attacks between Saturday and Wednesday. The five police officers were injured in the latest attack.No gunfight was reported Thursday as Mobile Brigade and counter-terror police personnel continued their manhunt and secured the access road to the mine, preventing Freeport employees from commuting to work. The police have begun wearing bullet-proof vests in anticipation of further attacks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A number of journalists are waiting for a media conference, in which Bagus and Freeport officials will brief them on the latest developments of the investigation into the attacks&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source : Antara, 07/16/2009  | National&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-2787734867281406029?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/2787734867281406029/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=2787734867281406029' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/2787734867281406029'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/2787734867281406029'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2009/07/papua-council-wants-independent.html' title='Papua Council wants independent investigation into Freeport incident'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-1707267410344989307</id><published>2009-07-15T18:17:00.000-07:00</published><updated>2009-07-23T18:19:35.457-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Patriotisme'/><title type='text'>"Selamat Pagi Indonesia Raya; Nasionalisme-Idealisme dan Patriotisme !"</title><content type='html'>Selamat Pagi Indonesia Raya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sahabat sebangsa dan setanah air...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggugatan terhadap "nasionalisme" kembali mengemuka dalam beberapa tahun belakangan ini. Nasionalisme atau "faham kebangsaan", seolah-oleh tampil menjadi kerisauan berbagai kalangan, khusus nya mereka yang selama ini getol menyuarakan penting nya "national character building".&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bicara nasionalisme, tentu akan selalu terkait dengan idealisme dan patriotisme. Ke tiga kata diatas merupakan "faham" yang menggumpal menjadi satu kesatuan. Idealisme tanpa nasionalisme dan patriotisme, atau nasionalisme tanpa idealisme dan patriotisme, atau patriotisme tanpa idealisme dan nasionalisme, identik dengan sayur asam tanpa garam. Hambar rasanya..!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sahabat sebangsa dan setanah air...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Idealisme adalah "daya dorong" untuk memperkokoh rasa kebangsaan dan rasa cinta tanah air. Sebagai bangsa, tentu kita memiliki idealisme. Kalau masa revolusi idealisme bangsa kita adalah memerdekakan bangsa maka setelah Indonesia merdeka, idealisme nya adalah mengisi alam kemerdekaan. Untuk itulah, agar cita-cita Indonesia merdeka sebagaimana yang tersurat dalam Pembukaan UUD 1945 dapat sesegara mungkin kita wujudkan, maka kekuatan nasionalisme dan patriotisme mestilah kita simpan dalam "standing position" yang kokoh. Ini penting kita hayati, karena nasionalisme akan tumbuh subur dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat, manakala segenap warga bangsa, mampu mengenali dan memahami secara cerdas akan hakekat dasar dari rasa kebangsaan itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejati nya nasionalisme, tentu akan ditentukan oleh sampai sejauh mana warga bangsa ini, dapat mengejawantahkan semangat rasa kebangsaan ini dalam kiprah dan kehidupan keseharian nya. Rasa kebangsaan akan selalu "inheren" dengan sikap, tindakan dan wawasan setiap warga negara. Hanya warga bangsa yang mampu melakukan penghayatan yang mendalam dan utuh terhadap hakekat nasionalisme inilah yang akan mampu memberi sumbangsih bagi keajegan suatu bangsa. Ya,,,, nasionalisme boleh jadi merupakan indikator untuk tumbuh nya bangsa yang berdaulat, berjati diri, berkarakter, dan bermartabat !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sahabat sebangsa dan setanah air.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muncul nya kesan tentang banyaknya anak bangsa yang "melupakan" nasionalisme, memang sebuah citra yang harus kita rubah-arahkan. Adanya dugaan bahwa nasionalisme seolah-olah "digadaikan" sudah waktu nya kita gantikan dengan ungkapan yang lebih santun. Dan pandangan yang menegaskan bahwa nasionalisme hanya indah untuk diucapkan tapi tidak menarik untuk dibuktikan dalam kehidupan sehari-hari, juga sudah saat nya kita ganti dengan kalimat yang lebih arif. Kita percaya bahwa warga bangsa, akan tetap menjunjung tinggi makna nasionalisme sebagaimana yang dipatrikan 20 Mei 1908 lalu. Kita yakin bahwa segenap anak bangsa tentu akan tetap mengenang, mempelajari, menghayati dan mengaktualisasikan semangat nasionalisme dalam kehidupan sekarang. Dan kita boleh optimis bahwa nasionalisme bukan "barang rongsokan" yang tidak populer lagi, tapi nasionalisme adalah kekuatan dasar dalam menjawab tantangan jaman yang selama ini tengah menggelinding. Dalam koridor berpikir yang demikian, tentu kita sepakat bahwa ruh nasionalisme harus terus-menerus ditiupkan ke dalam nurani dan jiwa bangsa !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasionalisme adalah "filter" yang akan mampu menyaring setiap intervensi dari pihak mana pun, yang berkehendak meruntuhkan nilai-nilai sakral yang dimiliki bangsa ini. Mari kita tetap komit dan konsisten untuk memperkokoh semangat nasionalisme yang ditopang idealisme dan patriotisme, demi kejayaan dan kemakmuran bangsa Indonesia sekarang dan masa mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asahlah terus idealisme ! Bangkitkan terus nasionalisme dan kokohkan terus patriotisme ! Insya Allah Indonesia Raya akan semakin dihormati dan disegani oleh bangsa-bangsa lain di muka bumi ini !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://www.facebook.com/note.php?note_id=109017571295&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-1707267410344989307?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/1707267410344989307/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=1707267410344989307' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/1707267410344989307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/1707267410344989307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2009/07/selamat-pagi-indonesia-raya.html' title='&quot;Selamat Pagi Indonesia Raya; Nasionalisme-Idealisme dan Patriotisme !&quot;'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-5416536246188618603</id><published>2009-07-15T03:34:00.000-07:00</published><updated>2009-12-16T03:35:18.318-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Papua'/><title type='text'>Who’s the actor behind shooting incident in Papua</title><content type='html'>Shooting incident was occurred July 11 2009 and killed a Australian’s mining expert Drew Nicholas Grant , Freeport security guard, identified as Markus Rattealo and  and a police officer assigned to secure the company Second Brig, Marsom Patipea,  make  Papua as a mysterious island.  An investigation is now underway for the killing of an expatriate employee, a local security guard for the American mining company PT Freeport Indonesia and a police officer. The military has reportedly rounded up a number of people associated with a separatist rebel movement, although officials admitted that they could not have been anywhere near the incident to have been able to conduct the shooting.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;The incident took place near the Mile 51 area where seven Freeport employees, including two Americans who taught at a Timika school, were killed in 2002. Although some local Papuans have been sentenced to jail for this ambush killing, the case has not been resolved fully with many questions remaining unanswered to this day.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It is questionable whether the low level intensity of guerilla warfare by the Free Papua Movement (OPM) justifies the strong military presence in the area. If anything, the tight security measures imposed are at the expense of greater transparency.  The tight security blanket confirms the suspicion of many international human rights groups that the government is hiding something.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Others speculate that the tensions and conflicts in Papua are a manifestation of the rivalries and interests of different government agencies in Jakarta, including the police, the military and the business world. Whether this is true or not is no longer relevant because that image has been implanted firmly thanks to the government’s own policy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A more open and transparent policy in Papua, even with its consequences to the security situation, is by far still the better option to pursue. Let’s hope the investigation of the latest shooting will be conducted in that spirit, for the sake of establishing justice for the victims, but more importantly for justice of the &lt;br /&gt;people of Papua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source : The Jakarta Post   |  Tue, 07/14/2009 9:40 AM  |  Opinion&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-5416536246188618603?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/5416536246188618603/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=5416536246188618603' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/5416536246188618603'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/5416536246188618603'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2009/07/whos-actor-behind-shooting-incident-in.html' title='Who’s the actor behind shooting incident in Papua'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-1063679035952489424</id><published>2009-07-14T07:11:00.000-07:00</published><updated>2009-07-14T07:27:24.526-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Analisa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MataHati'/><title type='text'>Waterway dan Monorail</title><content type='html'>Waterway dan Monorail&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kebijakan Pemerintah mengenai pembangunan, sudah selayaknya didukung oleh sebuah penelitian yang akurat, selain dari sisi manfaatnya, juga harus dilihat dari sisi visibilitas pengerjaan maupun visibilitas dari pembiayaan yang berkelanjutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian tidak ada lagi, kebijakan yang berlaku hanya pada saat si pencetus ide masih menjabat saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini perlu juga adanya aturan yang mengikat pejabat lama dan baru, jika ada penyimpangan dari program jangka panjang. Sehingga, para pejabat tidak semena-mena ingin mewujudkan ambisinya, tanpa memperhitungkan sisi visibiltasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambisi mewujudkan ide, tanpa mempertimbangkan secara konfrehensif kepentingan rakyat banyak, juga merupakan pemborosan, yang pada akhirnya dapat pula dilihat sebagai perbuatan korupsi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Waterway Kini Tinggal Kenangan&lt;br /&gt;Mega Putra Ratya - detikNews&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta - Program transportasi air atau lebih dikenal dengan sebutan waterway yang dulu pernah dibanggakan oleh Pemprov DKI telah gagal dalam pengoperasiannya. Kini, wisata angkutan air yang diluncurkan 6 Juni 2007 oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu, Sutiyoso, hanya meninggalkan fasilitas penunjang yang terbengkalai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika diresmikan, Sutiyoso berharap waterway dapat memenuhi kebutuhan angkutan umum alternatif yang murah dan bebas dari kemacetan. Namun harapan hanyalah tinggal harapan, yang tersisa saat ini hanya bangunan bergaya adat betawi berukuran 1x2 meter bercat hijau penuh debu dan tampak kumuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dadang (37) seorang pemulung mengatakan dermaga waterway yang sudah tidak di urus sejak lama membuat semua fasilitas rusak dan tak terawat. "Udah lama dibiarin begitu doang nggak diurus. Lama-lama rusak juga," kata Dadang kepada detikcom saat ditemui di Halte Karet, Jakarta, Senin (14/7/2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantauan detikcom, di sekitar dermaga karet terlihat besi tangga yang sudah hancur dan berkarat. Air yang dangkal penuh sampah terlihat bukan hal yang aneh pada sungai Ciliwung ini. Dua buah kapal yang biasa merapat sudah tak terlihat sejak beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau malem ada orang yang tidur di situ. Lihat saja banyak tiker, dus dan kasur," imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemandangan serupa juga terlihat di dermaga Halimun, Jl Sultan Agung, Jakarta Pusat. Corat-coret cat semprot yang dilakukan sekelompok orang iseng membuat dermaga tersebut terlihat makin tidak nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uni (44) warga yang tinggal di sekitar dermaga karet bercerita saat waterway masih beroperasi, kapal-kapal sering kesulitan saat akan menyusuri sungai. Jika hujan deras, akan terjadi peningkatan air. Karena air terlalu tinggi kapal tidak bisa berjalan dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau air terlalu rendah, kapal juga tidak dapat jalan karena dasar kapal akan mentok dengan dasar sungai," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Transportasi air sejauh 2 kilometer ini memilki tiga dermaga yaitu Halimun, Dukuh Atas, dan Karet. Kini transportasi air yang diharapkan bisa mengurai kemacetan di Jakarta hanya tinggal kenangan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://www.detiknews.com/read/2009/07/14/205222/1165058/10/waterway-kini-tinggal-kenangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-1063679035952489424?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/1063679035952489424/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=1063679035952489424' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/1063679035952489424'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/1063679035952489424'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2009/07/waterway-dan-monorail.html' title='Waterway dan Monorail'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-5123995026643349222</id><published>2009-07-14T03:32:00.000-07:00</published><updated>2009-12-16T03:34:05.695-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Papua'/><title type='text'>Timika ambush death toll rises to three</title><content type='html'>Markus Makur,&lt;br /&gt;A police officer was found dead Monday on a section of the road connecting Timika and PT Freeport Indonesia’s Grassberg mine in Tembagapura in Papua, after being declared missing following an attack on a convoy of police troops on Sunday.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;The body of Second Brig. Marson was discovered in a ravine in Mile 64 of the road in Tembagapura district, Papua Police chief Insp. Gen. Bagus Ekodanto said Monday.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marson was among the police personnel flanking Freeport security guards who were ambushed by a group of armed people on Sunday. Freeport security guard Markus Rante Allo was killed in the attack.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papua Police deputy chief Brig. Gen. Riady Koni said the police found Marson’s body after sifting through the site of the ambush. They had discovered Marson’s firearms shortly after the attack. Freeport’s Australian employee Drew Nicholas Grant was killed in a separate ambush on Saturday.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source : The Jakarta Post ,  Timika   |  Mon, 07/13/2009 |  National&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-5123995026643349222?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/5123995026643349222/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=5123995026643349222' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/5123995026643349222'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/5123995026643349222'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2009/07/timika-ambush-death-toll-rises-to-three.html' title='Timika ambush death toll rises to three'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-4832993901276715769</id><published>2009-07-14T03:30:00.000-07:00</published><updated>2009-12-16T03:32:27.263-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Papua'/><title type='text'>Papua peaceful despite attacks</title><content type='html'>After shooting incident in Timika, situation in all city of papua are peaceful as statement’s The National Police considers security in Papua stable despite a series of attacks on PT Freeport Indonesia in Mimika regency over the weekend, which killed three people. A spokesman for the National Police, Brig. Gen. Sulistyo Ishak, said the police had taken tough measures to maintain security around Freeport’s operational site and Papua in general.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;The National Police Headquarters has sent a counter-terror squad to help the local police hunt down perpetrators of the attacks, the victims of which included a police officer."We are considering dispatch of reinforcement troops to support the operation, but it will depend on development in the field,” Sulistyo was quoted by Antara state news agency. He called on local people to help police locate the armed group who perpetrated the ambushTo Overcome the incident,  Papua administration is planning to open a dialogue involving all elements of society in the hope of achieving common ground on the recent terror attacks in the province. We have agreed to hold the forum in the coming days, because   the dialogue was crucial to avoid public suspicion and the spread of terror Papua Deputy Governor Alex Hasegem &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source : Archipelago |  Mon, 07/13/2009 |  National&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-4832993901276715769?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/4832993901276715769/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=4832993901276715769' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/4832993901276715769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/4832993901276715769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2009/07/papua-peaceful-despite-attacks.html' title='Papua peaceful despite attacks'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-2148250821887890553</id><published>2009-07-10T04:54:00.000-07:00</published><updated>2009-11-17T04:56:58.636-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Multikulturalisme'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Etnis Suku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Etnis India Indonesia'/><title type='text'>Hak-hak Minoritas dan Multikulturalisme di Indonesia</title><content type='html'>Oleh Ridwan al-Makassary&lt;br /&gt;Adalah rahasia umum bahwa Indonesia adalah hamparan masyarakat heterogen yang sedang terus menerus mendefinisikan dirinya. Dikenal sebagai masyarakat majemuk (pluralis), Indonesia terbentuk dari lima ratus etnik yang berbicara dalam enam ratus jenis bahasa.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dewasa ini berbagai kelompok etnik tersebut hidup berdampingan dengan kelompok etnik lokal lainnya baik di kota maupun di desa. Dalam konteks ini, jalinan hubungan antar-etnik semakin intensif dibandingkan dengan jaman dulu. Selanjutnya, realitas ini rentan menimbulkan problematika akomodasi perbedaan budaya antara kelompok pendatang dan komunitas lokal, terutama jika komunitas pendatang cenderung lebih baik secara ekonomi.&lt;br /&gt;Gagasan tentang hakminoritas dan multikulturalise menjadi signifikan dalam konteks semacam itu. Masa depan Indonesia akan sangat ditentukan oleh bagaimana keragaman itu bisa dikelola dengan baik sehingga bisa menghasilkan konstruksi masyarakat pluralis yang mengakui dan merayakan perbedaan.&lt;br /&gt;Menurut Parsudi Suparlan, Kelompok minoritas adalah orang-orang yang diperlakukan secara diskriminatif dalam masyarakat karena ciri-ciri fisik tubuh atau asal-usul keturunannya atau kebudayaannya berbeda. Mereka tidak saja diperlakukan sebagai orang luar dalam masyarakat tempat mereka hidup, namun juga menempati posisi yang tidak menguntungkan, karena mereka tidak memperoleh akses terhadap sosial, ekonomi, dan politik.&lt;br /&gt;Dewasa ini diskursus hak minoritas didominasi oleh teori politik, terutama setelah bangkrutnya ideologi komunisme yang melahirkan gelombang nasionalisme etnik di Eropa Timur yang secara dramatik telah merubah proses demokratisasi. Namun, terdapat beberapa faktor di dalam sistem demokrasi yang mapan yang menunjukkan pentingnya etnisitas; resistensi orang pribumi melawan imgiran dan pengungsi di berbagai negara Barat maju, kebangkitan dan mobilisasi politik indegenous people yang berujung pada lahirnya draft deklarasi hak indegenous people di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Selain itu, peningkatan ancaman separatis terjadi di sejumlah negara demokratis seperti Kanada (Quebeq), Inggris (Skotlandia), Belgia (Flanders) dan Spanyol (Katalonia).&lt;br /&gt;Sementara itu, kondisi multikultur sebuah negara tidak dengan serta merta meniscayakan warganya hidup dalam tatanan multikultural. Satu negara hanya dapat dikatakan sebagai sebuah negara multikultur jika berbagai divesitas budaya yang eksis memiliki kesetaraan dalam arena publik.&lt;br /&gt;Konsep multikulturalisme pada dasarnya menyokong gagasan mengenai perbedaan dan heteroginitas, sekaligus mendorong isu kesetaraan antara kelompok mayoritas dan minoritas. Karenanya, poin multikulturalisme adalah apakah entitas yang beragam tersebut memperoleh status yang setara dalam negara, atau justru mengalami minoritisasi melalui kebijakan publik negara.&lt;br /&gt;Indonesia memang merupakan negara dengan kondisi multikultur, tetapi belum semua warganya bisa menerima gagasan tentang sebuah tatanan multikultural. Munculnya keterbukaan politik saat ini, setelah selama lebih dari tiga dekade hidup dalam pasungan otoritarianisme, itu justru menjadi salah satu pintu masuk bagi berlangsungnya bermacam-macam proses penguatan politik identitas (primordial) di banyak tempat. Lebih dari sekedar bentuk-bentuk euphoria politik setelah lepas dari otoritarianisme, kecenderungan politisasi identitas etnik dan agama yang sekarang terjadi di beberapa daerah sampai pada level ketika kebersamaan sebagai sebuah bangsa mulai dipertaruhkan. Beberapa tendensi formalisasi agama melalui kebijakan publik dalam label peraturan daerah, misalnya, mengundang resiko dilanggarnya the lowest common denominator yang sudah disepakati bersama sejak Indonesia meraih kemerdekaan dari kolonialisme tahun 1945 yang lalu, yakni fundamen bahwa Indonesia bukanlah negara yang didasarkan pada satu agama tertentu.&lt;br /&gt;Singkatnya, semua anak bangsa mesti menyadari bahwa negara ini adalah milik bersama dan bukan milik etnik dan agama tertentu. Karenanya diperlukan kebijakan publik yang bisa memayungi semua kelompok dan mewujudkan integrasi sosial. Dalam hal ini, hak-hakminoritas dan multikulturalisme dapat menjadi alternatif dan solusi bagi masa depan Indonesia yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis adalah Koordinator Program Islam dan Hak Asasi Manusia di Center for the Study of Religion and Culture (CSRC) UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : www.pelita.or.id/baca.php?id=74945&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-2148250821887890553?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/2148250821887890553/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=2148250821887890553' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/2148250821887890553'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/2148250821887890553'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2009/07/hak-hak-minoritas-dan-multikulturalisme.html' title='Hak-hak Minoritas dan Multikulturalisme di Indonesia'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-5883070769391870260</id><published>2009-07-08T18:52:00.000-07:00</published><updated>2009-07-08T19:10:28.709-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pembodohan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wiranto'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='JK'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MataHati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Humor'/><title type='text'>JK - Wiranto Menanggapi Quick Count</title><content type='html'>Ketika JK ditanyakan tentang &lt;span style="font-style:italic;"&gt;quick count&lt;/span&gt;, semestinya beliau konsisten dengan jawabannya bahwa : &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Lebih Cepat Lebih Bae"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disitulah teruji konsistensi dari jargon yang diusungnya selama ini....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena metode &lt;span style="font-style:italic;"&gt;quick count&lt;/span&gt; sendiri sebenarnya secara ilmiah dapat dipertanggungjawabkan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabu, 08/07/2009 11:43 WIB&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tim JK: Tak Beradab Umumkan Quick Count Saat Pilpres Berlangsung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Moksa Hutasoit - detikPemilu&lt;br /&gt;Jakarta - Kubu JK-Wiranto bereaksi keras terhadap penayangan quick count dan exit poll di sejumlah televisi. Penayangan itu dinilai tidak etis saat pemilihan di sejumlah daerah masih berlangsung. ( mok / iy ) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source : &lt;a href="http://pemilu.detiknews.com/comment/2009/07/08/114306/1161218/700/tim-jk-tak-beradab-umumkan-quick-count-saat-pilpres-berlangsung" target="blank"&gt;http://pemilu.detiknews.com/comment/2009/07/08/114306/1161218/700/tim-jk-tak-beradab-umumkan-quick-count-saat-pilpres-berlangsung&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-5883070769391870260?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/5883070769391870260/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=5883070769391870260' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/5883070769391870260'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/5883070769391870260'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2009/07/jk-wiranto-menanggapi-quick-count.html' title='JK - Wiranto Menanggapi Quick Count'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-6135403487529038149</id><published>2009-07-07T19:53:00.000-07:00</published><updated>2009-07-21T20:13:48.509-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pembodohan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nilai Budaya'/><title type='text'>MOS</title><content type='html'>Masa Orientasi Siswa&lt;br /&gt;Mungkin memang tidak perlu dihapuskan, karena melihat dari konsep "Judulnya" yang sudah benar, tetapi penerapannya yang hingga kini selalu salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam benak akal sehat "Masa Orientasi" adalah mengenal hal-hal yang nantinya akan dihadapi dalam masa belajar siswa di sekolah pilihannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga kakak-kakak kelas, seharusnya memperkenalkan kecanggihan sekolahnya, seperti bagaimana mereka harus disiplin di ruang laboratorium, bagaimana memperlakukan peralatan sekolah mereka, seperti lab komputer, buku-buku perpustakaan, dlsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, para kakak-kakak kelas menunjukan prestasi yang pernah diraih oleh sekolah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, nantinya mereka (para siswa baru) akan mempunyai "Rasa Tanggung Jawab" terhadap perawatan barang-barang milik sekolah, memiliki disiplin belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan seperti MOS peninggalan zaman Belanda, dimana senioritas dapat berlaku sebagai penjajah. Sekarang ini kita tidak lagi berorientasi pada senioritas, tetapi lebih pada kemampuan seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai hormat menghormati, itu adanya di pelajaran "Budi Pekerti", dimana dalam hidup sehari-hari, tidak saja yang lebih muda harus menghormati yang lebih tua, tetapi sebaliknya yang lebih tua pun juga harus menghormati yang lebih muda. Disamping kemampuan seseorang memiliki juga bentuk penghormatan dalam interaksi dari sisi ke-ilmuan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Masa Orientasi Siswa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waaaahh,,, ternyata senin besok dah mulai MOS (masa orientasi siswa) yaa??&lt;br /&gt;hahahahaha... emang kalo ngomongin MOS atau Mabis tuh gak ada abisnya... seru bangeett&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi inget pas MOS SMA dulu... kuncir 2 merah-putih! yang ini biar kita kliatan lebih rapih tp juga imut kaya anak desa yang cinta Indonesia.. pita juga jadi merah putih...hahaha!&lt;br /&gt;Bawa tas pelastik, katanya c untuk kebersamaan.. mau kaya ataupun kurang mampu dianggap sama dimata sekolah gak dibeda-bedakan! ama topi wisuda.. berharap bisa lulus dari sekolah ini setelah 3 tahun belajar.. dan juga biar kita gak kepanasan pas disuruh ngumpul dilapangan!&lt;br /&gt;Gak lupa papan nama...waktu dulu c pake karton ijo.. hahahaha!! gak lupa juga bawaan lain seperti minum, roti, mie, premen yang pake cap aneh-aneh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tp dalam acara ini pun Panitia sekaligus mengadakan baksos! Seperti mie, buku tulis, pulpen untuk diberikan kepada teman-teman yang masih membutuhkan!&lt;br /&gt;dulu c waktu jadi peserta, ngedumel banget nie suruh bawa yang aneh-aneh,, tp ternyata setelah jadi Panitia jadi tau sendiri, apa yang dibawa ya untuk keperluan mereka sendiri.. jd gak masalah c...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu tuh yang paling menegangkan saat adanya TIM DISIPLIN yang sering kita sebut TIM DIS!!&lt;br /&gt;Waaahhh..takut banget deh ama tim ini,, biasanya c senior2 yang sangar mukanya... tp ada juga c kaka senior yang manis tp sok-sok galak,,,,&lt;br /&gt;pokoknya kalo ada TIM DIS ini pada diem deeehh... udah takut aja mau di plonco.. tp gak tuh... cm sangar nya aja yang kaga nahaaaann....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun ke dua dan tahun ke 3 di SMA akhirnya gw yang jadi panitia..... Hohohohohoh!!!!&lt;br /&gt;Seneng rasanya bisa jadi panitia MOS.. tp ya berhubung wajah gw gak nyeremin tp baik hati, murah senyum dan tidak sombong, 2 tahun itu pasti jadi panitia di kelas,, namanya kakak pendamping....&lt;br /&gt;jadi yang paling deket ama anak-nak di kelas... Pas Tim Dis itu masuk ikutan tegang juga c.. apalagi kalo ngeliat wajah anak-anak baru yang nunjukin khawatir dan takut juga...&lt;br /&gt;padahal mah TIM DIS nya gokil-gokil.. sebelum masuk kelas mereka biasanya cekikikan dulu... wakakakaka.... ya, pinter deh acting nya kalo udah masuk kelas mah galaknya minta ampun!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya gak ada foto-fotonya nie,,, kalo ada makin seru kayaknya...&lt;br /&gt;enaknya jadi pendamping tuh kita bisa lebih kenal deket ama adik-adik kelas, dan setelah MOS berakhirpun kita masih deket aja,, lebih akrab lah,,,&lt;br /&gt;kalo TIM DIS c pasti dihindarin,dan ditakutin!!! Wakakaka....&lt;br /&gt;Tp lama-kelamaan ketauan juga Gokilnya TIM DIS Itu...&lt;br /&gt;dan yang lebih asik saat ngerjain anak-anak yang ULTAH nya pas hari MOS!Kalo gak ampe nangis lom berenti deehh... Lucu jadinya setelah dia nangis terus dia ketawa-ketawa!! hahahahaha...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat-saat pengenalan Ekskul juga asik nie,, walaupun ada ditengah lapangan, tp tetep acara ini ditunggu-tunggu!!&lt;br /&gt;Ya, yang paling Heboh pastinya saat pengenalan ekskul Marching band.... dan gw dulu ikutnya ekskul PMR... Asik banget Acara Ini....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oia, pas hari terakhir MOS Biasanya kita mewajibkan murid baru itu untuk bikin surat suka-dukanya MOS ini, ditunjukan khusus untuk para panitia...&lt;br /&gt;dan setelah evaluasi selesai saatnya pembacaan surat-surat itu....&lt;br /&gt;Wakakakaka,,, opininya lucu-lucu deh... dan disurat itu ada pemilihan kakak TER....&lt;br /&gt;dan waktu itu gw pernah dapet kaka terbaik (ini kebanyakan dikasih ama anak-anak yang gw dampingin) tp kakak terjutek juga ada c...wakakakaka... kalo diluar kelas gw emang sering sok jaim,, dan mungkin dianggapnya jutek kali yah.....&lt;br /&gt;yah,,, masa-masa MOS itu emang merepotkan.. peserta repot, panitia repot.. apalagi kalo ada pihak sekolah yang ngacak-ngacak jadwal.. BT deeehhhh... tp ya tetap menyenangkan!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tp sekarang ini masih banyak banget kan MOS yang pake kekerasan,,, ini nie yang bikin citra MOS jadi jelek,, dan ada banyak orang tua juga yang gak setuju.. untuk itu peran sekolah sangat penting untuk mengontrol kakak-kakak panitia nya!! biar gak terlalu ekstrim dalam kegiatan ini,,, pernah juga denger kan kalo Masa-masa MOS ataupun OSPEK sampe menelan korban jiwa! gak banget deehh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tp kalo menurut gw c MOS itu gak perlu dihilangkan,, soalnya walaupun ngedumel awalnya pasti nanti jadi kenangan yang indah... Tp juga kudu yang bermanfaat seperti niat awalnya MOS itu tadi untuk mengenal lingkungan sekolah, peraturan sekolah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gimana Masa Orientasi kamu???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://blogerkesambet.blogspot.com/&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-6135403487529038149?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/6135403487529038149/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=6135403487529038149' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/6135403487529038149'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/6135403487529038149'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2009/07/mos.html' title='MOS'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-6232544438367073576</id><published>2009-07-02T06:35:00.000-07:00</published><updated>2009-07-03T17:26:57.119-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Analisa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Capres 2009'/><title type='text'>Pilpress 2009 - Jangan ragu-ragu</title><content type='html'>Banyak orang tanya kepada saya, siapa sih yang mau Anda pilih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada mereka saya katakan, bahwa ketiga Calon Presiden kita kali ini, pernah atau bahkan masih menjabat jabatan kepresidenan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, tinggal kita lihat saja mana yang kinerjanya paling baik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi teman-teman saya tetap bertanya siapa donk?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya pribadi, sebetulnya tidak susah, karena dari ketiga CaPres, tinggal dua yang menurut saya, yang hasilnya dapat dirasakan oleh rakyat.&lt;br /&gt;Yakni, Nomor 2 dan 3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lho kenapa yang satu tidak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya lagi, Nomor satu waktu memimpin banyak sekali asset negara yang dijual. Contohnya BUMN 2 besar dan vital yang bagaimanapun tidak dapat dibenarkan dari sisi apapun. Karena itu merupakan ciri khas perekonomian Bangsa. Kalau dijual, apalagi yang vital, membuat kita membuka luka di tubuh kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjual BUMN merupakan langkah awal untuk mematikan ekonomi kerakyatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi jangan lupa nanti tanggal 8, pilih lah dengan cermat. Selamat memilih....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-6232544438367073576?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/6232544438367073576/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=6232544438367073576' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/6232544438367073576'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/6232544438367073576'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2009/07/pilpress-2009-jangan-ragu-ragu.html' title='Pilpress 2009 - Jangan ragu-ragu'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-3272412417689102682</id><published>2009-07-01T04:58:00.000-07:00</published><updated>2009-11-17T05:00:16.813-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Etnis Suku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Etnis Cina Indonesia'/><title type='text'>Kota Singkawang : Swasembada Beras ?</title><content type='html'>oleh adi supardi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencetakan sawah baru akan meningkatkan pendapatan, kesejahteraan masyarakat petani dan diharapkan Singkawang sebagai daerah swasembada beras hingga ekspor beras ke daerah atau negara lain.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Staf Bidang Pengelolaan Lahan dan Air Dinas Pertanian dan Kehutanan Kota Singkawang, Abdul Hakim, mengatakan, rencana program pencetakan sawah baru seluas 2000 hektar di daerah Kota Singkawang, Provinsi Kalimantan Barat. Sejak tahun 2007 hingga 2009 sudah dilaksanakan cetak sawah baru seluas 325 hektar dan sisanya sekitar 1.675 hektar akan dilanjutkan tahun berikutnya secara bertahap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijelaskan, hal-hal yang menjadi kendala dalam pelaksanaan program pencetakan sawah baru ini diantaranya masalah kondisi medan yang berat, pergeseran iklim/cuaca yang tidak menentu dan dana kurang memadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Harapan Makmur, Tusiran, menanggapi perkembangan proyek pencetakan sawah baru di Dusun Kulor Desa Pajintan, Kecamatan Singkawang Timur, Kota Singkawang, Provinsi Kalimantan Barat. Singkawang, mengatakan, sudah dilakukan pembuatan parit-parit dan sedang terus dikerjakan cetak sawah baru sesuai kebijakan pemerintah yang telah menyetujui pencetakan sawah tahun 2009 seluas 25 hektar untuk kelompok tani harapan makmur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai kasus subsidi pupuk sudah selesai dan tidak ada masalah lagi. Bahkan sekarang subsidi pupuk berjalan lancar kepada para petani untuk meningkatkan hasil pertaniannya. Mengenai proyek irigasi rusak sudah diperbaiki dengan dibangun ulang sudah selesai pada akhir bulan Pebruari 2009. kata tusiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pembangunan infrastruktur pertanian (irigasi, jalan dll) dan penambahan pencentakan sawah baru serta kelancaran distribusi pupuk kepada para petani secara cepat tepat waktu musim tanam, akan terjadi peningkatan hasil pertanian dan Singkawang sebagai daerah swasembada beras hingga ekspor ke daerah atau negara lain. semoga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : etnisuku.wordpress.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-3272412417689102682?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/3272412417689102682/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=3272412417689102682' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/3272412417689102682'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/3272412417689102682'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2009/07/kota-singkawang-swasembada-beras.html' title='Kota Singkawang : Swasembada Beras ?'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-8230378355674664305</id><published>2009-06-20T05:01:00.000-07:00</published><updated>2009-11-17T05:03:30.795-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kearifan Lokal'/><title type='text'>Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Budaya dalam konteks Kearifan Lokal</title><content type='html'>oleh adi supardi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Budaya dalam konteks Kearifan Lokal diadakan di Auditorium Kantor Pusat Universitas Trunojoyo Madura, Surabaya Jawa Timur. Demikian dikatakan Panitia Seminar, Suci Suryani S.S, M.Pd&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Latar belakang diadakan seminar, mengingat kearifan lokal (local wisdom) di berbagai daerah di Nusantara merupakan kekayaan budaya yang perlu diangkat sebagai bentuk jati diri bangsa, mamun, akhir-akhir ini kearifan lokal tersebut mulai terlupakan seabagai dampak negatif arus globalisasi. Untuk itu, diperlukan upaya-upaya untuk menyelamatkan dan menghidupkan kembali nilai-nilai kearifan lokal pada diri anak bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembicara pada seminar itu adalah Dr. Dendy Sugono (Kepala Pusat Bahasa Depdiknas), D. Zawawi Imron (Penyair dan Budayawan), Jeffrey M. Loree (Dosen Sastra Cina, Georgetown University, USA) dan Dr. Suryo Tri Saksono (Dosen Universitas Trunojoyo).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peserta seminar terdiri dari Pemerhati Bahasa/Sastra, Dosen/Guru, Sastrawan, Peneliti, Penulis, Wartawan, dan Mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peserta seminar dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp. 150 ribu. Biaya pendaftaran bias di transfer ke Bank BTN Cab Bangkalan a.n. Suci Suryani S.S. M.Pd nomor rekeniong 0002801500210052&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami harapkan partisipasi Bapak dan Ibu dalam seminar nasional tersebut. Informasi seminar dapat di klik di http://www.semnasunijoyo.dikti.net. kata Suci Suryani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : etnisuku.wordpress.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-8230378355674664305?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/8230378355674664305/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=8230378355674664305' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/8230378355674664305'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/8230378355674664305'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2009/06/seminar-nasional-bahasa-sastra-dan.html' title='Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Budaya dalam konteks Kearifan Lokal'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-6590332640640535867</id><published>2009-06-18T00:19:00.000-07:00</published><updated>2009-06-18T00:27:59.295-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HAM'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pejabat Pemerintah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Oknum'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MataHati'/><title type='text'>Lembaga Kepolisian Tempat Berkumpulnya Para Oknum</title><content type='html'>Membaca berita di Detik.com, miris rasa hatiku. Mendengar pengakuan "Istri Polisi Mengaku Dianiaya Suami Selama 6 Tahun".&lt;br /&gt;Eh pas ngadu kelakuan suaminya ke Provos, dirinya tidak mendapat perlindungan apapun.&lt;br /&gt;Malah disuruh lapor ke Polda Metro Jaya, di Polda disuruh ke atasan langsung. Akhirnya dari Polsek malah disuruh ke Mabes Polri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hahahahahahahaha sejuta kali, dia saja (istri dari keluarganya sendiri) dipersulit, apalagi kita-kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi mohon pengertiannya, bagi masyarakat lainnya, kalau pelayanan kepolisian kita seperti sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kamis, 18/06/2009 12:40 WIB&lt;br /&gt;Istri Polisi Mengaku Dianiaya Suami Selama 6 Tahun&lt;br /&gt;Ari Saputra - detikNews&lt;br /&gt;Jakarta - Polisi seharusnya menjadi pelindung masyarakat. Namun yang dilakukan seorang anggota Samapta Polsekta Tanjung Duren ini sungguh tidak patut. Istri sang polisi pun mengadu ke LBH Apik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Priska, perempuan 30 tahun ini adalah istri seorang polisi berpangkat Briptu. Selama menikah selama 6 tahun, Priska mengaku terus-terusan diperlakukan buruk oleh suaminya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dia menendang, menjambak, menghina dan tidak pernah menafkahi," kata Priska saat menggelar jumpa pers di LBH Apik, Matraman, Jakarta Pusat, Kamis (18/6/2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya itu, Priska juga pernah ditelanjangi di depan tetangganya. Si suami pun mengancam akan menembak si tetangga jika berani melaporkan kejadian itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya pernah ditelanjangi untuk mendapat kartu sim card yang saya simpan di mulut saya. Di kartu itu ada SMS bukti selingkuhan," kata Priska.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak tahan dengan perlakuan itu, Priska pun melaporkan suaminya ke Propos. Namun Priska mengaku tidak mendapat perlindungan apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya ke Provos tapi saya disuruh lapor ke Polda Metro Jaya, tapi di Polda saya disuruh ke atasan langsung. Akhirnya dari Polsek saya malah disuruh ke Mabes Polri. Saya bingung mau ke mana," kata Priska.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Priska mengatakan, saat ini dirinya masih menunggu suaminya diproses secara hukum. Hingga kini, suaminya masih bekerja seperti biasa. Dia berharap, LBH Apik dapat membantunya mendapat keadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Ari/ken) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.detiknews.com/read/2009/06/18/124056/1150025/10/istri-polisi-mengaku-dianiaya-suami-selama-6-tahun&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-6590332640640535867?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/6590332640640535867/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=6590332640640535867' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/6590332640640535867'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/6590332640640535867'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2009/06/lembaga-kepolisian-tempat-berkumpulnya.html' title='Lembaga Kepolisian Tempat Berkumpulnya Para Oknum'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-4445668378786721273</id><published>2009-06-12T12:16:00.000-07:00</published><updated>2009-06-23T20:40:42.625-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Analisa'/><title type='text'>Gerak sejarah tidak harus linier</title><content type='html'>Gerak sejarah tidak harus linier (bergerak lurus) dalam menuju perubahan utk perbaikan kehidupan. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Namun bgt, bukan berarti para elite politik yg katanya berlomba klaim mau memimpin "perubahan" jg tidak harus 'bergerak 'lurus'. krn perilaku mrk lah perubahan itu bs berujung baik atau rusak. Silahkan cermati... !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Standarkiaa Latief (FB)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-4445668378786721273?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/4445668378786721273/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=4445668378786721273' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/4445668378786721273'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/4445668378786721273'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2009/06/gerak-sejarah-tidak-harus-linier.html' title='Gerak sejarah tidak harus linier'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-227029361655368213</id><published>2009-06-12T12:11:00.000-07:00</published><updated>2009-06-12T12:14:08.810-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Malaysia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pahlawan Devisa'/><title type='text'>SITI HAJAR</title><content type='html'>SITI HAJAR Korban persekongkolan pedagang budak &amp; birokrat.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bela SITI HAJAR. Stop Ekspor Budak !. Persekongkolan Calo dan Birokrat Malas. @ Tumbuhkan ekonomi Rakyat. Ciptakan Lapangan Kerja !.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Amir Husin Daulay (FB)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-227029361655368213?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/227029361655368213/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=227029361655368213' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/227029361655368213'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/227029361655368213'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2009/06/siti-hajar.html' title='SITI HAJAR'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-6103837483943743362</id><published>2009-06-12T11:52:00.001-07:00</published><updated>2009-07-07T22:40:21.867-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MataHati'/><title type='text'>Globalisai</title><content type='html'>Globalisai Menyebabkan situasi yang menang memperoleh segalanya : siapa yang menang memperoleh banyak, tetapi yang kalah menanggung kerugian lebih banyak lagi . &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Globalisasi juga cenderung memmisahkan nasib korporasi dari pada nasib pra karyawannya, Keuntungan yang lebih banyak tidak lagi berarti tentu jaminan kerja lebih baik dan dan gaji lebih besar (Klaus Schwab &amp; Claude Smaja Dir. The World Economic forum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Muhamad Zen (FB)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.matahati.com" target="blank"&gt;www.MataHati.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-6103837483943743362?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/6103837483943743362/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=6103837483943743362' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/6103837483943743362'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/6103837483943743362'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2009/06/globalisai.html' title='Globalisai'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-8913724879278522585</id><published>2009-06-12T11:48:00.000-07:00</published><updated>2009-07-07T22:41:07.678-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MataHati'/><title type='text'>Akibat Hutang</title><content type='html'>Akibat hutang 25 tahun lagi Kita (Indonesia) akan tenggelam dalam lautan hutang... sebagian besar sumber daya alam bukan milik kita lagi .. karena sudah di jadikan borah untuk hutang .. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;kita hanya mampu membayar bunga hutang tidak pokok hutang.... Kita hanya punya nama tapi tidak punya apa-apa. dan yang paling menyedihkan generasi mendatang akan terus menyalahkan tindakan bodoh ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Muhamad Zen (FB)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.matahati.com" target="blank"&gt;www.MataHati.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-8913724879278522585?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/8913724879278522585/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=8913724879278522585' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/8913724879278522585'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/8913724879278522585'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2009/06/akibat-hutang.html' title='Akibat Hutang'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-37015331854124215</id><published>2009-06-12T11:42:00.000-07:00</published><updated>2009-07-07T22:42:02.299-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MataHati'/><title type='text'>Kapitalisme Menang atas Komunisme</title><content type='html'>Thn 1980-an kapitalisme menang atas komunisme.. Thn 1990-an kapitalisme pun menang diam-diam dari demokrasi. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Demokrasi pun dapat di jual dengan harga penawaran tertinggi, setelah krisis keuangan dan pemanasan global kapitalisme mulai manjadi usang.. kedepan........?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Muhamad Zen (FB)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.matahati.com" target="blank"&gt;www.MataHati.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-37015331854124215?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/37015331854124215/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=37015331854124215' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/37015331854124215'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/37015331854124215'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2009/06/kapitalisme-menang-atas-komunisme.html' title='Kapitalisme Menang atas Komunisme'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-6572154836300712359</id><published>2009-06-10T21:58:00.000-07:00</published><updated>2009-07-07T22:00:14.769-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Papua'/><title type='text'>Encounters with The Dani</title><content type='html'>First published in 2003, Encounters With The Dani, a history of contact with the Dani tribe, is a book worth revisiting. It was written, photographed and designed by Susan Meiselas, one of the most influential and important documentary photographers working today. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Meiselas, who studied anthropology before she became a professional photographer, consistently pushes beyond the traditional boundaries of documentary photography. Her work includes a wide variety of media, including installation and film. In Encounters with the Dani, Meiselas pieces together found documents that describe the history of contact between the outside world and the Danai of the West Papuan highlands, who were only “discovered” in 1938.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At the end of the book, Meiselas tells the story of the journey that led to the making of Encounters with the Danai. It began in 1988, when she joined a reconstruction expedition of the 1964 documentary film about the Dani, Dead Birds.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eleven years later, in 1999, Meiselas wrote to the Nederlands Foto Instituut (NFI), saying: “I want to explore the ways in which the Dani have been seen by travelers, anthropologists, missionaries, colonialists, and perhaps themselves, throughout this century, and, through available technology, create access to that work and a dialogue with the Dani about that representation”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Four years later, Encounters With The Dani was published in New York. Before the publication of the book however, Meiselas exhibited an interactive digital display of the project in 2001 at the NFI, Rotterdam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The same materials traveled to Montreal as part of Mois de la Photo 2001. Finally it was included in the first 2003 ICP (International Photography Center) Triennial of photography and video in New York, before starting its journey in book form.&lt;br /&gt;Structured chronologically (1938-2000), this book is divided into eight chapters of crucial moments from 60 years of the Dani’s encounters with the outside world.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The first part of the book begins with an aerial view of the Baliem Valley, a chapter entitled Expedition and Accidents of Discovery (1938-1945).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This photograph, taken for the American Museum of Natural History on June 23, 1938, by a wealthy American explorer, Richard Archbold, not only visually represents the valley, but also shows how aerial photography has played an essential role in the use of photography as an instrument of symbolic control of the Terra Incognita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The camera is employed as a tool with which to fill in the blanks, thereby satisfying our yearning for complete knowledge.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The people, shown later in this book, “were viewed as a curiosity by the press and the public, as savages waiting to be converted by Christian missionaries, or as political pawns in a wider struggle for control of the region”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The photo of former dangdut queen Elvi Sukaesih dancing with the Dani tribesmen during an Independence Day celebration in 1972 in the chapter called “The Indonesianization (1970-1992)” serves as a fine example of this mentality.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Encounters with the Dani places equal emphasis on images and the written word. The Dani are revealed and reshaped through archival artifacts: old photographs, official documents, newspaper clippings, stamps, field notes, cartoons, letters, postcards and interviews.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source : &lt;a href="http://www.papuatoday.com" target="blank"&gt;www.PapuaToday.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-6572154836300712359?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/6572154836300712359/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=6572154836300712359' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/6572154836300712359'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/6572154836300712359'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2009/06/encounters-with-dani.html' title='Encounters with The Dani'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-117908647835206204</id><published>2009-06-05T17:56:00.000-07:00</published><updated>2009-07-23T18:04:51.335-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cagar Budaya'/><title type='text'>RI Belum Meratifikasi Konvensi Under Water Heritage UNESCO</title><content type='html'>Indonesia hingga kini belum meratifikasi konvensi  Under Water Heritage UNESCO, mengingat hal itu belum menguntungkan Indonesia secara ekonomis. RI mengusulkan dalam penanganan benda cagar budaya bawah air tidak hanya mengedepankan unsur pelestariannya saja, namun juga mempertimbangan pemanfaatan secara ekonomi bagi masyarakat.  &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Kita masih  melakukan evaluasi, dan mengusulkan selain unsur pelestarian juga ada kepentingan ekonomis," kata  Hari Untoro Drajat, Dirjen Sejarah dan Purbakala, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar) ketika menyampaikan program kerja Ditjen Sejarah dan Purbakala kepada pers di gedung Sapta Pesona Jakarta, Kamis (5/6).&lt;br /&gt;Dikatakan, visi Indonesia dalam penanganan benda cagar budaya bawah air sebagai warisan budaya (under water heritage) tidak hanya dilihat dari sisi pelestariannya semata, melainkan juga menyertakan manfaat ekonomi bagi masyarakat dan negara.  "Kalau kita hanya mengedepankan unsur pelestarian sedangkan benda cagar budaya bawah air itu memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat dan negara, tentunya hal itu tidak memberikan keuntungan bagi bangsa kita," kata Hari Untoro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga kini baru beberapa negara yang telah  meratifikasi konvensi  Under Water Heritage UNESCO. Pada umumnya mereka bukan negara maritim dan tidak memiliki peninggalan benda cagar budaya bawah air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam penanganan benda cagar budaya bawah air, yang oleh masyarakat sering disebut harta karun, Indonesia mempunyai pijakan aturan yakni Undang-Undang No.5 tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya (BCB) serta Keppres No.107 tahun 2001 tentang pengelolaan Benda Muatan Kapal Tenggelam (BMKT). (Pusformas) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://www.budpar.go.id/page.php?ic=511&amp;id=3981&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-117908647835206204?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/117908647835206204/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=117908647835206204' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/117908647835206204'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/117908647835206204'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2001/06/ri-belum-meratifikasi-konvensi-under.html' title='RI Belum Meratifikasi Konvensi Under Water Heritage UNESCO'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-6839995327882794699</id><published>2009-06-01T06:14:00.000-07:00</published><updated>2009-06-01T06:35:49.577-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Malaysia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Capres 2009'/><title type='text'>Manohara dan Analisa Politik.</title><content type='html'>Melihat tutur kata dari pengacara kerajaan, yang dengan tenang dan meyakinkan (meskipun bohong).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuat saya menjadi tidak heran, jika kita membaca koran-koran pada zaman Soekarno (di Perpustakaan Nasional), mengapa Soekarno, secara implisit mengatakan bahwa Malaysia adalah bangsa yang mencla-mencle.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Saya juga jadi melihat lahirnya Soekarno Kecil (menyitir kata-kata Permadi), pada diri Prabowo, yang dengan lantang mengatakan bahwa "Kedaulatan Ambalat Harga Mati"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun saya tidak memilih satu diantara tiga capres, tetapi jika Anda menang,tolong buktikan kepada rakyat, bahwa Anda memang benar-benar mencintai bangsa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, mungkin juga kasus Manohara ini untuk mengerem kemarahan rakyat yang melihat banyak sekali kasus-kasus (Ilegal Fishing, Penganiyayaan/Pemerkosaan terhadap TKI, Masalah Perbatasan, dan masih banyak lagi)dengan Malaysia belakangan ini.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://malinc.blogspot.com/"&gt;&lt;br /&gt;Malaysia Incorporated di singkat Malinc dibaca Maling&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++&lt;br /&gt;Senin, 01/06/2009 19:08 WIB&lt;br /&gt;Daisy Tolak Ajakan Bertemu Pihak Kelantan di Singapura&lt;br /&gt;Ramdhan Muhaimin - detikNews&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kualalumpur - Manohara Odelia Pinot telah kembali ke Jakarta. Mantan model cantik itu mengaku kepulangannya ke rumah ibunya sempat diwarnai ketegangan karena dirinya hendak disekap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun pihak Kesultanan Kelantan membantah semua cerita perempuan cantik berdarah Amerika Serikat-Indonesia itu. Berikut kronologi yang disampaikan kubu Kelantan, Mohd Soberi Shafii, dalam jumpa pers di Hotel Mandarin, Kuala Lumpur, Senin (1/6/2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soberi mengaku memiliki hubungan yang sangat dekat dengan suami Manohara, Tengku Muhammad Fakhry maupun Sultan Kelantan. Soberi jugalah yang waktu itu membantu Fakhry membawa pulang Manohara dari Jeddah, Arab Saudi, seusai umroh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak ada yang menghalangi Mano pulang ke Jakarta. TT (Tengku Temenggung Fakhry) pun tidak masalah Mano pulang," kata katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Soberi, sebenarnya pihak Kelantan telah mengetahui bahwa ibunda Mano, Daisy Fajaria di Hotel Royal, Singapura, Minggu 31 Mei. Pihak Kelantan pun berencana mengajak Daisy untuk bertemu 8 mata antara Daisy, Mano, Fakhry, dan istri Sultan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mereka menunggu Bu Daisy, rencananya untuk pertemuan delapan mata antara Bu Daisy, Mano, TT dan istri sultan. Kami minta supaya Bu Daisy dibawa ke lantai 3 dan akan diterima dengan baik. Tapi Bu Daisy refuse (menolak)," kata Soberi. (ken/iy)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-6839995327882794699?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/6839995327882794699/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=6839995327882794699' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/6839995327882794699'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/6839995327882794699'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2009/06/manohara-dan-analisa-politik.html' title='Manohara dan Analisa Politik.'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-6803680321417363045</id><published>2009-05-31T05:42:00.000-07:00</published><updated>2009-06-01T06:00:42.233-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Malaysia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HAM'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pejabat Pemerintah'/><title type='text'>Manohara, Keterlibatan FBI dan Kedubes AS , serta Menghina Diri Sendiri</title><content type='html'>Bagi sebagian orang memang sepertinya, keterlibatan FBI dan Kedutaan AS merupakan hal yang hebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya, ini merupakan penghinaan diri sendiri, dimana Duta kita di Malaysia yang duduk di KBRI, tidak dapat atau tidak mau berbuat apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal setiap bulan mereka memakan gaji dari uang rakyat.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dai Bahtiar waktu wawancara di Istana, mengatakan dengan ringan bahwa itu urusan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Logika berfikir sungkan dan pekewuh di negara orang itulah yang harus diubah. Ingat Anda adalah Duta Besar Indonesia bukan Duta Besar Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau mungkin, kalau tidak salah Duta Besar Indonesia untuk Malaysia adalah jatah Kepolisian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyaknya kasus yang merugikan bangsa Indonesia, bagaimana kalau Duta Besar Indonesia untuk Malaysia bukan lagi dari Kepolisian. Mengingat Duta Besar sebelumnya yang juga dari Kepolisian, tersangkut kasus korupsi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dikonfimasi dan dicarikan bukti-bukti, saya sepakat kalau Duta Besar dan segenap Diplomat di Malaysia untuk diganti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;++++++++++++++++++++++++++++&lt;br /&gt;Berita dari DetikNews&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu, 31/05/2009 17:25 WIB&lt;br /&gt;FBI &amp; Kedubes AS Terlibat Pembebasan Manohara&lt;br /&gt;Iin Yumiyanti - detikNews&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akarta - Kisah Manohara Odelia Pinot bak drama. Demikian pula cerita kaburnya model cantik itu dari Kerabat Kesultanan Kelantan saat berkunjung ke Singapura. Agen khusus FBI, Kedubes Amerika Serikat (AS) dan KBRI terlibat hingga Mano berasil bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita memang minta bantuan FBI dan Kedubes AS serta KBRI. Mereka banyak membantu hinga Mano berhasil pulang ke Indonesia," kata pengacara ibunda Manohara, Yuli Andre Darma, kepada detikcom, Minggu (31/5/2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedubes AS dilibatkan sebab Manohara mempunyai paspor sebagai warga negara adidaya itu. Ayah Manohara, George Mann, berkebangsaan AS. Andre Yuli menuturkan, keluarga dan tim pengacara berkoordinasi dengan Kedubes AS dan KBRI Singapura setelah mendapat informasi dari orang dalam Kesultanan Kelantan, Manohara akan ke Singapura. Manohara ke Singapura bersama kerabat Kesultanan Kelantan untuk menjenguk Sultan Kelantan yang dirawat di negeri Singa tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim pengacara dan Daisy Fajarina sebenarnya akan terbang ke Singapura, Kamis (28/5/2009). Namun rencana ini bocor ke Kelantan. Daisy dan pengacaranya pun lantas menunda. "Akhirnya agar tidak mencolok Ibu Daisy dan Dewi saja yang berangkat ke Singapura Jumat (29/5/2009). Tentu kita tetap koordinasi dengan Kedubes AS dan KBRI," cerita Yuli Andre.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manohara berhasil bertemu Daisy di Hotel Royal Plaza Singapura. Mano berhasil kabur setelah memencet-mencet tombol emergency lift hotel saat dipaksa pihak Kesultanan Kelantan untuk dikunci di ruangan raja, di lantai 3 Hotel Royal. Polisi Singapura berdatangan menolong Mano akibat bunyi tombol tersebut. (iy/Rez)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;++++++++++++++++++++++++++++&lt;br /&gt;Minggu, 31/05/2009 16:53 WIB&lt;br /&gt;Manohara Minta Dubes RI di Malaysia Diganti&lt;br /&gt;Amanda Ferdina - detikNews&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta - Kekesalan Manohara kepada Kedutaan Besar RI di Malaysia tidak main-main. Mano meminta agar Dubes Malaysia Jenderal Purn Da'i Bachtiar segera diganti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Harus diganti Dubes RI di Malaysia," ucap Mano setelah melakukan konpers di Markas Merah Putih, Jalan Biak, Petojo, Jakarta Pusat, Minggu (31/05/09).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekesalan tersebut bukanlah tanpa sebab. Mano mengaku tidak mendapatkan bantuan apapun, bahkan terkesan baginya pihak kedubes telah membuat pemberitaan bohong tentang dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dia yang bilang kalau Mano seneng-seneng di KL (Kuala Lumpur), padahal tidak begitu," imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mano juga menceritakan pernah satu waktu ia menelepon ke pihak kedubes namun tidak ditanggapi. "Saya bilang ini telepon emergency, tapi dibilang tidak bisa karena sedang libur."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal senada juga dikisahkan sang ibunda, Daisy, yang mengaku tidak mendapatkan bantuan apa-apa dari kedutaan Indonesia di sana. "Tidak ada bantuan dari kedubes Indonesia di Malaysia, saya hanya dapat bantuan dari Laskar Merah Putih," kata Daisy. (amd/iy)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-6803680321417363045?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/6803680321417363045/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=6803680321417363045' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/6803680321417363045'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/6803680321417363045'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2009/05/manohara-keterlibatan-fbi-dan-kedubes.html' title='Manohara, Keterlibatan FBI dan Kedubes AS , serta Menghina Diri Sendiri'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-2082693407215717450</id><published>2009-05-30T05:05:00.000-07:00</published><updated>2009-06-18T00:30:21.770-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HAM'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pejabat Pemerintah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Oknum'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MataHati'/><title type='text'>Oknum adalah sebutan baru bagi pahlawan, dalam komunitas Koruptor</title><content type='html'>Percaya atau tidak, sadar atau tidak, kita sudah diracuni oleh kata-kata oknum pada zaman pemerintahan Soeharto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimana oknum diartikan, sebagai orang yang ketahuan salah/korupsi diantara para koruptor.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Artinya, yang salah/korupsi tapi tidak ketahuan, adalah orang-orang yang masih dilindungi oleh oknum tadi. Sehingga logikanya adalah, oknum merupakan pahlawan bagi komunitasnya, yang sesungguhnya sama-sama berbuat salah/korupsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks Bangsa dan Negara, seorang koruptor adalah penghianat bagi pembangunan bangsa, dan perlu diberlakukan sebagai penghianat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapankah para petinggi/pejabat/wakil rakyat/dlsb dapat mengartikan bahwa Koruptor adalah penghianat, dan tentunya juga mengimplementasikannya.... &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-2082693407215717450?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/2082693407215717450/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=2082693407215717450' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/2082693407215717450'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/2082693407215717450'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2009/06/oknum-adalah-sebutan-baru-bagi-pahlawan.html' title='Oknum adalah sebutan baru bagi pahlawan, dalam komunitas Koruptor'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-4904390652022738577</id><published>2009-05-27T19:56:00.000-07:00</published><updated>2009-05-27T20:01:48.862-07:00</updated><title type='text'>Lumpur Lapindo dan Tiga Pasangan Capres</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Andil Megawati Soekarnoputri Terhadap Bencana Lumpur Lapindo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa pemerintahan Presiden Megawati, lahir UU Migas No 22 tahun 2001. Inilah langkah awal dari lemahnya fungsi kontrol pemerintah terhadap industri migas termasuk PT. Lapindo Brantas. Lemahnya kontrol pemerintah ini pula yang memberikan andil terhadap berlarut-larutnya penyelesaian kasus Lapindo secara lebih adil.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan UU Migas  No 22/2001 tersebut, membuat BP Migas tidak berdaya dalam mengawasi prosedur pengeboran Lapindo, termasuk prihal pemasangan casing dalam proses pengeboran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerapan UU Migas No 22/2001, mengakibatkan proses pencarian informasi untuk mengungkap kejadian sebenarnya dari semburan lumpur menjadi terhalang. Karena dalam UU tersebut, memang diatur dan dijamin soal kerahasiaan data dan informasi seputar kegiatan eksplorasi dan eksploitasi migas. Akibatnya hingga kini, penyelidikan kasus lumpur Lapindo oleh kepolisian tidak kunjung tuntas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Andil SBY dan Kalla Terhadap Bencana Lumpur Lapindo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di berbagai media massa, Jusuf Kalla mengakui bahwa mantan petinggi Group Bakrie, Aburizal Bakrie merupakan salah satu penyumbang dana pasangan SBY-JK dalam pemilu 2004 silam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua tahun setelah pemilu 2004, tepatnya bulan Mei 2006, semburan lumpur panas menengelamkan kawasan Porong, Sidoarjo. Mayoritas pakar geologi dunia menilai bahwa semburan lumpur diakibatkan oleh aktivitas pengeboran yang dilakukan oleh Lapindo, salah satu bagian dari Group Bakrie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SBY-JK mengawali tonggak penyelesaian kasus ini melalui Perpres Nomor 14 Tahun 2007, yang mengarahkan korban diperlakukan sebagai mitra jual beli lahan dan bangunan. Melenceng jauh dari pemenuhan dan pemulihan hak-hak korban, mulai hak atas perumahan, kesehatan, pendidikan dan lingkungan yang sehat dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara kerugian berupa meningkatnya biaya kesehatan akibat kerusakan lingkungan hidup yang disebabkan oleh semburan lumpur diabaikan secara legal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun Perpres 14/2007 itu merugikan korban lumpur dan menguntungkan posisi Lapindo, Pemerintahan SBY – JK tidak berhenti untuk memberikan keringanan terhadap Lapindo. Pada bulan Desember 2008 misalnya, telah muncul kesepakatan antara korban lumpur dan PT. Minarak Lapindo Jaya (MLJ) di Istana Presiden yang berisi pemberian keringanan terhadap Lapindo untuk kembali mencicil sisa uang jual beli aset korban lumpur per bulan per keluarga sebesar Rp 30 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya kesepakatan itu kembali diingkari oleh PT MLJ. Alih-alih menghukum PT MLJ karena telah mengingkari kesepakatan. Pemerintahan SBY-JK  lagi-lagi memeberi keringanan terhadap PT MLJ untuk menyelesaikan proses jual beli asset di luar ketentuan Perpres 14/2007 yang telah dibuat sendiri oleh Presiden SBY sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan Februari 2009 pemerintahan SBY-JK kembali memberikan keringanan kepada PT MLJ untuk menyelesaikan proses jual beli asset korban lumpur dengan cara mencicilnya sebesar Rp. 15 juta per bulan. Padahal pemberian keringanan yang bertubi-tubi itu kepada PT MLJ itu berarti menambah panjang penderitaan korban lumpur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari rekam jejak SBY dan Kalla selama berkuasa dalam menyelesaikan persoalan lumpur Lapindo, apakah kita masih yakin bila salah satu diantara mereka bertiga menjadi presiden, akan mampu menyelesaikan persoalan lumpur Lapindo secara lebih adil?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source :&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;http://tragedilapindo.wordpress.com/2009/05/25/bercak-lumpur-lapindo-di-tubuh-sby-dan-kalla/&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;http://tragedilapindo.wordpress.com/2009/05/26/megawati-pun-terciprat-lumpur-lapindo/&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-4904390652022738577?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/4904390652022738577/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=4904390652022738577' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/4904390652022738577'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/4904390652022738577'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2009/05/lumpur-lapindo-dan-tiga-pasangan-capres.html' title='Lumpur Lapindo dan Tiga Pasangan Capres'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-4577753337472239011</id><published>2009-05-20T19:35:00.000-07:00</published><updated>2009-07-08T19:38:02.764-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MPR/DPR'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ilegal Fishing'/><title type='text'>Cegah Ilegal Fishing, DPR Setujui Ratifikasi Konvensi PBB tentang Hukum Laut</title><content type='html'>JAKARTA-Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menyetujui meratifikasi konvensi Perserikatan bangsa-Bangsa (PBB) tentang Hukum Laut sebagai payung hukum nasional dalam mencegah illegal fishing. Demikian terungkap dalam Sidang Paripurna DPR yang dipimpin Wakil Ketua Muhaimin Iskandar, yang juga dihadiri Menteri Kelautan dan Perikanan Fredy Numbery, di Jakarta, kemarin.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ketua Pansus Maruahal Silalahi, dengan adanya ratifikasi perjanjian iniIndonesia dapat menjamin konservasi jangka panjang dan pemanfaatan secara berkelanjutan atas sediaan ikan sesuai ketentuan-ketentuan yang terkait konvensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pelaksanaan konvensi ini, maka akan semakin memperkuat komitmen kita untuk mencegah pelanggaran, penangkapan dan konservasi ikan oleh kapal-kapal asing di wilayah perairan ZEE Indonesia secara tidak terkendali, yang dapat menyebabkan berkurangnya sediaan jenis-jenis ikan yang bernilai komersial tinggi, yang selama ini marak terjadi diberbagai wilayah perairan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya payung hukum nasional dalam mencegah illegal fishing yang dimaksudkan memberikan manfaat besar bagi masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Indonesia yang melakukan kegiatan di sektor perikanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu, kita ingin menegaskan kembali hak berdaulat Indonesia berkaitan dengan pengelolaan sumber daya ikan di ZEE, dan memperkuat posisi Indonesia dalam forum organisasi perelolaan perairan regional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia merupakan negara maritim dengan dua pertiga wilayahnya berupa laut dengan garis pantai mencapai 95.181 Km, yang terletak diantara Samudera Pasifik dan Samudera Hindia, dan terdiri dari kurang lebih 17.480 pulau, mengandung sumber daya alam hayati yang sangat besar, baik sumber daya alam hayati yang dapat pulih maupun yang tidak dapat pulih. Potensi yang besar ini khususnya potensi sumber daya ikan 6,4 juta ton/tahun, yang terdiri berbagai jenis termasuk diantaranya sediaan ikan. yang beruaya terbatas, serta sediaan ikan beruaya jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikan yang beruaya terbatas merupakan ikan yang beruaya antara Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) satu negara dan ZEE negara lain, sehingga pengelolaannya melintasi batas yurisdiksi beberapa negara, sedangkan ikan yang beruaya jauh merupakan ikan yang beruaya dari ZEE ke laut lepas dan sebaliknya yang jangkauannya dapat melintasi perairan beberapa samudera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meratifikasi UNIA 1995 merupakan amanat Pasal 10 UU No. 31 Tahun 2004 tentang Perikanan. Indonesia memiliki perairan kepulauan dan ZEE yang luas dan berkepentingan untuk melindungi sumber kekayaan di laut lepas. Sebagai negara yang aktif melahirkan UNCLOS 1982, Indonesia memiliki kewajiban moral untuk proses implementasi internasionalnya, dan dalam rangka mengembalikan citra aktif Indonesia dalam pembentukan norma hukum laut internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menandatangani ratifikasi ini, Pemerintah akan mendapatkan data dan informasi perikanan secara mudah, murah, akurat, cepat, dan tepat waktu serta dalam format dan standar internasional melalui mekanisme pertukaran data dan informasi diantara negara pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya diatribusi tangkapan untuk jenis-jenis ikan yang beruaya terbatas dan jenis ikan yang beruaya jauh melalui penetapan kuota internasional, mendapatkan hak dan kesempatan untuk turut memanfaatkan potensi perikanan laut lepas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah memperoleh perlakuan khusus bagi negara berkembang antara lain untuk mendapatkan bantuan keuangan, bantuan teknis, alih teknologi, penelitian ilmiah, bantuan pengawasan dan peneakan hukum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpeluang mendapatkan bantuan dana untuk penerapan persetujuan ini, termasuk bantuan dana untuk penyelesaian sengketa yang mengkin terjadi antara negara yang bersangkutan dengan negara pihak lainnya, dan memperkuat penerapan persetujuan-persetujuan regionaldi Bidang pengelolaan dan konvensi sumber daya ikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengesahan rativikasi ini akan memberi dorongan bagi Pemerintah dalam mereformasi berbagai regulasi, perundang-undangan agar senafas dengan tindakan yang dilakukan oleh indonesiasebagai negara yang secara aktif memperjuangkan pengembangan hukum internasional dalam United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) 1982 serta berbagai ketentuan pelaksanaannya, secara yuridis memiliki konsekuensi untuk melakukan pengesahan UNIA 1995 sebagai salah satu pelaksana UNCLOS 1982 yang telah diratifikasi Indonesia melalui UU No. 17 Tahun 1985 tentang Pengesahan UNCLOS atau Konvensi Perserikatan Bangsa-bangsa tentang Hukum Laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan diadopsinya UNIA 1995, maka Indonesia mempunyai hak dan kewajiban untuk melaksanakan ketentuan-ketentuan yang berkaitan dengan konservasi dan penelolaan sediaan ikan yang beruaya terbatas dan sediaan ikan yang beruaya jauh sebagai pelaksanaan dari Pasal 63 dan Pasal 64 Konvensi PBB tentang Hukum laut. Berdasarkan Pasal 38 UNIA 1995 maka setiap negara yang akan menjadi Negara Pihak harus melakukan pengesahan atau ratifikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Surya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.batamtoday.com/news/read/2009/05/2001/14332.Cegah-Ilegal-Fishing,-DPR-Setujui-Ratifikasi-Konvensi-PBB-tentang-Hukum-Laut.html" target="blank"&gt;http://www.batamtoday.com/news/read/2009/05/2001/14332.Cegah-Ilegal-Fishing,-DPR-Setujui-Ratifikasi-Konvensi-PBB-tentang-Hukum-Laut.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-4577753337472239011?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/4577753337472239011/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=4577753337472239011' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/4577753337472239011'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/4577753337472239011'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2009/05/cegah-ilegal-fishing-dpr-setujui.html' title='Cegah Ilegal Fishing, DPR Setujui Ratifikasi Konvensi PBB tentang Hukum Laut'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-3930879508759930601</id><published>2009-05-20T06:16:00.000-07:00</published><updated>2009-05-20T06:18:19.801-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rekam Jejak Capres'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Capres 2009'/><title type='text'>Kekayaan Capres 2009</title><content type='html'>TIM Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengklarifikasi laporan harta kekayaan para calon presiden, kemarin. Hasilnya kekayaan tiga capres, yakni Jusuf Kalla, Megawati Soekarnoputri, dan Susilo Bambang Yudhoyono, meningkat signifikan.Harta kekayaan Jusuf Kalla meningkat Rp50 miliar, dari Rp253,912 miliar dan US$14.928 pada 31 Mei 2007 menjadi Rp303 miliar. Porsi terbesar kekayaan JK berasal dari saham. Perusahaan yang dimiliki keluarga Kalla sebanyak 10-13 buah."Ada beberapa perubahan nilai kekayaan, tapi sedikit perubahannya," kata Direktur Gratifikasi KPK Lambok Hutahuruk seusai mengklarifikasi harta kekayaan JK.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Saat klarifikasi kekayaan, tim KPK sebanyak lima orang diterima adik JK, Suhaeli Kalla. Tim tersebut.meneliti selama 3,5 jam sejak pukul 08.50 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun kekayaan Megawati meningkat Rp60 miliar, dari Rp86,265 miliar pada 9 Desember 2004 menjadi Rpl46 miliar lebih. Direktur Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Muhammad Sigit mengatakan perubahan harta kekayaan yang dimiliki Megawati terletak pada tanah dan bangunan di Jl Teuku Umar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebelumnya nilai pajak kedua rumaij tersebut dibayar oleh pemerintah dan kini men­jadi miiik pribadi," papar Sigit "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah diperiksa, Sigit menjelaskan total aset tidak bergerak milik Mega sebanyak 31 item, aset bergerak 33 item, dan kendaraan bertambah 6 buah. "Yang memerlukan penelitian lagi aset SPBU karena pada masa lalu sifatnya milik pribadi dan setelah berubah menjadi badan usaha, dicatat di saham."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekayaan capres SBY naik 15%-20%, dari Rp7,144 miliar yang dilaporkan pada 2007 menjadi sekitar Rp8,5 miliar. "Kenaikan itu berasal dari nilai tanah, perhiasan, dan tabungan. Itu wajar," kata Deputi Pencegahan KPK Eko Tjiptadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klarifikasi berlangsung di kediaman pribadi SBY di Cikeas, Kabupaten Bogor. Proses klarifikasi LHKPN berlang­sung hampir 6 jam mulai pukul 10.00. Waktu klarifikasi lama karena terlebih dahulu dilakukan pemisahan harta milik SBY dan putranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota KPU Syamsulbahri menegaskan hasil audit lapor­an harta kekayaan capres dan cawapres tidak dapat menggugurkan langkah ketiga pasangan untuk maju dalam pilpres    mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Media Indonesia 20 Mei 2009&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-3930879508759930601?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/3930879508759930601/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=3930879508759930601' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/3930879508759930601'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/3930879508759930601'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2009/05/kekayaan-capres-2009.html' title='Kekayaan Capres 2009'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-2260526239049224033</id><published>2009-05-18T18:14:00.000-07:00</published><updated>2009-05-19T02:09:49.468-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MataHati'/><title type='text'>Komunikasi Politik - Sebuah Apologi para politisi untuk tidak berkomitmen kepada para Konstituen-nya</title><content type='html'>Akhir-akhir ini, kita sering dengar apa yang disebut dengan Komunikasi Politik.&lt;br /&gt;Dimana selalu ditekankan bahwa dalam politik semua dapat terjadi, dapat berubah, dan mempunyai segala kemungkinan. Kalau kita jeli, apakah ini bukan politik  Machiavellian, dimana semuanya dibuat halal.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kalau para Pemimpin partai-partai tersebut, memang mempunyai komitmen untuk mencerdaskan bangsanya, semestinya mereka tidak melakukan hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum menang saja, mereka sudah berselingkuh dari konstituen-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditambah lagi banyak partai yang main di dua kaki, seperti pemain judi koprok saja. Seperti diberitakan oleh Fahmi Idris pada waktu wawancara di TV, bahwa adanya orang-orang PAN, PBR, dan PPP yang ikut dalam koalisi mereka.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-2260526239049224033?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/2260526239049224033/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=2260526239049224033' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/2260526239049224033'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/2260526239049224033'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2009/05/komunikasi-politik-sebuah-apologi-untuk.html' title='Komunikasi Politik - Sebuah Apologi para politisi untuk tidak berkomitmen kepada para Konstituen-nya'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-781025012085984059</id><published>2009-05-14T06:12:00.000-07:00</published><updated>2009-05-20T06:18:59.322-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dipenjara'/><title type='text'>Urip Tri Gunawan</title><content type='html'>JAKARTA-Hidup Urip Tri Gunawan, jaksa penerima suap sekitar Rp 6 miliar (USD 660 ribu) dalam kasus BLBI yang melibatkan taipan Sjamsul Nursalim, mulai kemarin harus dijalani di Lapas Cipinang. Itu setelah jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mcngcksckusi mantan Kajari Klungkung itu untuk menjalani hukuman 20 tahun.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya KPK menerima salinan putusan seminggu lalu. Namun, eksekusi bam bisa dilaksanakan ke­marin karena sejumlah persoalan. Jaksa harus merampunakan oomooros urusan administrasi di Rutan Brimob Kclapa Dua. Depot tahanan yang selama ini dihuni pria asal Sragen. Jawa Tengah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya itu. Sejak beberapa hari lalu, Urip mengeluh sakit. Karena itu. jaksa harus menanyakan kesiapan terpidana korupsi yang diganjar hukuman paling lama tersebut. Pukul 13.00 kemarin sejumlah jaksa meluncur ke Rutan Kelapa Dua Depok. "Kami persiapan dulu. lalu tanyakan kesiapannya," ujar Jaksa Sarjono Turin di Pengadilan Tipikor kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di sana jaksa dan beberapa pengawal menggiring Urip ke bui baru di Lapas Cipinang. Urip pun pasrah. Dia hanya membawa sejumlah pakaian ganti. Keberangkatan Urip juga dilepas sejumlah kolega yang juga menjadi tahanan KPK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di rutan terscbut ada sejumlah tahanan top. Di antaranya para pesakitan kasus aliran dana BI Rp 100 miliar, besan Presiden SBY, Aulia Pohan, Kepala Biro Gubeniur BI Rusli Simanjuntak, dan anggota DPR Hamka Yandhu. "Sejumlah tahanan lain melepasnya," kata jaksa Dwi Aties Sudarto, salah satu anggota tim eksekusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Urip akhirnya dijebloskan ke tahanan sekitar pukul 15.00. "Biasa saja, berjalan lancar dan tak ada perlawanan," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Dwi Aries, Urip harus menjalani putusan kasasi yang menghukumnya 20 tahun. Pengajuan peninjauan kembali (PK) upaya hukum,sebagai upaya hukum terakhir, tak menghalangi eksekusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses eksekusi Urip tertunda cukup lama. Sejak putusan kasasi dijatuhkan lima hakim agung lalu (11/3), salinan pulusan tak kunjung diterima KPK. Komisi beralasan putusan tersebut masih dalam perjalanan dari MA ke PN Jakarta Pusat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya dalam sidang, majelis hakim yang diketuai Artidjo Alkostar menyatakan tidak menemukan adanya kekeliruan penerapan hukum dalam putusan di Pengadilan Tingkat Banding PT DKI Jakarta dan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pemeriksaan di sidang, Urip disebut menerima USD 660 ribu sebagai akibat dari melakukan sesuatu yang berhubungan dengan kasus Sjamsul Nursalim, obligor BLBI. Perbuatan itu bertentangan dengan kewajiban Urip sebagai jaksa di Kejaksaan Agung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Indopos 14/05/09&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-781025012085984059?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/781025012085984059/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=781025012085984059' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/781025012085984059'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/781025012085984059'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2009/05/jakarta-hidup-urip-tri-gunawan-jaksa.html' title='Urip Tri Gunawan'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-9140630916350622413</id><published>2009-05-06T16:37:00.000-07:00</published><updated>2009-05-06T17:15:51.859-07:00</updated><title type='text'>Kasus Antasari - Konspirasi ????</title><content type='html'>Tolong komentarnya ya.&lt;br /&gt;Kalau memang salah, memang harus dihukum.&lt;br /&gt;Tetapi jangan sampai seperti kasusnya seperti Ryan, setelah dipenjara, baru ketahuan bahwa pelaku sebenarnya adalah Ryan, ingat kan.&lt;br /&gt;Soalnya ini, ancaman hukumannya mati buat pak Antasari.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Komentar&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-9140630916350622413?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/9140630916350622413/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=9140630916350622413' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/9140630916350622413'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/9140630916350622413'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2009/05/kasus-antasari-konspirasi.html' title='Kasus Antasari - Konspirasi ????'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-190128831718897747</id><published>2009-05-05T19:09:00.000-07:00</published><updated>2009-05-05T19:44:05.495-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Analisa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MataHati'/><title type='text'>Platform Politik atau Adu Kekuatan????</title><content type='html'>Setelah Pemilu Legislatif, terlihat jelas adanya 2 kubu yang berseteru, yakni Kubu Koalisi berdasarkan Platform dan Koalisi yang berhitung Matematis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaca dari dua kubu di atas, saya hanya dapat melihat bahwa, hari gini masih mau menipu rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas apakah platform yang dianut baik atau tidak, tetapi rakyat diajak berfikir secara ideologis dan semoga bukan dogmatis, dan inilah sebenarnya politik yang lebih sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Koalisi Matematis yang hanya berfikir tentang kemenangan, dan tidak lagi menghiraukan pendukungnya, yang memilihnya berdasarkan platform yang mereka iklankan pada saat sebelum pemilu legislatif berlangsung.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mari kita berfikir, untuk bersikap dalam menetapkan pilihan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koalisi matematis, saya pikir sudah pasti tidak akan menghiraukan aspirasi rakyat, hal ini terlihat dari cara mereka berkoalisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Koalisi Platform, harus pula kita kritisi dengan melihat siapa-siapa yang akan menjadi pucuk pimpinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau cawapres dari salah satu partai dengan platform agama yang kuat, maka perlu kita pikirkan lagi untuk memilih atau tidak????&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-190128831718897747?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/190128831718897747/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=190128831718897747' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/190128831718897747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/190128831718897747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2009/05/platform-politik-atau-adu-kekuatan.html' title='Platform Politik atau Adu Kekuatan????'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-3110584292172774066</id><published>2009-05-03T21:00:00.000-07:00</published><updated>2009-05-03T21:15:59.970-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MataHati'/><title type='text'>Korupsi Yang Sudah Melembaga</title><content type='html'>Catatan:&lt;br /&gt;Berkaca dari "Kasus Surat (ada nuansa balas dendam)" yang dikeluarkan oleh Kejaksaan untuk Antasari (terlepas Antasari salah atau tidak salah), ini adalah cerminan perang yang dilancarkan sebuah gank besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin hanya ada di Indonesia, ketika teman satu departemen yang terbukti menjadi pelaku Korupsi, maka teman-teman satu departemennya turut ikutan balas dendam terhadap orang yang mengungkap kasus korupsi temannya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Secara sistematis, seharusnya teman-temannya (atasan dan bawahan) membuat hal tersebut menjadikan sebuah input yang positif, untuk membenahi departemennya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara Psikologis;&lt;br /&gt;Kalau persekawanan tersebut, justru membalas dendam kepada pengungkap kasus rekannya, maka mereka kemungkinan besar adalah pelaku-pelaku korupsi, yang mempunyai kesetiakawanan yang tinggi terhadap rekannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau memang begini kondisinya di Indonesia, maka kasus korupsi bukan saja harus diselesaikan di ruang sidang....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-3110584292172774066?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/3110584292172774066/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=3110584292172774066' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/3110584292172774066'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/3110584292172774066'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2009/05/korupsi-yang-sudah-melembaga.html' title='Korupsi Yang Sudah Melembaga'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-5913343262970368971</id><published>2009-04-23T03:09:00.000-07:00</published><updated>2009-06-01T05:00:51.696-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MPR/DPR'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HAM'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pejabat Pemerintah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KBRI'/><title type='text'>Manohara Pinot diacuhin sama Ketua MPR (PKS) dan Ketua DPR (Golkar)</title><content type='html'>Pertanyaan pertaman saya, apakah Manohara Pinot masih berstatus WNI????&lt;br /&gt;Kalau bukan WNI, ngapain kita urusin....&lt;br /&gt;Tetapi kalau dia adalah seorang WNI, maka ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasib Manohara memperlihatkan betapa nyawa tidak ada artinya di Indonesia ini. Bayangkan dari wawancara di salah satu tayangan TV swasta, Dai Bachtiar hanya mengatakan bahwa itu urusan keluarga. Gila aja deh&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Manohara masih seorang WNI, apa itu urusan keluarga atau urusan pribadi, kalau ada penganiyayaan tetap harus dibela donk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kasus ini benar adanya, maka di sini terlihat tidak adanya kesetiakawanan diantara kita sebangsa. Belum lagi, pernyataan Dai Bachtiar sebagai Duta Besar  LBBP (Luar Biasa Berkuasa Penuh)justru menginjak-injak martabat bangsanya sendiri.&lt;br /&gt;Apakah karena sudah dianugerahi atau menjadi Tan Sri Da'i Bachtiar atau malah sudah pindah warga negara???? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau di negara yang bermartabat, setiap kesempatan pasti digunakan untuk melindungi warga negaranya.&lt;br /&gt;Pada pertemuan Perdana Menteri Malaysia Najib Tun Razak tanggal 23 April 2009 dengan Ketua MPR Hidayat Nurwahid (PKS) dan Ketua DPR HR Agung Laksono (Golkar) secara bergiliran. Tidak satu pun yang menyinggung masalah warga negaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi mereka mewakili siapa ya????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.detiknews.com/read/2009/04/23/163641/1120385/10/perdana-menteri-malaysia-kunjungi-dpr&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kalau memang sudah bukan WNI, ya itu konsekwensi logis pindah Warga Negara.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-5913343262970368971?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/5913343262970368971/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=5913343262970368971' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/5913343262970368971'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/5913343262970368971'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2009/04/manohoara-pinot-diacuhin-sama-ketua-mpr.html' title='Manohara Pinot diacuhin sama Ketua MPR (PKS) dan Ketua DPR (Golkar)'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-3496498875538094454</id><published>2009-04-21T06:00:00.000-07:00</published><updated>2009-04-21T06:14:33.381-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Foto'/><title type='text'>Anda akan turut berdosa kepada bangsa ini, jika Anda....</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Se3ESbcrMFI/AAAAAAAAAA4/CqGeJ0dCnjo/s1600-h/dpr.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 272px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Se3ESbcrMFI/AAAAAAAAAA4/CqGeJ0dCnjo/s400/dpr.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5327129755133882450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;h4&gt;....turut memilih salah satu dari mereka, pada tanggal 9 April lalu....&lt;/h4&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-3496498875538094454?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/3496498875538094454/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=3496498875538094454' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/3496498875538094454'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/3496498875538094454'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2009/04/anda-akan-ikut-berdosa-kepada-bangsa.html' title='Anda akan turut berdosa kepada bangsa ini, jika Anda....'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Se3ESbcrMFI/AAAAAAAAAA4/CqGeJ0dCnjo/s72-c/dpr.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-3305091673488681859</id><published>2009-04-20T18:58:00.000-07:00</published><updated>2009-04-20T19:53:59.498-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MataHati'/><title type='text'>Jangan Salahkan Hutang, Tetapi Pra dan Pasca Pengelolaan-nya</title><content type='html'>Kebiasaan orang yang tidak kapabel adalah, selalu menyalahkan pihak lain, sementara orang tersebut tidak mampu.&lt;br /&gt;Dari pernyataan di bawah (koran tempo 15 April 2009), jelas bahwa mengapa mereka (Pemerintah / LSM - sama saja) meminta atau menerima hutang? &lt;br /&gt;Tetapi, ketika hutang digelontorkan, dan habis tidak karuan, justru malah pemberi hutang yang disalahkan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita boleh kritis terhadap negara-negara kapitalis yang menjebak kita, tetapi kita juga harus jernih melihat itu semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koran Tempo: Rabu, 15 April 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekonomi dan Bisnis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;70 Persen Proyek ADB Merugikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA — Koalisi Masyarakat Sipil Indonesia bersama Non-Government Organization on Asian Development Bank (ADB) menyebutkan 70 persen proyek ADB merugikan masyarakat Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Audit internal ADB sendiri pada 2002 yang menyatakan utang itu tidak memberi manfaat," kata Titi Soentoro, Koordinator Advokasi Forum Jaringan LSM ADB. Menurut dia, audit ini masih relevan karena verifikasi oleh Koalisi menunjukkan tidak ada perubahan berarti. Bahkan krisis global memperburuk kehidupan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekretaris Jenderal Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) M. Riza Damanik mencontohkan industri tambak udang selama 2006-2013 yang didanai ADB senilai US$ 33 juta tidak memberi manfaat, namun justru menyebabkan kerusakan. Berbagai industri tambak udang telah merusak 1,9 juta hektare dari 4,7 hektare mangrove.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Ikhwan dari Serikat Petani Indonesia memaparkan proyek ADB sejak 1995 hingga telah menyulitkan petani mengakses lahan miliknya karena program sertifikasi lahan adat dan pertanian mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juru bicara ADB, Ayun Sundari, memastikan auditor ADB tidak pernah mengeluarkan laporan bahwa 70 persen proyek ADB gagal di Indonesia. "Tidak ada sama sekali angka itu. Saya tidak tahu dari mana info itu mereka dapat," kata Ayun kepada Tempo kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dia menyebutkan sejumlah proyek ADB yang justru memberikan manfaat bagi masyarakat di beberapa daerah. "Mereka itu mestinya ke lapangan untuk melihat proyek-proyek ADB," kata dia. "Jangan jadi bias karena mereka kelompok antiutang."AQIDAH SWAMURTI | MARIA HASUGIAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://www.korantem po.com/ korantempo/koran/ 2009/04/15/ Ekonomi_dan_ Bisnis/krn. 20090415.162524. id.html&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-3305091673488681859?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/3305091673488681859/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=3305091673488681859' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/3305091673488681859'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/3305091673488681859'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2009/04/jangan-salahkan-hutang-tetapi-pra-dan.html' title='Jangan Salahkan Hutang, Tetapi Pra dan Pasca Pengelolaan-nya'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-5018656291156531748</id><published>2009-04-16T07:17:00.000-07:00</published><updated>2009-04-16T07:30:56.458-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Film'/><title type='text'>Get Maried</title><content type='html'>Kemarin malam saya menonton Film "Get Maried" yang ditayangkan oleh salah satu stasiun swasta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepintas memang film ini merupakan film komedi. Tapi kalau kita amati, film ini sarat dengan muatan persahabatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari masing-masing kelompok atau orang menerjemahkan arti persahabatan, tetapi menurut hemat saya, yang namanya persahabatan ya persahabatan, penuh dengan pengorbanan dan ketulusan bagi sahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya film-film yang mempunyai muatan persabahabatan dan heroisme seperti ini lah yang membuat negara-negara besar dapat maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, banyak negara-negara besar atau produsen film yang meng-ekspor budaya perselisihan melalui film, sementara film-film yang membangun mental dan moral bangsanya, diedarkan di dalam negerinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang banyak beredar di Indonesia, film / sinetron / telenofela yang sungguh mengajarkan kita bagaimana menikmati perselisihan, mencurigai, dan bahkan membunuh arti persahabatan itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, mari kita semua sadar untuk bersama-sama tidak membiarkan kita dibodohkan oleh film-film yang mencuci otak kita untuk berselisih dengan bangsanya sendiri. (SSM)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-5018656291156531748?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/5018656291156531748/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=5018656291156531748' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/5018656291156531748'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/5018656291156531748'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2009/04/get-maried.html' title='Get Maried'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-2610116693207445749</id><published>2009-04-12T22:07:00.000-07:00</published><updated>2009-07-07T22:08:43.611-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Papua'/><title type='text'>Amungme tribespeople start enjoying rice</title><content type='html'>Markus Makur&lt;br /&gt;Amungme tribespeople have exchanged rice for potatoes, cultivating their new staple on a 5-hectare plot in the Agimuga district in Mimika regency, Papua. Over the last three years, the tribespeople have produced hundreds of tons of rice.&lt;br /&gt;Djafar Baco, a senior researcher at the Agricultural Technology Assessment Agency at the Makassar-based Hasanuddin University, said on Tuesday that their lands in the Aramsolki kampong are fertile and suitable for growing various crops such as carrots and onions. The local people had previously grown these crops but their harvests could not be sold and were left to rot due to the lack of cheap transportation to Timika, the capital of Mimika regency.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Djafar, who has been researching the Agimuga land since 2007, explained all Indonesian varieties of rice could be cultivated there. "I'm proud to see the willingness of Amungme tribespeople to grow rice of the *Gogo' type," Djafar said. Djafar was appointed by the United States Agency for International Development (USAID) through the Papuan Agriculture Development Alliance in cooperation with the giant copper mining company PT Freeport Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assisted by Stefanus Susant of the Mimika Agriculture Office, Djafar said he had advised the local people to grow rice. "Over the last three years, rice production here has been promising, which has encouraged other people to expand their paddy fields," Djafar said.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The rice is sold to a cooperative the Amungme tribe founded in cooperation with the Timika Church Diocese. There have so far been seven groups of farmers in Aramsolki under the guidance of USAID, which also provides equipment, including hand tractors and rice-milling machines.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pius Ilimagay, head of the Aramsolki kampong, explained there was no longer any need for local villagers to buy expensive rice in Timika, which can only be reached by sea and air. Residents from five other kampongs in the district now buy rice from Aramsolki, rather than Timika. It takes up to two days to travel between the kampongs on foot. Ilimagay said despite the addition of rice crops, the local people still continued planting potatoes and tubers to meet demand.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He explained Amungme tribespeople no longer needed cash assistance but still required more direct guidance on properly cultivating and harvesting the rice crops. "We ask the Mimika administration to assist by providing quality rice seeds and agricultural experts. Don't just give the Amungme people money - teach them how to maximize their agricultural potential."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hengky Walilo, from the local Aramsolki Catholic church, said USAID and Freeport had made a real difference as the local people were now able to harvest and eat rice. She said instead of simply talking, the companies had provided what the people needed.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The coordinator of the Papua Agriculture Development Alliance Project, Kornel Gartner, explained Aramsolki kampong was chosen to plant rice because the Catholic church has traditionally introduced agricultural practice to the local people, since Dutch colonial times. Another project being developed is the Papuan coffee plantation, which will be marketed overseas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source : &lt;a href="http://www.papuatoday.com" target="blank"&gt;www.PapuaToday.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-2610116693207445749?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/2610116693207445749/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=2610116693207445749' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/2610116693207445749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/2610116693207445749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2009/04/amungme-tribespeople-start-enjoying.html' title='Amungme tribespeople start enjoying rice'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-6455249310800283685</id><published>2009-04-11T18:40:00.000-07:00</published><updated>2009-07-23T20:11:53.818-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Patriotisme'/><title type='text'>IDEALISME, MATERIALISME</title><content type='html'>SEKlLAS PANDANG TENTANG ALlRAN FILSAFAT MODERN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. IDEALISME&lt;br /&gt;a.Pengertian Pokok.&lt;br /&gt;Idealisme adalah suatu ajaran/faham atau aliran yang menganggap bahwa realitas ini terdiri atas roh-roh (sukma) atau jiwa. ide-ide dan pikiran atau yang sejenis dengan itu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;b.Perkembangan Idealisme.&lt;br /&gt;Aliran ini merupakan aliran yang sangat penting dalam perkembangan sejarah pikiran manusia. Mula-mula dalam filsafat Barat kita temui dalam bentuk ajaran yang murni dari Plato. Yang menyatakan bahwa alam, cita-cita itu adalah yang merupakan kenyataan sebenarnya. Adapun alam nyata yang menempati ruang ini hanyalah berupa bayangan saja dari alam idea itu.&lt;br /&gt;Aristoteles memberikan sifat kerohanian dengan ajarannya yang menggambarkan alam ide sebagai sesuatu tenaga (entelechie) yang berada dalam benda-benda dan menjalankan pengaruhnya dari benda itu. Sebenarnya dapat dikatakan sepanjang masa tidak pernah faham idealisme hilang sarna sekali. Di masa abad pertengahan malahan satu-satunya pendapat yang disepakati oleh semua ahli pikir adalah dasar idealisme ini.&lt;br /&gt;Pada jaman Aufklarung ulama-ulama filsafat yang mengakui aliran serba dua seperti Descartes dan Spinoza yang mengenal dua pokok yang bersifat kerohanian dan kebendaan maupun keduanya mengakui bahwa unsur kerohanian lebih penting daripada kebendaan. Selain itu, segenap kaum agama sekaligus dapat digolongkan kepada penganut Idealisme yang paling setia sepanjang masa, walaupun mereka tidak memiliki dalil-dalil filsafat yang mendalam. Puncak jaman Idealiasme pada masa abad ke-18 dan 19 ketika periode Idealisme. Jerman sedang besar sekali pengaruhnya di Eropah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.Tokoh-tokohnya.&lt;br /&gt;1.Plato (477 -347 Sb.M)&lt;br /&gt;2.B. Spinoza (1632 -1677)&lt;br /&gt;3.Liebniz (1685 -1753)&lt;br /&gt;4.Berkeley (1685 -1753)&lt;br /&gt;5.Immanuel Kant (1724 -1881)&lt;br /&gt;6.J. Fichte (1762 -1814)&lt;br /&gt;7.F. Schelling (1755 -1854)&lt;br /&gt;8.G. Hegel (1770 -1831)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. MATERIALISME&lt;br /&gt;a. Pengertian Pokok.&lt;br /&gt;Materialisme merupakan faham atau aliran yang menganggap bahwa dunia ini tidak ada selain materi atau nature (alam) dan dunia fisik adalah satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Perkembangan Materialisme.&lt;br /&gt;Pada abad pertama masehi faham Materialisme tidak mendapat tanggapan yang serius, bahkan pada abad pertengahan, orang menganggap asing terhadap faham Materialisme ini. Baru pada jaman Aufklarung (pencerahan), Materialisme mendapat tanggapan dan penganut yang penting di Eropah Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada abad ke-19 pertengahan, aliran Materialisme tumbuh subur di Barat. Faktir yang menyebabkannya adalah bahwa orang merasa dengan faham Materialisme mempunyai harapan-harapan yang besar atas hasil-hasil ilmu pengetahuan alam. Selain itu, faham Materialisme ini praktis tidak memerlukan dalildalil yang muluk-muluk dan abstrak, juga teorinya jelas berpegang pada kenyataankenyataan yang jelas dan mudah dimengerti.&lt;br /&gt;Kemajuan aliran ini mendapat tantangan yang keras dan hebat dari kaum agama dimana-mana. Hal ini disebabkan bahwa faham Materialisme ini pada abad ke-19 tidak mengakui adanya Tuhan (atheis) yang sudah diyakini mengatur budi masyarakat. Pada masa ini, kritikpun muncul di kalangan ulama-ulama barat yang menentang Materialisme. Adapun kritik yang dilontarkan adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Materialisme menyatakan bahwa alam wujud ini terjadi dengan sendirinya dari khaos (kacau balau). Padahal kata Hegel. kacau balau yang mengatur bukan lagi kacau balau namanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Materialisme menerangkan bahwa segala peristiwa diatur oleh hukum alam. padahal pada hakekatnya hukum alam ini adalah perbuatan rohani juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Materialisme mendasarkan segala kejadian dunia dan kehidupan pada asal benda itu sendiri. padahal dalil itu menunjukkan adanya sumber dari luar alam itu sendiri yaitu Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Materialisme tidak sanggup menerangkan suatu kejadian rohani yang paling mendasar sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Tokoh-tokohnya.&lt;br /&gt;1. Anaximenes ( 585 -528)&lt;br /&gt;2. Anaximandros ( 610 -545 SM)&lt;br /&gt;3. Thales ( 625 -545 SM)&lt;br /&gt;4. Demokritos (kl.460 -545 SM)&lt;br /&gt;5. Thomas Hobbes ( 1588 -1679)&lt;br /&gt;6. Lamettrie (1709 -1715)&lt;br /&gt;7. Feuerbach (1804 -1877)&lt;br /&gt;8. H. Spencer (1820 -1903)&lt;br /&gt;9. Karl Marx (1818 -1883)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://kuliahfilsafat.blogspot.com/2009/04/idealisme-materialisme.html&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-6455249310800283685?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/6455249310800283685/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=6455249310800283685' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/6455249310800283685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/6455249310800283685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2009/04/idealisme-materialisme.html' title='IDEALISME, MATERIALISME'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-687466163677676375</id><published>2009-04-09T03:19:00.001-07:00</published><updated>2009-04-16T07:38:34.617-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MataHati'/><title type='text'>Harapan Setelah Pemilu Legislatif 2009</title><content type='html'>Anggota legislatif priode 2004 - 2009, merupakan pembelajaran bagi rakyat Indonesia untuk melihat, bahwa ada beberapa Anggota Dewan Yang Terhormat, atau yang bertindak dengan cara berjamaah, memainkan kekuasaannya, bukan berdasarkan Amanat Rakyat yang memilihnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Melupakan Amanat Rakyat, sama halnya dengan menghianati bangsa-nya sendiri. Karena rakyat yang memberikan haknya kepada Anggota Dewan pilihannya, berharap agar bangsa ini lebih baik nasibnya dari hari ke hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan justru, setelah mereka mendapatkan legitimasi kekuasaan dari Amanat Rakyat, memainkannya untuk memperburuk nasib bangsa ini, terlebih justru berlomba untuk &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;korupsi&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena memang tidak sedikit, kalau tidak mau dibilang banyak sekali Calon Anggota Legislatif yang menghabiskan uang, bagi kepentingan kampanyenya. Tidak heran, setelah mereka menang, malah justru sibuk untuk mengembalikan uang yang dipakai kampanye tadi atau yang mereka sebut sebagai &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;investasi&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedih sekali melihat pola pikir mereka, bahwa menjadi Anggota Dewan adalah sebuah pekerjaan dengan gaji besar, bukan panggilan nurani karena memikirkan bangsa-nya yang sedang terpuruk ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, saya menghimbau teman-teman agar terus mengkritisi para politisi politikus tersebut, dengan tulisan-tulisan yang independen. Agar orang-orang yang masih memiliki nurani dan dapat melihatnya dengan matahati mereka, untuk terus memperjuangkan kebesaran bangsa ini dikemudian hari. Amin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu cara untuk mengkritisi para politisi tersebut, maka dalam kondisi kekuatan penguasa yang harus berkoalisi ini. Kita harus mengawal trus para menteri di kabinet, dengan melihat asal partainya, bukan lagi pada siapa presidennya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena dalam sistem pengelolaan kekuasaan berdasarkan koalisi, tidak menutup kemungkinan bahwa &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;penggembosan&lt;/span&gt; justru datang dari salah satu partai didalamnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau tidak kita mulai dari sekarang, maka kapan kita akan memulainya....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-687466163677676375?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/687466163677676375/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=687466163677676375' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/687466163677676375'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/687466163677676375'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2009/04/harapan-setelah-legislatif-2009.html' title='Harapan Setelah Pemilu Legislatif 2009'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-3750573756277002339</id><published>2009-04-07T04:27:00.000-07:00</published><updated>2009-04-16T07:37:33.232-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Vonis'/><title type='text'>4,5 Tahun bagi Yusuf Erwin</title><content type='html'>Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat 2004-2009 dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Yusuf Erwin Faishal, divonis empat tahun enam bulan penjara dan denda sebesar Rp 250 juta.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Yusuf dihukum karena terbukti menerima hadiah uang terkait persetujuan atas usulan pelepasan kawasan hutan lindung Pantai Air Telang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, menjadi Pelabuhan Tanjung Api-api, dan memberikan persetujuan atas usulan anggaran kegiatan revitalisasi sistem komunikasi radio terpadu pada Departemen Kehutanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putusan majelis hakim yang diketuai hakim Edward D Pattinasarani di Pengadilan Khusus Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (6/4), itu lebih rendah daripada tuntutan penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi, Moch Rum, yang menuntut enam tahun enam bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi vonis itu, Yusuf Erwin yang didampingi tim penasihat hukumnya, Sheila Salomo, menyatakan menerima. ”Saya terima Yang Mulia,” ujarnya. Adapun tim penuntut umum menyatakan pikir-pikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam putusannya, majelis hakim menyatakan, Yusuf terbukti melakukan korupsi. Yusuf dalam kedudukan dan jabatannya sebagai Ketua Komisi IV DPR telah mengetahui adanya permohonan dari Pemprov Sumsel tentang rekomendasi pelepasan kawasan hutan lindung Pantai Air Telang untuk dijadikan pelabuhan Tanjung Api-api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menerima surat permohonan pada September 2006, anggota Komisi IV DPR, Sarjan Tahir, bertemu terdakwa dan Hilman Indra, yang juga anggota Komisi IV DPR, menyampaikan surat tersebut. Pada waktu itu, terdakwa meminta Sarjan membantu mengomunikasikan dan menjadi penghubung dengan Pemprov Sumsel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu Hilman Indra sempat bertanya kepada Sarjan apakah ada ucapan terima kasih dari Pemprov Sumsel dan dijawab Sarjan ada. ”Dan terdakwa Yusuf menyatakan, ’Oke kalau begitu Pak Sarjan komunikasikan ini dan kalau bisa Rp 5 miliar’,” ujar salah seorang hakim mengutip kata-kata terdakwa Yusuf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sarjan kemudian menghubungi Sofyan Rebuin (Direktur Utama Badan Pengelolaan dan Pengembangan Pelabuhan Tanjung Api-Api) dan menyampaikan untuk rekomendasi diperlukan dana Rp 5 miliar. Penyerahan pertama pada 13 Oktober 2006 sebesar Rp 2,5 miliar. Penyerahan kedua pada 25 Juni 2007 sebesar Rp 2,5 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majelis hakim berpendapat, perbuatan Yusuf tidak berdiri sendiri, melainkan bersama-sama Sarjan, Hilman, Azwar, Sofyan, Syahrial, dan pengusaha Chandra Antonio Tan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang memberatkan Yusuf, perbuatannya tidak mencerminkan teladan dan tak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi. Yang meringankan, terdakwa berlaku sopan di persidangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Kompas, 7 April 2009&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-3750573756277002339?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/3750573756277002339/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=3750573756277002339' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/3750573756277002339'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/3750573756277002339'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2009/04/45-tahun-bagi-yusuf-erwin.html' title='4,5 Tahun bagi Yusuf Erwin'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-7276234264762385023</id><published>2009-04-03T20:54:00.000-07:00</published><updated>2009-06-23T20:56:14.440-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HAM'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama Lokal'/><title type='text'>Wewenang Kejaksaan Awasi Aliran Kepercayaan Harus Dicabut</title><content type='html'>Kegiatan pengawasan aliran kepercayaan tidak hanya dilaksanakan oleh instansi Kejaksaan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;The Indonesian Legal Resource Center (ILRC) meminta kewenangan Kejaksaan mengawasi aliran kepercayaan dalam masyarakat harus ditinjau ulang. Ini membawa konsekuensi pada pencabutan atas pasal 30 ayat (3) huruf d dan e UU Kejaksaan. Selain karena tidak sejalan dengan fungsi utama Kejaksaan, kewenangan tersebut bisa dijalankan oleh instansi lain. “Kewenangan Kejaksaan mengawasi aliran kepercayaan harus dicabut,” Uli Parulian Sihombing, Direktur Eksekutif ILRC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 30 ayat (3) UU No. 16 Tahun 2004 memberikan wewenang bagi Kejaksaan dalam bidang ketertiban dan ketenteraman umum, antara lain mengawasi aliran kepercayaan. Menurut Uli, fungsi ketertiban dan ketenteraman umum bukan merupakan tugas Kejaksaan. Kalau terjadi gangguan terhadap ketertiban dan ketenteraman, polisilah yang harus bertindak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hakekatnya aliran kepercayaan bukanlah gangguan terhadap ketertiban dan ketenteraman. Sebelum agama-agama resmi yang diakui negara datang ke Indonesia, masyarakat sudah memiliki kepercayaan dan penghayatan tersendiri. Karena itu pula Uli menganggap Tim Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Pakem) yang dikoordinir Kejaksaan tumpang tindih dengan fungsi dan kewenangan yang sesungguhnya sudah dimiliki instansi lain. Kepolisian sudah menjalankan fungsi ketertiban secara preventif represif, dan Departemen Agama menjalankan fungsi pembinaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan dasar itu, kata Uli, Keputusan Jaksa Agung No. 004/J.A/01/1994 tentang Pembentukan Tim Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat menjadi tidak relevan. Saat meluncurkan buku Menggugat Bakor Pakem, Kajian Hukum Terhadap Pengawasan Agama dan Kepercayaan di Indonesia di Jakarta dua pekan lalu, Uli juga mengungkit tuntutan yang sama. Menurut dia, eksistensi Pakem erat kaitannya dengan langgengnya praktik diskriminasi sistematis terhadap aliran kepercayaan di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekomendasi ILRC tampaknya tidak akan segampang membalik telapak tangan. Kasubdit Pakem dan Keagamaan Kejaksaan Agung, A. Syaifuddin mengatakan bahwa pengawasan yang dilakukan Kejaksaan bukan tanpa dasar dan pijakan hukum. Secara formal, tugas itu dibebankan kepada Kejaksaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi patut dicatat bahwa Pasal 30 ayat (3) UU Kejaksaan yang dikritik Uli menggunakan frase ‘turut menyelenggarakan’. Artinya, dalam bidang ketertiban dan ketenteraman umum, Kejaksaan tidak jalan sendiri. Pengawasan aliran kepercayaan melibatkan dan berkoordinasi dengan lembaga lain. Selain Kejaksaan, yang masuk ke dalam tim koordinasi tadi adalah Departemen Agama, Departemen Dalam Negeri, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Polri, TNI dan Badan Intelijen Negara. “Kegiatan pengawasan tersebut tidak dilakukan oleh Kejaksaan sendiri,” ujarnya kala peluncuran buku tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaifuddin menambahkan tindakan pengawasan yang dilakukan Pemerintah—dalam hal ini Kejaksaan—sama sekali bukanlah intervensi terhadap keyakinan seseorang. “Pemerintah ingin mengatur serta menjaga supaya keamanan masyarakat tetap terjaga dan ketertiban umum tidak terganggu,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengawasan yang dilaksanakan Kejaksaan Agung selama ini meliputi bidang keagamaan dan aliran kepercayaan. Pada aliran kepercayaan, yang diawasi Kejaksaan antara lain adalah konflik antar intern penganut kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Konflik antar penganut aliran kepercayaan, aktivitas aliran yang telah dibubarkan, dan aliran kepercayaan yang berasal dari luar negeri.&lt;br /&gt;(Mys)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://cms.sip.co.id/hukumonline/detail.asp?id=21633&amp;cl=Berita&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-7276234264762385023?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/7276234264762385023/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=7276234264762385023' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/7276234264762385023'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/7276234264762385023'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2009/04/wewenang-kejaksaan-awasi-aliran.html' title='Wewenang Kejaksaan Awasi Aliran Kepercayaan Harus Dicabut'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-1429598198271813158</id><published>2009-04-02T04:31:00.000-07:00</published><updated>2009-11-17T04:39:07.346-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Etnis Suku'/><title type='text'>Seminar Internasional dan Festival Tradisi Lisan Memperkokoh Persatuan Kesatuan Bangsa</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;By adi supardi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia yang terdiri dari berbagai pulau besar dan kecil, yang dihuni oleh berbagai etnis, suku, penganut agama dan adanya tradisi lisan mencerminkan kemajemukan dan pluralisme serta kekayaan budaya yang merupakan potensi untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Upaya penguatan tradisi lisan telah dilakukan enam kali seminar dan Festival Tradisi Lisan yaitu Seminar Internasional dan Festival Tradisi Lisan Nusantara I tahun 1993 dengan tema “ Tradisi, Inovasi, dan Tantangan Tradisi Lisan; Seminar ke II tahun 1996 dengan tema “Kajian Tradisi Lisan Masa Lalu, Masa Kini, dan Masa Mendatang” Seminar ke III pada tahun 1999 sebagai bagian dari kegiatan Festival Budaya Nusantara (FBN) dengan tema “Suara-Suara Milenium: Dialog Antarbudaya”; Seminar ke IV dengan tema “Tradisi Lisan dalam Konteks Budaya Masa Kini”; dan Seminar ke V tahun 2006 dengan tema “Dinamika dan Revitalisasi Tradisi Lisan”. Seminar ke VI dengan tema “Tradisi Lisan sebagai Kekuatan Kultural Membangun Peradaban” yang diselenggarakan di Wakatobi, Sulawesi Tenggara pada 1-3 Desember 2008 dengan menghasilkan sepuluh butir rekomendasi Sedangkan seminar ke VII akan diselengggarakan di Bangka Belitung pada tahun 2010.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Seminar Internasional dan Festival Tradisi Lisan Nusantara diselenggarakan di daerah Wakatobi bernilai strategis bagi kepentingan nasional, karena kegiatan ini baru pertama kali di selenggarakan diluar Jakarta seiring pelaksanaan otonomi daerah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mengingat secara geografis daerah Wakatobi terletak pada titik pusat atau Jantung Segitiga Karang Dunia yaitu segitiga terumbu karang dunia yang meliputio 6 negara yakni Indonesia, Malaysia, The Philipines, Papua New Guinea, Solomon Island dan Timor Leste.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Wakatobi mempunyai keanekaragaman hayati tertinggi di dunia. Dari tiga pusat penyelaman kelas dunia, diketahui bahwa dari 850 jenis karang dunia, sekitar 90% ditemukan di Wakatobi yakni 750 jenis, Caribia hanya memiliki 50 jenis karang dan Laut Merah (Mesir) 300 jenis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Potensi sumber daya alam daerah Wakatobi dengan keindahan terumbu karang laut sangat berpeluang untuk dijadikan daerah wisata kedua setelah Bali guna mendapatkan devisa dan pendapatan asli daerah (PAD) sekaligus meningkatkan kesejahteraan rakyat, sehingga selayaknya untuk dikembangkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Source : etnisuku.wordpress.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-1429598198271813158?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/1429598198271813158/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=1429598198271813158' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/1429598198271813158'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/1429598198271813158'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2009/04/seminar-internasional-dan-festival.html' title='Seminar Internasional dan Festival Tradisi Lisan Memperkokoh Persatuan Kesatuan Bangsa'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-4810953953305609290</id><published>2009-04-01T18:39:00.000-07:00</published><updated>2009-04-16T07:42:18.727-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nilai Budaya'/><title type='text'>Penanaman Nilai Budaya</title><content type='html'>Semestinya sudah kasat mata bagi kita semua, kalau nilai-nilai budaya yang dikembangkan di Bumi Nusantara ini, hanyalah tarik menarik nilai-nilai budaya antara dua negara yang memiliki nilai-nilai budaya yang kuat.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Gaya hidup yang ditawarkan terlihat betolak belakang, Amerika (Barat - atau yang termasuk negara-negara Eropa) menawarkan kebebasan, sementara Arabsaudi (Timur - atau yang termasuk negara-negara Timur Tengah) menawarkan budaya non-kebabasan - terutamanya bagi kaum wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaruh ini terlihat dari adanya dua golongan masyarakat yang berbeda, dari cara berpakaian, cara bicara, cara tegur sapa, dan masih banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian keluarga menggunakan kata-kata asing untuk menggunakan sapaan kepada orang tua mereka, untuk yang berbau barat mereka lebih suka menggunakan Papi Mami, sementara yang berbau Timur Tengah lebih suka menggunakan sapaan Abi Umi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi, bagi keluarga-keluarga yang berpendidikan tinggi, yang menyelesaikan kuliahnya di antara kedua negara tersebut, tidak jarang menggunakan bahasa sehari-hari pergaulan mereka, dengan menggunakan bahasa Inggris bagi yang Barat, dan bahasa Arab bagi yang Timur Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau tidak diperhatikan, hal ini terlihat biasa saja, tetapi kalau kita perhatikan dengan seksama, pengaruh bahasa ini akan mempengaruhi pola pikir dan gaya hidup seseorang, yang lambat laun mempengaruhi gaya hidup lingkungannya, dst dst....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, saya menghimbau agar kita semua menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa formal maupun bahasa pergaulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan ilmu pengetahuan yang biasanya dicetak dalam Bahasa Asing????&lt;br /&gt;Itu menjadi kewajiban pemerintah untuk menerjemahkannya kedalam Bahasa Indonesia....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-4810953953305609290?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/4810953953305609290/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=4810953953305609290' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/4810953953305609290'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/4810953953305609290'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2009/04/penanaman-nilai-budaya.html' title='Penanaman Nilai Budaya'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-5711990424862881025</id><published>2009-03-30T00:00:00.000-07:00</published><updated>2009-04-16T07:40:58.704-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Analisa'/><title type='text'>Rakyat Subsidi Pemerintah</title><content type='html'>Senin, 30 Maret 2009 00:00&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seharusnya Pemerintah yang menyubsidi rakyat, ini malah kebalikannya”&lt;br /&gt;IMAM SUGEMA&lt;br /&gt;Pengamat Ekonomi INDEF &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penetapan harga dan pencabutan subsidi BBM dituding sebagai kebijakan yang ‘menipu’ rakyat. Sebab, kebijakan tersebut telah memaksa rakyat untuk menyubsidi pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;KEPENTINGAN rakyat seharusnya menjadi prioritas utama ketika pemerintah mengeluarkan sebuah kebijakan. Namun, tidak demikian dengan lima tahun pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhono (SBY). Beberapa kebijakan SBY justru merugikan rakyat. Salah satunya  terkait kebijakan pemerintah soal Bahan Bakar Minyak (BBM).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian diungkapkan pengamat ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Imam Sugema dalam diskusi yang digelar International Center for Applied Finance and Economics (InterCAFE) dan Ikatan Sarjana Ekonomi (ISAE) di Jakarta, akhir pekan kemarin. Di mata Imam, penetapan harga dan pencabutan subsidi BBM adalah kebijakan yang ‘menipu’ rakyat. Pasalnya kebijakan tersebut justru memaksa rakyat untuk menyubsidi pemerintah. Dalam artian, pemerintah telah mendapat margin atau keuntungan dari harga yang ditetapkan saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saat ini, harga BBM premium yang dibebankan kepada rakyat sebesar Rp4.500. Harga tersebut jauh di atas harga minyak internasional. Jadi, bukannya menyubsidi rakyat, tapi malah menipu rakyat,” ungkap Imam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan harga sebesar itu, kata pengamat ekonomi tersebut, pemerintah telah mengeruk keuntungan sebesar Rp1,2 triliun/bulan. Perhitungan, dengan mematok harga Rp4.500/liter, ada keuntungan bruto sebesar Rp994 dan keuntungan bersih Rp1.300/liter, Dari sanalah estimasi keuntungan pemerintah mencapai Rp 1,2 triliun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan perhitungan Imam, seharusnya HPP BBM dipatok pada angka Rp3.187/liter dengan mengacu pada harga BBM internasional yang kini menyentuh pada 39 USD/ barel, dalam kurs rupiah terhadap dolar AS sebesar Rp11.825. Setelah  ditambah PPN 10 persen atau  sebesar Rp 319, harga yang seharusnya dijual kepada masyarakat adalah  Rp3.506/ liter.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Ini jelas salah kaprah. Seharusnya Pemerintah yang menyubsidi rakyat, ini malah kebalikannya. Padahal, premium adalah salah satu bahan bakar yang harus disubsidi oleh pemerintah,” kata Imam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, ada dua faktor yang memengaruhi harga BBM di tingkat domestik, yakni harga minyak mentah dan nilai tukar rupiah. Terkait perkembangan harga minyak mentah dunia, terdapat fluktuasi harga dengan adanya penetapan batas atas dan batas bawah harga minyak/barel. Pada  2004, batas bawahnya adalah 33 dolar/barel sedangkan batas atas berada pada kisaran 56 dolar/barel. Sedangkan  perkembangan harga minyak saat ini atau sejak November 2008, kecenderungannya menyentuh batas bawah  2004.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara faktor kedua adalah nilai tukar rupiah. Pada 2008 hingga 2009, negara kita termasuk negara  terparah dengan terjadinya depresiasi nilai tukar rupiah. Nilai tukar rupiah yang lebih rendah terhadap dolar menjadi salah satu alasan pemerintah SBY-JK  tidak menurunkan harga BBM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari dua faktor tersebut, jelas Imam, penghitungan Harga Pokok Pengadaan (HPP) adalah harga minyak internasional dikali kurs rupiah hingga  menghasilkan harga minyak/barel. Sedangkan harga internasional sama dengan harga Mops (harga BBM jadi) di Singapura yang menjadi acuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dengan demikian, keuntungan bersih yang diperoleh pemerintah sebesar 10% dan  4% diantaranya adalah keuntungan Pertamina,” jelas Imam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan, subsidi seharusnya akan dibayar kalau harga yang dibayarkan lebih rendah dari HPP. Pada 2000 atau saat  pemerintahan Megawati Soekarnoputri, HPP-nya sebesar Rp2.566 dengan subsidi bersih sebesar Rp571/liter. Seharusnya selama Februari 2009, HPP ditetapkan  sebesar Rp3.187. Tapi oleh pemerintah ditetapkan sebesar Rp4.500 hingga terdapat selisih sekitar Rp1.300.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pemerintah malah disubsidi oleh rakyat sebesar Rp1.300/liter. Di samping itu masih ada minyak produksi dalam negeri yang beredar di pasaran domestik sebesar 1 juta barel/hari. Sayangnya, hanya 15% yang dikuasai Pertamina, selebihnya dikuasai asing,” tukasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 2004, kata Imam, secara fiskal, subsidi ‘bersih’ pemerintah sebenarnya kurang mendukung karena anggaran saat itu hanya Rp380 triliun. Bandingkan dengan anggaran pemerintahan SBY yang mencapai Rp1.000 triliun yang seharusnya secara fiskal mampu memberikan subsidi kepada rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saat ini, subsidi ‘bersih’ negatif dan pemerintah mengambil keuntungan. Selain anggaran yang memadai, pemerintah juga mendapat penghasilan  di luar pajak, yakni Rp1,2 triliun per Desember 2008 dan Rp1,1 triliun pada Januari 2009. Sementara estimasi keuntungan bulan Februari 2009 mencapai Rp1,2 triliun.  Secara fiskal sebenarnya pemerintah SBY lebih mampu. Terlebih, pemerintah juga mendapat keuntungan dari BBM sebesar Rp15 triliun/tahun,” tandas Imam.     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditengah krisis global yang menghantam perekonomian dunia, tambah Imam, harga BBM di Indonesia termasuk tinggi dibandingkan dengan negara-negara lain. Imbasnya harga produksi ikut terpengaruh yang berdampak pada terpuruknya perekonomian nasional. “Perusahaan-perusahaan juga terbebani dan tidak bisa bersaing. Akibatnya, banyak perusahaan  tutup dan berdampak pada meningkatnya jumlah pengangguran. Menurut saya, bukan waktu yang tepat pemerintah SBY mencabut subsidi BBM,” demikian Imam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dibandingkan pada tahun 2004 pada masa Presiden Megawati, harga keekonomian BBM waktu itu sekitar Rp 2.822 per liter. Namun, pemerintah waktu itu menetapkan harga resmi dalam negeri sebesar Rp 1.995 atau Rp 2.000 per liter. Sehingga, jika dihitung ada subsidi yang diberikan pemerintah sekitar Rp 571 per liter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Padahal pada tahun 2004 kondisi fiskal kurang mendukung. Anggaran waktu itu hanya sekitar Rp380 triliun. Namun tetap pemerintah Megawati memberikan subsidi untuk rakyat, “ tambah dosen IPB ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara saat ini, lanjutnya, kondisi fiskal sebenarnya sangat mendukung pemerintah untuk memberikan subsidi dengan anggaran lebih dari Rp 1.000 triliun. Namun sayang hal itu tidak dilakukan SBY.  “Harusnya ini jadi momentum tepat bagi pemerintah SBY memberikan subsidi kepada rakyat. Jadi sebenarnya ini tergantung niat,” tegasnya. d nor/don&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://www.beritakota.co.id/edisicetak/berita/berita-utama/1299-rakyat-subsidi-pemerintah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-5711990424862881025?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/5711990424862881025/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=5711990424862881025' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/5711990424862881025'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/5711990424862881025'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2009/03/rakyat-subsidi-pemerintah.html' title='Rakyat Subsidi Pemerintah'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-2597279354755747165</id><published>2009-03-27T05:10:00.000-07:00</published><updated>2009-11-17T05:12:36.124-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Etnis Suku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Etnis India Indonesia'/><title type='text'>Peran Tokoh Etnis India Indonesia Dalam Kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia</title><content type='html'>By adi supardi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai kemampuan, bakat dan profesi masing-masing peran Tokoh India Indonesia dari Etnis India Indonesia dalam kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) diantanya :&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Anand Krishna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anand Krishna (lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 1 September 1956; umur 52 tahun) adalah seorang spiritualis lintas agama, nasionalis, humanis, budayawan dan penulis yang tinggal di Jakarta, Indonesia.&lt;br /&gt;Walaupun berdarah keturunan India, tapi semangat kecintaannya terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sangatlah tinggi.&lt;br /&gt;Kepeduliannya terhadap kondisi jiwa spiritual masyarakat Indonesia dituangkan dengan pendirian Yayasan Anand Ashram (berafiliasi dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa – Department of Public Information sejak 15 Desember 2006) sebagai Centre for Holistic Health and Meditation sejak tahun 1991.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Love is the Only Solution adalah satu-satunya cara yang digunakan Anand Krishna dalam menyikapi hidup di dunia ini untuk mewujudkan Love, Peace, and Harmony dalam Satu Bumi, Satu Langit dan Satu Umat Manusia (One Earth One Sky, One Humandkind&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayu Azhari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayu Azhari (dilahirkan sebagai Siti Khadijah, lahir 19 November 1969; umur 39 tahun) adalah seorang aktris, model dan penyanyi asal Indonesia. Saudaranya, Sarah Azhari, Ibra Azhari, Rahma Azhari juga aktris. Ayu menikah tiga kali. Dari semua pernikahannya ia memperoleh enam anak yaitu Axel Gondokusumo (dari pernikahan dengan Djody Gondokusumo), Sean Azad, Mariam Nur Al Iman dan Sulaiman Atiq (dari pernikahan dengan Teemu Yusuf Ibrahim) serta Isabelle Tramp dan Lennon Tramp(dari pernikahan dengan Mike Tramp).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Farouk Achmad bin Asgar Ali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Farouk Achmad bin Asgar Ali (lahir: Pandori Bali, Pakistan, 4 Juli 1939 – wafat: 13 April 2003) atau lebih dikenal dengan nama Farouk Afero adalah seorang aktor senior Indonesia. Awal karir di dunia film layar lebar Indonesia di mulai dengan bermain dalam film Ekspedisi Terakhir yang dibintangi Ratno Timoer, Dicky Zulkarnaen, dan Soekarno M. Noer pada tahun 1964.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gurnam Singh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gurnam Singh (lahir di Punjab, India, 16 Agustus 1931; umur 77 tahun) adalah mantan pelari Indonesia yang meraih tiga medali emas pada cabang lari pada Asian Games keempat di Jakarta pada tahun 1962, masing-masing pada nomor lari maraton, 5000 dan 10000 meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harbrinderjit Singh Dillon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harbrinderjit Singh Dillon (lahir di Medan, Sumatera Utara, 23 April 1945; umur 63 tahun) atau lebih dikenal dengan nama H. S. Dillon adalah salah satu tokoh Indonesia di bidang Hak Asasi Manusia dan sosial ekonomi. Saat ini ia menjabat sebagai Direktur Kemitraan untuk Reformasi Pemerintahan. Ia pernah meraih penghargaan Global Award dari Priyadarshni Academy, India sebagai orang keturunan India di luar negaranya yang memberikan kontribusi di negara yang ditinggalinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiki Fatmala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiki Fatmala (lahir di Jakarta, Indonesia, 26 Oktober 1969; umur 39 tahun) adalah pemain film dan sinetron Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marissa Haque&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marissa Grace Haque (lahir di Balikpapan, Kalimantan Timur, 15 Oktober 1962; umur 46 tahun) adalah seorang pemeran, sutradara dan produser film dan televisi, konsultan hukum, dosen tamu di berbagai universitas negeri dan swasta, guru pendidikan khusus tunarungu, dan politikus Indonesia. Dia menikah dengan penyanyi rock Indonesia, pencipta lagu, pengembang perumahan, dan politikus dari PAN (Partai Amanat Nasional) Ikang Fawzi (Ahmad Zulficar Fawzi), dan dikaruniai dua orang anak perempuan. Ia adalah kakak kandung dari Soraya Haque dan Shahnaz Haque.&lt;br /&gt;Karier politiknya langsung melesat ketika bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan terpilih sebagai anggota DPR-RI pada tahun 2004.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sarah Azhari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sarah Azhari (lahir di Jakarta, 16 Juni 1977; umur 31 tahun) adalah seorang aktris dan model asal Indonesia. Saudaranya, Ayu Azhari,Ibra Azhari dan Rahma Azhari adalah selebritis Indonesia. Sarah lebih sering menjadi model daripada membintangi film atau menyanyi. Salah satu filmnya adalah garapan sutradara Garin Nugroho, “Daun di Atas Bantal” yang dibintanginya bersama aktris senior Christine Hakim. Pada tahun 1999, Sarah juga mengeluarkan album bertajuk “Peluk Aku Cium Aku”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raam Punjabi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raam Punjabi yang mempunyai nama lengkap Raam Jethmal Punjabi (lahir di Surabaya, Jawa Timur, 6 Oktober 1943; umur 65 tahun) adalah seorang produser film dan sinetron di Indonesia. Dia mengaku sebagai produser paling sukses saat ini dengan rumah produksinya Multivision Plus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : etnisuku.wordpress.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-2597279354755747165?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/2597279354755747165/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=2597279354755747165' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/2597279354755747165'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/2597279354755747165'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2009/03/peran-tokoh-etnis-india-indonesia-dalam.html' title='Peran Tokoh Etnis India Indonesia Dalam Kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-8519941627057966598</id><published>2009-03-26T22:00:00.000-07:00</published><updated>2009-07-07T22:02:39.160-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Papua'/><title type='text'>Papua: the Wound Is Still Not Cured</title><content type='html'>HIV, Special Autonomy, and Tribal Was are the most crucial problem to be solved in Papua. What the worse on those problem then has been written by young journalists of Papua, as they try to dismantle the problems and to share the information with us by the book titled Luka Papua: HIV, Otonomi Khusus, dan Perang Suku (Papua’s Wound: HIV, Special Autonomy, and Tribal War).&lt;br /&gt;Deadly Virus&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Papua has the second largest number of HIV/AIDS infected in Indonesia, after the Jakarta Province.  Billions rupiah has been given by the government and fund organizations to overcome and prevent the epidemic. Miraculously, the more money is given, the more people are infected by this deadly virus.   So, what is the problem?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A zero survey, which was conducted in 1992, concluded that HIV/AIDS was firstly found in 1993 in Merauke. People in Merauke, and other cities in Papua believed that AIDS was brought to Merauke by fishermen from Thailand. But lately, those who concern about HIV/AIDS in Papua doubted this presumption, for no research can ever prove it. From their point of view, fishermen from Thailand are only accused as the black sheep, because Merauke gives many opportunities to people who come to the city, as well as to its inhabitants to go in and out of the city, and they are free to have the unsafe sexual relationship.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The government and several NGOs have tried to prevent and overcome the epidemic of HIV/AIDS, but the number of infected people in Papua has not decreased yet. This situation then triggered an assumption about the misuse of fund for dealing with the HIV/AIDS. The assumption appeared because there is no transparency about the budget, and how the government allocate and manage the fund.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Instead of solving the problem of HIV/AIDS and trying to find the solution, the Papua administration are still unable to eradicate stigma and discrimination against the HIV/AIDS infected people. Religion figures and their institution have not given concrete solution in dealing with HIV/AIDS. For instance, people in Merauke often bury the body of people with HIV/AIDS in the night silently. The funeral was only attended by few people.   Not to mention the story of people who committed suicide because of knowing him or herself positively infected by HIV.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Although Boven Digul Regent Yusak Yaluwo said that people with AIDS (ODHA) are also human and they need to be supported by the community, but Boven Digul Local Administration (Pemda) in fact has a plan to build a hospital with a special room for ODHA, so that ODHA will not be free to mingle with other people and spread the HIV/AIDS. Papua local administration even intends to installed microchip inside the body of ODHA. This issue is written on the local administration regulation in health sector that regulates about HIV/AIDS. The participants of the Second National Congress of ODHA in West Java on August 2007 seriously refuse that plan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prostitution, which happens in the downtown of Merauke and its forest, is pointed as the place where HIV/AIDS virus spreads out. In fact, the government tries to press the HIV/AIDS epidemic by displaying an advice to use condoms. But most of the prostitute’s customers are still unwilling to use it. As a matter of fact, the reluctant in using condom related to the culture that strongly embraced by Papua people until now. They have a belief that sperm should not be wasted for any reason, including considering that using condom while having sex is a taboo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HIV/AIDS does not only cause a worry to the people who live in the city. Young journalists, who write this book, have also made an investigation which found that HIV/AIDS virus spread to the inside of forest. In Asmat forest, for example, the eaglewood tree become the trigger of this case. This research said that a prostitution area was built in 1997 in this hunting area. The prostitution area was only built under the blue tarpaulin and supported by rahai wood (Acacia Spp). The worst is, there are only three prostitutes who have to serve tens of eaglewood seekers. It has been going for a very long time, about two or three years. For this long time, the wood seekers have never used condoms.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The HIV/AIDS issue then becomes more interesting as rumors about genocide come up, and are related to the increasing HIV/AIDS cases in Papua. HIV/AIDS is assumed as a way to practice genocide in Papua and it is accused as the source of the decreasing of Papua people’s opportunity to live.. A report from West Papua Project and ELSHAM published in 2005 stated that Papua people have been living in fear for last 50 years. How the Indonesia military fight against the separatist groups - including the people who support them, how the HIV/AIDS rises, and how the malnutrition taunts them are pointed as the genocide toward the Papua people. Pro and contra appeared regarding to the issue of using HIV/AIDS as a genocide practice in Papua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sendius Wonda in his book “Tenggelamnya Rumpun Melanesia: Pertarungan Politik NKRI di Papua Barat (The Disappear of Melanesia Clump: A Republic of Indonesia Political Fight in West Papua)” also states that HIV/AIDS is one of the genocide triggers in Papua. That book was banned by the District Attorney of Jayapura based on the General Attorney decree on Kep-123/A/JA/11/2007. But, it is still too soon to talk about the Papua genocide.. Genocide can be happened if the military violence, terror, and HIV/AIDS strike in the same time. As long as there is still effort to tackle the HIV/AIDS from the government, the society, and the non-governmental organization, genocide doesn’t need to be discussed.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Money Rain on the Papua Land&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Since the presidential decree about Papua Development Acceleration No. 5 Year 2007 announced officially, Papua looked like flooded with money. That Presidential decree is manifested in a Special Local Administration Regulation (Perda) about Special Autonomy which is approved by the Papua People Council. On this Special Perda, Papua and West Papua Province Administrations explain the function of local administration authority in allocating, using, and accounting for the whole special autonomy funds. On that special Perda is also stated that special autonomy funds are purposed to upgrade the quality and prosperity of Papua natives’ life.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;One of the Special Autonomy programs, as declared by the Papua Province Administration is to pour in the fund for Strategic Plan for Village Economy Development (Respek). Citizens in 4,000 villages in Papua deserve to receive grant as much as 100 millions rupiah to develop their villages. The Respek fund is classified into three categories, which are: grant from province and regency administration, grant from foundation, and grant in the form of program which is given at the sectors decided by the central administration, province administration, and regency administration.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In theory, the Respek fund deliverance mechanism is distributed directly to the village through the villagers’ collective account. The money can be cleared at the nearest local treasurer/bank/post office. In a forum, the villagers then will decide what the fund will be used for. The financial report will be delivered, also in an open forum, twice a year. A group that implements the program will deliver the report to the forum, where the fund managing institution will verify the report. If the financial report is accepted, the money will be given for the next term. But if the report is rejected, the managing institution has to give an alternative to solve the problem, and it has to be agreed by the forum.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In fact, the money is not distributed well. Most people in Papua villages admit that they never receive money as part of Respek program. The lack of strict regulation on allocation of this money has made the people who don’t receive the money feel disappointed. Lacks of control and monitoring on distribution of this money also have made this good program manipulated by heads of village. Practically, there is no assistance from the province administration to make this program more effective. In fact, Respek is more likely a wasting money program than an increasing the quality of Papua people’s life.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Never Ending War&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Custom war which is usually called as tribal war in Papua is not always related to violence. Tribal war is held to preserve the dignity and fulfill the justice. Revenge in tribal war is often considered as a step to find the social balance which is more likely to competition than social riot. For that reason, in every tribal war, there will always be a demand about numbers of victims which should be equal between the conflicted tribes. Violation against the war rules will be fined, such a big compensation after the war end. One of the war rules is they will decide the place, the time, and the person in charge for that war.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This custom war can be triggered by various reasons. In Amungme tribe, a war can be triggered by, let say, unsettled bride-price payment, woman robbery, pig robbery, or border trespassing. Meanwhile in Nduga tribe, it can be triggered by sweet potato robbery, red fruit robbery, adultery, farm border trespassing, lie, and prejudice. Most of the times, a small problem turns to be big because it is provoked by other parties. As the result, people can be easily played against another, and tribal war happens.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This book tries to disentangle three tribal wars which are most highlighted: Central Papua spreading-out War, Kwamki Lama War, and Banti – Kimbeli War. Tribal war becomes bigger because the conflicted tribes are easily provoked with undependable issue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It is often mentioned, that custom war happened because of a provocation from some groups that have special interest, particularly for their own good, in Papua. Those groups generate conflicts which are attached to the tribal war tradition. Mostly, Papua people still consider that the custom war is their forefather’s spiritual advice to preserve their values of life. Whatever the trigger is, custom war leaves wounds among Papua people.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Actually, this book which is written by Papua journalists is only reveal some issues out of many issues about the life of Papua people. At least, they deserve to be applauded for their courage to bring out those sensitive issues in Papua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source : &lt;a href="http://www.papuatoday.com" target="blank"&gt;www.PapuaToday.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-8519941627057966598?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/8519941627057966598/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=8519941627057966598' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/8519941627057966598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/8519941627057966598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2009/03/papua-wound-is-still-not-cured.html' title='Papua: the Wound Is Still Not Cured'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-7120127128010853142</id><published>2009-03-23T17:28:00.000-07:00</published><updated>2011-04-19T20:13:04.189-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kejawen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HAM'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MataHati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama Lokal'/><title type='text'>Penghayat Kepercataan Tuhan YME Dapatkan Pelayanan Hak Administrasi</title><content type='html'>Senin, 23 Maret 2009 17:28 WIB | Peristiwa | | Dibaca 84 kali&lt;br /&gt;Jakarta (ANTARA News) - Seseorang dan kelompok penganut Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa mendapatkan hak-hak administrasi seperti pencamtuman dalam KTP, akte kelahiran, perkawinan dan kematian, kata Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan YME Depbudpar KP Sulistyo Tirtokusumo.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sulistyo mengatakan hal itu di Jakarta, Senin, di sela sela Lokakarya Sosialisasi RPB Mendagri dan Menbudpar Tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas dan Kewajiban Kepala Daerah/Wk Kepda dalam pelestarian kebudayaan dan dalam pelayanan kepada penghayat kepercayaan terhadap Tuhan YME.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menjelaskan, pemenuhan hak administrasi dan menjalankan keyakinannya oleh pemerintah kepada penghayat kepercayaan didasarkan atas amanat UU No 23/2006 tentang Administrasi Kependudukan dan PP No 37/2007 tentang Pelaksanaan UU No 23/2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Dirjen Nilai Budaya Seni dan Film, Tjetjep Suparman mengatakan, dengan UU dan PP tersebut,penghayat kepercayaan terhadap Tuhan YME tidak boleh didiskriminasikan dan mereka berhak mendapatkan perlindungan dan pelayanan adminitrasi seperti pencantuman dalam KTP, akte perkawinan, kelahiran dan kematian, dan pendirian pesucen (tempat berdoa), dan lahan pemakaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut data Depbudpar, saat ini terdapat 1.515 organisasi penghayat kepercayaan terhadap TYME, 245 diantaranya memiliki kepengurusan di tingkat nasional dan jumlah pemeluknya se-Indonesia sekitar 10 juta orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan, masalah pengawasan penghayat kepercayaan ditangani oleh Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakor Pakem) yang beranggotakan delapan instansi pemerintah di pusat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait sosialisasi rancangan peratuan bersama (RPB) Mendagri dan Menbudpar, Suparman mengharapkan, adanya standar yang sama dari daerah se Indonesia dalam pelayanan kepada para penghayat kepercayaan Tuhan YME serta pemenuhan hak sipilnya sesuai perintah UUD 1945, UU No 39/1999 tentang Hak Asasi Manusia dan UU No 23/2006 tentang Kependudukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dirjen mengharapkan, terkait RPB tersebut, pemda kab/kota se Indonesia berkomitmen mengalokasikan anggaran yang proporsional untuk pelesatarian kebudayaan dan pelayanan penghayat kepercyaan Tuhan YME.(*)&lt;a href="http://kejawenonline.blogspot.com"&gt;Kejawen Online&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://www.antara.co.id/view/?i=1237804113&amp;c=NAS&amp;s=&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-7120127128010853142?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/7120127128010853142/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=7120127128010853142' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/7120127128010853142'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/7120127128010853142'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2009/03/penghayat-kepercataan-tuhan-yme.html' title='Penghayat Kepercataan Tuhan YME Dapatkan Pelayanan Hak Administrasi'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-872771088950323999</id><published>2009-03-19T17:38:00.000-07:00</published><updated>2011-10-15T10:29:17.340-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PKS'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Skandal'/><title type='text'>Wah, PKS 'Dipijat' Panti Pijat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ahluwalia (04/02/2009 - 13:44)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demoralisasi tidak hanya melanda para politisi partai-partai sekuler, melainkan juga partai Islam. Teranyar, anggota kader PKS tertangkap basah sedang bernikmat-ria di panti pijat. Gejala dekadensi moral yang sudah membudaya?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam politik, isu seks sangat sensitif dan berdampak ke citra partai. Max Moein dari PDIP, Ahmad Muqowam dari PPP, dan Yahya Zaini dari Golkar, semua tersengat skandal seks yang sangat memalukan. Memalukan pribadi mereka, memalukan partai yang mereka usung. Kini giliran PKS kena getah yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PKS seakan dipijat dan dipermalukan ulah panti pijat. Kasus yang mencoreng citra PKS itu terjadi pada anggota FPKS DPRD Kota Jambi, Zulhamli Al Hamidi. Pada Selasa (3/2) siang, Hamidi tertangkap sedang berada di dalam kamar salah satu panti pijat saat digelar Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) oleh Poltabes Jambi. PKS benar-benar tak bisa menggeliat menghindari kasus ini. Pasalnya, sudah cukup bukti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toh, PKS masih mencoba berkelit. Mereka menyebut oknum tersebut bukan anggota DPW PKS, melainkan simpatisan partai. “Saya sudah cek ke Korwil Sumatera Bagian Selatan (Jambi). Ketua Satuan Polisi Pamong Prajanya mengatakan itu bukan Operasi Pekat. Tapi pembinaan kepada panti pijat yang memang legal terdaftar di Pemda (Pemkot Jambi)," jelas Ketua Badan Hubungan Masyarakat DPP PKS, Mabruri, kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski begitu, DPP PKS masih menunggu laporan secara resmi dari DPW Jambi terkait hal tersebut. Karena sebelumnya, mekanisme di PKS dari wilayah memberikan informasi secara tertulis kepada koordinator wilayah Sumatera. Setelah itu baru memberikan laporan secara tertulis kepada DPP PKS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kebetulan, setiap Rabu kita ada rapat Badan Pelaksana Harian (BPH). Jika laporan tertulis itu sudah sampai, kita akan masukkan dalam agenda rapat," ucapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Wakil Ketua Bidang Pembinaan Kader DPW PKS Propinsi Jambi, M Zayadi, jika terbukti benar, partainya akan menjatuhkan sanksi tegas terhadap oknum anggota yang tertangkap di panti pijat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sanksi yang bisa dijatuhkan kepada Zulhamli Al Hamidi, bisa berupa pemecatan sebagai anggota PKS. Jabatannya sebagai anggota DPRD Kota Jambi juga bisa diganti dalam waktu dekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, DPW PKS Jambi akan memanggil lebih dulu yang bersangkutan untuk menjelaskan kasusnya di hadapan Dewan Syariah PKS. “Apabila terbukti, ia akan ditindak tegas,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PKS Jambi secara resmi sudah mengeluarkan larangan kepada seluruh anggota dan kadernya untuk tidak berada di tempat yang dianggap negatif oleh masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya kader atau simpatisan PKS di Jambi yang tertangkap basah berada di panti pijat membuat kaget Mantan Presiden PKS, Hidayat Nur Wahid yang kini Ketua MPR. Dia mengaku baru tahu berita kelam itu. "Oh ya? Wah, saya baru tahu dari Anda," kata Nur Wahid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Nur Wahid, kasus demi kasus yang menjerat PKS saat ini memang sering terjadi. Tapi bagaimanapun itu harus ditelaah lebih jauh agar faktanya terungkap. "Itu harus dipelajari, apakah itu benar?" imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PKS jelas patuh pada prinsip hukum yang harus ditegakkan. Keputusan yang diambil itu harus berbasis fakta. "Apapun nanti kita akan beri sanksi? Kalau itu benar dan sesuai fakta," kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source: http://www.inilah.com/berita/politik/2009/02/04/81105/wah-pks-dipijat-panti-pijat/&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-872771088950323999?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/872771088950323999/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=872771088950323999' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/872771088950323999'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/872771088950323999'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2009/03/pks-dipijat-panti-pijat.html' title='Wah, PKS &apos;Dipijat&apos; Panti Pijat'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-8158092441999932048</id><published>2009-03-19T05:17:00.000-07:00</published><updated>2009-04-16T07:57:37.984-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pembodohan'/><title type='text'>Abdul Hadi - PAN VS Rama Pratama PKS</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jakarta - Maksud hati meminta rekannya mengucapkan istghfar, apa daya justru ucapan sumpah yang diterima. Itulah kenyataan yang harus diterima oleh tersangka kasus dugaan proyek pengembangan dermaga, Abdul Hadi Djamal.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Abdul Hadi meminta rekannya sesama anggota DPR dari PKS, Rama Pratama, untuk istighfar karena dianggap berbohong tidak mengakui pertemuan di Hotel Ritz Carlton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Saya bersumpah demi Allah tidak tau tentang pertemuan di Ritz Carlton dan bersumpah tidak menerima sepeser pun uang terkait kasus suap yang menyangkut Pak Hadi," elak Rama Pratama dalam jumpa pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis 19 Maret kemarin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rama, yang mantan Ketua BEM UI ini justru meminta Abdul Hadi untuk istighfar karena telah melakukan tindakan yang tak patut sebagai anggota Dewan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Seharusnya Pak Abdul Hadi yang banyak istighfar karena tertangkap tangan (menerima suap)," sindir Rama. Tak cukup itu, Rama Pratama pun menyiapkan tim pengacara untuk menghadapi tuduhan Abdul Hadi. Somasi pun dilayangkan kepada politisi PAN tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak disangka, Abdul Hadi kemudian meralat pernyataan soal keikutsertaan Rama Pratama pada pertemuan Ritz Carlton. Buru-buru politisi asal Makassar ini meralatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya diingatkan KPK bahwa saya salah sebut. Bukan di Ritz Carlton, tapi di Four Seasons," kata Abdul Hadi tadi malam usai diperiksa KPK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak mau terus berpolemik soal ini, Rama enggan mengomentari pernyataan Abdul Hadi yang terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya sudah tidak bersedia menanggapi lagi nyanyian AHD. Karena saya tidak mau lagi berpolemik di luar pengadilan. Saya sudah punya tim pengacara dan siap bersaksi jika diperlukan," kata Rama melalui pesan singkatnya kepada detikcom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucapan sumpah Rama memang tidak salah, karena memang ternyata Abdul Hadi meralat pernyataan dia sebelumnya. Tapi untuk yang di Four Seasons, kenapa Rama enggan berkomentar? Atau jangan-jangan memang benar ada pertemuan di Four Seasons.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maaf saya akan persiapan untuk kampanye PKS," imbuh Rama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumpah, dalam bahasa Arab disebut dengan istilah qasam. Sumpah digunakan oleh seorang muslim untuk mengikatkan diri telah melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu. Melanggar sumpah, bagi seorang muslim, akan berimplikasi buruk terhadap hubungan manusia dengan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang nanti, Rama Pratama akan berkampanye untuk wilayah Jakarta Timur. Kampanye PKS yang serentak berlangsung di Jakarta hari ini bertema ' Menuju DPR yang Bersih'.&lt;br /&gt;(anw/nrl)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source : DetikCom&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-8158092441999932048?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/8158092441999932048/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=8158092441999932048' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/8158092441999932048'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/8158092441999932048'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2009/03/abdul-hadi-pan-vs-rama-pratama-pks.html' title='Abdul Hadi - PAN VS Rama Pratama PKS'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4520046703300461580.post-2007063638323139160</id><published>2009-03-18T20:56:00.000-07:00</published><updated>2009-06-23T21:01:20.840-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perkawinan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kejawen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama Lokal'/><title type='text'>Pencatatan Perkawinan Penghayat Kepercayaan Masih Terkendala</title><content type='html'>Pengambil keputusan dianggap kurang memahami makna ‘penghayat kepercayaan’. Jumlah penghayat kepercayaan di Indonesia diperkirakan mencapai 10 juta orang.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Para penghayat kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sejatinya sudah menikmati kebijakan yang ditempuh Pemerintah dalam dua tahun terakhir. Sebab, sejak Peraturan Pemerintah (PP) No. 37 Tahun 2007 terbit, syarat dan tata cara pencatatan perkawinan bagi penghayat kepercayaan sudah jelas. PP 37 tadi adalah peraturan pelaksanaan dari Undang-Undang No. 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PP 37 menjadi payung bagi penghayat kepercayaan melangsungkan perkawinan berdasarkan kepercayaan masing-masing. Menurut Sulistyo Tirtokusumo, Direktur Kepercayaan pada Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, selama ini masalah terbesar perkawinan bagi pasangan penghayat kepercayaan adalah keberadaan petugas yang menandatangani surat perkawinan. “Persoalannya siapa yang menandatangani,” ujar Sulistyo di sela-sela seminar “Pemenuhan dan Perlindungan Hak-Hak Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa” di Jakarta, Rabu (18/3) pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, PP 37 mengintrodusir istilah pemuka penghayat kepercayaan. Pemuka penghayat kepercayaan adalah sebutan bagi orang yang ditunjuk dan ditetapkan oleh organisasi penghayat kepercayaan untuk mengisi dan menandatangani surat perkawinan. Menurut Sulistyo, pemuka penghayat kepercayaan tidak selalu sesepuh dari penghayat bersangkutan. Yang pasti, pemuka penghayat kepercayaan tadi kudu didaftarkan pada Direktorat Kepercayaan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang perkawinan dilaksanakan di hadapan pemuka penghayat kepercayaan yang ditunjuk organisasi penghayat, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata tidak akan mempersulit. “Kami justru mempermudah,” ujar Sulistyo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara yuridis, peristiwa perkawinan penghayat kepercayaan wajib dilaporkan kepada Kantor Catatan Sipil paling lambat 60 hari sejak perkawinan berlangsung. Dalam laporan itu turut dilampirkan surat perkawinan yang diteken pemuka penghayat kepercayaan, salinan KTP, pasphoto suami dan isteri, akta kelahiran, atau paspor suami – isteri bagi orang asing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa jadi Sulistyo benar. Sebab, selama ini banyak perkawinan penghayat kepercayaan yang tidak tercatatkan di Kantor Catatan Sipil. Sebab, mereka melaksanakan perkawinan sendiri tanpa ada surat perkawinan yang diisi dan diteken pemuka penghayat kepercayaan. Konsekuensi hukumnya jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Prof. Wila Chandrawila Supriadi, Guru Besar Universitas Parahyangan Bandung, dari sudut pandang hukum negara perkawinan semacam itu bisa dianggap sebagai kumpul kebo. Anak hasil hubungan perkawinan tersebut hanya mempunyai hubungan hukum dengan ibunya. Surat perkawinan yang diteken pemuka penghayat kepercayaan seharusnya bisa menghindarkan para penghayat dari problem hukum tersebut. Pasangan yang hendak menikah memberitahukan niatnya kepada pemuka penghayat kepercayaan yang sudah ditunjuk. Misalnya pemuka yang ditunjuk Himpunan Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa (HPK).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya, masih ada perkawinan yang dilaksanakan masyarakat adat tanpa surat perkawinan. Apalagi, organisasi penghayat kepercayaan tidak tunggal. Menurut Sulistyo, ada 245 organisasi penghayat di tingkat pusat dan 954 organisasi cabang, dengan jumlah pengikut sekitar 10 juta orang. Akibatnya, acapkali perkawinan dilaksanakan menurut adat setempat saja. Dari sudut pandang adat, perkawinan tentu saja sah. Tetapi, kata Wila, ketika berhadapan dengan hukum negara, perkawinan menjadi cacat kalau tidak dicatatkan. Dengan kata lain, ketika pasangan penghayat hendak memperjuangkan hak-hak sipil, mereka akan menghadapi masalah hukum kalau perkawinan mereka tidak dicatatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di mata KRA Esno Kusnodho Suryaningrat, Ketua Umum HPK, masalah yang selama ini timbul antara lain bersumber dari pihak-pihak yang seharusnya memberikan perlindungan terhadap hak-hak sipil penghayat. Maksudnya, siapa lagi, kalau bukan Pemerintah. Pemerintah, kata pria yang biasa disapa Romo Guru itu, kurang memahami makna penghayat kepercayaan. Penghayat kepercayaan sering dianggap sebagai penganut animisme-dinamisme. “Padahal yang penghayat laksanakan adalah budaya spritual leluhur kita. Kami juga percaya akan adanya Tuhan Yang Maha Esa,” tandas Romo Guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://cms.sip.co.id/hukumonline/detail.asp?id=21475&amp;cl=Berita&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;f36zbxr2ge&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4520046703300461580-2007063638323139160?l=matarakyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matarakyat.blogspot.com/feeds/2007063638323139160/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4520046703300461580&amp;postID=2007063638323139160' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/2007063638323139160'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4520046703300461580/posts/default/2007063638323139160'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matarakyat.blogspot.com/2009/03/pencatatan-perkawinan-penghayat.html' title='Pencatatan Perkawinan Penghayat Kepercayaan Masih Terkendala'/><author><name>Mata Rakyat</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_yjx-5dOSiFY/Sjbu7vza2II/AAAAAAAAAB0/kunVNfi2vOo/S220/Mata-Rakyat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
